Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kualifikasi Pendidikan dan Kesadaran Diri terhadap Kemampuan Menyusun Rancangan Pembelajaran Solikhah, Solikhah; Budi Maryatun, Ika
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualifikasi pendidikan dan kesadaran diri terhadap kemampuan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Populasi penelitian melibatkan 332 guru Taman Kanak-kanak yang tersebar pada 12 kecamatan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode cluster random sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran. Kesadaran diri juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan guru dalam merancang pembelajaran. Secara simultan, kualifikasi pendidikan dan kesadaran diri memberikan kontribusi sebesar 62,8% terhadap kemampuan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi akademik guru, tetapi juga kemampuan refleksi diri dan pengelolaan emosi dalam praktik profesional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan profesional guru PAUD perlu mengintegrasikan peningkatan kualifikasi pendidikan dan penguatan kompetensi intrapersonal secara berkelanjutan.
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Syifa Mardhiah; Ika Budi Maryatun
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1575

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi literasi yang penting, namun masih banyak anak usia dini mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital guna meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari 36 anak. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, dan tes pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sangat layak (skor rata-rata >3,85) dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan (N-Gain 0,70 kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa komik digital dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung peningkatan literasi anak usia dini.
Mindful Parenting and Emotion Regulation in Early Childhood: A Relational Process Perspective from a Systematic Review Al Adawiyah, Robiah; Mustapa, Noviana; Tatminingsih, Sri; Maryatun, Ika Budi; Himphinit, Musakkid
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.111-01

Abstract

Research on mindful parenting, caregiver emotion regulation, and children’s emotion regulation has expanded, yet the literature remains fragmented, especially in early childhood and across non-Western settings. Many studies treat these constructs as separate variables and therefore provide limited clarity on how they are linked within everyday caregiving relationships. This systematic literature review examined how mindful parenting, maternal emotion regulation, and children’s emotion regulation have been connected in recent scholarship on early childhood caregiving. Guided by PRISMA 2020, the review searched Scopus, ScienceDirect, Wiley Online Library, and Frontiers in Psychology for studies published between 2019 and 2024. Ten eligible studies were included and interpreted through narrative thematic synthesis. The findings suggest that mindful parenting is more convincingly understood as a relational orientation shaping the emotional climate of caregiving than as a discrete technique. Maternal emotion regulation emerges as an interactional mechanism operating through modeling, responsiveness, emotion socialization, and co-regulation, while children’s regulatory development appears within broader systems of attachment, executive functioning, and socio-emotional competence. The evidence, however, remains uneven. Variability in study design, modest effect sizes, reliance on cross-sectional and self-report data, and the continued dominance of Western samples indicate that these pathways are context-sensitive rather than universally causal. This review advances a relational process perspective that refines family-based models of emotion regulation and contributes to global debates on parenting and child development by showing why culturally responsive interpretations are necessary when translating evidence across diverse caregiving contexts.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus melalui Media Loose Parts pada Anak Usia 5-6 Tahun Khairunisa, Latifah Laila; Maryatun, Ika Budi; Wijayanti, Aprilia Dwi
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(1).27-36

Abstract

This study aims to improve fine motor skills in children aged 5–6 years at TK Negeri 6 Yogyakarta through the use of loose parts media. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the model developed by Kemmis and McTaggart, which was carried out in two cycles of action. The subjects of this study were children in Group B at TK Negeri 6 Yogyakarta, aged between 5 and 6 years. Data were collected through observation and documentation techniques, and analyzed using both qualitative descriptive and quantitative methods.The findings indicate that the gradual use of loose parts media significantly enhanced the children’s fine motor skills. In the pre-action stage, the fine motor skills were at 42.16%. After Cycle I, there was an increase to 51.31%, and a more substantial improvement was observed in Cycle II, reaching 82.35%.This improvement was achieved through a series of action steps: (1) the teacher introduced the loose parts media to be used, (2) the children observed the various forms and functions of the materials, (3) the children engaged in creative activities with guidance from the teacher, (4) the teacher encouraged the children to tidy up the materials after use, and (5) the teacher and children conducted a reflection on the play process and their creations. In conclusion, the use of loose parts media is proven to be effective in enhancing fine motor skills in early childhood education settings. Keywords: early childhood, fine motor skills, loose parts  
Metode Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Bima untuk Menstimulasi Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun. Fikrianti, Iqra Rizki; Maryatun, Ika Budi; Pamungkas, Joko
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1386

Abstract

Kreativitas berkembang pesat pada usia 5–6 tahun pada masa ini anak dapat menerima stimulasi dengan baik. Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran menjadi strategi yang mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan lingkungan anak. Penelitian ini bertujuan dalam menganalisis metode pembelajaran berbasis budaya lokal “Mbojo Juma’a” untuk menstimulasi kemampuan kreativitas anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 2 orang guru dan 36 anak kelas B. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan merupakan instrumen observasi dan wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode “Mbojo Juma’a” yang memadukan budaya lokal dengan pembelajaran PAUD, mampu menstimulasi kreativitas anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa metode “Mbojo Juma’a” dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kreativitas anak secara holistik dan bermakna
Pembelajaran Coding sebagai Strategi Penguatan Computational Thinking di PAUD: Systematic Literature Review Kurnia, Dedeh; Harun, Harun; Hayati, Nur; Maryatun, Ika Budi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1436

Abstract

Kemampuan computational thinking (CT) merupakan keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 yang penting dikembangkan sejak usia dini untuk memperkuat dasar berfikir logis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan kegiatan coding dalam pengembangan CT pada anak usia dini. Melalui metode systematic literature review (SLR) dan menggunakan panduan PRISMA, data dikumpulkan dari 77 artikel dari Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan Google Scholar, dan terseleksi 16 artikel yang relevan. Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) efektivitas unplugged coding dalam membangun keterampilan dasar CT; (2) kontribusi plugged coding terhadap literasi digital dan kemampuan algoritmik; dan (3) tantangan implementasi pada konteks PAUD, termasuk kesiapan guru dan sarana. Kesimpulan menunjukkan bahwa kegiatan coding—baik unplugged maupun plugged—secara konsisten meningkatkan aspek CT seperti pengenalan pola, berpikir algoritmik, dan pemecahan masalah.