Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kepercayaan Interpersonal Terhadap Organizational Citizenship Behavior Karyawan [Effect Of Transformational Leadership and Interpersonal Trust on Employee's Organizational Citizenship Behavior] Ie, Mei; Widjaja, Oey Hannes
Feedforward: Journal of Human Resource Vol. 1 No. 2: September 2021
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/ff.v1i2.4053

Abstract

One of the factors that encourage organizational citizenship behavior is transformational leadership. Transformational leadership encourages organizational citizenship behavior that is voluntary and is not directly connected to the organizational reward system, but contributes to improving organizational effectiveness and climate. Apart from transformational leadership, a factor that can affect organizational citizenship behavior is interpersonal trust. When the interpersonal trust among employees is very strong, they tend to show strong Organizational Citizenship Behavior. The purpose of this study was to determine the effect of transformational leadership and interpersonal beliefs on organizational citizenship behavior. Researchers distributed questionnaires to 100 respondents. The sampling method is probability sampling with a simple random sampling type. The data analysis method in this study is a quantitative method and Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach. The results of this study state that transformational leadership affects organizational citizenship behavior and interpersonal beliefs affect organizational citizenship behavior of employees.BAHASA INDONESIA ABSTRACT:Salah satu faktor yang mendorong terjadinya organizational citizenship behavior adalah kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional mendorong organizational citizenship behavior yang bersifat sukarela dan tidak terhubung langsung ke sistem penghargaan organisasi, tetapi berkontribusi untuk meningkatkan efektivitas dan iklim organisasi. Selain kepemimpinan transformasional, faktor yang dapat mempengaruhi organizational citizenship behavior adalah kepercayaan interpersonal. Ketika kepercayaan interpersonal di antara karyawan sangat kuat, mereka cenderung menunjukkan perilaku Organizational Citizenship Behavior yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kepemimpinan transformasional dan kepercayaan interpersonal terhadap organizational citizenship behavior. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 100 responden. Metode pengambilan sampel adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior dan kepercayaan interpersonal berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior karyawan.
PENGEMBANGAN UMKM WANITA DALAM USAHA BATIK DI TANJUNGPANDAN Mei Ie; Salsabilla Ayundha Martsha Buana
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26190

Abstract

Sudah menjadi rahasia umum bahwa batik merupakan produk yang memiliki nilai tradisonal dan kelokalan yang disukai banyak orang termasuk para turis. Namun, pada saat ini untuk nilai lebih dari produk Batik Kelekak masih termasuk kurang menarik. Karena hal tersebut, pihak mitra harus dapat mengenali dahulu bagaimana proses kewirausahaan berjalan. Dengan adanya proses pengenalan kewirausahaan yang diberikan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara dalam bentuk seminar dan pendampingan, diharapkan dapat membantu mitra untuk melakukan peningkatan dalam melakukan pemasaran terhadap produknya secara baik hingga dapat mencapai target konsumen. Selain itu, diharapkan juga mitra memperoleh keloyalitasan dari seorang konsumen yang kedepannya melakukan pembelian kembali pada produk yang mereka hasilkan. Target luaran yang akan dihasilkan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara adalah berupa pembagian ilmu pengetahuan berkaitan dengan ilmu wirausaha dan juga strategi atau kiat-kiat bagaimana cara melakukan pertumbuhan usaha, terutama mengenai strategi atau kiat-kiat dalam melakukan pemasaran hasil produk. Artikel publikasi dalam temu ilmiah merupakan target luaran wajib yang akan dihasilkan oleh Tim PKM Universitas Tarumanagara. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyakat kali ini terdiri dari beberapa kegiatan seperti melakukan interview dengan pihak mitra, studi literatur yang relevan, penyusunan rencana kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi kegiatan, serta penyusunan dan penyerahan laporan kegiatan.
PENGEMBANGAN MEREK USAHA PADA UMKM “HANA HINI HITU” DI TANJUNGPANDAN Ie, Mei; Buana, Salsabilla Ayundha Martsha
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26209

Abstract

ABSTRACT Looking at the current market situation, wet cake is a type of food that is quite popular with many people from various groups, ranging from adult consumers to children who can consume it. However, the more needed it is, many entrepreneurs also use this opportunity and use it as their business idea. Therefore, Hana Hini Hitu has a necessity to provide a different experience to its consumers in order to attract consumer attention and afterwards reach more consumers and even the market or target that has been determined. In accordance with what was previously determined that the target output to be generated from this activity is a transfer of knowledge related to entrepreneurship, how to market products through social media, creativity in marketing and increasing brand awareness which in the future can be applied independently to their products and consumers. Then, it is hoped that this service can help partners in making developments in entrepreneurship and strategies, especially in the fields of entrepreneurship and marketing in developing businesses. ABSTRAK Melihat keadaan pasar saat ini, kue basah merupakan jenis makanan yang cukup diminati oleh banyak masyarakat dari berbagai macam kaum, mulai dari konsumen usia dewasa hingga anak-anak bisa mengonsumsinya. Namun, semakin dibutuhkannya hal tersebut, banyak juga pengusaha yang menggunakan peluang tersebut dan digunakan sebagai ide bisnis mereka. Oleh karena itu, Hana Hini Hitu memiliki sebuah keharusan untuk memberikan pengalaman yang berbeda pada konsumennya agar dapat menarik perhatian konsumen dan setelahnya dapat menjangkau lebih banyak konsumen bahkan pasar ataupun target yang telah ditentukan. Sesuai dengan hal yang ditetapkan sebelumnya bahwa target luaran yang hendak dihasilkan dari kegiatan ini adalah kegiatan transfer ilmu pengetahuan terkait dengan ilmu berwirausaha, cara bagaimana memasarkan prosuk melalui sosial media, kreativitas dalam pemasaran serta peningkatan brand awareness yang kedepannya dapat pihak mitra terapkan secara mandiri pada produk serta para konsumen mereka. Kemudian, besar harapan bahwa dengan adanya pengabdian ini dapat membantu mitra dalam melakukan perkembangan dalam ilmu berwirausaha serta strategi terutama pada bidang kewirausahaan dan pemasaran dalam mengembangkan usaha.
MENANGKAL INTIMIDASI MELALUI STRATEGI SOSIALISASI ANTI-BULLYING DAN TATA KRAMA PADA SISWA DI SEKOLAH Efna, Nayra Fitrianita; Kimberley; Erick; Phandry, Venrico; Bharath, Divyas; Rinaldi, Adryanus; Ie, Mei
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32215

Abstract

Bullying is a behavior or action that refers to violence and persecution, both physically and mentally. Such actions can have serious impacts on the well-being of individuals who are victims. In addition to the issue of bullying, the role of etiquette as the foundation of good behavior and a positive school culture is also a primary concern. Etiquette refers to rules of behavior and norms in society. With the phenomenon of violence, bullying, and the increasing decline in manners or etiquette at SD X Kabupaten Cianjur. The PKM Implementation Team at SD X Kabupaten Cianjur through implementing Anti-Bullying and Ethics Socialization twice, students at SD X Kabupaten Cianjur began to be aware of acts of violence and abuse in the school environment. The students at SD X Kabupaten Cianjur have started to bravely report any actions related to bullying and become initiators in preventing such actions. Similarly, the socialization strategy regarding the importance of etiquette and instilling etiquette in students at SD X Kabupaten Cianjur has shown an improvement in students behavior in terms of etiquette. ABSTRAK Perundungan merupakan perilaku atau tindakan yang merujuk kepada kekerasan dan penganiayaan, baik secara fisik maupun mental. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius pada kesejahteraan individu yang menjadi korban. Selain masalah perundungan, peran tata krama sebagai fondasi perilaku yang baik dan budaya sekolah yang positif juga menjadi perhatian utama. Tata krama mengacu pada aturan perilaku dan norma dalam masyarakat. Dengan adanya fenomena kekerasan, perundungan, serta kurang terlihatnya sikap sopan santun atau tata krama di SD X Kabupaten Cianjur, memberikan bimbingan kepada anak mengenai buruknya perundungan serta penanaman tata krama merupakan salah satu solusi untuk permasalahan yang terjadi di SD X Kabupaten Cianjur. Tim Pelaksana PKM di SD X Kabupaten Cianjur melakukan analisis situasi dan memilih menggunakan strategi Sosialisasi dengan materi mengenai Bullying dan juga Tata Krama. Dengan dilaksanakannya Sosialisasi Anti-bullying dan Tata Krama sebanyak dua kali, murid SD X Kabupaten Cianjur mulai sadar akan tindakan kekerasan serta penganiayaan yang terjadi di lingkungan sekolah. Siswa dan siswi SD X Kabupaten Cianjur mulai berani untuk melaporkan segala tindakan yang merujuk kepada perundungan dan menjadi inisiator dalam pencegahan tindakan tersebut. Begitu pula dengan strategi sosialisasi mengenai pentingnya tata krama serta penanaman tata krama pada siswa/i SD X Kabupaten Cianjur yang memperlihatkan peningkatan perilaku siswa/i dalam aspek tata krama.
MENJELAJAHI KEKUATAN TANGAN : MENGGAPAI KREATIVITAS MELALUI PEKERJAAN KREATIF TANGAN (PKT) Kimberley; Phandry, Venrico; Fitrianita Efna, Nayra Fitrianita; Bharath, Divyas; Rinaldi, Adryanus; Erick; Ie, Mei
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32217

Abstract

The implementation of Creative Handwork (PKT) has become an integral part of education at various levels, as it plays a crucial role in developing students' creative skills, fine motor skills, and problem-solving abilities. PKT teaches students to use their hands as primary tools for creating artworks, crafts, or other projects that encourage exploration, innovation, and self-expression. The implementation team reviews the importance of PKT in education, especially in an era where technology increasingly dominates daily life. The team explains how PKT provides opportunities for students to engage in creative physical activities, build hand skills, and enhance concentration and perseverance. Additionally, the team discusses the role of PKT in providing an inclusive learning environment, where students with diverse needs and talents can participate and thrive. The team also highlights how PKT can be integrated into the curriculum holistically, not just as an additional activity, but as an essential part of cross-disciplinary learning. The PKM implementation team conducted a situational analysis and decided to teach creativity through PKT. The goal is to enhance understanding of the importance of PKT in shaping creative, independent, and competitive individuals in a constantly changing and evolving society. The results of the PKT we practiced had a positive impact on the social and emotional development of students, as it promotes cooperation, self-confidence, and appreciation of diversity. ABSTRAK Pelaksanaan Pekerjaan Kreatif Tangan (PKT) telah menjadi bagian integral dari pendidikan di berbagai tingkatan, karena memainkan peran krusial dalam pengembangan keterampilan kreatif, motorik halus, serta pemecahan masalah siswa. PKT mengajarkan siswa untuk menggunakan tangan mereka sebagai alat utama untuk menciptakan karya seni, kerajinan, atau proyek lain yang mendorong eksplorasi, inovasi, dan ekspresi diri. Tim pelaksana mengulas pentingnya pelaksanaan PKT dalam pendidikan, terutama di era teknologi semakin mendominasi kehidupan sehari-hari. Tim pelaksana menjelaskan bagaimana PKT memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam aktivitas fisik yang kreatif, membangun keterampilan tangan, dan meningkatkan konsentrasi serta ketekunan. Selain itu, tim pelaksana membahas peran PKT dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, di mana siswa dengan berbagai kebutuhan dan bakat dapat berpartisipasi dan berkembang. tim pelaksana juga menyoroti bagaimana PKT dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum secara holistik, tidak hanya sebagai kegiatan tambahan, tetapi juga sebagai bagian penting dari pembelajaran lintas mata pelajaran. Tim pelaksana PKM melakukan analisis situasi dan memutuskan untuk mengajarkan kreativitas melalui PKT. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya PKT dalam membentuk individu yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing di masyarakat yang terus berubah dan berkembang. Hasil dari PKT yang kami praktikkan memiliki dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional siswa, karena mempromosikan kerjasama, rasa percaya diri, dan penghargaan terhadap keragaman.
Co-Authors Alamsyahrir, Dendy Alvionita, Alvionita Andrea, Shannon Anisa Husnul Khotimah Aqila, Nyimas Anastasia Atalya Fransiska Ayesha Desfitrianie Bharath, Divyas Buana, Salsabila Ayunda Martsa Buana, Salsabilla Ayundha Martsha Budiman, Bellinda Calvinus, Yohanes Clinton , Clinton Danuarta, Leo Desi Arisandi Dewi, Fransisca I.R. Efna, Nayra Fitrianita Ellys Ellys Endah Setyaningsih Eni Visantia Erick Fasmita, Windy Fitrianita Efna, Nayra Fitrianita Florensia, Michelle Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Gultom, Marvin Gunawan, Ferdyanto Halim, Angelina. R Halim, Veroansyah Haris Maupa Henny Henny Henny Henny, Henny Heriyanto, Hermawan Hetty Karunia Tunjungsari Irene, Patricia Jap Tji Beng Johan, Livia Juliani, Viren Kevin, Nicholas Kimberley Kurniawan, Velista J. Laurent, Margaret Lavenia, Lavenia Lavinsky, Saskia Lee, Angel Lee, Vivien Madris Madris, Madris Margareta Martsha Buana, Salsabilla Ayundha Metty, Patrice Febiyani Milenia, Tiara Natalie Novario Jaya Perdana Oeyta, Vienchenzia Phandry, Venrico Pratama, Vincent Putera, Samahita Rahmiyana Nurkholizah Rinaldi, Adryanus Rorlen, Rorlen Rusli, Suci Salsabila Salsabilla Ayundha Martsha Buana Saputri, Marselina Sefanya, Suzan Shalsa Dea Purnama Sigalingging, Della N. Solikhah, Nafia Sri Tiatri Sri Tiatri Suhardi, Gabrielle Tania Suheryanto, Fadillah Akbar Talahi, Evelyn Sabella Tasya Mulia Salsabila Teddy, Giovanni Elbert Tonnisen, Utomo Kevin Trimurni, Andreas Utama, Didi Widya Valentina, Eveline Viny Angellika Viny Christanti M Widjaja, Oey Hannes Widjaya, Ardelia Wijaya, Marvin Wijaya, Septihani Michella Winata, Raynard Yukianti, Chiara Rizka Zahra Shafira Zefanya Salsabilla