Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Bagaimana Catatan Jendela menjadi Praktik Self-Regulated Learning dalam Membangun Kemandiran dan Kolaborasi Mahasiswa Mandarin? Siti Sholeha; Yeni Artanti; Susana Widyastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7366

Abstract

Pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan mahasiswa, minimnya aktivitas mencatat, dan kesulitan memahami materi. Kondisi ini menuntut strategi pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tetapi juga mendukung self-regulated learning (SRL) untuk menumbuhkan kemandirian belajar sekaligus kolaborasi, sejalan dengan arah kebijakan kurikulum nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data sekunder dari skripsi terdahulu, dianalisis melalui model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi catatan jendela efektif dalam menumbuhkan motivasi, memperkuat pemahaman kognitif, meningkatkan literasi akademik, serta mendorong kolaborasi mahasiswa melalui diskusi dan kerja kelompok. Namun, aspek refleksi dan monitoring metakognitif masih relatif lemah, sehingga kemandirian belajar mahasiswa berkembang lebih dominan pada ranah kognitif dan afektif. Temuan ini menegaskan bahwa catatan jendela relevan sebagai strategi pembelajaran yang mendukung kebijakan pembelajaran mendalam, sekaligus memperkaya kajian teoretis tentang SRL dan memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan desain pembelajaran bahasa asing non-alfabetis di Indonesia. Dengan demikian, strategi ini dapat dipandang bukan hanya sebagai teknik mencatat, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang menjawab kompleksitas pembelajaran abad ke-21.
The Culturally Responsive Teaching Approach in Developing Indonesian Language Teaching Modules Based on Lombok Local Culture Evi Sulistiana; Yeni Artanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7949

Abstract

This study aims to develop, determine the feasibility, practicality, and effectiveness of a Lombok-based Indonesian language teaching module for seventh-grade junior high school/MTs students. This type of research is research and development (R&D) with a 4D model (define, design, develop, disseminate). The validation test was conducted by two experts, namely a subject matter expert and a media expert, while the practicality test involved a limited trial involving 16 students and a field trial involving two classes, each with 29 students in the experimental and control classes. Then, the effectiveness test was conducted using SPSS, such as normality test, homogeneity test, independent sample t-test, and N-Gain. The data were analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results showed that the teaching module was developed based on four main stages and covered four learning materials, namely descriptive texts, folk poetry texts, fantasy story texts, and procedural texts. Lombok locality was used as the text in each learning activity. The feasibility assessment by experts obtained an average score of 92.10% with a category of very feasible, while the practicality assessment by teachers and students was 81.88% and 84.14% respectively with a category of very practical. The effectiveness test using the Independent Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (< 0.05), which means that there was a significant difference between the experimental and control classes. The N-Gain value of 0.72 (high category) with a 64.95% increase in learning outcomes shows that the teaching module is effective. This module is considered capable of improving learning outcomes, strengthening conceptual understanding, and fostering awareness of local culture in Indonesian language learning. This finding contributes to the innovation of Indonesian language learning that is adaptable to culture, thereby enriching the learning experience and cultural insight of seventh grade junior high school/MTs students.