Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan masyarakat untuk pembentukan TABOGA Farm guna peningkatan kesejahteraan petani di desa Klangon kabupaten Madiun Alfarisy, Fariz Kustiawan; Restanto, Didik Pudji; Widuri, Laily Ilman; Witono, Yuli; Fajrin, Fifteen Aprila; Paramu, Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22740

Abstract

AbstrakDesa Klangon saat ini menjadi desa rujukan tanaman porang Indonesia. Tidak hanya itu Desa Klangon memiliki wisata klangon yang terletak di tengah hutan klangon. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi Agro Smart Village sebagai solusi pengelolaan wisata dan TABOGA dalam upaya peningkatan kemandirian dan derajat kesehatan masyarakat. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan perangkat desa,  FGD (Focus Group Discussion) dan praktek di beberapa kelompok masyarakat, pendampingan, pembentukan TABOGA farm, dan pendampingan, Pendampingan dalam perencanaan pengembangan usaha hilirisasi produk TABOGA. Kegiatan pengabdian desa Asal melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah komoditas TABOGA di desa klangon memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan kedua setelah porang. Setidaknya dari hasil FGD tercatat sebanyak 18 jenis tanaman obat tradisional yang banyak tumbuh berdampingan dengan tanaman porang di hutan Desa Klangon. Namun, potensi ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Permasalahan utama yang menjadi kendala adalah pemasaran produk TABOGA. Berdasarkan permasalahan tersebut, kontribusi yang diberikan oleh Tim Pengabdi pada kegiatan ini yakni  pendampingan implementasi Agro Smart Village melalui pemetaan komoditas TABOGA untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengembangkan komoditas TABOGA untuk kesejahteraan masyarakat Desa Klangon. Kata kunci: pemasaran; porang; tanaman obat tradisional; wisata. AbstractKlangon Village is currently a reference village for Indonesian porang plants. Klangon Village has a Klangon tourist area which is in the middle of the Klangon forest. The purpose of community service was to provide community empowerment and assistance regarding the implementation of Agro Smart Village as a tourism management solution and TABOGA to increase self-sufficiency and community health status. The method of implementing the assisted village service activities was carried out using two methods, namely FGD (Focus Group Discussion) and practiced in several community groups. The production technology practice method aimed to aid the community regarding the formation of TABOGA Farm. Origin village service activities involved several village officials, community leaders, and targeted farmers. Based on the results of the community service activities, the Klangon people required assistance from universities to make mapping of TABOGA commodities and their marketing. Farmers need institutional support such as BUMDES to become a business unit that accommodates community taboga plant products so that it is hoped that they can increase people's income.Keywords: tourism; traditional medicinal plant; marketing.
Disemenasi agens pengendali hayati melalui penguatan kelembagaan PPAH di desa Purnama kabupaten Bondowoso Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Rachmi Masnilah; Suhartiningsih Dwi Nur Cahyanti; Ankardiansyah Pandu Pradana; Bakhroini Habriantono; Fariz Kustiawan Alfarisy; Tejasari Tejasari; Gusna Merina; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Dimas Ganda Permana Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23086

Abstract

AbstrakPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) adalah organisasi swadaya masyarakat yang memiliki aktivitas untuk produksi agens pengendali hayati. Agens pengendali hayati merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida sintetis. Agens hayati terbagi menjadi golongan bakteri, jamur, virus, nematoda, maupun serangga berguna. Desa Purnama merupakan desa sentra penghasil singkong. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan disemenasi agens hayati di Desa Purnama. Lokasi pengabdian terletak di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan kegiatan meliputi disemenasi dengan beberapa tahapan yaitu: penyuluhan agens hayati, penguatan kelembaagaan PPAH dengan forum diskusi, serta evaluasi program. Hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatakan kapasitas pengetahuan petani di Desa Purnama terkait dengan agens hayati dan fungsinya pada tanaman. Selain itu untuk meningkatkan nilai keberdayaan, melalui kelembagaan PPAH dapat meningkatkan peluang dan potensi untuk bersinergi dengan stakeholder maupun instansi pemerintah. Kegiatan pengabdian ini menjadi program lanjutan pada kegiatan sebelumnya mengenai pendampingan dan produksi agens hayati. Kesimpulan pada pengabdian ini adalah petani antusias untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguatan kelembagaan PPAH dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan hilirisasi singkong. Kata kunci: augmentasi; berguna; berkelanjutan; sekolah lapang; terpadu. AbstractPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) is a non-governmental organization that has activities for the production of biological control agents. Biological control agents are an alternative to reduce dependence on synthetic fertilizers and pesticides. Biological agents are divided into bacteria, fungi, viruses, nematodes and useful insects. Purnama Village is a central cassava producing village. This service aims to carry out the cementation of biological agents in Purnama Village. The location of the service is located in Purnama Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Implementation of activities includes cementation in several stages, namely: counseling on biological agents, strengthening PPAH institutions with discussion forums, and program evaluation. The result of this service is an increase in the knowledge capacity of farmers in Purnama Village regarding biological agents and their functions in plants. Based on that, to increase the value of empowerment, through the PPAH institution it can increase opportunities and potential to synergize with stakeholders and government agencies. This service activity is a continuation program of previous activities regarding assistance and production of biological agents. This service concludes that farmers are enthusiastic about increasing their capacity through strengthening PPAH institutions to increase cassava production and downstream capacity. Keywords: augmentation; field school; integrated; sustainable; and useful.
Manajemen kesehatan tanaman hortikultura di desa Sukorambi kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Rachmi Masnilah; Zidna Nurul Izzatika; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Fariz Kustiawan Alfarisy; Bambang Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21214

Abstract

Abstrak Pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan aspek penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Studi ini mengevaluasi efektivitas program edukasi manajemen kesehatan tanaman hortikultura di Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait praktik-praktik pengendalian yang lebih baik melalui partisipasi aktif petani dan mahasiswa dalam penyampaian materi. Metode yang digunakan terdiri atas penyampaian materi melalui metode visual dan diskusi, yang memungkinkan pemahaman oleh petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman petani tentang manajemen kesehatan tanaman, yang tercermin dalam peningkatan skor pemahaman dan motivasi. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa program ini memiliki kekuatan dalam keterlibatan aktif petani dan dukungan dari universitas. Namun, ada kelemahan yang perlu diatasi, terutama terkait dengan keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Program ini juga menghadapi peluang seperti potensi dukungan tambahan dari pihak eksternal dan peluang untuk memperluas jaringan kerja sama dalam sektor pertanian. Ancaman yang harus diperhatikan adalah perubahan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pendanaan program, serta potensi penurunan minat petani seiring berjalannya waktu. Kesimpulannya, program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman petani terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan upaya lebih lanjut dan dukungan tambahan, program ini memiliki potensi untuk terus berperan penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan produktif di wilayah Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Kata kunci: hama; motivasi; patogen; pemahaman; seminar Abstract A strong knowledge and understanding of pest and disease control in plants are essential aspects to support productivity and sustainability in the agricultural sector. This study evaluates the effectiveness of an educational program on horticultural plant health management in Sukorambi Village, Jember Regency. The program aims to enhance farmers' understanding of improved pest and disease control practices through active participation of farmers and students in delivering the materials. The methods employed include the presentation of materials through visual aids and discussions, facilitating comprehension by farmers. The evaluation results indicate an improvement in farmers' understanding of plant health management, reflected in increased comprehension scores and motivation. The SWOT analysis reveals that the program has strengths in active farmer engagement and university support. However, it also identifies weaknesses, primarily related to budget constraints and infrastructure limitations. The program presents opportunities, such as potential external support and opportunities for expanding collaboration networks within the agricultural sector. Threats to be monitored include potential changes in government policies affecting program funding and the risk of declining farmer interest over time. In conclusion, this program has had a positive impact on enhancing farmers' understanding of pest and disease control in plants. With further efforts and additional support, the program has the potential to continue playing a crucial role in promoting sustainable and productive agriculture in the Sukorambi Village, Jember Regency. Keywords: pest; motivation; pathogen; understanding; seminar
Pelatihan manajemen pemasaran dan produksi kopi robusta di kelompok tani Sidomulyo - Jember Masnilah, Rachmi; Irawan, Bambang; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Pradana, Ankardiansyah Pandu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35160

Abstract

AbstrakKabupaten Jember, Jawa Timur merupakan salah satu sentra kopi Robusta, namun Kelompok Tani Sidomulyo masih menghadapi kendala manajemen produksi dan pemasaran, terutama pada pencatatan usaha tani, penataan fasilitas pascapanen, penerapan standar mutu, serta pemasaran yang masih bertumpu pada konsumen lokal sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial petani dalam manajemen produksi dan strategi pemasaran kopi Robusta, termasuk penguatan branding produk. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan capacity building melalui tahapan identifikasi masalah (wawancara dan diskusi dengan pengurus), pelatihan berbasis diskusi yang mencakup manajemen produksi (pencatatan biaya-hasil, perencanaan panen, standardisasi mutu) dan manajemen pemasaran (branding, pengemasan, promosi digital, diversifikasi saluran distribusi), dilanjutkan pendampingan agar praktik dapat diterapkan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, dan perbandingan praktik sebelum-sesudah kegiatan. Kegiatan menghasilkan peningkatan kesadaran dan praktik awal pada pencatatan usaha tani, penataan lokasi produksi (pemisahan area pengeringan dan penyimpanan), serta pengenalan SOP sederhana untuk kendali mutu dan penerapan standar pascapanen. Dari sisi pemasaran, kelompok mulai mengenal diversifikasi saluran distribusi, pemanfaatan media digital/marketplace, dan pemetaan peluang akses pasar internasional, disertai penguatan branding melalui kemasan dan identitas produk yang mendorong pergeseran orientasi dari penjualan curah menuju produk bernilai tambah. Kedepannya, diperlukan fasilitasi sertifikasi mutu, pendampingan digital marketing lanjutan, serta penguatan jejaring dengan konsumen dan mitra dagang. Kata kunci: agribisnis; branding; pascapanen; pemberdayaan; rantai pasok. AbstractJember Regency, East Java, is one of the main centers of Robusta coffee production; however, the Sidomulyo Farmer Group continues to face constraints in production and marketing management, particularly in farm record-keeping, organization of postharvest facilities, application of quality standards, and marketing that remains largely dependent on local buyers, resulting in suboptimal value addition. This community service program aimed to enhance farmers’ managerial capacity in Robusta coffee production management and marketing strategies, including the strengthening of product branding. The approach adopted was community empowerment and capacity building, implemented through stages of problem identification (interviews and discussions with group leaders), discussion-based training covering production management (cost-output recording, harvest planning, and quality standardization) and marketing management (branding, packaging, digital promotion, and diversification of distribution channels), followed by mentoring to support practical implementation. Evaluation was conducted participatively through discussions, question-and-answer sessions, and comparisons of practices before and after the activities. The program resulted in improved awareness and initial adoption of farm record-keeping, better organization of production areas (separation of drying and storage facilities), and the introduction of simple standard operating procedures for quality control and postharvest standards. In terms of marketing, the group began to recognize diversified distribution channels, the use of digital media and marketplaces, and the mapping of opportunities for access to international markets, accompanied by strengthened branding through packaging and product identity that encouraged a shift from bulk commodity sales toward value-added products. For future sustainability, facilitation of quality certification, advanced digital marketing assistance, and strengthened networking with consumers and trading partners are required. Keywords: agribusiness; branding; postharvest; empowerment; supply chain.
Co-Authors Abda Abda Adiwena, Muh Ahmad Ilham Tanzil Akhamd Haryono Alfarizi, Zulfikar Ahmad Ali Mudhor, Muhammad Ali Wafa Anantoro, Tri Ankardiansyah Pandu Pradana Arbina Satria Afiatan Ari Handriatni Arifah, Rifqi Tsalis Aryo Fajar Sunartomo Aultavia, Reza Novita Bakhroini Habriantono Bakhroini Habriantono Bambang Irawan Bambang Irawan Bambang Kuswandi Budi, Ival Oktavian Nurtian Cahyanita, Elvin Dewi, Yuni Rosita Dimas Ganda Permana Putra Evita Soliha Hani Fa'ayunina, Miftakhul Fahrur Rijal Ardiyanto Farchan Mushaf Al Ramadhani Fifteen Aprila Fajrin Firdauzi, Sandy Al Firnanda, Anita Fitriyani, Zenita Afifah Gusna Merina Gusna Merina Gusna Merina, Gusna Habriantono, Bakhroini Hadi Paramu Hadi, Yusnan Hakim, Tiara Oktavia Putri Hari Purnomo Hasjim, Saifuddin Hoesain, Mohammad I Gusti Bagus Wiksuana Ibanah, Indah Idah Andriyani Ika Barokah Suryaningsih Intan Kartika Setywati Ival Oktavian Nurtian Budi Julian Adam Ridjal Khozin, Mohammad Nur Khusumawati, Titik Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Lestari, Resti Putri Listya Purnamasari M. Abd. Nasir M. Yogi Riyantama Isjoni Masnillah, Rachmi Mufid, Ahsarul Nanang Tri Haryadi Nita Kuswardhani novita, mega darmi Nurchayanti, Suhartiningsih Dwi Nurhasna, Rifqi Nusantara, Alrio Putra Prayoga, Gigi Hadi Puji Rahayu Pusparani, Syafina Rachmandhika, Yusuf Rachmi Masnilah Rachmi Masnilah Rachmi Masnillah Ramadhan, Farchan Mushal Al Ratih Apri Utami Restanto, Didik Pudji Rismayani Risqianti, Riza Rofiqi, Ahmad Saifuddin Hasjim Samudji Samudji Sari, Dwi Tirta Sigit PRASTOWO Sigit Soeparjono Siswoyo Soekarno Soeharto Soesanto Soesanto Soliha Hani, Evita Sri Wahyuningsih Suandana, Febery Hery Sugeng Winarso Suhartiningsih Dwi Nur Cahyanti Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi Syakiroh Jazilah Tarigan, Sri Ita Tejasari Tejasari Tri Saputra, Tri Tri Wahyu Saputra Ubad Badrudin Wagiyana Wagiyana Wagiyana Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wildan Muhlison, Wildan Yuli Witono Yulianto, Roni Zahrah, Ninda Alza Nur Zidna Nurul Izzatika