Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang Peningkatan Pengetahuan Masyarakat RT. 002 Lk. II Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung Mengenai Hepatitis A Himayani, Rani; Ismunandar, Helmi; Muhartono, Muhartono; Kurniati, Intanri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2024

Abstract

Hepatitis virus akut merupakan infeksi sistemik yang dominan menyerang hati. Hampir semua kasus hepatitis virus akut disebabkan oleh salah satu dari lima jenis virus, yaitu: virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, dan virus hepatitis E. Indonesia merupakan daerah endemis sedang–tinggi untuk penyakit hepatitis A. Untuk mencegah transmisi dan tindakan terapi dini yang lebih efektif maka diperlukan adanya upaya peningkatan pengetahuan mengenai hepatitis A. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang tinggal di Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 40% menjadi 100%. Simpulan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengetahuan Hepatitis A di Panjang Bandar Lampung.Kata kunci:Hepatitis, pengetahuan, penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran terhadap Terjadinya Penyakit Cellphone Elbow Akibat Penggunaan Handphone yang Tidak Tepat pada Komunitas Pekerja PTPN VII Pesawaran Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2814

Abstract

Penggunaan telpon seluler atau perangkat cerdas (smart phone) terus meningkat secara eksponensial. Saat ini terdapat sekitar 3,3 milyar layanan aktif di seluruh dunia. Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu dengan telpon selulernya. Hal ini bahkan sampai mengalami nyeri dan gangguan pada tangan dan lengan bawah akibat penggunaan telpon seluler yang lama. Penyakit ini disebut cellphone elbow (cubital tunnel syndrome). Secara umum insidennya semakin meningkat sesuai dengan peningkatan penggunaan telepon selular dan perangkat mobil lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat mengenai penyakit ini. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang terjadinya penyakit cellphone elbow akibat penggunaan handphone yang tidak tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 30% menjadi 100%. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengetahuan mengenai penyakit cellphone elbow pada komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran.Kata kunci: cellphone elbow, penyuluhan, pengetahuan
Deteksi Dini “White Pupil” di Masyarakat Daerah Natar Lampung Selatan Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Rahmanisa, Soraya; Ismunandar, Helmi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2828

Abstract

Katarak dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan sampai menyebabkan kebutaan. Jenis katarak yang paling sering terjadi adalah katarak senilis. Katarak senilis merupakan kekeruhan lensa yang terjadi pada usia diatas 40 tahun. Terlambatnya mendeteksi katarak pada orang dewasa sehingga penurunan tajam penglihatan menjadi hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bekerja, terjadi penurunan kualitas hidup masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan kesehatan mata di masyarakat, meliputi pre-test dan post-test serta pemeriksaan mata oleh ahli. Kegiatan penyuluhan dan skrining ini diikuti oleh 98 orang masyarakat Lampung Selatan yang datang menghadiri penyuluhan dan skrining mata di salah satu UPT Puskesmas Natar Lampung Selatan, yaitu Posyandu Lansia Melati Citra Merak Batin-Natar. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui sekitar 23 peserta (23,47%) telah mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai pengetahuan kelainan “White Pupil” dan sisanya 75 peserta (76,53%) tidak paham mengenai pengetahuan kelainan “white pupil”. Setelah dilakukan post-test, dari data yang diperoleh hampir semua peserta sudah paham sebanyak 83 peserta (84,69%) terhadap pengetahuan kelainan “white pupil”, 15 peserta (15,31%) nilai post test <80. Hasil skrining kelainan glaukoma dari 98 peserta didapatkan sebanyak 23 orang mengalami gangguan refraksi baik melihat jauh maupun dekat, 19 peserta dengan “white pupil” kekeruhan lensa (katarak) dari derajat ringan sampai yang sudah matang baik pada satu mata atau kedua mata, kelainan pterygium terdapat 15 orang derajat grade I-III serta untuk kelainan glaukoma tidak ditemukan.Kata kunci: katarak, penyuluhan, pengetahuan, white pupil
Tim Kasavac, Kader Sadar Vaksin Covid-19 dan Berantas Hoaks mengenai Vaksin Covid-19 pada Area Pasar Panjang Bandar Lampung Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2961

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia sendiri masih fluktuatif. Angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Saat ini ada banyak negara yang melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Indonesia sendiri telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021, namun dinilai masih belum maksimal. Tingkat edukasi masyarakat diperberat dengan berbagai kabar hoaks mengenai vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan program vaksinisasi. Sehingga dibutuhkan suatu tim teredukasi yang diharapkan dapat memberikan gambaran positif mengenai vaksin Covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kader vaksinasi teredukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini mengundang oleh 9 orang komunitas perwakilan komunitas pedagang Pasar Panjang Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pretest dan posttest, yaitu 60% menjadi 100%. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenaipengetahuan mengenai vaksinasi Covid-19 dan hoaks seputar vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, hoaks, kader vaksin
Pembinaan Kader Sadar Vaksin Covid-19 pada Anak di Puskesmas Natar Lampung Selatan Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3177

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Perkembangan penyakit Covid-19 di Indonesia sendiri masih fluktuatif. Angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Saat ini ada banyak negara yang melakukan vaksinasi untuk membentuk herd immunity. Indonesia sendiri telah menjalankan program vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada 13 Januari 2021, namun dinilai masih belum maksimal. Tingkat edukasi masyarakat diperberat dengan berbagai kabar hoaks mengenai vaksin menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan program vaksinisasi. Sehingga dibutuhkan suatu tim teredukasi yang diharapkan dapat memberikan gambaran positif mengenai vaksin covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kader vaksinasi teredukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini mengundang oleh 9 orang komunitas perwakilan komunitas pedagang Pasar Panjang Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 60% menjadi 100%. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenaipengetahuan mengenai vaksinasi covid-19 dan hoaks seputar vaksinasi.Kata kunci: Covid-19, kader vaksin, hoaks
Tim Pendamping Kesiapan Masyarakat Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Menghadapi Era Transisi Pandemi Menuju Endemi Covid-19 Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari; T. Adjeng, Andi Nafisah; Andrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3230

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Pada kasus Covid-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrompernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.  Pada 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai Pandemi Dunia. Namun saat ini kita telah memasuki era transisi dari pandemi  menujuendemi Covid-19 yang ditandai dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2023. Namun, virus SARSCoV-2 ini masih ada di antara kita dan kita harus selalu waspada. Tujuan pengabdian ini adalah membentuk suatu kadermasyarakat yang siap beradaptasi pada masa pandemi menuju endemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi . Kegiatan juga meliputipengobatan masal gratis. Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai rerata pre-test dan post-test yaitu 56,7 menjadi 81,4. Berdasarkan hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai masa transisi Covid-19 dari pandemi menuju endemi. Pengetahuan ini masih awam bagi masyarakat sehingga diperlukan peninjauan dan sosialisasi lebih lanjut.Kata kunci: Covid-19, pandemi, endemi
Edukasi dan Promosi Stunting Sebagai Langkah Pencegahan Stunting di Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan Rahayu, Ihsanti Dwi; Ghifari, Ghaza Ahmad Al; Fadhilah, Fuad; Febrianti, Arlin; Susanti, Andani Dewanti; Junita, Aulia; Ad-Dhuha, Rahmah Maziyah; Firsandini, Firsandini; Himayani, Rani; Ismunandar, Helmi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3632

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi utama yang ada di Indonesia. Meski angka prevalensi stunting sejak tahun 2024 telah mengalami penurunan, akan tetapi kejadian stunting masih ditemukan, tak terlepas di wilayah Provinsi Lampung. Kegiatan edukasi dan promosi masih menjadi metode pencegahan stunting yang banyak dilakukan karena tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pelaksanaannya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama ibu hamil dan ibu dengan anak usia balita mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dan pemberian media edukasi dan promosi seperti leaflet, poster dan video edukasi terkait stunting dan pencegahannya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya antusiasme peserta pengabdian yang mendapatkan materi edukasi dan promosi terkait stunting. Antusiasme peserta pengabdian terlihat dengan adanya interaksi tanya jawab yang terjalin antara peserta dan pemateri selama kegiatan pengabdian berlangsung. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi dan promosi terkait stunting ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu dengan anak usia balita terkait stunting dan pencegahan yang dapat dilakukan.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI JUS APEL HIJAU (Malus domestica ) DAN PARE (Momordica charantia) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley JANTAN MODEL DIABETES MELITUS M. Aqmal Hidayah; Helmi Ismunandar; Khairunnisa Berawi; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabates Mellitus (DM) terjadi karena defisiensi insulin yang diproduksi pankreas. Fungsi endokrin oleh sel Langerhans menghasilkan hormon glukagon dan insulin yang berperanan ketika tubuh hipoglikemia maka terjadi glikogenelisis di hati. Apel memiliki pektin yang berpotensi menurunkan glukosa darah sedangkan pare saponin, flavonoid, polifenol, dan vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang bertujuan menangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus apel hijau  dan pare terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus putih jantan model diabetes melitus. Metode Penelitian : Penelitian ini eksperimental desain post test only control group design. Jumlah sampel 25 ekor tikus putih dibagi 5 kelompok yaitu KN (diet standar), K- (aloksan 150 mg/KgBB), P1(aloksan+ jus pare 50 mg/KgBB), P2 (aloksan+jus apel 3,25 g/KgBB), P3(aloksan+jus apel 20 mg/KgBB+jus pare 20 mg/KgBB). Pemeriksaan kadar glukosa darah digunakan glukometer dan pemeriksaan gambaran histopatologi.Hasil Penelitian: Rerata glukosa darah didapatkan KN= 80  K- = 413,3,  P1= 254,4, P2= 171, P3=232,6. Jumlah pulau langerhans rerata KN=29,2, K- = 6, P1=7,8,  P2=13,6, P3=9,2 Kruskal Wallis p=0,003. Rerata pulau yaitu KN=5.489,9 µm2, K- =18.497,5 µm2, P1=7.416,6 µm2, P2=10.125,7 µm2, P3=8.715,4 µm2, uji One Way ANOVA nilai p= 0,000Simpulan: Penelitian ini disimpulkan terdapat pengaruh jus apel terhadap kadar glukosa darah dan gambaran histopatologi pankreas tikus putih (jantan model diabetes melitus, sedangkan jus pare dan kombinasi jus apel dan pare tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar glukosa dan gambaran histopatologi tikus putih. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Apel, Pare,Pankreas
Potensi Buah Apel (Malus domestica) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Darah: Tinjauan Pustaka Alyzah Nabila Miranda; Helmi Ismunandar; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar kolesterol dipengaruhi oleh asupan lemak dan kolesterol dalam makanan. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau dislipidemia.  Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, 45% penduduk Indonesia yang berusia diatas 3 tahun memiliki kebiasaan konsumsi makanan berlemak/gorengan 1 – 6 kali perminggu. Dislipidemia memiliki peran utama dalam terjadinya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah yang merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Malus domestica atau apel adalah salah satu jenis buah yang tinggi kadungan serat dan fitokimia terutama fenolik dan flavonoid. Kandungan flavonoid yang pali ng penting salah satunya adalah quercetin. Quercetin memiliki efek proteksi terhadap dislipidemia. Quercetin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan mencegah oksidasi LDL sehingga pembentukan sel busa dan kerusan lipid tidak terjadi. selain itu, serat pada apel yaitu pektin dapat menurunkan kolesterol darah. Pektin berperan menghambat reabsorpsi asam empedusehingga kolesterol diekskresikan lebih banyak melalui feses.Kata Kunci: Kolesterol, Apel, Dislipidemia.
Faktor Risiko dan Tatalaksana Pitiriasis Rosea: Tinjauan Pustaka Dhipayasa Adirinarso; Dwi Indria Anggraini; Helmi Ismunandar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis rosea adalah ruam akut yang tergolong self-limited disease dengan gejala tambahan berupa sakit kepala, malaise, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening. Prevalensi terjadinya Pitiriasis rosea di Amerika Serikat sebesar 0,21% dengan kejadian terbanyak pada perempuan dan rerata usia 36,5 tahun. Penyebab terjadinya pitiriasis rosea belum jelas, namun beberapa teori menyebutkan pitiriasis roseadisebabkan infeksi virus terutama HHV-6 dan HHV-7. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan pitiriasis rosea seperti kehamilan dan reaktivasi virus herpes. Tatalaksana pitiriasis rosea bisa secarafarmakologis dan non-farmakologis. Tatalaksana farmakologis dengan asiklovir sebagai terapi spesifik atau antihistamin oral, steroid topkal dan eritromisin oral sebagai terapi simptompatik. Sedangkan tatalaksana nonfarmakologis Pitiriasis rosea dengan fototerapi Narrowband UltravioletB Phototheraphy (NBUVB).Kata Kunci: Asiklovir, COVID-19, Pitiriasis Rosea