p-Index From 2021 - 2026
8.591
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ta´dib EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam JIP: Jurnal Ilmiah PGMI Al Ishlah Jurnal Pendidikan Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Hadratul Madaniyah Journal on Education Jurnal PAI Raden Fatah Instructional Development Journal Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Studia Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Didaktika: Jurnal Kependidikan Educator : Directory of Elementary Education Journal Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha (JIKOBA) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Innovative: Journal Of Social Science Research Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Indonesian Journal of Educational Management and Leadership Jurnal Konseling Pendidikan Islam Journal of Islamic Education Students Journal of Islamic Education Assyfa Journal of Islamic Studies JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Journal of Innovative and Creativity Ulil Albab PESHUM Jurnal Cakrawala Akademika SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Academia Open Sustainable
Claim Missing Document
Check
Articles

Project Implementation Management Strengthening Pancasila Student Profile and Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile at MAN 1 Musi Banyuasin Erdiansyah; Zainal Berlian; Maryamah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.783

Abstract

The curriculum in the Industrial 4.0 era demands developments that can produce graduates with the latest literacy, including data literacy, technical literacy, and human literacy oriented towards noble morals and independence. This study observes the implementation of the Independent Curriculum, especially the Strengthening the Profile of Pancasila and Rahmatan Lil 'Alamin Students (P5P2RA) Project, at MAN 1 Musi Banyuasin. The results highlight organized management approaches, success factors, and obstacles faced, including budget and facility challenges. Data collection techniques involve in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Research instruments are in the form of interview guidelines, question lists, and observation sheets. The collected data will be analyzed using data reduction techniques, data presentation, data verification, and conclusions. The results showed that the management of the Pancasila and Rahmatan Lil 'Alamin student profile projects faced complex challenges, including team coordination, busy participants, technical obstacles, and evaluation. To address this, a holistic approach is needed with a focus on open communication, schedule flexibility, careful technical planning, and continuous evaluation. Through effective coordination and joint efforts, schools can ensure project success and deliver a sustainable positive impact. This initiative not only creates an inclusive learning environment but also strengthens participants' skills in achieving a learner profile that reflects the values of Pancasila and the spirit of Rahmatan Lil 'Alamin.
Peran Islam dalam Membangun Identitas Sosial dan Budaya Melayu Aisyah Sina Dewi; Jihan Alfi; Meilani Aliya Sakinah; Shevia Indriani; Maryamah
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 4 (2024): Edisi November - Desember
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/JCA.v1i4.23

Abstract

Agama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan jasmani. Dan untuk mencapai kedua ini harus diikuti dengan syarat yaitu percaya dengan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Identitas merupakan tampilan yang terlihat, melekat pada diri individu. Ketika Islam sebagai suatu ajaran dipakaikan kepada diri individu, terlahir akulturasi budaya. Ada toleransi yang mudah didapatkan, sehingga rigiditas memungkinkan untuk dihindari. Itu sangat ideal dalam tataran teori. Namun dalam tataran praktek sosial kemasyarakatan, tidak mudah didapatkan. Sentimen-sentimen negatif sering kali terlontar, ketika satu komunitas menemukan satu individu yang berbeda secara "penampakan", sehingga penghakiman sering kali prematur, yang pada akhirnya hanya menjadi pemakluman salah kaprah. Kebudayaan melayu merupakan suatu kebudayaan besar yang pernah berjaya di Nusantara. Jauh sebelum kehadiran kolonialisasi bangsa-bangsa eropa di Nusantara. Kebudayaan melayu telah ada dan hidup di daerah-daerah pesisir (perairan) yang juga merupakan jalur strategis transportasi dan jalur perniagaan internasional yang penting pada masanya. Identitas sosial adalah bagian dari diri seseorang yang terbentuk berdasarkan keterikatan atau afiliasi dengan kelompok sosial tertentu. Identitas ini meliputi aspek-aspek seperti suku, agama, pekerjaan, gender, hobi, bahkan hingga preferensi budaya seperti musik atau olahraga. Dengan kata lain, identitas sosial adalah cara seseorang memandang dirinya sendiri dalam konteks kelompok-kelompok yang ada di sekitarnya. Setiap individu biasanya memiliki beberapa identitas sosial yang bersifat dinamis dan bisa berubah seiring waktu. Budaya suku Melayu merupakan perpaduan yang kaya dari berbagai pengaruh budaya yang datang dari berbagai bangsa. Salah satu unsur budaya yang paling khas dari suku Melayu adalah seni musik dan tari, yang sering dikaitkan dengan kehidupan masyarakat agraris dan nelayan. Alat musik tradisional seperti gamelan, rebana, dan angklung sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan pertunjukan seni di masyarakat Melayu.
Revealing the Existence of “Pantauan Lebaran” Customs in the Midst of Social Changes in Modern Society in Ribang Kemambang, Lahat Regency, South Sumatra Province Fitri Oviyanti; Maryamah Maryamah; Era Afriza; Uswatun Hasanah; Hafizh Maulana Nugraha
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12835

Abstract

General Background: Cultural traditions such as Pantauan Lebaran play a central role in shaping Indonesia’s communal identity. Specific Background: In Ribang Kemambang, Lahat Regency, this Eid al-Fitr visitation ritual persists amid accelerating modernization and digital transformation. Knowledge Gap: However, limited studies examine how this customary practice adapts to contemporary social changes while retaining its moral and cultural essence. Aim: This study investigates the current form, meanings, and adaptive strategies of Pantauan Lebaran as a dynamic cultural system. Results: Using qualitative ethnographic methods, the study finds that the ritual strengthens social cohesion, reinforces Islamic values such as silaturahmi and birrul walidain, and remains resilient through mechanisms like digital coordination, youth involvement, and flexible implementation. Novelty: The research reveals Pantauan Lebaran as a glocalized cultural practice where local wisdom and global modernity coexist, demonstrating reflexive cultural transformation rather than decline. Implications: These findings highlight the community’s capacity to preserve cultural identity while engaging with modern social realities, offering insights for cultural sustainability, Islamic educational development, and policy frameworks supporting local traditions in the digital era. Highlights: Shows how Pantauan Lebaran adapts to modernization while preserving core religious–cultural values Demonstrates youth and digital media as key drivers in sustaining and transforming the tradition Positions Pantauan Lebaran as a model of glocalization and cultural resilience in rural Indonesian society. Keywords: Pantauan Lebaran, Cultural Resilience, Glocalization, Islamic Educational Values, Social Cohesion
Islam and Economy: Integrating Spirituality and Welfare Marlina Marlina; Zuhdiyah Zuhdiyah; Maryamah Maryamah; Muslih Qomarudin
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v14i1.9920

Abstract

Economic inequality remains a pressing issue in Indonesia, particularly between urban and rural communities. This study explores the potential of Islamic economics as an alternative system to promote justice and social welfare. Using a qualitative descriptive approach through library research, the analysis draws on scholarly literature and institutional reports to examine key principles and instruments of Islamic economics. Findings indicate that mechanisms such as zakat, infaq, and waqf contribute significantly to wealth redistribution and poverty alleviation. Despite these benefits, implementation faces challenges including low public literacy, regulatory inconsistencies, and the dominance of conventional financial practices within Islamic institutions. The study underscores the need for collaboration among government, financial institutions, and civil society to enhance education, reform policies, and innovate Islamic financial instruments. While Islamic economics offers a promising integration of spiritual and material welfare, its success depends on systemic support and stakeholder synergy. Future research should incorporate empirical field studies to validate these findings
SOURCES OF ISLAMIC LAW: AN EPISTEMOLOGICAL STUDY AND ITS RELEVANCE IN THE CONTEMPORARY CONTEXT Muhamad Ikhsanudin; Ruslaini; Zuhdiyah Zuhdiyah; Maryamah
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.7050

Abstract

The study of the sources of Islamic law is a crucial aspect in understanding the normative construction and the dynamics of its application amid complex social changes. This article aims to comprehensively elaborate on the four classical primary sources of Islamic law—namely the Qur’an, Sunnah, Ijma‘ (consensus), and Qiyas (analogical reasoning)—and to examine their epistemological relevance in contemporary contexts. The research employs a qualitative method with a library-based approach, focusing on critical analysis of both classical and modern literature concerning the epistemology of Islamic law. The findings indicate that the epistemological structure of Islamic law is dynamic, open to the process of ijtihad (independent reasoning), and capable of adapting to evolving social realities. In contemporary settings, challenges such as globalization, legal pluralism, and scientific advancement demand a reinterpretation of Islamic legal sources through interdisciplinary approaches. The study also identifies a methodological gap in Islamic legal studies, particularly in integrating maqāṣid al-sharī‘ah (objectives of Islamic law) with modern social sciences. Therefore, a new paradigm is needed to bridge the normative Islamic tradition with the needs of modern society, aiming to produce Islamic legal formulations that are more responsive, contextual, and oriented toward public welfare. This study is expected to enrich the discourse on the epistemology of Islamic law and encourage the development of more inclusive and transformative methodologies.
Peran Islam dalam Membentuk Peradaban Melayu: Kajian Sejarah Pendidikan Islam Melayu Modern Asiana Asiana; Dina Bahriani Putri; Maryamah Maryamah; Zulhijra Zulhijra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18581

Abstract

Peradaban Melayu merupakan salah satu peradaban yang berkembang pesat seiring dengan masuknya Islam yang membawa perubahan dalam aspek sosial, budaya, dan intelektual masyarakat. Pendidikan Islam menjadi sarana utama dalam proses pembentukan peradaban tersebut melalui penanaman nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Islam dalam membentuk peradaban Melayu melalui kajian sejarah pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yaitu dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Islam ke dunia Melayu sejak abad ke-7 hingga ke-9 M membawa perubahan signifikan dalam sistem nilai, pandangan hidup, serta perkembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan Islam berkembang dari bentuk tradisional seperti surau, madrasah, dan pesantren hingga menjadi lembaga pendidikan modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Selain itu, pemikiran Islam juga berperan dalam membangun tradisi intelektual masyarakat Melayu. Di era globalisasi, pendidikan Islam tetap memiliki peran strategis dalam menjaga identitas, memperkuat akhlak, serta membentuk generasi yang mampu bersaing tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman
Peran Guru dan Ulama dalam Tradisi Pendidikan Islam Melayu Laila Rahmi Hasanah; Mona Alyaa Sausan; Maryamah Maryamah; Zulhijra Zulhijra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dan ulama dalam tradisi pendidikan Islam Melayu serta relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelusuran literatur berupa buku, jurnal, artikel, dokumen sejarah, dan sumber digital yang relevan. Data primer berasal dari karya akademik yang membahas langsung peran guru dan ulama dalam pendidikan Islam Melayu, sedangkan data sekunder berupa artikel pendukung dan media daring. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi nilai dan pesan pendidikan Islam, serta analisis deskriptif untuk menjelaskan keterkaitan peran guru dan ulama dengan dinamika pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam Melayu berakar dari sistem halaqah sederhana, berkembang menjadi pesantren dan surau, hingga bertransformasi menjadi madrasah dan sekolah Islam modern. Guru dan ulama berperan sebagai pengajar, teladan moral, penggerak tradisi, dan pembaharu sistem pendidikan, mulai dari masa Walisongo hingga pembaruan oleh KH. Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah. Di era global, peran guru dan ulama tetap sentral dalam menghadapi tantangan kurikulum, teknologi, serta krisis identitas moral generasi muda, sehingga pendidikan Islam Melayu tetap relevan sekaligus kokoh secara spiritual.
A Comparative Study of Character Education Models in Japan and Indonesia: Implications for Strengthening Islamic Education Nyimas Fakhriah; Maryamah Maryamah
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16714

Abstract

This study aims to analyze the comparison of character education models in Japan and Indonesia and their implications for strengthening Islamic education. Character education has become a central focus in global education systems as it plays a crucial role in developing students’ moral values and social responsibility beyond cognitive intelligence. This study employed a qualitative approach with a comparative method. Data were collected through documentation studies of books, scientific journals, and relevant policy documents and analyzed using content analysis. The findings reveal that both Japan and Indonesia place moral development as an essential component of their national education systems. However, each country demonstrates distinctive characteristics and approaches shaped by their philosophical, social, and cultural foundations. The comparison indicates that the effectiveness of character education is determined not merely by the number of instructional hours but by the consistency of implementation, the strength of supportive cultural environments, and the synergy among schools, families, and communities in fostering students’ character development. These character education models also have implications for strengthening Islamic education through curricular integration and the development of moderate, tolerant, and globally minded character.
Antara Tradisi dan Transformasi: Dialektika Islam dan Budaya Melayu dalam Membangun Pendidikan di Era Modern Anin Fikriyah; Sri Pujiati; Maryamah Maryamah; Choirun Niswah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16575

Abstract

The tension between preserving Islamic-Malay tradition and the demands of modern educational transformation is a fundamental challenge for Islamic education institutions in the contemporary era. This study aims to systematically analyze the dialectics between Islamic tradition and Malay culture in building education in the modern era, focusing on mapping transformation patterns, identifying conceptual tensions, and formulating an adaptive integration model. This research employs a qualitative approach with a Systematic Literature Review (SLR) design guided by the PRISMA 2020 framework. The study population consisted of scientific articles indexed in Google Scholar, Scopus, and SINTA, with a purposive sampling technique applied based on explicit inclusion and exclusion criteria. Data were extracted using a structured extraction sheet and analyzed through thematic synthesis. From 184 identified articles, 25 met the full inclusion criteria. Results reveal five consistent themes: adaptive institutional transformation, Islamic-Malay identity as dynamic social capital, the dual impact of globalization, integration of Malay cultural values in curriculum, and the dominance of single-context studies. This study concludes that tradition and transformation function as mutually reinforcing dialectical forces, and proposes the concept of a dialectical integrative model as a pedagogical framework for building relevant and characterful Islamic education.
Peran Seni Hadroh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman pada Peserta Didik Kelas XII di MA Patra Mandiri Palembang Entin Suwartin; Muhammad Riza Fajrul Azhar; Maryamah Maryamah; Choirun Niswah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16628

Abstract

Penanaman nilai-nilai keislaman pada peserta didik memerlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga mampu membangun pengalaman religius dan pembentukan karakter melalui aktivitas budaya yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran seni hadroh sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman pada peserta didik kelas XII di MA Patra Mandiri Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi terhadap guru pembina serta peserta didik yang terlibat dalam kegiatan hadroh. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi proses dan bentuk internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni hadroh berfungsi sebagai media pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan tradisi budaya Islam. Keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan hadroh juga memperkuat kesadaran spiritual, identitas keislaman, dan pembentukan karakter. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi seni Islami dalam pendidikan dapat menjadi strategi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan karakter peserta didik.
Co-Authors Achmad Fadil Agra Dwi Saputra Agus Srimudin Ahmad Syarifuddin Ahmad Yaim Ahmad Zainuri Aisyah Aisyah Safitri Aisyah Septarina Aisyah Sina Dewi Akmal Hawi Alfira Rahmawati Alimron, Alimron Aliyah Qurrata Aini Amilda Amilda Anastasia Putri Sakinah Andarusni Alfansyur Angge Sapto Mubharokh Anin Fikriyah Anzela Ravika Arivan Mahendra Asiana Asiana Asri Karolina Auliani Oktara Ayu Apriana Ayu Feryatma Ayu Nur Shawmi Azzahra Nurul Nadilah Chairun Niswah Choirun Niswah Dea Ispi Rangga Desi Nur Safitri Diana Nurjanah Dina Bahriani Putri Eka Yanuarti Elia Ariani Entin Suwartin Era Afriza Erdiansyah Erin Pebriani Eris Puryanti Ermila Katra Ermis Suryana Fiksi Juita Firiyanto Firiyanto Fitri Ofiyanti Fitri Oviyanti Fitri Puspitasari Fizalika Hafizh Maulana Nugraha Hafizul Husni Hamidah Hamidah Hanum Salsa Bella Helen Sabera Adib Helmi Handoko Hesti Winingsih Hilda Nopriani Hosaini Hosaini Iga Mawarni Indah Dwi Sartika Indah Nur Aziza Alfatonah Indah Wigati Intan Tria Rahayu Inti Yunita Iqbal Mustakim Jeny Talia Jihan Alfi Juli Kustanto Karoma Karoma Kgs. Abdul Gamal Khoirun Naimah Kurnia Dewi Laila Rahmi Hasanah Ludiman Lukman Asha M Soinun Amrillah M. Kharis Fadillah M. Riski Kurniawan Mahdiyah Mardeli Mardeli Mardiah Astuti Marlina Marlina Marlina Marlina Masayu Mutiah Mawangir Mawangir Meilani Aliya Sakinah Meilin Faiza Pramuswari Meilin Faiza PramuswariPramuswari Melysa Ristianti Miftahul Husni Mira Marisa Mirna Kartika Moly Santya Mona Alyaa Sausan Muhamad Afandi Muhamad Ikhsanudin Muhammad Afandi Muhammad Bustomi Muhammad Riza Fajrul Azhar Muhammad Wahyu Ilhami Muhammad Wardiansyah Muhammad Win Afgani Muhtarom Mulyadi Eko Purnomo Muslih Qomarudin Nanda Enita Virgianti Noor Hidayah Novalina Salsabilah Novie Ballianie Nurkholis Ramdhani Nurlaeli Nurlaila Nurlaila Nurviana Nurviana Nyayu Soraya Nyayu Soraya Nyimas Fakhriah Nyimas Yunierti Prihatin Popiyen Suwatila Praja Nugraha Rama Dhaniati Ratih Novianti Rekyan Abdul Halim Riana Lutfi Najiha Rini Sabina Ririn Eka Monicha Rizky Lestari Rizky Oktariyani Rohma Hayati Putri Rohmadi Rohmadi Ruslaini Safitri Ani Sagita Ulandari Saipul Annur Saprina Putri Vannisa Sartika Sartika Selvi Ratna Sari Septia Fahiroh Shevia Indriani Sifa Putri Sasabillah Silvi Ike Fitasari Sindy Febrianti Siti Fatimah Sofyan Sri Pujiati Sri Utami Sugiarto Sugiarto Syarnubi, Syarnubi Tajuddin Hamzah Tria Gustiningsi Tutut Handayani Tyara Maharani Uswatun Hasanah wildan miftahussurur Wildan Miftahussurur Windy Anisa Dewi Wiyanda Vera Nurfajriani Yanti Sumarni Yecha Febrieanitha Yonada Viossa Kisda Yuni Anggraini Zainal Berlian Zhafirah Syarafina Zuhdiyah Zuhdiyah Zuhdiyah Zulhijra Zulhijra Zulhijrah, Zulhijrah ⁠Indah Wigati