Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Dalam Pendidikan Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kota Surabaya Nurin Mahfudah; Siti Maizul Habibah
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n2.p91-96

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga dalam memberikan pendidikan anti kekerasan dalam rumah tangga pada ibu Di Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Kekerasan merupakan suatu tindakan yang mengakibatkan jatuhnya beberapa korban jiwa. Peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga ialah untuk memberikan pendidikan anti kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan dengan cara memberikan pembinaan yang tepat kepada ibu-ibu di Kecamatan Benowo.Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara dan penyebaran angket. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang terbilang baik pada pelaksanaan pendidikan anti kekerasan dalam rumah tangga pada ibu oleh peran pemberdayaan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Benowo Kota Surabaya yang dibuktikan dengan perolehan skor rata-rata 93,75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga memiliki peranan yang cukup besar terhadap pemberian wawasan pada ibu dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga di Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.
Telaah Impresi Budaya Patriarki Terhadap Nilai Keadilan Sosial Ibu Rumah Tangga Milenial Pada Era Pencapaian SDGs 2030 Di Kabupaten Tuban Alifia Widianti; Yuni Ayu Chistanti; Ayudya Nova Puspaningtyas; Siti Maizul Habibah
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v8n1.p40-46

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia dengan pertumbuhan sumber daya manusia yang relatif tinggi dari negara berkembang lain. Namun ternyata tidak seluruh masyarakat Indonesia dapat terbuka dengan perkembangan kontemplasi yang semakin pesat justru budaya patriarki masih berkembang dalam tatanan masyarakat Indonesia hingga kini. Hal tersebut dapat memicu ketidak adilan gender pada perempuan yang membelenggu kemajuan pemikiran dan kebebasan di era yang telah mengalami kemajuan ini. Terrlebih PBB (Perserikatang Bangsa-Bangsa) sendiri telah mencetuskan beberapa program salah satunya SDGs (Sustainable Development Goals). Sedangkan di Indonesia sendiri  masih belum bisa mengendalikan pemikiran adanya keberpihakan kepada laki-laki bahkan dalam lingkup rumah tangga. Salah satu permasalahan yang timbul adalah mengenai bagaimana pembagian peran seorang suami dan seorang istri dalam suatu rumah tangga. Dengan demikian perlu rasanya dipahami lagi bagaimana peran ibu rumah tangga milenial dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial. Selain itu perlu ditelaah bagaimana impresi ibu rumah tangga milenial dalam memperjuangkan keadilan ditengah budaya patriarki yang masih memerangi perempuan Indonesia.
Actualizing The Nationalism Attitude of Millennial Generation Towards Pancasila and Citizenship Education in The Digital Era Salsabila Maharani; Siti Maizul Habibah; Riska Hilshcer
Jurnal Civicus Vol 23, No 1 (2023): JURNAL CIVICUS, JUNE 2023
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v23i1.57217

Abstract

This study aims to identify the causes of the decline in nationalism in the millennial generation and find effective ways to awaken and maintain this nationalism through Pancasila and civic education, as well as the role of education, family and government. The research method used is literature study using sources such as books, journals, and internet media articles. The results of this study reveal that the decline in nationalism in the millennial generation is caused by two factors, namely internal factors and external factors. Internal factors include feelings of disappointment, for example towards the government's performance in managing various legal processes. External factors related to the influence of globalization and modernization. To grow and maintain an attitude of nationalism in the millennial generation, this can be done through the use of technology as a means of conveying information, providing an understanding of the importance of nationalism through Pancasila and citizenship education, and preserving regional culture.
Pengakuan Hak Masyarakat Adat Mentawai Sebagai Penegakan Asas Kemanusiaan Warga Negara Indonesia Siti Maizul Habibah
Masyarakat Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v47i2.1100

Abstract

The problem of indigenous peoples' rights continues to grow as well as the issue of the rights of the Mentawai indigenous peoples for that it is necessary to take some considerations into deciding policies. This study uses a literature study and the results show that there are still many problems related to the rights of indigenous peoples, especially regarding the recognition of the rights of the Mentawai indigenous peoples. Several considerations need to be used as a reference in making policies, one of which is related to humanity because indigenous peoples are part of Indonesian citizens.
Implementasi Pemenuhan HAM Sebagai Upaya Penguatan Positive Peace di Indonesia Siti Maizul Habibah
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.20127

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat maupun budaya. Keanekaragaman ini menumbuhkan nilai-nilai keberagaman yang ada dimasyarakat dimana mereka mempunyai kewajiban dalam menghargai nilai-nilai keberagaman tersebut. Hidup bermasyarakat tidak mungkin terhidar dari konflik. Baik konflik intrapersonal, interpersonal. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan salah satu cara diantaranya dengan cara ang lebih bermartabat yaitu menumbuhkan kesadaran pada warganegara akan pentingnya hidup berdampingan yang bisa kita lakukan melalui pendidikan perdamaian. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya pendidikan perdamaian kepada seluruh bangsa Indonesia baik melalui tingkatan pendidikan maupun pendidikan dan pelatihan diluar pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data secara literatur review yang menghasilkan gagasan tentang upaya penguatan Positive Peace yang sering kali terabaikan. Pertama, perlu dilakukan upaya pencegahan dini konflik sosial. Kedua, pemetaan konflik dapat membantu menggambarkan konflik secara grafis yang berguna untuk melihat secara keseluruhan aktor-aktor konflik dan hubungan-hubungannya. Ketiga, perlu dirumuskan sistem pengawasan secara terus menerus terhadap wilayah-wilayah dan masyarakatnya, yang rawan terjadi konflik.
KEGIATAN PENYULUHAN UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENELITI DALAM MEMBANGUN LANDASAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIV SISWA SMA ULUL ALBAB M. Asif Nur Fauzi; Siti Maizul Habibah; Hasan Subekti; Nuruddin Nuruddin
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 02 (2023): SWADIMAS EDISI JULI 2023
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol1no02.367

Abstract

The ability to research, think critically, and be creative are crucial competencies that need to be developed in senior high school students to prepare them to face future challenges. This activity aims to train and develop research skills in forming a foundation for critical and creative thinking for Ulul Albab High School students. The activity was carried out using a lectures and presentations approach and involved the participation of Ulul Albab High School students as the object of the activity. The result of the activity show that the approach to developing research abilities plays an important role in forming the basis for critical thinking and creativity for Ulul Albab Senior High School students. During the activity, the students are invited to think critically in analyzing data and developing arguments supported by relevant evidence. In addition, the development of research skills also encourages students to think creatively. Through research, students challenged to find new solutions, identify different perspectives, and generate innovative ideas. They are confirmed to explore different approaches and methods in their researchs, thus allowing fresh and out-of-the-box ideas to emerge.Kemampuan meneliti, berpikir kritis, dan kreatif merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa SMA dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan meneliti dalam membentuk landasan berpikir kritis dan kreatif bagi siswa SMA Ulul Albab. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan penyuluhan (ceramah dan presentasi) dan melibatkan partisipasi siswa SMA Ulul Albab sebagai objek kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pengembangan kemampuan meneliti berperan penting dalam membentuk landasan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA Ulul Albab. Selama kegiatan, mereka diajak untuk berpikir secara kritis dalam menganalisis data dan mengembangkan argumen yang didukung oleh bukti-bukti yang relevan. Selain itu, pengembangan kemampuan meneliti juga mendorong siswa untuk berpikir secara kreatif. Melalui penelitian, siswa ditantang untuk mencari solusi baru, mengidentifikasi perspektif yang berbeda, dan menghasilkan ide-ide inovatif. Mereka diberikan kebebasan untuk menjelajahi berbagai pendekatan dan metode dalam penelitian mereka, sehingga memungkinkan munculnya ide-ide yang segar dan out-of-the-box.
Surabaya Youth's Multicultural Attitude towards Global Citizenship (Phenomenological Study in High School Culture Junior) Habibah, Siti Maizul; Sapriya, Sapriya; Sundawa, Dadang; Fitriasari, Susan
The Journal of Society and Media Vol. 8 No. 1 (2024): Perspective on Digital Transformation in Public Service
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v8n1.p186-201

Abstract

The multicultural attitude of Surabaya youth plays an essential role in realizing inclusive and sustainable global citizenship. In an era of increasingly connected globalization, Surabaya youth are faced with complex and interrelated challenges that require understanding, tolerance, and respect for cultural diversity. Factors such as education, personal experience, social environment, and the media have a crucial role in shaping the multicultural attitudes of Surabaya youth. The multicultural attitude of Surabaya youth contributes to realizing global citizenship through participation in cross-cultural activities, understanding global issues, and efforts to build harmonious relations between nations. Surabaya youth broaden their understanding of cultural diversity by engaging in cross-cultural activities and promoting positive intercultural dialogue. Understanding global issues enables them to play an active role in solving global challenges and fighting for sustainable solutions. Through harmonious international relations, the youth of Surabaya have a positive impact on building a more just, inclusive, and equitable world
Implementation Of Pancasila Education In Raise The Soul Of Nationalism In The Millennial Generation In The Era Of Digitalization Habibah, Siti Maizul; Pratama, I Putu Ananda Widia; Lusi, Nuraini
Jurnal Civicus Vol 24, No 1 (2024): JURNAL CIVICUS, JUNE 2024 (In Press)
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v24i1.63538

Abstract

Pancasila education in tertiary institutions is necessary considering students are the next generations who carry out the mandate to continue the nation's struggle in the future. As the next generation, students carry out the life of the nation in the midway of the existence of various ideologies in the world which can undermine the existence of Pancasila values. In this era of globalization with advances in information technology that can no longer be prevented , students can quickly get any information. Pancasila reflects the characters of the nations seen from the position of Pancasila in Indonesia as a guideline, purpose, and outlook on life. In addition, Pancasila can be a benchmark for good and bad, especially for the millennials generations. The millennials generations cand to want something that is instant. The impact of this is to make individuals not indifferent to others and consider themselves compared to their surroundings so that these individuals rarely socialize and prefer to depend on technology, especially in urban areas. The implementation _ of this research is to find out how the applications of Pancasila education in arousing a spirit of nationalism in the millennials generation in the digitalization era and to find out how the implementation of Pancasila education in arousing soulism in the millennials generation in the digitalization era. The benefits of conducting this research is expected to provide benefits to the community, as well as private parties who carry out related research
Legal Protection for Children and Women against Violence in the Perspective of Pancasila Khansa Ananda Dewi Wahyudi; Habibah, Siti Maizul
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v6i2.25219

Abstract

There's been a lot of violence against children and women lately. Starting from physical or verbal violence, resulting in many victims falling, some were injured, experienced severe trauma, and some died. The purpose of making this article is to find out what factors lead to violence against children and women, and the impact of this violence and solutions for handling this violence based on the perspective of Pancasila. Pancasila has 5 precepts, and each precept contains values that can be applied to everyday life. Violence against children is a violation of the second precept because the precepts are based on justice and accompanied by proper and polite manners in accordance with the norms in Islamic law, while violence against children and women is a violation of the second Pancasila precept because, a child and women should get compassion and justice instead of suffering and violence.
NILAI MORAL PANCASILA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DI ERA GLOBALISASI Salsabila, Khoirun Nisa; Habibah, Siti Maizul
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v5i1.7278

Abstract

Pancasila merupakan filsafat bangsa dan negara republik Indonesia yang  mengandung arti sebuah kehidupan bangsa, negara, dan masyarakat pada dasarnya  memiliki nilai-nilai di dalamnya terkandung tujuan. Pada era globalisasi ini, bagaiaman  anak-anak sampai orang dewasa bisa menumbuhkan nilai moral pancasila di kehidupan  era globalisasi ini dan sudahkah tujuannya bermedai sosial untuk hal yang positif bagi diri  sendiri maupun berbangsa. Pada zaman ini pastinya negara lebih maju dari zaman  sebelumnya yang salah satunya teknologi yang berkembang pesat di era globalisasi  termasuk medai sosial saat ini, karena sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat,  dengan adanya media sosial sekarang apakah kita sudah dengan bijak menggunakannya?  Contohnya tidak menyebar luaskan berita hoax, bullying, menyebar ucapan kebencian,  mengunggah foto maupun video yang tidak bermanfaat. Karena saat ini banyak sekali  pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab pada saat melakukan hal yang tidak  senonoh atau hal yang tidak bermanfaat, yang tujuannya pun tidak jelas atau hanya ingin  menyebar kebencian dan hujatan kepada orang lain.
Co-Authors - Sapriya Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahyan Mujahidittauhid Ali Imron Alifia Widianti Amirotu Dinia Anggaraini, Rita Angraini, Rita ANNA NOORDIA Ascosenda Ika Rizqi Ayudya Nova Puspaningtyas Bahagia, Ratu Fajar Diva Malika Bambang Yulianto Binar Kurnia Prahani Budi Santosa Budi Santosa Budiarto, Mochamad Kamil Carreca, Irhamna Nirbhaya Chusnul Fitria wati Chusnul Fitriawati Dadang Sundawa, Dadang Dewati Yuni Ratnasari El Tsania Dana Anggraini Eni Kurniawati Fatimatuz Zahrah Fatmawati , Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, M. Asif Nur Gading Gamaputra Gomez, Abigail Greaccela Alda Rahma Dany Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto HASAN SUBEKTI I Made Suwanda Ihsan Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Irawati, Nanik Irhasy, Muhammad Istianah, Anif Khansa Ananda Dewi Wahyudi Kusmanto, Hari Listyaningsih Listyaningsih Lusi, Nuraini Lutfy Mahendra M. Asif Nur Fauzi M. Asif Nur Fauzi M. Turhan Yani Makassar, Najla Masyitoh, Iim Siti MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Moejiono, Rizky Mohamad Razali , Marshelayanti MUHAMMAD ABDUL GHOFUR Muhammad Turhan Yani Muzakki, Ilyyin Zabbar Naila Risdayana Rahnawati Nugraha, Naufal Aditya Nurin Mahfudah Nuruddin Nuruddin Nurwijayanti Oksiana Jatiningsih Pratama, I Putu Ananda Widia Qudsya, Amalia Laila R.R. Nanik Setyowati Rahayu, Eka Septalia Rahma, Hanum Lauditta Rahmanu Wijaya Rahmat Rahmat Ramadhan, Risqi Eka RIKA KARTIKA Riska Hilshcer Risma Nur Berlianti Roose Meery Rr Nanik Setyowati Rumiati, Sri Salsabila Maharani Salsabila, Khoirun Nisa Salsabilah, Aawali Sari, Beti Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Setyawati, Raden Roro Nanik Setyowati, R.R. Nanik Sigit Tri Atmaja Priya Hutama Sukardani, Puspita Sari Susan Fitriasari Tinambunan, Hezron Sabar Rotua Tis'a Nur Sya’bani Totok Suyanto Udin Kurniawan Aziz Umma, Nala Rohmatul Usmi, Rianda Vivi Ita Irmawati Warsono Warsono Warsono Warsono Wijaya, Rahmanu Yuni Ayu Chistanti Zuyyinatul Wardah Qismi