p-Index From 2021 - 2026
6.364
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Proyeksi: Jurnal Psikologi Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies Jurnal Pencerahan Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Futura Jurnal Al-Tadzkiyyah Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Unversitas Muhammadiyah Aceh Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Jurnal Ilmiah Peuradeun As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial DAYAH: Journal of Islamic Education Jurnal Dedikasi Pendidikan Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman Fitrah: International Islamic Education Journal Ulumuna Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Al-Fikrah Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Mamangan Social Science Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Jurnal Staika: Jurnal Penelitian dan Pendidikan ISTIFHAM Abdurrauf Journal of Islamic Studies Journal of Indonesian Primary School IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince Jurnal Cendekia Islam Indonesia Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Journal of Islamic Mysticism, Psychotherapy, and Philosophy Sustainable
Claim Missing Document
Check
Articles

Pancasila as the Core Value for Character Building in Islamic Higher Education Institutions ZA, Tabrani; Walidin, Warul; Idris, Saifullah; Huda, Miftachul
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v12i2.1212

Abstract

Higher education, as the continuation and culmination of the formal education process, has a role and responsibility to optimize character building based on the nation’s philosophy, namely Pancasila. Indonesia today is far from Pancasila’s hopes. This article explored the landscape of internalizing the nation’s philosophical values through exposure to concepts, practices, and challenges at UIN Ar-Raniry. This research used qualitative methods with a naturalistic approach carried out at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. The sample in this study was taken using a non-probability sampling technique. Meanwhile, data collection was carried out using triangulation techniques. The data were analyzed using inductive analysis techniques with an interactive qualitative approach, comprising data reduction, data display, and drawing conclusions. The research results showed that the process of internalizing the nation’s philosophical values at UIN Ar-Raniry was integrated with the tri-dharma of higher education. The values that were built included fundamental, instrumental, and practical values, which were crystallized into five basic character values: religion, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. Additionally, the university strengthened character through religious moderation activities, Ma’had al-Jami’ah, and other activities supporting student character building, as evidenced by certificates that were integrated with the academic system through a Diploma Accompanying Certificate, also known as SKPI.
KEBENARAN PRAGMATIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS AKSIOLOGIK TERHADAP NILAI DAN ETIKA KEHIDUPAN SOSIAL Rawanita, Mesi; Walidin, Warul
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16 No. 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.3735

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep kebenaran pragmatik dari perspektif Islam melalui pendekatan aksiologi. Dalam Islam, kebenaran tidak hanya dinilai dari kesesuaiannya dengan fakta, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan manfaat sosial yang ditimbulkan. Konsep ini dibandingkan dengan filsafat pragmatisme Barat yang memprioritaskan utilitas praktis kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur terhadap Al-Qur'an, Hadis, serta karya para filsuf Islam dan pemikir pragmatik seperti Peirce, James, dan Dewey. Studi ini menemukan bahwa Islam menekankan dimensi moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam menilai kebenaran, sehingga memperluas pemahaman pragmatik dengan perspektif spiritual. Artikel ini merekomendasikan pendekatan integratif antara nilai pragmatik dan aksiologi Islam untuk memecahkan tantangan sosial kontemporer, termasuk dalam bidang politik, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan menekankan keadilan, transparansi, dan etika dalam implementasinya, Islam dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan adil.
Pembelajaran Perspektif Al-Zarnuji: Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Islam sebagai Strategi Efektif di Era Kontemporer Mariati, Mariati; Walidin, Warul
Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Master's degree Department of Islamic Education Postgraduate Program of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Ar-Raniry, Banda Aceh in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tadabbur.v7i2.764

Abstract

This article explores the principles of Islamic education developed by Imam Al-Zarnuji in his book Ta‘lim al-Muta‘allim, as well as their relevance to modern educational practices. Using a literature review method with a qualitative approach, this study analyzes key principles such as sincerity of intention in seeking knowledge, respect for teachers, the importance of patience, applying knowledge, choosing beneficial knowledge, and the emphasis on manners and discipline in learning. Al-Zarnuji also outlines the characteristics of an ideal teacher, which include being knowledgeable (ʿālim), pious (wara’), authoritative, patient, and compassionate. The findings show that the educational principles in Ta‘lim al-Muta‘allim remain relevant in shaping holistic, value-oriented learning and in supporting the development of student character amid global challenges and the digital era. Al-Zarnuji’s educational values have the potential to serve as a strong ethical and philosophical framework for designing meaningful, civilized, and character-oriented educational systems.
PERBEDAAN INDIVIDUAL PADA GAYA BELAJAR: SUATU ANALISIS KONSEPTUAL DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Safitri, Diana; Walidin, Warul; Mahmud, Salami
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1, April (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v12i1, April.2294

Abstract

Gaya belajar setiap siswa tentunya berbeda, baik kinestetik, visual, atau auditori. Hal ini berdampak kepada guru untuk menyesuaikan metode mengajar yang sesuai untuk tercapainya tujuan pembelajaran sebagaimana yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perbedaan gaya belajar dan implikasinya terhadap pembelajaran pendidikan agama islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research. Data dikumpulkan melalui identifikasi wacana dari berbagai referensi seperti buku, artikel, atau informasi lainnya yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analiysis), yaitu teknik untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasi isi komunikasi seperti teks, gambar, video, atau dokumen secara sistematis dan objektif yang betujuan untuk menemukan pola, tema, atau makna tertentu dari data yang dikaji. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan individual dalam gaya belajar menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki cara unik dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi, sehingga pembelajaran pendidikan agama islam perlu dirancang secara fleksibel dan beragam agar mampu mengakomodasi karakteristik belajar yang berbeda. Analisis konseptual terhadap gaya belajar ini menegaskan pentingnya peran guru dalam mengenali preferensi belajar peserta didik, seperti visual, auditorial, dan kinestetik, untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, serta mampu menumbuhkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan secara optimal
Kebenaran Pragmatik dalam Perspektif Islam: Analisis Aksiologik Terhadap Nilai dan Etika Kehidupan Sosial Rawanita, Mesi; Walidin, Warul
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 11 No. 2 (2025): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v11i2.5452

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep kebenaran pragmatik dari perspektif Islam melalui pendekatan aksiologi. Dalam Islam, kebenaran tidak hanya dinilai dari kesesuaiannya dengan fakta, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan manfaat sosial yang ditimbulkan. Konsep ini dibandingkan dengan filsafat pragmatisme Barat yang memprioritaskan utilitas praktis kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur terhadap Al-Qur'an, Hadis, serta karya para filsuf Islam dan pemikir pragmatik seperti Peirce, James, dan Dewey. Studi ini menemukan bahwa Islam menekankan dimensi moral, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam menilai kebenaran, sehingga memperluas pemahaman pragmatik dengan perspektif spiritual. Artikel ini merekomendasikan pendekatan integratif antara nilai pragmatik dan aksiologi Islam untuk memecahkan tantangan sosial kontemporer, termasuk dalam bidang politik, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan menekankan keadilan, transparansi, dan etika dalam implementasinya, Islam dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan adil.
The Urgency of Understanding Learning Styles to Optimize Student Potential Fuadi, Muhammad; Walidin, Warul; Salami, Salami
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9409

Abstract

As an educator, understanding the characteristics and learning styles of students is a necessity before the learning process starts from planning, implementation and evaluation. Educators need to conduct diagnostic assessments to find out the initial data from the learning profile of students to help to achieve learning objectives. Learning style is a way for learners to learn according to their talents, interests, and what drives them to understand the subject matter more quickly. The learning style of students has its ways and methods so educators must understand to determine strategies, techniques and teaching media to optimize the potential of students. In general, there are three learning styles of students, namely, auditorium or the process of learning by hearing something is more dominant. Visual students learn by utilizing vision so that information is faster to understand—kinesthetic learning with actions, simulations and physical activity. An educator must consider the best learning method by looking at the characteristics of each individual with learning objectives and the development of student potential.
MENGKAJI NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM EPISTIMOLOGI BURHANI DAN BAYANI DALAM PENGUNGKAPAN DALIL Syauky, Ahmad; Walidin, Warul
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.419-437

Abstract

Dalam ilmu filsafat ada tiga cabang ilmu yang membahas berbagai aspek dasar pengetahuan manusia, yaitu; Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Ontologi ialah mempelajari realitas dan keberadaan. Epistemologi ialah mempelajarai tentang sumber, sifat, serta batasan pengetahuan. Aksiologi ialah mempelajari tentang nilai, moral, estetika, dan sosial. Dalam  kajian epistimologi ada 3 sumber dalam pengungkapan dalil, yaitu bayani dengan pengungkapan dalil menggunakan teks dari nas maupun selain nas. Burhani yaitu pengungkapan dalil menggunakan logika atau akal. Irfani pengungkapan dalil menggunakan nurani atau hati. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, dengan tulisan yang mengarah pada pembahasan artikel ini. Hasil dari penulisan ini bahwa Epistemologi Bayani merujuk pada pendekatan pengetahuan yang berbasis pada wahyu dan teks-teks agama. Dalam epistemologi ini, pengetahuan dianggap sah dan benar jika berasal dari sumber agama yang diakui. Penafsiran terhadap teks-teks ini dilakukan secara literal dan mengacu pada ajaran tradisional yang sudah mapan dalam dunia Islam. Epistemologi Burhani berfokus pada pengetahuan yang diperoleh melalui akal dan rasio. Pendekatan ini menekankan pentingnya penalaran logis dan argumentasi rasional untuk membuktikan kebenaran, dan tidak bergantung pada wahyu atau tradisi. Epistemologi Burhani mendorong pemikiran kritis dan terbuka, serta mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan keyakinan, melalui rasional dan progresif.
KONSEP PEDAGOGIK TAFAQUH FIDDIN MENURUT IMAM ASY-SYAFI’I: (SUATU ANALISIS IMPLEMENTATIF) Jannah, Miftahul; Walidin, Warul; Syauky, Ahmad
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss1.art1

Abstract

Dalam Islam pendidikan memiliki tujuan utama membentuk manusia yang memahami dan menjalankan syariat secara benar, sesuai ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan memberikan wawasan tentang implementasi konsep tafaquh fiddin dalam pembelajaran, baik secara teoritis maupun praktis. Artikel ini membahas konsep pedagogik tafaquh fiddin menurut Imam Asy-Syafi'i, yang merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam untuk mendalami dan memahami agama secara mendalam. Tafaquh fiddin bukan hanya upaya intelektual dalam mempelajari ilmu agama, tetapi juga mencakup dimensi etis dan spiritual dalam praktik kehidupan sehari-hari. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), mengkaji literatur utama dari karya-karya Imam Asy-Syafi'i. Dapat disimpulkan bahwa tafaquh fiddin mencakup pengembangan intelektual, spiritual, dan moral melalui pembelajaran yang berpusat pada pemahaman mendalam terhadap agama. Implementasi konsep ini relevan untuk membangun kurikulum pendidikan Islam yang holistik, yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai agama tetapi juga mendorong pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Konsep Pendidikan Menurut Al-Quran (Suatu Analisis Implikatif) Rahma, Cut Dewi; Walidin, Warul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19818

Abstract

Penelitian ini membahas konsep pendidikan menurut Al-Qur’an meliputi makna tarbiyah, ta’lim, dan tazkiyah sebagai proses pembinaan jiwa, pemberian ilmu, dan pembentukan karakter secara menyeluruh. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konsep pendidikan menurut Al-Qur’an tersebut dapat diimplementasikan dalam konteks pendidikan modern yang menghadapi tantangan global dan perkembangan ilmu pengetahuan. Fokus penelitian terletak pada pemahaman makna pendidikan menurut Al-Qur’an, peran guru dan orang tua dalam proses pendidikan, serta implikasi konsep tersebut terhadap sistem pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang melibatkan analisis ayat-ayat Al-Qur’an dan kajian akademik terkait pendidikan Islam untuk menggali nilai-nilai dan prinsip pendidikan Qur’ani secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan sumber pustaka yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Al-Qur’an menekankan pembentukan insan kamil yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, keseimbangan aspek spiritual dan intelektual, serta peran aktif guru dan orang tua sebagai pendidik dan teladan.
Pendidikan Karakter Menurut Perspektif Muhammad Athiyah Al-Abrasyi: Suatu Analisis Historis-Filosofis Sulhan Yus; Warul Walidin
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 9, No 1 (2025): MEI
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v9i1.7961

Abstract

Character education is very important in educating each individual to become a human being with good character and noble character. Today we see many people who have taken a very high education but do not have noble morals, so they often do things that have been prohibited by religion. The focus of this research is to explore the thoughts and opinions of Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi regarding character education in the realm of Islamic teaching. This research applies the library research method, by collecting data through books, journals, articles, and various literatures relevant to the object of research, especially the writings of Muhammad Athiyyah Al-Abrasyi. The results showed that character education according to Muhammad Athiyah Al-Abrasyi is started by instilling character education since humans are at an early age or when they are in childhood, also emphasizing on harmonizing traditional Islamic education with the times or modernizing the Islamic teaching system. Muhammad Athiyah Al-Abrasyi also requires the importance of balance between ukhrawi and worldly actions, so as to create Islamic humans who are civilized, ethical, moral, and have qualified abilities in carrying out their daily lives.