p-Index From 2021 - 2026
11.36
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora INTEGRALISTIK Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Jurnal Civicus IQRO: Journal of Islamic Education Etika Demokrasi Jurnal Masyarakat Merdeka (JMM) Academy of Education Journal The Journal of Society and Media Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kalacakra CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Masyarakat Indonesia EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal Setia Pancasila Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Ketenagakerjaan Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Jurnal Perempuan & Anak Pancasila: Jurnal Keindonesiaan International journal of education and learning Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Journal of Civics and Moral Studies Kajian Moral dan Kewarganegaraan Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Pendidikan Terapan Indonesian Journal of Education and Development Research De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Jurnal Pembumian Pancasila : Mewujudkan TRISAKTI sebagai Pedoman Amanat Penderitaan Rakyat Jurnal Medika: Medika SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Jurnal Pancasila dan Bela Negara Digital Theory, Culture & Society Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia (BTI) Master Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal HAM
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kewarganegaraan Global sebagai Sarana Pencegahan Cyberbullying Para Remaja di Era Digital Hamzah, Anisa Qonita; Ivana, Faizah Nur; Arifin, Kenzanorra Aliyah; Habibah, Siti Maizul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11304

Abstract

Dinamika global dan kemajuan teknologi mengubah paradigma kewarganegaraan, menciptakan kebutuhan mendesak akan strategi pendidikan yang menjawab tantangan seperti perundungan siber di kalangan remaja. Pendidikan Kewarganegaraan Global (Global Citizenship Education/GCED) adalah konsep pendidikan inovatif yang menekankan keterkaitan individu dengan komunitas global, mempromosikan pemahaman antarbudaya, dan mengembangkan empati terhadap isu-isu global. Perundungan siber di kalangan remaja merupakan dampak negatif globalisasi digital, diperparah oleh rendahnya pemahaman etika dan hukum di dunia maya, yang menyebabkan gangguan psikologis dan sosial yang serius. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) merupakan alat pencegahan yang sangat efektif karena pada dasarnya bertujuan untuk membentuk warga global yang kritis, empatik, toleran, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini secara khusus memberdayakan literasi digital kritis dan keterampilan sosial-emosional remaja, melatih mereka untuk memahami konsekuensi moral dan etika dari tindakan daring. Dengan menanamkan nilai-nilai global yang sejalan dengan Profil Siswa Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) mendorong remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab, beradab, dan menciptakan lingkungan digital yang aman bagi semua warga.
Moderasi Beragama dalam Upaya Internalisasi Nilai Toleransi pada Generasi Z Siti Maizul Habibah; R.R. Nanik Setyowati; Fatmawati Fatmawati
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2022: VOLUME 2 ISSUE 1, APRIL 2022
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v2i1.70

Abstract

Indonesia dalam perkembangannya sebagai bangsa, semua keunikan yang melekat dalam bangsa Indonesia yang multikultural mendapatkan payung ideologis dan filosofisnya dari Pancasila. Generasi Z sebagai warga negara yang memiliki posisi strategis, karena kapasitas intelektualnya. Untuk itu, sudah saatnya upaya membangun nilai-nilai moral generasi muda dalam bentuk membangun sikap toleran, menghormati keberagaman, mengembangkan rasa hormat terhadap kelompok sosial lainnya, dan membentuk pengakuan terhadap keberagaman kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan internalisasi toleransi beragama generasi Z Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan teknik analisis data adalah presentasi data, pengurangan data dan gambar kesimpulan. Hasilnya menunjukkan internalisasi toleransi beragama di lingkungan sekitarnya, yang dibuktikan dengan dibangunnya pengetahuan terkait toleransi yang baik dan penerapan kesadaran toleransi di lingkungan masing-masing.
Aktualisasi Praktik Netizenship Mahasiswa Dalam Good Digital Citizenship Indonesia Fatmawati Fatmawati; Siti Maizul Habibah
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2023: VOLUME 3 ISSUE 1, APRIL 2023
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v3i1.120

Abstract

Indonesia di tengah perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi masyarakat Indonesia dipaksa untuk memiliki keterampilan dalam penggunaan teknologi terkini, tak terkecuali para generasi milenial para mahasiswa. Mahasiswa sebagai individu yang melek akan perkembangan teknologi akhirnya ikut serta dalam perkembangan bermedia sosial namun ditengah maraknya perkembangan teknologi dan sosial media justru memunculkan polemik baru dengan tingginya penyebaran hoaks, pengaruh hate speech, dan penguatan hate content yang justru menimbulkan perpecahan antar masyarakat Indonesia sehingga dalam penelitian yang berfokus pada praktik netizenship atau praktik bersosial media khususnya Instagram diperlukan tiga pengamalan pengetahuan dan keterampilan tentang digital citizenship yang menitikberatkan pada (1) etika dalam bersosial media, (2) keterampilan dalam mengartikan dan memahami konten sesuai dengan kredibilitas konten, (3) kemampuan berpikir kritis terkait peluang dan tantangan dalam dunia digital. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Teori Perilaku Sosial Skinner dan konsep digital citizenship dengan metode penelitian kualitatif studi kasus pada 4 informan penelitian. Adapun hasil dalam penelitian ini yakni dari tiga pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan penelitian, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya mengamalkan tiga keterampilan tersebut sehingga pelaksanaan netizenship dalam media sosial Instagram mewujudkan pada pelaksanaan good digital citizenship Indonesia.
PERAN PERATURAN MENTRI KOMUNIKASI DAN DIGITAL NOMOR 9 TAHUN 2026 DALAM MITIGASI ANCAMAN NIRMILITER DAN PENGUATAN KETAHANAN NASIONAL GENERASI MUDA Sigit Tri Atmaja Priya Hutama; Bukhari Muslim; Esti Perwitasari; Rr. Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10167

Abstract

The exponential digital transformation has catalyzed complex non-military threats, including illegal online gambling, disinformation, and cybercrime, which jeopardize social stability and national resilience, particularly among Indonesia’s youth. Despite the urgency of digital regulation as a mitigation tool, academic analysis regarding the role of Minister of Communication and Digital Regulation Number 9 of 2026 remains limited. This study aims to comprehensively analyze the substance, mechanisms, and implications of this regulation as an instrument for mitigating non-military threats and strengthening youth national resilience by integrating legal, defense, and digital governance perspectives. The research employs a qualitative descriptive approach using systematic library research. Data were gathered from primary and secondary sources published between 2021 and 2025, subsequently analyzed through qualitative content analysis and source triangulation. The findings indicate that effective digital regulation must be built upon three integrated pillars: an adaptive legal framework, comprehensive technical data governance standards, and responsive multi-stakeholder institutional mechanisms. Regulation No. 9 of 2026 demonstrates high strategic relevance through access restrictions on online gambling, user identity verification, and cross-agency law enforcement coordination. Furthermore, the integration of data protection and digital literacy contributes significantly to the national resilience of the younger generation. Theoretically, this research offers an integrative analytical framework connecting regulatory compliance theory with risk-based information governance. Practically, it provides evidence-based policy recommendations for stakeholders to design effective digital regulations that protect the youth and fortify Indonesia’s national resilience in the digital era. ABSTRAK Transformasi digital eksponensial memicu ancaman nirmiliter seperti judi online, disinformasi, dan kejahatan siber yang mengancam stabilitas sosial serta ketahanan nasional, khususnya bagi generasi muda. Meskipun krusial, kajian mengenai peran Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 dalam memperkuat ketahanan nasional masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif substansi, mekanisme, dan implikasi regulasi tersebut sebagai instrumen mitigasi ancaman nirmiliter melalui integrasi perspektif hukum, pertahanan, dan tata kelola digital. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka sistematis (systematic library research). Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder periode 2021–2025, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi digital yang efektif harus dibangun di atas tiga pilar: kerangka hukum adaptif, standar teknis tata kelola data, dan mekanisme multi-stakeholder. Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026 terbukti memiliki relevansi strategis tinggi melalui pembatasan akses judi online, verifikasi identitas, dan koordinasi penegakan hukum lintas instansi. Selain itu, integrasi perlindungan data serta literasi digital ditemukan berkontribusi signifikan terhadap penguatan ketahanan nasional generasi muda. Secara teoretis, penelitian ini menawarkan kerangka analisis integratif yang menghubungkan teori kepatuhan regulasi dengan tata kelola informasi berbasis risiko. Secara praktis, studi ini memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi pemangku kepentingan untuk melindungi generasi muda dan memperkokoh ketahanan nasional Indonesia di era digital.
Internalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Mewujudkan Sekolah Damai: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Giri Harto Wiratomo; Siti Maizul Habibah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4283

Abstract

Pendidikan Pancasila berperan dalam penguatan toleransi dan resolusi konflik di lingkungan sekolah yang majemuk. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya mewujudkan sekolah damai di Kota Bekasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di empat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi, karena memiliki karakter sosial majemuk, dinamis, dan relevan dengan kajian Pendidikan Pancasila. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui 1) integrasi materi, 2) keteladanan guru, 3) pembiasaan saling menghormati, 4) kegiatan kolaboratif, dan 5) penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi tersebut berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan menghargai keberagaman. Tantangan yang ditemukan yaitu  perbedaan latar belakang, pengaruh lingkungan sosial, dan belum meratanya pemahaman praksis pendidikan kebhinekaan. Internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mewujudkan sekolah damai.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Meningkatkan Kecakapan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Keberagaman Budaya di SMAN 16 Surabaya: Penelitian Meta Akhtia Putri Agustina; Listyaningsih Listyaningsih; Siti Maizul Habibah; Rianda Usmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7096

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kecakapan berpikir kritis siswa pada materi keberagaman budaya di SMAN 16 Surabaya. Penelitian dilatarbelakangi rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih berpusat pada guru sehingga kurang mendukung pengembangan berpikir kritis dan pemahaman kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas 56 siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen (PjBL) dan kelas kontrol (STAD). Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, dan Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kecakapan berpikir kritis siswa setelah penerapan PjBL, dengan rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 88,36 menjadi 94,89. Hasil observasi juga menunjukkan siswa lebih aktif, kreatif, serta memiliki kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang lebih baik. Dengan demikian, PjBL efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan berpikir kritis siswa pada materi keberagaman budaya.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media Video Berbantuan Qr Code Eka Septalia Rahayu; Siti Maizul Habibah
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9279

Abstract

Proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto selama ini masih didominasi oleh penggunaan metode ceramah dengan integrasi penggunaan teknologi yang relatif terbatas. Pola pembelajaran yang cenderung monoton, baik dari segi metode, model, maupun media, berdampak pada kondisi psikologis peserta didik, khususnya munculnya rasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Situasi tersebut membuat pembelajaran terasa kurang menarik sehingga semangat belajar peserta didik menurun, yang pada akhirnya memengaruhi partisipasi aktif dan daya serap mereka terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media video berbantuan Qr Code pada elemen NKRI di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas XI TKJ 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI TKJ 3 sebagai kelas eksperimen, dengan jumlah masing-masing 32 peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik melalui uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) < 0,001, yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dengan media video berbantuan QR Code. Temuan ini diperkuat oleh hasil angket respon peserta didik yang diperoleh presentase rata-rata 79% yang menandakan adanya respon positif terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
PEMANFAATAN GAWAI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI DITINJAU DARI PERSPEKTIF GURU DAN SISWA Farin Fadillah; Budi Santosa; Harmanto; Siti Maizul Habibah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12313

Abstract

This research is motivated by the development of information technology that encourages the use of gadgets as a learning medium in schools, including at SMP Negeri 32 Surabaya which has a policy on the use of gadgets in learning. This study aims to describe the use of gadgets as a learning medium from the perspective of teachers and students, and to identify the challenges faced in their use. This study uses a descriptive qualitative approach with a purposive sampling technique for determining informants. The research informants consisted of teachers, students in grades VII and VIII, and the vice principal for public relations and curriculum as supporting informants. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation, while data validity was tested using technical triangulation. The results of the study indicate that gadgets are used as digital learning resources, interactive learning media, learning evaluation tools, means of increasing motivation and learning engagement, supporting independent learning, and are used flexibly according to learning needs. This utilization indicates the existence of a connectivism-based learning process that allows students to build knowledge through connections with various digital information sources. The challenges faced include technical challenges such as internet network constraints, limited data quotas, and device availability, as well as nontechnical challenges such as device distractions, limited supervision, and difficulties validating digital information. The study's conclusions indicate that devices have the potential to support interactive, flexible, and adaptive learning, but require learning management, infrastructure support, and digital literacy enhancement to ensure optimal and meaningful use. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi yang mendorong pemanfaatan gawai sebagai media pembelajaran di sekolah, termasuk di SMP Negeri 32 Surabaya yang memiliki kebijakan penggunaan gawai dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan gawai sebagai media pembelajaran ditinjau dari perspektif guru dan siswa, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas guru, siswa kelas VII dan VIII, serta wakil kepala sekolah bidang humas dan kurikulum sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gawai dimanfaatkan sebagai sumber belajar digital, media pembelajaran interaktif, alat evaluasi pembelajaran, sarana peningkatan motivasi dan keterlibatan belajar, pendukung kemandirian belajar, serta digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan tersebut menunjukkan adanya proses pembelajaran berbasis konektivisme yang memungkinkan siswa membangun pengetahuan melalui koneksi dengan berbagai sumber informasi digital. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi tantangan teknis berupa kendala jaringan internet, keterbatasan kuota, dan kesiapan perangkat, serta tantangan nonteknis berupa distraksi penggunaan gawai, keterbatasan pengawasan, dan kesulitan memvalidasi informasi digital. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gawai berpotensi mendukung pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan adaptif, namun memerlukan pengelolaan pembelajaran, dukungan infrastruktur, dan penguatan literasi digital agar penggunaannya lebih optimal dan bermakna.
Kewirausahaan Produksi Tempe Daun Jati untuk Memperkuat Sikap Gotong Royong Siswa di SMKN 1 Bojonegoro Riska Amaliya; Listyaningsih; Warsono; Siti Maizul Habibah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.420

Abstract

SMKN 1 Bojonegoro merupakan pelopor produsen tempe daun jati di Bojonegoro. Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya konsistensi sikap gotong royong siswa, seperti perilaku individualistis saat produksi, sekaligus menjadi wahana penguatan nilai kolaboratif. Penelitian kualitatif studi kasus Robert K. Yin ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, dan dampak program terhadap sikap gotong royong siswa. Landasan teori yang digunakan adalah Sistem Ekonomi Pancasila (Subiakto Tjakrawerdaja) yang berorientasi pada asas kekeluargaan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari siswa serta guru IPAS. Hasil penelitian menunjukkan program ini berhasil menginternalisasi gotong royong melalui sistem piket kolaboratif layaknya mini factory dan backup system untuk mencapai target produksi harian 15 kg. Kendala yang dihadapi berupa fragmentasi sosial (bolo-bolonan), namun berhasil diatasi melalui intervensi aturan dan pendekatan personal guru. Dampak positifnya, program ini mampu menumbuhkan kesadaran, empati, dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan konflik.
Metode Window Shopping sebagai Strategi Pembelajaran Inovatif dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Syavina Rizqy Amelia; Listyaningsih Listyaningsih; Siti Maizul Habibah; Budi Santosa
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i2.6210

Abstract

Pancasila Education at SMAN 2 Lamongan, the lecture method is still theoretical. This causes students' learning interest to be low. This condition causes the learning process to feel monotonous, causes boredom, and decreases active student participation. This study aims to examine the effect of implementing the Window Shopping method on students' learning interest in the Pancasila Education subject in class XI of SMAN 2 Lamongan. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental type and a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 70 students consisting of 35 students in the experimental class (XI-10) and 35 students in the control class (XI-12). Data collection techniques were carried out through questionnaires, and data analysis used descriptive analysis and inferential statistics. The results of the study showed that the average score of students' learning interest in the experimental class was higher than in the control class. This was proven through the nonparametric Mann-Whitney U test which showed the Asymp. Sig. value. (2-tailed) of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05, so H₀ is rejected and Hₐ is accepted. In addition, the results of the N-Gain analysis show an average score of 0.7013 or 70.13% which is included in the fairly effective criteria. This value indicates that there is a significant increase in student learning interest after the application of the Window Shopping method. Thus, it can be concluded that the Window Shopping method is effective in increasing learning interest because it is able to encourage active involvement, interaction, and a more interesting learning experience.
Co-Authors - Sapriya Agus Satmoko Adi Agus Satmoko Adi Ahyan Mujahidittauhid Ali Imron Alifia Widianti Amirotu Dinia Anggaraini, Rita Angraini, Rita Anif Istianah Arifin, Kenzanorra Aliyah Ascosenda Ika Rizqi Ayudya Nova Puspaningtyas Bahagia, Ratu Fajar Diva Malika Bambang Yulianto Bening Putri Vinylia Beti Indah Sari Binar Kurnia Prahani Budi Santosa Bukhari Muslim Cecep Darmawan Chusnul Fitria wati Chusnul Fitriawati Cica Khofifah Triputri Dadang Sundawa Dadang Sundawa, Dadang Dewati Yuni Ratnasari Edy Suprianto Eka Aprilisia Milanda Eka Septalia Rahayu El Tsania Dana Anggraini Eni Kurniawati Esti Perwitasari Farin Fadillah Fatimatuz Zahrah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fauzi, M. Asif Nur Fifi Rahmawati Giri Harto Wiratomo Gomez, Abigail Greaccela Alda Rahma Dany Hamzah, Anisa Qonita Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto HASAN SUBEKTI Helyda Puspita Sari I Made Suwanda Ihsan Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba Irawati, Nanik Irhamna Nirbhaya Carreca Irhasy, Muhammad Istianah, Anif Ivana, Faizah Nur Khansa Ananda Dewi Wahyudi Listyaningsih Listyaningsih Listyaningsih Listyaningsih Listyaningsih Lusi, Nuraini Lutfy Mahendra M. Asif Nur Fauzi M. Asif Nur Fauzi M. Turhan Yani Makassar, Najla Masyitoh, Iim Siti MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Meta Akhtia Putri Agustina Moh Rosul Mohamad Razali , Marshelayanti MUHAMMAD ABDUL GHOFUR Muhammad Turhan Yani Muzakki, Ilyyin Zabbar Naila Risdayana Rahnawati Novi Dwi Fitria Nugraha, Naufal Aditya Nurin Mahfudah Nuruddin Nuruddin Oksiana Jatiningsih Pratama, I Putu Ananda Widia Puspita Sari Sukardani Qudsya, Amalia Laila R.R. Nanik Setyowati Raden Roro Nanik Setyawati Raden Roro Nanik Setyowati Rahma, Hanum Lauditta Rahmanu Wijaya Rahmat Rahmat Ramadhan, Risqi Eka Rianda Usmi RIKA KARTIKA Riska Amaliya Riska Hilshcer Riskha Sinta Syah Devi Risma Nur Berlianti Rois Syahsiatus Shufiah Roose Meery Rr Nanik Setyowati Rr. Nanik Setyowati Rumiati, Sri Safira Widiana Salsabila Maharani Salsabila, Khoirun Nisa Salsabilah, Aawali Sari, Beti Indah Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sigit Tri Atmaja Priya Hutama Siti Utami Sulistyaningati Purwandari Susan Fitriasari Syavina Rizqy Amelia Tis&#039;a Nur Sya’bani Totok Suyanto Udin Kurniawan Aziz Umma, Nala Rohmatul Vivi Ita Irmawati Walib Abdullah Warsono Warsono Warsono Wijaya, Rahmanu Yuni Ayu Chistanti Zuyyinatul Wardah Qismi