p-Index From 2021 - 2026
6.393
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Proyeksi: Jurnal Psikologi Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies Jurnal Pencerahan Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Futura Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Jurnal Ilmiah Peuradeun As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial DAYAH: Journal of Islamic Education Jurnal Dedikasi Pendidikan Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Fitrah: International Islamic Education Journal Ulumuna Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Al Hikmah: Journal of Education Jurnal Al-Fikrah Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Mamangan Social Science Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan ISTIFHAM Abdurrauf Journal of Islamic Studies Journal of Indonesian Primary School IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince Jurnal Cendekia Islam Indonesia Indonesian Journal of Research in Islamic Studies Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Journal of Islamic Mysticism, Psychotherapy, and Philosophy
Claim Missing Document
Check
Articles

The Urgency of Understanding Learning Styles to Optimize Student Potential Fuadi, Muhammad; Walidin, Warul; Salami, Salami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9409

Abstract

As an educator, understanding the characteristics and learning styles of students is a necessity before the learning process starts from planning, implementation and evaluation. Educators need to conduct diagnostic assessments to find out the initial data from the learning profile of students to help to achieve learning objectives. Learning style is a way for learners to learn according to their talents, interests, and what drives them to understand the subject matter more quickly. The learning style of students has its ways and methods so educators must understand to determine strategies, techniques and teaching media to optimize the potential of students. In general, there are three learning styles of students, namely, auditorium or the process of learning by hearing something is more dominant. Visual students learn by utilizing vision so that information is faster to understand—kinesthetic learning with actions, simulations and physical activity. An educator must consider the best learning method by looking at the characteristics of each individual with learning objectives and the development of student potential.
MENGKAJI NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM EPISTIMOLOGI BURHANI DAN BAYANI DALAM PENGUNGKAPAN DALIL Syauky, Ahmad; Walidin, Warul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.419-437

Abstract

Dalam ilmu filsafat ada tiga cabang ilmu yang membahas berbagai aspek dasar pengetahuan manusia, yaitu; Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Ontologi ialah mempelajari realitas dan keberadaan. Epistemologi ialah mempelajarai tentang sumber, sifat, serta batasan pengetahuan. Aksiologi ialah mempelajari tentang nilai, moral, estetika, dan sosial. Dalam  kajian epistimologi ada 3 sumber dalam pengungkapan dalil, yaitu bayani dengan pengungkapan dalil menggunakan teks dari nas maupun selain nas. Burhani yaitu pengungkapan dalil menggunakan logika atau akal. Irfani pengungkapan dalil menggunakan nurani atau hati. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, dengan tulisan yang mengarah pada pembahasan artikel ini. Hasil dari penulisan ini bahwa Epistemologi Bayani merujuk pada pendekatan pengetahuan yang berbasis pada wahyu dan teks-teks agama. Dalam epistemologi ini, pengetahuan dianggap sah dan benar jika berasal dari sumber agama yang diakui. Penafsiran terhadap teks-teks ini dilakukan secara literal dan mengacu pada ajaran tradisional yang sudah mapan dalam dunia Islam. Epistemologi Burhani berfokus pada pengetahuan yang diperoleh melalui akal dan rasio. Pendekatan ini menekankan pentingnya penalaran logis dan argumentasi rasional untuk membuktikan kebenaran, dan tidak bergantung pada wahyu atau tradisi. Epistemologi Burhani mendorong pemikiran kritis dan terbuka, serta mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan keyakinan, melalui rasional dan progresif.
KONSEP PEDAGOGIK TAFAQUH FIDDIN MENURUT IMAM ASY-SYAFI’I: (SUATU ANALISIS IMPLEMENTATIF) Jannah, Miftahul; Walidin, Warul; Syauky, Ahmad
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art1

Abstract

Dalam Islam pendidikan memiliki tujuan utama membentuk manusia yang memahami dan menjalankan syariat secara benar, sesuai ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan memberikan wawasan tentang implementasi konsep tafaquh fiddin dalam pembelajaran, baik secara teoritis maupun praktis. Artikel ini membahas konsep pedagogik tafaquh fiddin menurut Imam Asy-Syafi'i, yang merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam untuk mendalami dan memahami agama secara mendalam. Tafaquh fiddin bukan hanya upaya intelektual dalam mempelajari ilmu agama, tetapi juga mencakup dimensi etis dan spiritual dalam praktik kehidupan sehari-hari. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), mengkaji literatur utama dari karya-karya Imam Asy-Syafi'i. Dapat disimpulkan bahwa tafaquh fiddin mencakup pengembangan intelektual, spiritual, dan moral melalui pembelajaran yang berpusat pada pemahaman mendalam terhadap agama. Implementasi konsep ini relevan untuk membangun kurikulum pendidikan Islam yang holistik, yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai agama tetapi juga mendorong pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Konsep Pendidikan Menurut Al-Quran (Suatu Analisis Implikatif) Rahma, Cut Dewi; Walidin, Warul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19818

Abstract

Penelitian ini membahas konsep pendidikan menurut Al-Qur’an meliputi makna tarbiyah, ta’lim, dan tazkiyah sebagai proses pembinaan jiwa, pemberian ilmu, dan pembentukan karakter secara menyeluruh. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konsep pendidikan menurut Al-Qur’an tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan modern yang menghadapi tantangan global dan perkembangan ilmu pengetahuan. Fokus penelitian terletak pada pemahaman makna pendidikan menurut Al-Qur’an, peran guru dan orang tua dalam proses pendidikan, serta implikasi konsep tersebut terhadap sistem pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang melibatkan analisis ayat-ayat Al-Qur’an dan kajian akademik terkait pendidikan Islam untuk menggali nilai-nilai dan prinsip pendidikan Qur’ani secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan sumber pustaka yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Al-Qur’an menekankan pembentukan insan kamil yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, keseimbangan aspek spiritual dan intelektual, serta peran aktif guru dan orang tua sebagai pendidik dan teladan.
Pendidikan Karakter Menurut Perspektif Muhammad Athiyah Al-Abrasyi: Suatu Analisis Historis-Filosofis Sulhan Yus; Warul Walidin
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 1 (2025): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i1.7961

Abstract

Character education is very important in educating each individual to become a human being with good character and noble character. Today we see many people who have taken a very high education but do not have noble morals, so they often do things that have been prohibited by religion. The focus of this research is to explore the thoughts and opinions of Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi regarding character education in the realm of Islamic teaching. This research applies the library research method, by collecting data through books, journals, articles, and various literatures relevant to the object of research, especially the writings of Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi. The results showed that character education according to Muhammad Athiyah Al-Abrasyi is started by instilling character education since humans are at an early age or when they are in childhood, also emphasizing on harmonizing traditional Islamic education with the times or modernizing the Islamic teaching system. Muhammad Athiyah Al-Abrasyi also requires the importance of balance between ukhrawi and worldly actions, so as to create Islamic humans who are civilized, ethical, moral, and have qualified abilities in carrying out their daily lives.
Positivism and Postpositivism: A Paradigmatic Analysis of Science and Islamic Education in Indonesia Sulhan Yus; Warul Walidin; Zohaib Hassan Sain
At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Vol 23, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/attalim.v23i2.6364

Abstract

ENGLISH: Positivism and Postpositivism: A Paradigmatic Analysis of Science and Islamic Education in IndonesiaObjective: This study aims to compare the positivism and postpositivism paradigms within the context of science and Islamic education in Indonesia. Methods: The research uses a qualitative-descriptive design, with a literature review as the primary data collection method. This research was conducted in 2024, and data were analyzed using three steps: (1) data reduction, (2) data display, and (3) data presentation. Results: Islamic education in Indonesia predominantly uses a positivistic approach which emphasize scientific methods and objectivity in learning process. Conclusion: Islamic education in Indonesia needs to develop an integration between the two paradigms (positivism and post-positivism) by balancing objective scientific methods with more humanistic and transcendental perspectives. Contribution: This research contributes curriculum development in Islamic education. Positivism informs the formulation of curriculum grounded in factual and testable research results, while postpositivism ensures that the curriculum is relevant to students' social and cultural contexts.INDONESIAN: Positivisme dan Postpositivisme: Suatu Analisis Paradigma Ilmu dan Pendidikan Islam di IndonesiaTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara paradigma positivisme dan postpositivisme dalam konteks ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam di Indonesia. Metode: Desian penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan studi literatur sebagai instrumen utama. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2024. Data dikumpulkan melalui telaah literatur (hasil penelitian). Analisis data dilakukan melalui (1) data reduction; (2) display data: (3) penyajian data: Hasil: Pendidikan Islam di Indonesia lebih dominan menggunakan pendekatan positivistik yang menekankan pada penggunaan metode ilmiah dan objektivitas dalam pembelajaran. Kesimpulan: pendidikan Islam di Indonesia perlu mengembangkan integrasi antara kedua paradigma tersebut (positivisme dan post-positivisme) dengan menyeimbangkan metode ilmiah yang objektif dan pendekatan yang lebih humanistik serta transendental. Kontribusi: Penelitian ini berkontribusi terhadap desain kurikulum pendidikan Islam. Positivisme berperan dalam merumuskan kurikulum yang berbasis pada fakta dan hasil riset yang dapat diuji, sementara postpositivisme mendorong agar kurikulum tersebut relevan dengan konteks sosial dan budaya siswa
CONTRIBUTION OF SUFISTIC PSYCHOTERAPY TO THE MENTAL HEALTH OF THE ELDERLY M. Agus Wahyudi; Salami Salmi; Warul Walidin
VIRTUOUS JOURNAL Vol 1 No 01 (2024): Mei
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufistic psychotherapy is part of the development of Islamic psychotherapy. Namely psychotherapy based on sufistic values. Sufism (sufistic) is a science that aims to cleanse the human soul to draw closer to God. So that it has a relationship with the mental or mental condition of a Sufism practitioner. Mental health is the condition of an individual who realizes the potential in himself, the ability to overcome problems in his life, is able to develop, is productive and has psychological well-being. The elderly are one of the individuals who are vulnerable to experiencing mental health disorders. So, through sufistic psychotherapy it is hoped that it can help improve the mental health experienced by the elderly. This research uses a qualitative approach with a literature study method. The purpose of this study is to find out what sufistic psychotherapy is, and how sufistic psychotherapy contributes to the mental health of the elderly. The results of this study, that thought, salat, and puasa carried out sufistically (full of passion) can overcome mental health problems experienced by the elderly, such as depression, anxiety, and post power syndrome.