Claim Missing Document
Check
Articles

THE ROLE OF PANCASILA IN FIGHTING RADICALISM AND SEPARATISM Nugraha, Naufal Aditya; Habibah, Siti Maizul
JURNAL SETIA PANCASILA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Setia Pancasila, Februari 2023
Publisher : PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jsp.v3i2.347

Abstract

The phenomenon of the development of radicalism and separatism in society or understanding or ideology shows the potential for the disintegration of Pancasila. Pancasila as the source of values and the basis of the state cannot fully carry out its role in overcoming the problem of radicalism and separatism that is widespread among the people. Internal and external factors play an important role in the emergence of radicalism and separatism which leads to terrorism and the division of society. It is important to find the right way to qualify the criteria and values of Pancasila. The research method uses critical research methods and social phenomenology. The sources of information used in this study come from news, scientific journals and research from several related experts.The results showed that the efforts of the Pancasila method to overcome the problem of radicalism and separatism in Indonesia are very important and necessary for the state and society. Pancasila must be a value system and state system that must be strengthened through the establishment of standard criteria and value propositions that can be recognized at all levels of society.
PANCASILA ANALYSIS OF SOCIAL JUSTICE AND HUMAN RIGHTS: JESSICA WONGSO'S CASE STUDY Bahagia, Ratu Fajar Diva Malika; Habibah, Siti Maizul
JURNAL SETIA PANCASILA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Setia Pancasila, Februari 2024
Publisher : PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jsp.v4i2.496

Abstract

Pancasila is the legal basis for all legal and constitutional resources in the country of Indonesia. All behavior in nationality will be governed in pancasila, especially in legal and political spheres. At present, a Indonesia tela has become an easy target for law-enforcement politicians. The law is blunt up and blunt down, can we see in the case of Jessica Wongso’s cyanide coffee. The case has been going on since 2016 - now, the final decision of the panel of judges remains a raging debate throughout Indonesia. The pancasila implementation in the case of Jessica Wongso’s is very correct with the item of 5, which is social justice for all people of Indonesia. Mirna's death was thought to have been caused by a cyanide contaminated coffee intake. Before the police put a suspect in the murder case, mass media, especially online media, together accused Jessica Wongso, as many of mirna's friends in gulping down the coffee, as the person responsible for mirna's death. In their news, without much verification and with great haste from the phase of inquiry, inquiry, to trial, some online media have judged Jessica’s, also called the trial by the press. Especially in Jessica's case, with the hope that in the future there will be no further negative effects from the giver.
Peranan Ormas dan Civitas Akademika dalam Menjaga Entitas Kebudayaan Masyarakat Pasuruan Kartika, Rika; Habibah, Siti Maizul; Rizqi, Ascosenda Ika
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 6, No 1 (2023): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v6i1.133

Abstract

Kearifan lokal yang menjadi character building sejak beberapa puluh tahun lalu seaakan hilang, guna menjaga karakter tersebut diperlukan suatu kapasitas organisasi masyarakat yang dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dan jembatan antara masyarakat dengan masyarakat, Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan studi etnografi. Perayaan praonan dan haul kyai menjadi daya tarik tersendiri dalam menjaga tradisi entitas kewilayahan yang menjadi sebuah kebanggaan. Peran Organisasi Masyarakat sudah berjalan baik dan nyaris tanpa ada kepentingan konflik terutama berkaitan dengan agama dan budaya, namun peran civitas akademika tetap di butuhkan untuk mendukung citra suatu wilayah di tinjau dari segi kebudayaan.
Pendampingan Kurikulum Merdeka Belajar : Meningkatkan Peran Guru Dalam Menciptakan Profil Pelajar Pancasila di SMPN 23 Surabaya Habibah, Siti Maizul; Irawati, Nanik; Fauzi, M. Asif Nur
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 6, No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v6i2.139

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai bagi pelajar. Salah satu nilai fundamental yang penting untuk ditanamkan adalah nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar ideologi negara Indonesia. Dalam upaya meningkatkan profil pelajar Pancasila di SMPN 23, pendampingan kurikulum Merdeka Belajar menjadi langkah yang relevan dan efektif. Pendampingan kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila pada pelajar SMPN 23. Kurikulum Merdeka Belajar merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi, peningkatan keterampilan, dan pengembangan karakter pelajar. Melalui pendampingan ini, pelajar akan terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang memungkinkan mereka untuk memahami esensi dan makna dari masing-masing nilai Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pelajar juga akan diajak untuk mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan kehidupan sehari-hari dan mengaplikasikannya dalam interaksi sosial, keputusan, dan tindakan mereka. Pendampingan kurikulum Merdeka Belajar di SMPN 23 menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter Pancasila pelajar. Melalui pendekatan yang holistik dan interaktif, pendampingan ini akan mendorong pembentukan generasi muda yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, adil, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Moderasi Beragama dalam Upaya Internalisasi Nilai Toleransi pada Generasi Z Habibah, Siti Maizul; Setyowati, R.R. Nanik; Fatmawati , Fatmawati
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 2 No. 1 (2022): VOLUME 2 ISSUE 1, APRIL 2022
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v2i1.70

Abstract

Indonesia dalam perkembangannya sebagai bangsa, semua keunikan yang melekat dalam bangsa Indonesia yang multikultural mendapatkan payung ideologis dan filosofisnya dari Pancasila. Generasi Z sebagai warga negara yang memiliki posisi strategis, karena kapasitas intelektualnya. Untuk itu, sudah saatnya upaya membangun nilai-nilai moral generasi muda dalam bentuk membangun sikap toleran, menghormati keberagaman, mengembangkan rasa hormat terhadap kelompok sosial lainnya, dan membentuk pengakuan terhadap keberagaman kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan internalisasi toleransi beragama generasi Z Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan teknik analisis data adalah presentasi data, pengurangan data dan gambar kesimpulan. Hasilnya menunjukkan internalisasi toleransi beragama di lingkungan sekitarnya, yang dibuktikan dengan dibangunnya pengetahuan terkait toleransi yang baik dan penerapan kesadaran toleransi di lingkungan masing-masing.
Aktualisasi Praktik Netizenship Mahasiswa Dalam Good Digital Citizenship Indonesia Fatmawati, Fatmawati; Habibah, Siti Maizul
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 3 No. 1 (2023): VOLUME 3 ISSUE 1, APRIL 2023
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v3i1.120

Abstract

Indonesia di tengah perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi masyarakat Indonesia dipaksa untuk memiliki keterampilan dalam penggunaan teknologi terkini, tak terkecuali para generasi milenial para mahasiswa. Mahasiswa sebagai individu yang melek akan perkembangan teknologi akhirnya ikut serta dalam perkembangan bermedia sosial namun ditengah maraknya perkembangan teknologi dan sosial media justru memunculkan polemik baru dengan tingginya penyebaran hoaks, pengaruh hate speech, dan penguatan hate content yang justru menimbulkan perpecahan antar masyarakat Indonesia sehingga dalam penelitian yang berfokus pada praktik netizenship atau praktik bersosial media khususnya Instagram diperlukan tiga pengamalan pengetahuan dan keterampilan tentang digital citizenship yang menitikberatkan pada (1) etika dalam bersosial media, (2) keterampilan dalam mengartikan dan memahami konten sesuai dengan kredibilitas konten, (3) kemampuan berpikir kritis terkait peluang dan tantangan dalam dunia digital. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Teori Perilaku Sosial Skinner dan konsep digital citizenship dengan metode penelitian kualitatif studi kasus pada 4 informan penelitian. Adapun hasil dalam penelitian ini yakni dari tiga pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan penelitian, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya mengamalkan tiga keterampilan tersebut sehingga pelaksanaan netizenship dalam media sosial Instagram mewujudkan pada pelaksanaan good digital citizenship Indonesia.
Developing the value clarification technique of law (VCTL) model to strengthen digital citizenship in high school learning Angraini, Rita; Sapriya, Sapriya; Rahmat, Rahmat; Masyitoh, Iim Siti; Habibah, Siti Maizul; Isnarmi, Isnarmi; Kurniawati, Eni
International Journal of Education and Learning Vol 6, No 3 (2024): December
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering(ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijele.v6i3.2075

Abstract

This study aims to analyze and develop the Value Clarification Technique of Law (VCTL) learning model to strengthen high school students’ understanding of digital rights and responsibilities in Padang City. While students have the freedom to access internet technology, they are also expected to use it responsibly and respect the rights of others in digital spaces. The development of the VCTL model was motivated by the growing concern over students’ unwise behavior in using the internet, highlighting the need for an educational approach that fosters ethical awareness and value-based decision-making. This research adopts a Research and Development (RD) methodology using the ADDIE model, which includes the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The final product is a model book designed to assist teachers in implementing the VCTL approach in high school classrooms. The findings indicate that the VCTL model effectively enhances students’ digital responsibility by engaging them in structured value clarification processes anchored in legal and ethical considerations. The model encourages students to critically choose, clarify, and act upon values related to digital citizenship.
Komunitas Belajar Pancasila Berbasis Karang Taruna Untuk Revitalisasi Citra “Pesu” Sebagai Desa Pancasila Sarmini; Gamaputra, Gading; Noordia, Anna; Habibah, Siti Maizul; Tinambunan, Hezron Sabar Rotua; Budiarto, Mochamad Kamil; Kusmanto, Hari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/m5bs2b36

Abstract

Revitalisasi nilai-nilai Pancasila di tingkat komunitas menjadi isu krusial di tengah gejala melemahnya partisipasi sosial generasi muda. Desa Pesu, yang pernah menyandang predikat Kampung Pancasila, mengalami tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai ideologis dalam kehidupan sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kembali internalisasi Pancasila melalui pengembangan komunitas belajar berbasis Karang Taruna. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-reflektif dengan kegiatan utama berupa seminar kebhinekaan, pelatihan kepemimpinan, dan pembentukan komunitas belajar Pancasila di setiap dusun. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman nilai Pancasila, munculnya ruang-ruang diskusi interaktif, serta aktivitas konkret yang merefleksikan gotong royong dan toleransi antarwarga. Komunitas belajar juga memanfaatkan media digital untuk mendiseminasikan nilai Pancasila secara kontekstual. Program ini mendorong kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan dalam membangun tata kelola desa yang berkeadilan dan partisipatif. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ideologis secara organik dan berkelanjutan. Temuan ini penting sebagai model replikasi bagi desa lain yang menghadapi krisis identitas kebangsaan di era disrupsi nilai.
Efforts to prevent inter-religious intolerance in Indonesia through the wise use of social media Habibah, Siti Maizul; Ihsan; Rumiati, Sri; Gomez, Abigail
Digital Theory, Culture & Society Vol. 3 No. 1 (2025): July
Publisher : C-DISC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61126/dtcs.v3i1.100

Abstract

The term interfaith harmony is synonymous with the term tolerance. Harmony is a term filled with the meaning of good and peace. The point is to live together in society with one heart and agree not to create disputes and fights. Living in harmony is everyone's dream. Differences on the one hand can be a strength if managed properly and professionally. However, if not, differences in worldviews between multicultural countries will become a factor in national disintegration and prolonged conflict. This article aims to find out the strategy for building religious harmony in Indonesia. The method used in this research is library research, namely tracing books and findings from interfaith harmony studies. The results of this study explain that there are 6 strategies that can be carried out in building harmony between religious communities, namely internalizing tolerance, maintaining kinship (ukhuwah), mutual respect and appreciation, mutual trust and avoiding prejudice, clarifying and confirming the information obtained and acting fairly.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU BAGI PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KEDIRI Harmanto, Harmanto; Yulianto, Bambang; Prahani, Binar Kurnia; Ghofur, Muhammad Abdul; Sukardani, Puspita Sari; Habibah, Siti Maizul; Carreca, Irhamna Nirbhaya
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2025): SWADIMAS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no2.913

Abstract

Recognition of Prior Learning (RPL) is an approach that enables individuals to gain formal acknowledgement of competencies acquired through non-formal education. For higher education institutions, particularly private universities, effective RPL management can broaden access to education for a broader population. However, limited understanding and resources often hinder the optimal implementation of RPL in private institutions. This community service activity aims to enhance the RPL management capacity of private universities in Kediri through comprehensive training and mentoring. Survey results indicate that private university managers require further training in technical, managerial, and promotional aspects of RPL. Additionally, there is a need to integrate nationalistic values into the RPL program to strengthen students' character. Through a holistic approach, this activity provides recommendations for additional training in assessment methods, RPL promotion, and policy implementation based on Key Performance Indicators (KPIs). The outcomes of this activity are expected to support private universities in improving the quality of RPL services, contributing to more inclusive and high-quality access to higher education.Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan pendekatan yang memungkinkan individu memperoleh pengakuan formal atas kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan nonformal. Bagi perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, pengelolaan RPL yang efektif dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat luas. Namun, keterbatasan pemahaman dan sumber daya seringkali menghambat implementasi RPL yang optimal di perguruan tinggi swasta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan RPL perguruan tinggi swasta di Kediri melalui pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Hasil survei menunjukkan bahwa pengelola perguruan tinggi swasta memerlukan pelatihan lanjutan dalam aspek teknis, manajerial, dan promosi RPL. Selain itu, perlu diintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam program RPL untuk memperkuat karakter mahasiswa. Melalui pendekatan holistik, kegiatan ini memberikan rekomendasi pelatihan tambahan dalam metode penilaian, promosi RPL, dan implementasi kebijakan berbasis Indikator Kinerja Utama (KPI). Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas layanan RPL, yang berkontribusi pada akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkualitas.
Co-Authors - Sapriya Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahyan Mujahidittauhid Ali Imron Alifia Widianti Amirotu Dinia Anggaraini, Rita Angraini, Rita ANNA NOORDIA Ascosenda Ika Rizqi Ayudya Nova Puspaningtyas Bahagia, Ratu Fajar Diva Malika Bambang Yulianto Binar Kurnia Prahani Budi Santosa Budi Santosa Budiarto, Mochamad Kamil Carreca, Irhamna Nirbhaya Chusnul Fitria wati Chusnul Fitriawati Dadang Sundawa, Dadang Dewati Yuni Ratnasari El Tsania Dana Anggraini Eni Kurniawati Fatimatuz Zahrah Fatmawati , Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzi, M. Asif Nur Gading Gamaputra Gomez, Abigail Greaccela Alda Rahma Dany Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto HASAN SUBEKTI I Made Suwanda Ihsan Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Irawati, Nanik Irhasy, Muhammad Istianah, Anif Khansa Ananda Dewi Wahyudi Kusmanto, Hari Listyaningsih Listyaningsih Lusi, Nuraini Lutfy Mahendra M. Asif Nur Fauzi M. Asif Nur Fauzi M. Turhan Yani Makassar, Najla Masyitoh, Iim Siti MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Moejiono, Rizky Mohamad Razali , Marshelayanti MUHAMMAD ABDUL GHOFUR Muhammad Turhan Yani Muzakki, Ilyyin Zabbar Naila Risdayana Rahnawati Nugraha, Naufal Aditya Nurin Mahfudah Nuruddin Nuruddin Nurwijayanti Oksiana Jatiningsih Pratama, I Putu Ananda Widia Qudsya, Amalia Laila R.R. Nanik Setyowati Rahayu, Eka Septalia Rahma, Hanum Lauditta Rahmanu Wijaya Rahmat Rahmat Ramadhan, Risqi Eka RIKA KARTIKA Riska Hilshcer Risma Nur Berlianti Roose Meery Rr Nanik Setyowati Rumiati, Sri Salsabila Maharani Salsabila, Khoirun Nisa Salsabilah, Aawali Sari, Beti Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Setyawati, Raden Roro Nanik Setyowati, R.R. Nanik Sigit Tri Atmaja Priya Hutama Sukardani, Puspita Sari Susan Fitriasari Tinambunan, Hezron Sabar Rotua Tis'a Nur Sya’bani Totok Suyanto Udin Kurniawan Aziz Umma, Nala Rohmatul Usmi, Rianda Vivi Ita Irmawati Warsono Warsono Warsono Warsono Wijaya, Rahmanu Yuni Ayu Chistanti Zuyyinatul Wardah Qismi