Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Linguistika

Wacana Puja Bhakti Dalam Kakawin Raja Patni Mokta I Nyoman Suwana; I Nyoman Suarka; Ida Bagus Rai Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 23 (2016): March 2016
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.543 KB)

Abstract

This study analyzes the tribute discourse in Kakawin Raja Patni Mokta. The composition of this kakawin is dominated by the theme of tribute for first lady, Tien Soeharto. The focus of this research are to reveal the form of puja bhakti (tribute), its function, and its meaning in Kakawin Raja Patni Mokta. Semiotic theory from Pierce is used to intreprete the text, while sociological theory of literature by Wellek and Werren is used to analyze the function of tribute discourse in Kakawin Raja Patni Mokta. Puja Bhakti in Kakawin Raja Patni Mokta can be considered as a special offering to the nation
Fungsi dan Makna Doa Pemujaan dalam Gendintg Sang Hyang Jaran Ni Nyoman Yuliawati; I Made Suastika; Ida Bagus Rai Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.467 KB) | DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p09

Abstract

Gending Sang Hyang Jaran merupakan lagu yang mengiringi Tari Sang Hyang Jaran. Pemujaan di dalam Gending Sang Hyang Jaran menarik untuk diteliti, karena berkaitan dengan ritual penolak bala yang dilakukan oleh masyarakat Banjar Bun. Tulisan ini menggunakan teori fungsi milik Bascom untuk mengungkapkan fungsi pemujaan dan teori semiotika Barthes untuk mengungkapkan makna pemujaan. Fungsi pemujaan dalam gending terdiri atas fungsi religi, fungsi estetika, fungsi pendidikan, fungsi sosial, dan fungsi penetralisasi. Makna diungkapkan melalui konotasi yang ada di dalam gending. Konotasi mengacu kepada makna harmoni, yang berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana di dalam ajaran Agama Hindu.
MAKNA PUJASMARA DALAM KAKAWIN HANYANG NIRARTHA Ida Ayu Istri Agung Dharmayanti; I Nyoman Suarka; Ida Bagus Rai putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 26 No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.075 KB) | DOI: 10.24843/ling.2019.v26.i01.p04

Abstract

Semesta dan manusia memiliki hubungan yang saling berkaitan. Jika antara bhuwana agung dan bhuwana alit tidak seimbang, akan terjadi bencana alam dan kebobrokan mental manusia. Dalam teks Kakawin Hañang Nirartha dituliskan beberapa bait metrum yang menyuratkan keindahan alam sebagai refleksi dari bhuwana agung dan keelokan wanita sebagai refleksi dari bhuwana alit. Pujasmara merupakan sebuah wacana pemujaan yang dipersembahkan kepada Bhatara Smara dan Bhatari Ratih dalam manifestasinya sebagai dewa cinta. Cinta yang dimaksud di sini tidak hanya sekadar cinta terhadap lawan jenis, tetapi juga dapat mencintai diri sendiri dan menyadari keberadaan alam semesta sebagai tempat berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya. Pada penelitian ini analisis difokuskan pada makna pujasmara yang bertujuan untuk mengetahui makna wacana pujasmara dalam Kakawin Hañang Nirartha. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes mengenai makna pada tataran kedua. Rancangan penelitian ini adalah dengan melakukan persiapan, tugas lapangan, dan tahap analisis. Lokasi penelitian, yaitu di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. Jenis data penelitian adalah data kualitatif. Sumber data penelitian, yaitu naskah berbentuk lontar yang berada di Pusat Kajian Lontar Universitas. Instrumen penelitian ini adalah kamus sebagai alat bantu menerjemahkan teks yang berbahasa Jawa Kuno ke bahasa sasaran. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif analitik. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian terhadap makna Pujasmara, yakni cinta kasih dan cara untuk mengendalikan pikiran, pernapasan (pranayama) menuju kesadaran tertinggi. Ketika sudah mampu menyadari siapa dirinya, berserah diri, dan mulai memusatkan pikiran pada satu tujuan (moksa) barulah manusia dapat menunggal dengan Hyang Pencipta.
Fungsi dan Makna Yoga Dalam Ganapati Tattwa Ni Luh Gede Eni Laksmi; I Nyoman Darma Putra; Ida Bagus Rai Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.207 KB) | DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p10

Abstract

Ganapati Tattwa merupakan teks yang bersifat Siwaistik dengan tokoh utama Dewa Siwa dan Gana. Teks Ganapati Tattwa terdiri atas 60 bait sloka Sanskerta disertai dengan ulasan bahasa Kawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna yoga dalam Ganapati Tattwa. Teori yang digunakan adalah teori semiotik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa yoga berguna untuk latihan pernapasan, pengendalian diri dan meditasi. Sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, maka yoga merupakan wujud konkret cinta kasih, jalan karma dan jalan untuk mencapai moksa
Co-Authors Aditya Wardhani Beatus Tambaip Desak Nyoman Alit Sudiarthi Desak Nyoman Alit Sudiarthi Gek Diah Desi Sentana Gusti Ayu Putu Ardiyanti Gusti Nyoman Mastini I Gde Nala Antara I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gusti Agung Bagus Cakra Baskara I Gusti Ayu Armini I Ketut Nama I Made Suastika I Made Sudiana I Made Sukma Manggala I Nyoman Darma Putra I Nyoman Duana Sutika I Nyoman Mulyono I Nyoman Rema I Nyoman Suarka I Nyoman Suwana I Nyoman Udayana I Nyoman Weda Kesuma I Nyoman Weda Kusuma I Wayan Cika I Wayan Mandra I Wayan Mawa I Wayan Mawa I Wayan Pande Sumardika I Wayan Rupa I Wayan Simpen I Wayan Sudiartha I Wayan Sudiartha I Wayan Sudiartha I Wayan Suteja I Wayan Tama I Wayan Teguh I Wayan Teguh Ida Ayu Istri Agung Dharmayanti Ida Ayu Putu Aridawati Ida Ayu Putu Aridawati Ida Ayu Putu Aridawati Ida Ayu Putu Aridawati Ida Ayu Putu Bella Lovita Ida Ayu Putu Ratna Dewi Ida Bagus Mahardika Ida Bagus Nyoman Mantra Luh Putu Puspawati Luh Putu Puspawati Mukhamdanah N. Widarsini, Ni Putu NALA ANTARA Ni Komang Tri Irmayuni Ni Luh Anik Febrianti Ni Luh Gede Eni Laksmi Ni Luh Komang Candrawati Ni Luh Putu Dewi Kartika Sari Ni Made Suryati Ni Nyoman Kartini Ni Nyoman Yuliawati Ni Putu Dian Kartika Yanthi Ni Putu N Widarsini Ni Putu N. Widarsini Ni Putu Noviyanti Wardani Ni Putu Parmini Ni Wayan Aryani Novena Ade Fredyarini Soedjiwo Nyoman Pratiwi Utami Putra, I Gde Agus Dharma Putu Aridawati, Ida Ayu Putu Sutama Ramadhana, Muhamad Rizky Rafli S, Aswandikari Sutjaja, I Gusti Made Teguh, I Wayan Tjok. Istri Agung Mulyawati R, Wardhani, Aditya Yundari, Yundari