p-Index From 2021 - 2026
6.477
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya HUMANIS HUMANIKA Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Lingua Cultura LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL KONFIKS English Teaching Journal : A Journal of English Literature, Language, and Education JEES (Journal of English Educators Society) International Journal of Humanity Studies (IJHS) ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Journal of Japanese Language Education and Linguistics Jurnal Ilmiah Lingua Idea Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Journal of English Language Teaching and Linguistics Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Studi Budaya Nusantara Sirok Bastra Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Asatiza: Jurnal Pendidikan Jurnal Paedagogy Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Studies in English Language and Education Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Jurnal Sastra Indonesia Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) KOPEMAS Jurnal Kawistara
Claim Missing Document
Check
Articles

Khazanah Ekoleksikon Kesungaian Bahasa Banjar Fahra Auliani Rahmah; Ismatul Khasanah; Roosi Rusmawati; Sony Sukmawan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i2.19025

Abstract

Vocabulary of River Eco-Lexicon in Banjarese LanguageABSTRAKMasyarakat Banjar hidup sejak dahulu di sekitaran sungai. Hampir seluruh kegiatan masyarakat Banjar yang dilakukan di sungai tentu membentuk orientasi dan kebudayaan masyarakat maritim. Kebudayaan akan memengaruhi bahasa masyarakat tersebut. Dengan kajian ekolinguistik, bisa ditemukan bahwa erat kaitan antara bahasa dan lingkungan tempat tinggal manusia. Bahasa merupakan salah satu identitas masyarakat yang mencerminkan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Namun, seiring berjalannya zaman, arus globalisasi sedikit demi sedikit mulai menggeser orientasi masyarakat sungai. Ini akan berdampak pada krisis jati diri dan berdampak pada pemertahanan bahasa daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa leksikon kesungaian didadapatkan melalui penelitian lapangan dan kajian pustaka. Ditemukan hasil bahwa masyarakat usia 40-60 tahun, mengetahui lebih banyak leksikon kesungaian dibandingkan dengan masyarakat usia 20-40 tahun. Hal ini membuktikan bahwa leksikon kesungaian pada masyarakat Banjar mulai mengalami penurunan daya tahan.Kata kunci: Ekoleksikon, Identitas Maritim, Masyarakat Banjar, Sungai.ABSTRACTThe Banjar people have lived around the river for a long time. Almost all the activities of the Banjar people which are carried out on the river certainly shape the orientation and culture of the maritime community. Culture will influence the language of the community. With ecolinguistic studies, it can be found that there is a close relationship between language and the environment in which humans live. Language is one of society's identities that reflects society's culture. However, as time goes by, the flow of globalization gradually begins to shift the orientation of the river community. This will have an impact on the crisis of identity and impact on the maintenance of local languages. This study used descriptive qualitative method. Research data in the form of a river lexicon were obtained through field research and literature review. The results found that people aged 40-60 years, know more river lexicon than people aged 20-40 years. This proves that the lexicon of rivers in the Banjar community begins to experience a decrease in resistance.Keyword: Eco-Lexicon, Maritime Identity, Banjar Society, River
Non-royal Belamin Tradition Based on Adult Education : A Phenomenological Study of Kampong Banjar Ketapang, West Kalimantan Nabila Wardani; Sony Sukmawan
Jurnal Paedagogy Vol 11, No 1: Jurnal Paedagogy (January 2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i1.9870

Abstract

This research aims to explore the various roles of the non-royal belamin tradition in upholding adult education principles in Kampong Banjar, West Kalimantan. The study employed a phenomenological method with a qualitative approach. Data in this study were in the form of cultural behavior, describing the beliefs, history, and equipment of the non-royal belamin tradition from specific informants, the customary leader, and the implementer. Data were collected using interviews, observation, and documentation techniques. The analysis used an interactive model with reduction stages, data presentation, and conclusion drawing. The results revealed that the non-royal belamin tradition embodied four principles of adult education: (1) Life value-based learning, (2) Experience-based learning, (3) Topic-based learning relevant to life; (4) Problem-centered learning. Notably, the noble Islamic values demonstrated in this tradition encompass religious and social values. The values with the most profound impact on adult education in this tradition were al-ukhuwah (caring) and al-munfiqun (high awareness of helping others). Through the embodiment of these solid traditional values, harmony was consistently maintained.
Nilai-nilai Persahabatan dalam Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari Adli, Daffa Nur; Sukmawan, Sony; Warsiman , Warsiman
Journal of Language Literature and Arts Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v4i72024p718-733

Abstract

Persahabatan merupakan hubungan sosial yang terdapat keintiman lebih dari teman biasa. Persahabatan umumnya menjadi hubungan yang dapat diandalkan karena terdapat banyak manfaat dalam hubungan tersebut, seperti dukungan-dukungan, kegiatan bersama yang menyenangkan, dan pendewasaan sikap melalui sikap saling menghargai sesama. Penelitian ini mencoba mengungkap sikap-sikap yang menunjukkan persahabatan yang berkualitas dari novel Catatan Juang. Adapun penelitian ini berjenis kualitatif dengan teknik deskriptif. Data berupa kutipan berbentuk dialog, monolog, deskripsi, maupun narasi yang mengindikasikan aspek kualitas persahabatan dalam novel Catatan Juang. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca dan catat yang selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis isi dengan vali­ditas data menggunakan teori triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan per­sahabatan yang berkualitas akan menguntungkan setiap individu di dalam­nya. Dampak positif itu termasuk dalam keintiman, yang di dalamnya mem­buat setiap individu bisa terbuka secara pikiran dan perasaan, terbantu dalam dukungan instrumental dan emosional, hingga pengembangan diri melalui kritik dan saran. Selanjutnya dampak positif persahabatan juga di­dapatkan melalui kegiatan bersama yang memberikan kesenangan dan kepuasan. Selain itu, dalam hubungan persahabatan juga membuat setiap individunya untuk belajar saling menghargai satu sama lain baik dalam karak­ter masing-masing, hingga pendapat, ideologi, maupun pemikiran setiap individu. Terakhir, dalam berbagai perpecahan, hubungan persahabatan akhirnya menemukan caranya tersendiri dalam menyelesaikan masalah dengan efektif dan efisien.
Kebencanaan dalam Novel Anak-Anak Pangaro Karya Nun Urnoto El-Banbary: Kajian Ekokritik Sastra Khayatun, Nur Khayatun; Sukmawan, Sony
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the forms of natural disasters, efforts to overcome natural disasters, and the impact of the migitation efforts contained in the novel Anak-Anak Pangaro using literary ecocritical studies. This research was conducted using a qualitative descriptive research method with a content analysis research design. The data sources used are excerpts of dialogue and narration contined in the novel Anak-Anak Pangaro by Nun Urnoto El-Banbary. The data collection technique used is the cultural document observation technique. Meanwhile, the data analysis technique used includes four stages, namely data reduction, data presentation, data verification, and conclusion drawing. Results of this study are; (1) The form of natural disasters contained in the novel Anak-Anak Pangaro in the form of water drought and abrasion; (2) Natural disaster management efforts contained in the novel Anak-Anak Pangaro in te form of reforestation, clean water contribution, and nasuha repentance; (3) The impact of disaster management efforts of the changes in the religious system of the Giliraja people and the increasing attitude of caring for nature in the Giliraja people.
Refleksi Diri Guru Praktikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Ramadhini, Nove Amelya Jihan; Sukmawan, Sony
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v5i2.1785

Abstract

A differentiated learning approach is one way to realize the concept of Merdeka Curriculum. In its application, there are discrepancies that have an impact on meeting the learning needs of students. Therefore, a self-reflection step is needed to find the discrepancies that occur. This research uses a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation on two practicing teachers and a master teacher at SMPN 14 Malang. Data were analyzed using the Miles and Huberman technique through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The interview results showed that the implementation of content, process, and product differentiation was not perfect due to the short tenure of the practicing teacher, poor planning, and misunderstanding of the differentiation concept. Observations showed that the learning atmosphere was not conducive, and students' enthusiasm was low. This study found weaknesses in differentiated learning planning and suggested expanding learning media, improving teaching techniques, and mapping students' learning needs through self-reflection.
The Correlation Between Students’ Writing Self-Efficacy and Essay Writing Performance Setyowati, Lestari; Sukmawan, Sony; Karmina, Sari; Mabaroh, Barotun
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i1.9140

Abstract

Self-efficacy in writing is an important factor for a student-writer to accomplish a writing task. However, not all studies show that writing self-efficacy and writing achievement are positively related. The purpose of the study is to find out 1) the writing self-efficacy level of the second-year students of an English education study program in one of the private universities in Pasuruan Regency, East Java, Indonesia, and 2) the correlation between students’ writing self-efficacy and their writing performance. The research uses a correlational design.  The sample of the research was fifty students of English study program from one of private universities in Pasuruan regency, Easyt Java, Indonesia.  The instrument used to collect the data was the writing self-efficacy questionnaire developed by Prickel in 1994, test, Primary Trait Scoring (PTSG) rubric, and documentation of the student's essay. The questionnaire consists of 25 items about self-efficacy in writing with a five-point scale of answers. The result shows that the students’ self-efficacy level mainly falls in the moderate category (58%), while the rest fall in the high category (42%). The result of the correlation analysis shows that there is no correlation between the students’ writing self-efficacy and their writing achievement (r= -.020, n = 50, p = .892).  The result implies that writing teachers should continuously foster their students' writing self-efficacy by giving them sufficient practice opportunities, offering constructive feedback, as well as providing emotional and psychological support in time of difficulties.
Harmonisasi Manusia dengan Alam dan Ekologi: Kajian atas Budaya Tamping di Masyarakat Tengger Sukmawan, Sony; Alifah, Nurul
Jurnal Kawistara Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.89093

Abstract

Masyarakat Tengger mengenal tiga relasi kosmologi, yaitu prahyangan, pawongan, dan palemahan, yakni tiga sumber kebahagiaan dan keharmonisan dalam hidup, berupa relasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan manusia dengan alam. Tamping hadir sebagai manifestasi dari harmonisasi masyarakat Tengger dengan alam. Tamping merupakan sesaji yang digunakan masyarakat Tengger dalam banyak momentum sakral, termasuk dalam tradisi pujan Tengger. Terdiri juadah, bra-kulup, gedhang ayu, pipis-pasung, tetel, nasi, dan lauk pauk yang dibungkus dengan daun pisang, setiap bagian tamping menyiratkan makna dimensi ekologis yang tercermin dalam keyakinan, pemikiran, ucapan, dan perilaku positif masyarakat Tengger terhadap alam. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan perspektif penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pembuatan Tamping dan komponen-komponennya merupakan simbolisasi keharmonisan masyarakat Tengger dengan alam. Hal ini mempunyai dampak yang signifikan terhadap ekologi. Dampak ekologis tersebut diwujudkan dalam cara pandang, kepercayaan, dan perilaku positif masyarakat Tengger terhadap ladang, air, tanah, tumbuhan, dan pepohonan. 
GRAMA PATIRTAN (DESA WISATA MATA AIR) SEBAGAI GRAND DESIGN WISATA KONSERVASI AIR BERKELANJUTAN DESA TOYOMARTO Sony Sukmawan; M. Andhy Nurmansyah; Ary Mustofa Ahmad; Novita Ainur
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Toyomarto merupakan salah satu desa yang ada di lereng Gunung Arjuna, Kabupaten Malang dan memiliki potensi besar pariwisata yang belum optimal dikembangkan. Penanganan yang terstruktur, terukur, dan terintegrasi dalam mengembangkan potensi tersebut dapat dilakukan melalui kombinasi sektor pariwisata dan rekonstruksi air menjadi Desa Wisata Mata Air (Grama Patirtan) sebagai destinasi wisata (destination image). Pembangunan dan pengembangan citra daerah sebagai destinasi wisata otentik dan khas yang bertumpu kepada sejarah, tradisi, dan filosofi tirta/patirtan dan bermuara kepada pengembangan, pengelolaan, dan spirit konservasi tirta secara berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan grand design (rencana induk) sektor pariwisata tidak hanya sebagai entitas pariwisata akan tetapi juga harus mampu menjadi media untuk mengekspresikan dan mengomunikasikan sejarah dan filosofis daerah tersebut. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan tahapan pelaksanaan yaitu observasi, wawancara dan diskusi dengan para ahli dan seniman, dokumentasi, dan focus group discussion dengan masyarakat setempat. Hasil kegiatan yang telah dilakukan adalah pemetaan wilayah, peta sebaran sumber mata air, kajian tradisi lisan/folklor, eksplorasi potensi pendukung wisata, peta lokasi wisata, sistem manajerial, logo dan tagline sebagai jenama (branding) desa wisata air, dan buku tentang Toyomarto, buku cerita bergambar, promosi, serta penyelarasan visi dan misi.
Eksistensi Perempuan dalam Seni Laga Ketangkasan Domba Garut Rahmi Febriani; Sony Sukmawan
Jurnal Kawistara Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.72883

Abstract

Artikel ini secara khusus menyoroti keterlibatan perempuan dalam Seni Laga Ketangkasan Domba Garut dan bagaimana dirinya direpresentasikan dalam sosial media. Fenomena ini ditelisik dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang kehadiran perempuan di tengah-tengah dominasi budaya maskulin terutama dalam kesenian. Secara metodologis, penelitian etnografi dilakukan dengan pendekatan interdisipliner. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tidak terstruktur dan observasi partisipatoris. Informan ditetapkan sejumlah lima orang perempuan pecinta Domba Garut dan dua orang laki-laki peternak Domba Garut. Informan ini dipilih melalui teknik snowball sampling. Adapun proses analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Seni Laga Ketangkasan Domba Garut ini didominasi oleh laki-laki, dewasa ini perempuan telah lebih berperan. Hal tersebut tertuang dalam sikap dan dedikasi para perempuan terhadap kesenian ini yang diwujudkan melalui partisipasi aktif perempuan, baik dalam hal perawatan maupun saat pamidangan. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan dengan baik untuk merepresentasikan identitas perempuan yang mendedikasikan diri untuk Seni Laga Ketangkasan Domba Garut. Semangat ini terus diperkuat untuk menunjukkan bahwa perempuan berhak dan layak terlibat secara setara dalam ruang berkesenian.
Alih Wahana Tradisi Pujan Kasanga dalam Visual Komik Sukmawan, Sony; Izza, Siti Fitrohitul
Humanis Vol 28 No 1 (2024)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2024.v28.i01.p02

Abstract

Pujan Kasanga Tradition is an important ritual of Tengger people because of being a tradition instrument in actualizing consistency of life. The potential of oral literature tradition in Pujan Kasanga can be developed into an artwork through alih wahana activity. Alih Wahana is purposing to visualize Pujan Kasanga oral literature inside comic which can introduce local culture from Tengger people. Alih Wahana method made through four steps such as preparing, imagining, developing imagination and working. Alih Wahana process bring a visual comic containing multiculturalism depicted through the plot of ritual processing followed by all of Tengger people without discriminating background of religion, faith, and social status. Next, local identity looks from the traditional costume that figure wore, profession, anjangsana culture and the culture of gathering. Last, own unique of Pujan Kasanga as an important ritual has big value and philosophy for Tengger people delivered on the environment background of shared and gotong royong, social environment concern, and harmony of living.
Co-Authors Adli, Daffa Nur Alifah, Nurul Aliffia Rachmawati Ameilia, Neti Ana Ahsana El-Sulukiyyah Ana Ahsana El-Sulukkiyah Ana Ahsana El-Sulukkiyah Aqidatul Mujaddidah Ary Mustofa Ahmad Asri Kamila Ramadhani Baihaqi, Muhammad Maulana Barotun Mabaroh Benyamin, Bianda Alzena Bilkis, Kinamin Mutiara Chatarina Umbul Wahyuni Dany Ardhian Dany Ardian Dina Fitria Hasanah El-Sulukkiyah, Ana Ahsana Elisabeth Worobroto Purwaningrum Elvin Nuril Firdaus Elvin Nuril Firdaus Elvira Rosyida M.R Eti Setiawati Eti Setiawati, Eti Fadiah Agustina Fahra Auliani Rahmah Fauzi, Nanang Bustanul Femi Eka Rahmawati Firdaus, Elvin Nuril Firdaus, Yuli Ardila Nahla Giovanny, Diani Fiorina Hamidah, Latifah Winda Hasanah, Dina Fitria Holifatul Hasanah Ismatul Khasanah Ismatul Khasanah Isna , Fariha Nurul Izza, Siti Fitrohitul Khayatun, Nur Khayatun Lestari Setyowati Listyaningrum, Oktavia Litanjua, Barirta Mabaroh, Barotun Mahdhalena, Eksanti Yolla Maulfi Saiful Rizal Maulfi Syaiful Rizal Millatuz Zakiyah, Millatuz Mochamad Andhy Nurmansyah Mochammad Imron Awalludin Muh. Fatoni Rohman Mumtaz , Tsabitah Zain Mumtaz, Tsabitah Zain Nabila Wardani Nafisah, Putri Kholifatun Nisa, Nadia Khairun Novita Ainur Putra, Muhammad Zanika Esa Putri, Iva Dinda Rachma Putri, Rere Julian Amalia Rahmah, Fahra Auliani Rahmi Febriani Rahmi Febriani Ramadhini, Nove Amelya Jihan Razlina Razali Rizal, Maulfi Saiful Roosi Rusmawati Sari Karmina Setiawan, Fredy Nugroho Shafie, Latisha Asmaak Siti Nur Azizah syarifuddinr@ub.ac.id, Fitrahayunitisna Syarifudin, Ahmad Tawaka, Goerge Towar Ikbal Wahyu Widodo Wahyu Widodo Wardani, Nabila Warsiman Warsiman , Warsiman