Claim Missing Document
Check
Articles

Glass-Ceiling in a Single Mothers Life Oksiana Jatiningsih; Sarmini Sarmini; Siti Maizul Habibah
The Journal of Society and Media Vol. 4 No. 1 (2020): Digital Era in Society and Media
Publisher : Department of Social Science, Faculty of Social Science &Law, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v4n1.p199-227

Abstract

Single mothers face problems not only because of their own status so they have to struggle hard to meet their needs, but also because of patriarchal social construction that presents many challenges to women. This qualitative research is aimed at revealing: the form of glass-ceiling for single mother and their   strategies taken to deal with that. This research was conducted in Sidoarjo on five single mothers. Data were collected using in-depth interviews. The theory used is symbolic interaction because it allows researchers to identify research subjects. The results of this study reveal that the glass-ceiling faced by women are domestic responsibilities, sosial control, and underestimation of women. Strategies for dealing with it are sharing work and ignorant of negative responses. The response to the glass-ceiling depends very much on the way of thinking (mind) of women in seeing themselves. When women put themselves away as objects (me) that are powerless against the values that apply, then the choice of action to face the challenges of their lives (glass-ceiling) tends to be compromising and accommodating, whereas if the means adopted are based more on how to see themselves as subjects (I), then the method adopted tends to be uncompromising.
Responses to the Practice of Hate Speech at the Pancasila Youth Organization in Sidoarjo Tis'a Nur Sya’bani; Chusnul Fitriawati; Dewati Yuni Ratnasari; Siti Maizul Habibah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.4515

Abstract

The practice of hate speech is not only carried out in the real world but also through the virtual world. The number of suspects in hate speech cases is not foreign to our ears. Based on Police data during 2017, there were 3,325 cases of hate speech crimes. This figure increased 44.99% from the previous year, which amounted to 1,829 cases. Hate speech practices are always motivated by SARA (ethnic, race, religion) issues as Indonesia is a country based on pluralism or upholds diversity. This is to describe the response to the practice of hate speech at the Pancasila Youth Organization on Jl Raya Pahlawan No.82 Jetis, Lemahputro, Sidoarjo. Quantitative research method with data collection techniques through providing questionnaires (questionnaires) and interviews to respondents. The results showed that the response of members of the Pancasila youth organization about the practice of hate speech was quite good. this is also evidenced by the frequency distribution whose value reaches above 75% with the category of quite good in terms of insight into hate speech, and handling hate speech in the community. Praktik ujaran kebencian (hate speech) ini tidak hanya dilakukan  di dunia nyata tetapi juga melaui dunia maya. Banyaknya penetapan tersangka kasus ujaran kebencian (hate speech) tidak asing lagi di telinga kita. Berdasarkan data Polri selama 2017  terdapat 3.325 kasus kejahatan hate speech atau ujaran kebencian. Angka tersebut naik 44,99% dari tahun sebelumnya, yang berjumlah 1.829 kasus Praktik ujaran kebencian (hate speech) selalu di latar belakangi oleh persoalan SARA (suku, ras, agama) sebagaimana indonesia merupakan negara yang berbasis pluralisme atau menjunjung tinggi kebaragaman.Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan tanggapan tentang praktik ujaran kebencian (hatespeech) pada organisasi pemuda pancasila di Jl Raya Pahlawan No.82 Jetis, Lemahputro, Sidoarjo. Metode peneitian kuantitatif dengan keknik pengumpulan data melalui memberikan angket (kuisioner) dan wawancara kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan respon anggota organisasi pemuda pancasila tentang praktik ujaran kebencian cukup baik. hal ini juga dibuktikan dengan persebaran frekuensi yang nilainya mencapai diatas 75% dengan kategori  Cukup baik dalam hal wawasan tentang ujaran kebencian, dan penanganan ujaran kebencian di masyarakat.
Construction Of Student's Political Rights About Sexy Killers Showing Fatmawati Fatmawati; Siti Maizul Habibah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.3137

Abstract

The purpose of this study was to describe the impact of the presentation of Sexy Killers on the Political Rights of Students of the Faculty of Social Sciences and Law at the State University of Surabaya. The screening of the Sexy Killers film through social media has an impact on the political rights of students where the political rights of these students will determine the political choices made by students. The political choices of students themselves are influenced by the political views of students regarding the Sexy Killers film and the political attitudes of students by giving or not giving voting rights during the 2019 presidential election as a result of the Sexy Killers film. The focus in this research is student suffrage. The method used is a qualitative approach with a case study design. The result of this research is that there is an impact of changing students 'perspectives on politics and students' perspectives on their political choices as a result of the screening of the Sexy Killers film, although many students are pessimistic and disappointed with their political choices so that students choose what is considered good in terms of achievement and track record candidates so that there is also no political choice for golput, although feelings of pessimism and disappointment persist. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penyajian Sexy Killers terhadap Hak Politik Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Pemutaran film Sexy Killers melalui media sosial berdampak pada hak politik mahasiswa dimana hak politik mahasiswa tersebut akan menentukan pilihan politik yang dibuat mahasiswa. Pilihan politik mahasiswa sendiri dipengaruhi oleh pandangan politik mahasiswa terhadap film Sexy Killers dan sikap politik mahasiswa dengan memberikan atau tidak memberikan hak suara pada pemilihan presiden 2019 akibat film Sexy Killers. Fokus dalam penelitian ini adalah hak pilih siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dampak dari perubahan cara pandang mahasiswa terhadap politik dan cara pandang mahasiswa terhadap pilihan politiknya sebagai akibat dari pemutaran film Sexy Killers, walaupun banyak mahasiswa yang pesimis dan kecewa dengan pilihan politiknya sehingga agar mahasiswa memilih yang dinilai baik dari sisi prestasi dan rekam jejak calon sehingga juga tidak ada pilihan politik untuk golput, meski perasaan pesimis dan kecewa tetap ada.
EFEKTIVITAS BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI WARGA NON-PKH SEBAGAI PEMENUHAN HAK PERLINDUNGAN SOSIAL SELAMA COVID-19 DI DUSUN SUDIMORO Greaccela Alda Rahma Dany; Siti Maizul Habibah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.044 KB)

Abstract

Abstrak Bantuan Langsung Tunai menjadi Salah Satu Program Perlindungan Sosial yang dilaksanakan oleh Pemerintah Berdasarkan Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan Negara pada UU No.2 Tahun 2020 sebagai Strategi dalam Penanganan COVID-19. Akan tetapi Program Bantuan Langsung Tunai masih memiliki Pro-Kontra dalam Pelaksanaannya sehingga Efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial menjadi sangat penting untuk diteliti. Tujuan Penelitian ini untuk Mendeskripsikan dan mengukur Efektivitas Bantuan Langsung Tunai sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial bagi Warga Non-PKH Dusun Sudimoro. Penelitian menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dekriptif, Populasi terdiri dari 597 warga Non-PKH Sampel yang digunakan menggunakan Teknik Sampel Area sebanyak 39 Warga Dusun Sudimoro. Teknik Pengumpulan data menggunakan Angket dan Data Numerik yang ada pada Dokumen Pemerintah Desa Jeruk Legi yang Kemudian dianalisis menggunakan rumus Deskriptif Persentase berdasarkan pada Kategori Rendah, Sedang, Tinggi, Sangat Tinggi. Aspek yang diukur adalah Tujuan dan Sistem Program dengan menggunakan Teori Efektivitas Gibson, Donnely dan Ivancevich. Hasil Penelitian menunjukkan Efektivitas Bantuan Langsung Tunai Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial Bagi Warga Non-PKH Selama Pandemi COVID-19 di Dusun Sudimoro Desa Jeruk Legi Memiliki Persentase yang Tinggi yakni sebesar 80,8% secara Keseluruhan hal ini menunjukkan bahwa Keberhasilan Program Berjalan Sesuai dengan Tujuan Program yang dimuat pada UU No.2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan, serta tingkat Coverisasi Pengeluaran Selama Pandemi COVID-19 sebesar 22,3% yang melebihi target Coverisasi oleh Pemerintah sebesar 10%. Kata Kunci: Efektivitas, Bantuan Langsung Tunai, Perlindungan Sosial, COVID-19. Abstract Direct Cash Assistance is one of the Social Protection Programs implemented by the Government based on the State Finance Policy and State Financial Stability in Law No.2 of 2020 as a Strategy in Handling COVID-19. However, the Direct Cash Assistance Program still has pros and cons in its implementation, so that Effectiveness of the Cash Transfer Program as a form of fulfilling social protection rights is very important to study. The Purpose of the study is to describe and measure the Effectiveness of Direct Cash Assistance as a form of fulfillment of Social Protection rights for Non-PKH Resident of Sudimoro Hamlet. The study used a descriptive quantitative approach, The population consisted of 597 non-PKH residents, The Samples used were 39 non-PKH residents of Sudimoro Hamlet. Data collection techniques using Questionnaires and Numerical Data in the Jeruk Legi Village Government Documents which were then analyzed using the Descriptive Percentage formula based on Low, Medium, High and Very High categories. Aspects that are measured are Objectives and Program Systems using the Effectiveness Theory of Gibson, Donnely and Ivencevich. The result showed that the Effectiveness of direct cash ssistance as a form of fulfillment of Social Protection rights for non-PKH residents during the COVID-19 pandemic in Sudimoro Hamlet, Jeruk Legi Village, had a high percentage of 80,8% overall this indicates that the success of the programis running in accordance with the program objectives, Which is contained in Law No.2 of 2020 concerning Financial Policy and Financial System Stability, as well as the level of Expenditure Coverization during the COVID-19 Pandemic of 22,3% which exceeds the Coverization target by the Government by 10%. Keywords: Effectiveness, Direct Cash Assistance, Social Protection, COVID-19
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM “BIMBINGAN MENTAL PERILAKU” TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK ASUH DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI SURABAYA Chusnul Fitria wati; Siti Maizul Habibah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.652 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p64-78

Abstract

Abstrak Tujuan peneliti untuk menguji adanya Pengaruh Implementasi Program “Bimbingan Mental Perilaku” Terhadap Kedisiplinan Anak Asuh di UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya. Teori yang digunakan adalah teori belajar B.F Skinner (Operant Conditioning). Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional berlokasi di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya. Teknik sampling yang digunakan sampling jenuh dengan 29 responden dengan teknik analisis data Uji Parsial (t) dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai t.hitung 7,371965923 > t.tabel 2,05 : sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis data implementasi program “Bimbingan Mental Perilaku” di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (79,6%) artinya kriteria penilaiannya termasuk kategori “baik” sedangkan untuk kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (89,4%) kriteria penilaiannya termasuk kategori “sangat baik”. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam implementasi program “Bimbingan Mental Perilaku” terhadap kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya bahwa semakin baik pelaksanaan program maka semakin baik kedisiplinan anak asuh di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya. Kata Kunci: Implementasi, Kedisiplinan, Anak Asuh. Abstract The aim of the researcher was to examine the effect of the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" Program on the Discipline of Foster Children at UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya. The theory used is the learning theory of B.F Skinner (Operant Conditioning). The research method using correlational quantitative is located in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya. The sampling technique used is saturated sampling with 29 respondents with data analysis techniques Partial Test (t) with a significant level of 5%, the value of t.count is 7.371965923 > t.table 2.05: so H0 is rejected and Ha is accepted. Based on the results of data analysis on the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" program at the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya (79.6%), it means that the assessment criteria are in the "good" category, while for foster children's discipline in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya (89.4%) the assessment criteria are in the "very good" category. It can be concluded that there is an influence in the implementation of the "Bimbingan Mental Perilaku" program on the discipline of foster children in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya that the better the implementation of the program, the better the discipline of foster children in the Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) of Kampung Anak Negeri Surabaya. Keywords: Implementation, Discipline, Foster Children.
PENGUATAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA GURU-GURU PPKn DI MGMP MAGETAN Oksiana Jatiningsih; Siti Maizul Habibah; Agus Satmoko Adi; Totok Suyanto; Warsono Warsono
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p50-59

Abstract

Logical thinking is a way of thinking that leads a person to be able to make correct statements and decisions based on logic and rationale. This skill is indispensable in communicating and writing scientific papers. Based on preliminary observations made, this is one of the obstacles experienced by PPKn teachers in Magetan in scientific writing. Therefore, through this logical thinking exercise, efforts were made to strengthen the logical thinking skills of teachers who are members of the MGMP PPKn Magetan. In accordance with that, the purpose of this service activity is to increase teacher understanding of the rules of logical thinking and increase the ability of teachers to think logically in the context of scientific writing. The activity which was attended by 25 PPKn teachers was carried out at SMA Negeri 1 Magetan, with stages: revealing fallacy in thinking through exercises, discussions about logical thinking fallacies, strengthening logical thinking rules, and logic-based writing exercises. This service activity has been successful in improving the basics of the teacher's ability to think logically. The teacher better understands that in writing, careful thinking logic is needed, the ability to compose simple logical writing also increases, but to be able to write scientifically that can be published, further training and assistance is needed.
Pemenuhan Hak Pekerja Rumah Tangga dalam Konsep Rumah Produksi pada Home Industry Kerupuk Tahu di Pasuruan M. Asif Nur Fauzi; Zuyyinatul Wardah Qismi; Siti Maizul Habibah
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 17 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/naker.v17i3.144

Abstract

Upaya pemerintah untuk mengembangkan industri sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kesempatan kerja telah menyebabkan pengurangan pengangguran.Perlu suatu alternatif yang efektif dan efisien agar industri tersebut tetap eksis dalam menjalankan usahanya. Salah satunya berupa rumah produksi yang merupakan alternatif dalam meningkatkan hasil produksi pada sector home industri. Sektor home industri mayoritas pekerjanya adalah pekerja rumahan yang didominasi oleh pekerja perempuan. Pekerja rumahan merupakan kategori pekerja yang membawa pekerjaan mereka untuk dikerjakan di rumah. Namun lemahnya payung hukum terkait pekerja rumahan yang tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, belum disusun secara detail sehingga membawa dampak pada pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik home industri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa konsep rumah produksi pada home industri kerupuk tahu di kabupaten pasuruan merupakan konsep yang dikembangkan sebagai langkah efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil produksi yang dilakukan di rumah pekerja masing-masing. Konsep tersebut ditunjang oleh fasilitas dan kecakapan yang diperoleh dari pelatihan yang diberikan agar pekerja menjadi lebih mandiri. Pemenuhan hak pekerja rumahan di home industri kerupuk tahu di kabupaten pasuruan, sebenarnya telah dipenuhi oleh pemilik industri dengan konsep rumah produksi. Pemenuhan upah diberikan sesuai dengan target pekerjaan serta perlindungan terhadap pekerja. Hak–hak lainnya berkaitan dengan fasilitas dan pengembangan kecakapan atau keahlian yang diberikan sesuai dengan bidang yang diinginkan. Namun dalam upaya pemenuhan seluruh hak pekerja rumahan, masih belum memenuhi standar ideal karena pemberian hak tersebut disesuaikan dengan kemampuan home industri masing-masing. Kendala yang terjadi dalam pemenuhan hak pekerja rumahan di rumah produksi home industri kerupuk tahu diantaranya industri tersebut belum terdaftar di UMKM Pasuruan, ukuran home industri, dan kesepakatan serta perekrutannya lebih pada empowering atau pemberdayaan masyarakat.
PERAN KOMUNITAS PENCINTA PANCASILA MEMBENTUK MAHASISWA DENGAN KESADARAN MULTIKULTURAL DI ERA MERDEKA BELAJAR Siti Maizul Habibah; Risma Nur Berlianti; Lutfy Mahendra; Naila Risdayana Rahnawati
Jurnal Pertahanan & Bela Negara Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v12i3.1771

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis peran Komunitas Pencinta Pancasila Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam membangun kesadaran Multikultural Mahasiswa sebagai agen of change di era Merdeka Belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kuosioner dalam bentuk Google Form yang disebarkan Anggota Komunitas Pencinta Pancasila. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa kontribusi Komunitas Pencinta Pancasila dalam mempengaruhi mahasiswa Unesa untuk menerapkan kesadaran Multikultural di Era Merdeka Belajar cukup besar walaupun hanya melalui virtual dan pertemuan daring. Artinya, semakin sering Komunitas Pencinta Pancasila melakukan diskusi dan kegiatannya maka semakin besar pula tingkat kesadaran multikultural dari mahasiswa Unesa terbentuk.
Freedom Of Speech and Human Rights: What Can Civic Education Do? Fatimatuz Zahrah; Siti Maizul Habibah
Jurnal HAM Vol 13, No 3 (2022): Edisi Desember
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.544 KB) | DOI: 10.30641/ham.2022.13.495-508

Abstract

Pancasila and Citizenship Education can be considered as a way to improve citizens’ opinions. This research is a critical literature review of 40 articles from 2017 to 2022 and focuses on research progress on freedom of expression. The formulation and findings of this study indicated that the practice of freedom of expression in Indonesia has been regulated by law, but in some aspects, it is subject to restrictions. People are often act uncontrollably and abuse their freedom of speech. The impact of the existence of freedom of expression is that people can express themselves but must remain in the corridor of respecting the rights of others and actively participate in providing constructive suggestions for the state. Thus, this study concludes that freedom of expression must be balanced with good delivery procedures, citizenship and civility in expressing opinions is a cultural challenge that must be resolved to build healthy freedom of speech. Citizens’ civility for opinion and expression is recommended as one of the crucial issues that should be discussed and developed in Pancasila and Citizenship Education and as well as for inclusive education program.
Partisipasi Politik Masyarakat Dolly Pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 El Tsania Dana Anggraini; Siti Maizul Habibah
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p76-82

Abstract

Patisipasi suatu wilayah sangatlah penting, terutama bagi wilayah yang menyebut dirinya sebagai wilayah yang demokrasi. Pada tanggal 27 juni 2018 Indonesia secara serentak melaksanakan kegiatan demokrasi berupa pilkada (pemilihan kepala daerah) di tiap-tiap daerah. Pemilihan cagub di wilayah Jatim terdiri dari 2 kandidat.  Oleh karena itu, kami ingin mengetahui bagaimna hubungan pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat Dolly pada pilkada Cagub Jatim 2018, yang notabenya masyarakat Dolly kurang akan pendidikan terutama pada pengetahuan politik. Tujuan dalam penelitian ini untuk Menjelaskan pengaruh Hubungan pengetahuan politik terhadap Partisipasi politik bersamasama  Masyarakat  Dolly Surabaya pada  Pilkada Cagub  2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Banyak faktor yang mempengaruhi partisipasi politik, namun pada penelitian ini hanya terfokus pada pengaruh pengetahuan politik dan pengaruh aktor politik sebagai variabel independen yang mempengaruhi partisipasi politik. Hasil penelitian yang didapatkan  pengetahuan politik masyarakat dolly tidak berpengaruh terhadap partisipasi politik pada pilkada cagub Jawa Timur 2018, hal ini karena beberapa aspek yang menyebabkan, salah satunya maraknya kasus-kasus korupsi yang terjadi, sehingga melunturkan kepercayaan masyarakat pada aktor politik.
Co-Authors - Sapriya Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ali Imron Alifia Widianti Amirotu Dinia Anggaraini, Rita Angraini, Rita ANNA NOORDIA Ascosenda Ika Rizqi Ayudya Nova Puspaningtyas Bahagia, Ratu Fajar Diva Malika Bambang Yulianto Binar Kurnia Prahani Budi Santosa Budi Santosa Budiarto, Mochamad Kamil Carreca, Irhamna Nirbhaya Chusnul Fitria wati Chusnul Fitriawati Dadang Sundawa, Dadang Dewati Yuni Ratnasari El Tsania Dana Anggraini Eni Kurniawati Fatimatuz Zahrah Fatmawati , Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, M. Asif Nur Gading Gamaputra Gomez, Abigail Greaccela Alda Rahma Dany Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto HASAN SUBEKTI I Made Suwanda Ihsan Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Irawati, Nanik Irhasy, Muhammad Istianah, Anif Khansa Ananda Dewi Wahyudi Kusmanto, Hari Listyaningsih Listyaningsih Lusi, Nuraini Lutfy Mahendra M. Asif Nur Fauzi M. Asif Nur Fauzi M. Turhan Yani Makassar, Najla Masyitoh, Iim Siti MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Moejiono, Rizky MUHAMMAD ABDUL GHOFUR Muhammad Turhan Yani Muzakki, Ilyyin Zabbar Naila Risdayana Rahnawati Nugraha, Naufal Aditya Nurin Mahfudah Nuruddin Nuruddin Nurwijayanti Oksiana Jatiningsih Pratama, I Putu Ananda Widia Qudsya, Amalia Laila R.R. Nanik Setyowati Rahma, Hanum Lauditta Rahmanu Wijaya Rahmat Rahmat Ramadhan, Risqi Eka RIKA KARTIKA Riska Hilshcer Risma Nur Berlianti Rr Nanik Setyowati Rumiati, Sri Salsabila Maharani Salsabila, Khoirun Nisa Salsabilah, Aawali Sari, Beti Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Setyawati, Raden Roro Nanik Setyowati, R.R. Nanik Sukardani, Puspita Sari Susan Fitriasari Tinambunan, Hezron Sabar Rotua Tis'a Nur Sya’bani Totok Suyanto Udin Kurniawan Aziz Umma, Nala Rohmatul Usmi, Rianda Warsono Warsono Warsono Warsono Wijaya, Rahmanu Yuni Ayu Chistanti Zuyyinatul Wardah Qismi