Claim Missing Document
Check
Articles

Resistance Analysis Of Several Antibiotics in Samples of Clinical Isolates With Salmonellosis Shohifatul Wahyuni; Iswari Pauzi; Yunan Jiwintarum; Fihiruddin Fihiruddin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v11i1.357

Abstract

Typhus is a systemic infection caused by Salmonella typhi bacteria, which is usually transmitted through contaminated food or drink, usually treated with antibiotics. Inappropriate use of antibiotics causes various problems, one of which causes resistance. This resistance problem has become a global problem, including in Indonesia where there is an increase in bacterial resistance from 2013 which is 40%, 2016 as much as 60% and in 2019 reached 60.4%, due to irrational use of antibiotics so that bacteria become resistant to drugs. This study aims to determine the description of resistance to several antibiotics in clinical isolates of patients with Salmonellosis This study is a pre-experimental study, with a cross sectional approach. The samples used were pure isolates of Salmonella typhi bacteria obtained from blood samples of Salmonellosis patients, then tested for resistance with 5 different types of antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) with the disk method (Kearby Beaure). The number of experimental units is 25 units, with the number of replications is 5 replications. The results showed that the five types of antibiotics were sensitive to Salmonella typhi bacteria with the highest antibiotic sensitivity being Ciprofloxacin while the antibiotic that had the lowest sensitivity was Amoxicillin. From the results, it can be concluded that the resistance test of the five antibiotics (Ciprofloxacin, Amoxicillin, Levofloxacin, Cefotaxime and Sulfamethoxazolle-trimethopim) is sensitive. 
EDUKASI DAN PELATIHAN SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) MELALUI PEMBERDAYAAN KADER DAN TENAGA KESEHATAN DI POSYANDU PRIMA Diarti, Maruni Wiwin; Wiadnya, Ida Bagus Rai; Zaetun, Siti; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1444

Abstract

Analisis situasi didapatkan data dari Profil Puskesmas Keruak tahun 2021 bahwa pengendalian PTM tahun 2021 tingkat pencapaian/cakupannnya sub variable 63,58% (masih kurang) dari target yang di programkan. Data menunjukkan bahwa pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang ditargetkan 100% capaiannya 40,20%, Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart yang ditargetkan 100% capainnya 66,0% serta Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart yang ditargetkan 100% capainnya 63,8 %. Permasalahan yang dihadapi terkait masih kurangnya target capaian tentang pengendalian PTM di wilayah kerja Puskesmas Keruak karena masih kurangnya pelayanan skrining terkait PTM menggunakan pelayanan laboratorium sederhana (Rapid test) terutama ditingkat desa, masih kurangnya pengetahuan kader kesehatan tentang penyebab, pencegahan dan pengendalian PTM, terutama di daerah Desa Mendana Raya Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan Edukasi,penyuluhan dan Pelatihan tentang Skrining pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Hipercholesterol, Hiperurisemia dan Diabetes mellitus) melalui Posyandu Prima. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan menggunakan bookleat, leafleat dan skrining lab sederhana untuk PTM. Hasil dari pengabdian masyarakatTerbentuknya Kelompok Kader Peduli Screening PTM yang telah terampilan dalam penggukuran Tensi dan Pemeriksaan PTM (Kadar Glukosa darah, Asam Urat dan Cholesterol) menggunakan alat POCT.Tercapaianya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, Petugas kesehatan dan sasaran mitra melalui layanan posyandu prima di desa Mendana Raya tentang skrining kesehatan PTM pada usia produktif dan deteksi dini faktor risiko PTM sampai dengan 100%. Tercapainya peningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dan petugas kesehatan tentang pola hidup sehat terkait pencegahan dan pengendalian PTM menjadi sampai dengan 100%. Membantu meningkatkan capaian pelayanan/skrining kesehatan pada usia produktif, deteksi dini faktor risiko PTM yang dari 40,20% menjadi 50,20% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standart  dari  66,0% menjadi 77,0% tercapai. Membantu meningkatkan capaian Penemuan dan pelayanan penderita DM sesuai Standart dari 63,8 % menjadi 73,8% tercapai. Tindak lanjut hasil pengabdian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan merupakan peran perangkatan desa dan IDUKA dalam posyandu prima terkait skrining kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan PTM pada usia produktif yang di buktikan adanya  MOU dan Berita acara penyerahan bantuan Alat tensimeter dan POCT.
Penentuan Hasil Mikroskopis Infeksi Saluran Kemih Metode Pewarnaan Gram dengan Menggunakan Perlakuan Urine Sentrifugasi dan Tanpa Sentrifugasi Sukma, Al Hadawiyah Pertiwi; Ershandi Resnhaleksmana; Ari Khusuma; Yunan Jiwintarum
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i2.80

Abstract

Latar Belakang : Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang diakibatkan karena adanya sejumlah mikroorganisme pada saluran kemih. Penentuan infeksi saluran kemih dapat dilakukan alat diagnostic flowcytometry, deteksi dini menggunakan dipstick carik celup, pewarnaan gram dan kultur urine sebagai gold standar dalam menentukan ISK. Pada pemeriksaan infeksi saluran kemih menggunakan metode pewarnaan gram dilakukan dengan menggunakan urine sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi. Dimana pada setiap perlakuan akan terdapat hasil yang berbeda dari masing-masing perlakuan. Semakin cepat daya sentrifugasi maka sedimen yang akan dihasilkan semakin bagus untuk hasil pemeriksaan. Tujuan : Untuk menganalisis ketepatan penentuan ISK metode pewarnaan gram dengan menggunakan perlakuan urine sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dan teknik pengambilan sampel Non Probabilty Sampling dengan metode Purposive Sampling. Hasil Penelitian : Rerata perhitungan bakteri yang ditemukan pada urine sentrifugasi yaitu 4x105 CFU/ml sedangkan pada urine tanpa sentrifugasi rerata didapati 2x105 CFU/ml. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon pada perhitungan sampel urine yang di sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi pada penderita infeksi saluran kemih (ISK) didapatkan nilai p value = 0,012<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan urine sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi pada penentuan ISK metode pewarnaan gram. Kesimpulan : Terdapat perbedaan antara perlakuan urine sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi sehingga penggunaan urine sentrifugasi lebih tepat dilakukan untuk menentukan infeksi saluran kemih.
Korelasi antara Kadar Glukosa dengan Trigliserida pada Penderita Diabetes Mellitus Sahputri, Maulidia Rohmiati; Urip; Yunan Jiwintarum; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i2.127

Abstract

Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh rusaknya sel beta pankreas (pabrik penghasil insulin). Akibat dari tingginya kadar gula (hiperglikemia) tersebut yaitu terganggunya metabolisme lemak dan protein. Gangguan metabolisme tersebut dikarenakan hilangnya fungsi insulin yang menyebabkan terjadinya pemecahan trigliserida dan mobilisasi asam lemak dari penyimpanannya. Pada kondisi diabetes, proses re-esterifikasi mengalami gangguan sehingga terjadi peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Tujuan : Untuk mengetahui korelasi antara glukosa darah dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus. Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder yang mengambil data pasien diabetes dari rekam medis dengan jumlah sampel sebesar 30 pasien. Data di olah menggunakan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian : Rerata kadar glukosa darah pada penderita diabetes 270,9 mg/dL dan kadar trigliserida darah sebesar 196,3 mg/dL. Berdasarkan analisis uji rank spearman, didapatkan bahwa nilai p = 0,000 < 0,005 dengan nilai koefisien korelasi (nilai r) sebesar -0,601.. Kesimpulan : Terdapat hubungan tak searah antara kadar glukosa darah dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes mellitus. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Glukosa Darah, Trigliserida
Pengaruh Jenis Sampel Urine Terhadap Pemeriksaan HCG (Human Chorionic Gonadotropin) Untuk Deteksi Kehamilan Dini Metode Immunokromatografi Wardani, Yuliana; Erlin Yustin Tatontos; Fihiruddin; Yunan Jiwintarum
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i2.129

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan merupakan suatu proses yang akan dialami oleh hampir semua wanita. disaat sel telur bertemu dengan sperma dan terjadi pembuahan dapat menyebabkan kehamilan. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormone yang diproduksi oleh trophoblast pada awal kehamilan yang dikeluarkan melalui urine. Adanya hormone HCG dalam urine dapat digunakan untuk deteksi kehamilan dini. Urine pagi baik untuk pemeriksaan kehamilan atau deteksi HCG karena, urine pagi merupakan urine satu malam yang mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sehingga urine pagi lebih pekat daripada urin sewaktu yang konsentrasinya lebih encer sehingga sulit untuk mendeteksi hormone HCG. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh jenis sampel urine terhadap pemeriksaan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dalam deteksi kehamilan dini metode immunokromatografi. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita yang terlambat menstruasi 1-3 minggu (hamil) pada wilayah kecamatan selong dengan jumlah sampel sebanyak 24 sampel. Analisa data menggunakan Analisa deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan metode Immunokromatografi (Testpack). Hasil Penelitian : Didapatkan hasil positif (+) pada 12 sampel urine pagi hari dan didapatkan hasil positif (+) pada 12 sampel urine sewaktu wanita yang terlambat menstruasi 1-3 minggu. Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh jenis sampel urine dalam deteksi HCG menggunakan sampel urine pagi hari dan urine sewaktu pada wanita yang terlambat menstruasi 1-3 minggu.
Gambaran Hasil Aglutinasi Pemeriksaan Widal Slide Metode Semi Kuantitatif pada Pasien Demam Tifoid di Puskesmas Kediri Khairunnisa; Yunan Jiwintarum; Ida Bagus Rai Wiadnya; Erlin Yustin Tatontos
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i1.184

Abstract

Latar Belakang : Pemeriksaan Widal slide telah menjadi salah satu metode diagnostik yang umum digunakan untuk mendeteksi infeksi demam tifoid. Pada pemeriksaan Widal slide metode kualitatif, volume sampel yang digunakan tidak terukur sehingga penentuan hasil titer ditentukan dengan melihat banyak atau sedikitnya aglutinasi yang terjadi. Hal ini dapat menyebabkan hasil positif palsu terutama karena variasi interpretasi dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil. Dalam penentuan hasil titer Widal slide perlu melakukan pengukuran volume sampel dan melakukan validasi hasil dengan pengenceran serum atau plasma menggunakan metode semi kuantitatif, sehingga pembacaan hasil titer dapat dilakukan dengan melihat aglutinasi terakhir yang terbentuk. Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran hasil aglutinasi pemeriksaan Widal slide metode semi kuantitatif pada pasien demam tifoid di Puskesmas Kediri. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan populasi sampel penelitian adalah pasien demam tifoid di Puskesmas Kediri. Sebanyak 20 sampel penelitian diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data diperoleh dengan pemeriksaan Widal slide pada pasien demam tifoid dan didapatkan gambaran hasil aglutinasi pada pemeriksaan Widal slide metode kualitatif dan metode semi kuantitatif. Hasil Penelitian : Didapatkan gambaran hasil aglutinasi pemeriksaan Widal slide metode semi kuantitatif dengan titer 1/80 yang menunjukkan aglutinasi terakhir pada sampel 20 µl, titer 1/160 menunjukkan aglutinasi terakhir pada sampel 10 µl, titer 1/320 menunjukkan aglutinasi terakhir pada sampel 5 µl, dan titer 1/640 menunjukkan aglutinasi terakhir pada sampel 2,5 µl. Kesimpulan : Gambaran hasil aglutinasi Widal slide metode semi kuantitatif dapat memberikan hasil titer lebih tepat daripada menggunakan metode kualitatif.
Efek Diuretik Daun Dan Buah Kacang Panjang (Vigna Sinensis Var. Sesquipedalis) Pada Hewan Coba Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Iswidhani, Iswidhani; Diarti, Maruni Wiwin; Nurhidayati, Nurhidayati; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.28

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis)  pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimental di laboratorium dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada dua kelompok variabel independent yaitu daun kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar dan buah kacang panjang dalam bentuk rebusan dan segar, sedangkan variabel dependentnya ada tiga yaitu onset, durasi dan volume urine yang dikeluarkan hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Total perlakuan dalam penelitian ini adalah 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan volume urine hewan coba tikus putih pada kelompok K1(kontrol negatif) adalah 22.67 ± 2.5, K2 (kontrol positif)  Furosemid 39.3 ± 2.3, P1 38.67 ± 1.1, P2 33.33 ± 3.0, P3 31.00 ± 2.6, P4 25.33 ± 1.1, P5 40.67 ± 1.1, P6 35.00 ± 1.0, P7 30.67 ± 1.1, P8 26.33 ± 2.0, P9 37.33 ± 3.0, P10 31.00 ± 3.4, P11 29.33 ± 0.5, P12 25.33 ± 1.1, P13 39.33 ± 1.1, P14 32.67 ± 3.2, P15 30.00 ± 2.0, dan P16 25.33 ±2.3 dan rerata onset pengeluaran urine pada hewan coba tikus putih dengan durasi selama 5 jam adalah kelompok K1(kontrol negatif) adalah 9.67 kali, K2 (kontrol positif)  Furosemid 16 kali, P1 16 kali, P214.67 kali, P3 13.3 kali, P411 kali, P5 16 kali, P6 14.33 kali, P7 13 kali, P8 11 kali, P9 16 kali, P10 15.67 kali, P11 14 kali, P12 11.67 kali, P13 16 kali, P14 15.33 kali, P15 13.67 kali, dan P16 11.33 kali. Hasil uji stastistik  Two way Anova  atau Univariate analysis of variance tests of Between-Subjects Effect pada tingkat kepercayaan 95% (Pα = 0.05) menunjukkan bahwa nilai p=0.000<pα 0.05 pada setiap kelompok perlakuan. Kesimpulan terdapat efek diuretik sediaan rebusan dan sediaan segar daun dan buah Kacang panjang  (Vigna sinensis var. sesquipedalis) pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar diterima.
Pengaruh Lamanya Waktu Menjadi Vegetarian Lacto Terhadap Kadar Kolesterol Sukmawati, Sulvani; Fikri, Zainal; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.188

Abstract

Vegetarian adalah gaya hidup yang tidak boleh mengkonsumsi daging. Salah satunya yaitu vegetarian lacto yang  tidak  boleh  mengonsumsi  daging  namun  tetap  mengonsumsi  susu  dan  olahannya  seperti  keju  dan yougurt.  Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  pengaruh  lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Jenis penelitian ini yaitu bersifat penelitian observasional analitik . Sampel yang  digunakan  yaitu  sampel  darah  kapiler  yang  berasal  dari  kelompok  vegetarian  lacto  sebanyak  30 sampel. Metode pemeriksaan  kadar kolesterol  yang digunakan  yaitu POCT (Point Of Care Testing). Data hasil  penelitian  dianalisa  secara  regresi  linear.  Hasil  penelitian  terhadap  30  sampel  vegetarian  lacto menunjukkan  bahwa  90%  responden  memiliki    rata-rata  kadar  kolesterol  yang  rendah  (<  200  mg/dl), sedangkan 10% lainnya menunjukkan kadar yang tinggi (> 200 mg/dl). Diet vegetarian yang dijalani mulai dari 0 - 10 tahun memiliki rerata kadar kolesterol yaitu 118,8 mg/dl, diet vegetarian yang dijalani 11  – 20 tahun  memiliki  rerata  kadar  kolesterol  yaitu  138,6  mg/dl  dan  diet  vegetarian  yang  dijalani  21  –  30  tahun memiliki rerata  kadar kolesterol yaitu 172,7 mg/dl.  Hal tersebut  menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar kolesterol pada kelompok vegetarian lacto dengan semakin lamanya menjalani diet vegetarian lacto. Hasil uji statistik  menunjukkan adanya pengaruh lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Semakin lama menjalani diet vegetarian lacto, maka kadar kolesterol akan semakin meningkat.
Prevalensi Kecacingan Golongan Sth (Soil Transmitted Helminth) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Pasca Gempa Bumi Di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur Hardiyanti, Uci; Urip, Urip; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.116

Abstract

Soil Transmitted Helminth adalah  cacing golongan nematode yang memerlukan tanah untuk perkembangan bentuk infektifnya.Di Indonesia golongan cacing yang penting dan menyebabkan masalah kesehatan masyarakat adalah ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang yaitu : Necator  Americanus dan Ancylostoma duodenale.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Prevalensi Kecacingan Golongan STH(Soil Transmitted Helminth) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Pasca Gempa Bumi Di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bersifat Observasional Deskriptif (Survey deskriptif) yaitu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi didalam masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriftif. Hasil penelitian ini yang positif di temukan spesies telur cacing STH (Soil Transmitted Helminthes) yaituTrichuris trichiura sebesar 13,1% , Ascaris lumbricoide sebesar 0 % dan hookworm sebesar 0% dan hasil yang negatif sebesar 86,9%. Kesimpulan bahwa di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur Pasca Gempa Bumi ditemukan anak yang terinfeksi telur cacing Trichuris trichiura sebanyak 13,1 % dengan tingkat infeksi ringan.
FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERKAIT RISIKO JATUH PADA LANSIA: LITERATUR REVIEW Anulus, Ayu; Putra, I Gede Ari Permana; Diarti, Maruni Wiwin; Jiwintarum, Yunan; Widianto, Aris; Atmojo, Joko Tri
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v4i2.615

Abstract

Abstrak Lanjut usia (lansia) diketahui sering mengalami masalah kesehatan terutama risiko jatuh. Masalah ini dapat memperparah kondisi pasien sehingga perlu diketahui apa saja faktor yang berpotensi dalam risiko jatuh pada lansia. Penelitian literatur review ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia melalui sintesis dari artikel penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan 3 database (Google scholar, ProQuest, dan PubMed. Sejumlah 18.366 artikel didapatkan dengan penggunaan kata kunci “elderly” AND “fall” AND “intrinsic factors” AND “extrinsic factors”. Hasil analisis dari sintesis 6 artikel menunjukkan bahwa risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik mencakup kondisi fisik, psikologis, dan kognitif, seperti usia lanjut, gangguan keseimbangan, gangguan kognitif, serta penyakit kronis, gangguan penglihatan, kelemahan otot, riwayat jatuh sebelumnya, dan inkontinensia urin. Faktor ekstrinsik yang dominan meliputi lingkungan fisik yang tidak aman, penggunaan alat bantu jalan yang tidak tepat, polifarmasi, serta kurangnya fasilitas keamanan di rumah atau fasilitas kesehatan. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan jatuh pada lansia memerlukan perhatian terhadap kondisi tubuh, lingkungan, serta dukungan sosial yang memadai untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi lansia. Kata Kunci: faktor, intrinsik, ekstrinsik, jatuh, lansia Abstract Elderly are known to often experience health problems, especially the risk of falling. This problem can worsen the patient's condition so it is necessary to know what factors have the potential to cause the risk of falling in the elderly. This literature review study aims to analyze the intrinsic and extrinsic factors that influence the risk of falling in the elderly through a synthesis of previous research articles. This study used 3 databases (Google scholar, ProQuest, and PubMed. A total of 18,366 articles were obtained using the keywords "elderly" AND "fall" AND "intrinsic factors" AND "extrinsic factors". The results of the analysis of the synthesis of 6 articles showed that the risk of falling in the elderly is influenced by a combination of intrinsic and extrinsic factors. Intrinsic factors include physical, psychological, and cognitive conditions, such as advanced age, balance disorders, cognitive disorders, and chronic diseases, visual impairment, muscle weakness, history of previous falls, and urinary incontinence. The dominant extrinsic factors include an unsafe physical environment, inappropriate use of walking aids, polypharmacy, and lack of security facilities at home or in health facilities. These findings confirm that preventing falls in the elderly requires attention to physical conditions, the environment, and adequate social support to create a safer environment for the elderly Keywords: factors, intrinsic, extrinsic, falls, elderly
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Fathoni Adawiyah, Luluil Aji Kresnapati, I Nyoman Bagus Anas Fadli Wijaya Anggun Sari Mianti Aprilla, Annisa Suci Asyhaer, Rifki Khalidi Atmojo, Joko Tri Auliya Rahmawati Awan Dramawan Ayu Anulus Ayu Rosita ’diah, Halimatussa Dektra, I Made Putra Pramaditya Dewi, Lale Budi Kusuma Duarsa , Artha Budi Susila Eliza, Ida Eliza, Ida Erdianti Nursahar Erlin Yustin Tatontos Ershandi Resnhaleksmana Fachrudi Hanafi Fihiruddin Fihiruddin, Fihiruddin Fitria Ernawati Getas, I Wayan Gunarti Gunarti Gunarti, Gunarti Habib Sasiwimbe Hapielda, Ririn Hardiyanti, Uci Haris Widita Herawati, Lale Heny I Dewa Putu Martha Prayuda I Gede Angga Adnyana I Putu Bayu Agus Saputra Ida Ayu Reka Iswari Pauzi Iswidhani, Iswidhani Khairunnisa Khusuma, Ari Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji Lalu Srigede Lalu Srigede, Lalu Liana Dwihartati Mardiatuz Zahra Marnia, Marnia Maruni Wiwin Diarti Maruni Wiwin Diarti Nurhidayati Nurhidayati Pancawati Ariami Pauzi, Iswari Putra, I Gede Ari Permana Rahmani, Putri Ziddanur RAI WIADNYA, IDA BAGUS Rauhul Akbar Kurniawan Resnhaleksmana, Dr.Ersandhi Resnhaleksmana, Ersandhi Retno Handayani Retno Handayani Rohmi Rohmi Rohmi, Rohmi saadaty, nila uthari Sahputri, Maulidia Rohmiati Salsabila, Nadira Shohifatul Wahyuni Sintia Dewi, Ni Kadek Siti Zaetun, Siti Soewignjo Soemohardjo Suda Adnyana Yoga, I Gede Sukma, Al Hadawiyah Pertiwi Sukmawati, Sulvani Sulaimah, Rabi'unnisa Sulvani Sukmawati Troef Sumarno Urip Urip Urip Urip Urip, Urip Wahyuni, Shohifatul Wayan Getas, Drs.I Weny Astuti Widianto, Aris Yuliana Wardani Yuri Syaffitri Kinanti Achmad Zaeniati, Baiq Lely Zainal Fikri Zainal Fikri Zainal Fikri, Zainal Zainul Mutaqin ’diah, Halimatussa