Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Histopatologi Ginjal Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksin Penyakit Tetelo Setyawati, Luh Gede; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.456

Abstract

Tanaman ashitaba (Angelica keiskei) adalah tanaman asli Jepang yang telah dikembangkan di Indonesia, sebagai tanaman herbal dan imunostimulator. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pemberian jamu daun ashitaba terhadap gambaran histopatologi ginjal ayam kampung (Gallus gallus domesticus) yang divaksinasi Newcastle Disease (ND) menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari lima perlakuan yaitu tanpa ashitaba sebagai kontrol, ashitaba dengan dosis 250; 500; 1000, dan 2000 mg/100 mL per oral selama 14 hari. Setiap perlakuan diulang lima kali, sehingga ada 25 ekor ayam untuk diteliti. Hari ke-21, semua kelompok ayam divaksinasi Newcastle Disease. Hari ke-28, ginjal diambil untuk melihat perubahan struktur histopatologi. Variabel yang diamati meliputi kongesti, pendarahan dan nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa histopatologi ginjal ayam kampung berbeda nyata antara kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Penelitian menunjukkan bahwa jamu daun ashitaba dosis 1000 mg/100 mL/hari memperbaiki struktur histopatologi ginjal ayam kampung yang divaksinasi ND.
Perubahan Histopatologi Ginjal Tikus Putih yang Diberikan Ekstrak Etanol Sarang Semut dan Gentamisin Dosis Toksik Kusuma, Putu Winatha; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian gentamisin dosis toksik mempengaruhi struktur histopatologis ginjal dan mengetahui efek sarang semut terhadap ginjal tikus putih. Sampel dalam penelitian sebanyak 24 ekor tikus putih jantan yang terdiri dari empat perlakuan yaitu: kontrol negatif (P0) yang diberikan pakan dan minum. Kontrol positif (P1) yang diberikan gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi. Kelompok (P2) diberikan gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi dan ekstrak sarang semut 250 mg/kgBB secara oral. Kelompok (P3) diberikan tujuh hari ekstrak sarang semut dilanjutkan dengan pemberian gentamisin 100 mg/kgBB secara injeksi, dan sarang semut 250 mg/kgBB. Tikus yang telah diberikan perlakuan, kemudian di ambil organ ginjalnya untuk di buat preparat histopatologi. Kemudian dilanjutkan dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE) dan diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x. variabel yang diperiksa meliputi degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil kerusakan ginjal berupa degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis. Uji Kruskall-Wallis menunjukan adanya perbedaan yang nyata rerata degenerasi, kongesti, pendarahan, dan nekrosis dari kelompok yang diuji. Kesimpulan penelitian ini adalah gentamisin dosis 100 mg/kgBB dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Sarang semut dosis 250 mg/kgBB dapat mengurangi kerusakan jaringan
Prototype of Integrated Pier Entrance Gate Access With QR-Code as An Iot-Based Manifest Recording System Diyasa, I Gede Susrama Mas; Putra, I Nyoman Dita Pahang; Merdana, I Gede Okta Budi; Sampurno, Ilham Ade Widya
Nusantara Science and Technology Proceedings 5th International Seminar of Research Month 2020
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.0942

Abstract

The pier is the place where the ships are being moored at the port. It is also a place for loading and unloading activities and for people or passengers to get on or get off from the ships. There is a need for a digital recording of vehicles or passengers entering the ships to speed up the port administration process. For this reason, in this study, a prototype of a Vehicle and Passenger Recording System (Manifest) at the dock access gate is integrated in an integrated manner based on the Internet of Thing (IoT), which consists of an Android and Web system. This system uses a QR-Code as a ticket that contains manifest data and is read with a QR-Code Reader to be compared with the data stored in the server. If it is appropriate, the dock entrance will be active, and the vehicles or passengers can enter the ships. Whereas if it does not fit, they cannot be open the pier access door. From the test results, the mechanical system can function as expected and can recognize as the entire QR-Code within an optimal distance of 3 cm. All registered users can open the door, as well.
Histopatologi Hepar Ayam Broiler yang Diberikan Infusa Daun Dadap (Erythrina subumbrans) dan Mengalami Stres Pengangkutan Firdaus, Ihsanul; Suastika, Putu; Merdana, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.564

Abstract

Stres pengangkutan pada ayam broiler yang akan mengakibatkan penurunan bobot badan dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun dadap (Erythrina subumbrans) dengan sediaan 10% sebagai antioksidan pada ayam broiler yang diberi stress pengangkutan pada suhu 33o-35oC selama 4 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x2x5 dengan tiga ulangan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor ayam broiler fase grower-finisher yang dibagi kedalam lima kelompok perlakuan. P0: kontrol negatif; P1: sebagai kontrol positif diberikan vitamin C 2 gram/L; P2 diberikan: infusa daun dadap 1000 ppm; P3 diberikan: infusa daun dadap 2000 ppm; dan P4 diberikan: infusa daun dadap 3000 ppm. Pada hari kedelapan setelah perlakuan stress pengangkutan dilakukan pengambilan organ hepar dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Data skoring histopatologi dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata degenerasi melemak dan nekrosis hepar memiliki perbedaan nyata (P<0,05) pada masing-masing perlakuan. Perubahan histopatologi dengan kerusakan paling parah terjadi pada kelompok P0, sementara pada kelompok P1 dan P2 menunjukkan hasil yang sama, sedangkan kerusakan yang ringan terjadi pada kelompok P4. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun dadap 10% dapat mengurangi kerusakan hepar ayam broiler akibat stress pengangkutan.
Aktivitas Aminotranfirase Anak Babi Peranakan yang Diberikan Suplementasi Enzim dan Tepung Kunyit Putera, I Gusti Ngurah Dwipayana; Merdana, I Made; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi enzim xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan terhadap aktivitas alanin aminotranferase (ALT) dan aspartate aminotranferase (AST). Menggunakan rancangan acak lengkap. Sebanyak 32 ekor anak babi peranakan/crossbreed umur empat minggu dengan bobot 7-9 kg dibagi menjadi empat kelompok (P0, P1, P2, dan P3) dengan delapan ulangan. Perlakuan berupa penambahan enzim dan tepung kunyit melalui pakan selama lima minggu. Pada P0 sebagai kontrol diberikan pakan tanpa perlakuan, P1 diberikan kombinasi enzim dosis 0,1% campuran pakan, P2 diberikan tepung kunyit dosis 1% campuran pakan dan P3 diberikan kombinasi enzim dan tepung kunyit dengan dosis 0,1% dan 1% campuran pakan. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan setelah pengambilan darah. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan menggunakan alat semiautomatic hematology analyzer. Hasil pemeriksaan aktifitas ALT dan AST pada P0 adalah110.00 u/L dan 62,67 u/L, pada P1 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) adalah 98,67 u/L dan 61,63 u/L, pada P2 yaitu anak babi yang diberikan tepung kunyit (1%) adalah 101,00 u/L dan 61,67 u/L dan pada P3 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) dan tepung kunyit (1%) adalah 88,67 u/L dan 61,67u/L. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi enzim kombinasi xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan anak babi peranakan/crossbreed periode nursery aman diberikan dan tidak memengaruhi aktivitas enzim ALT dan AST anak babi.
Minyak Rajas Efektif Dipakai untuk Menyembuhkan Luka Kebiri pada Anak Babi Ningsih, Adriati; Sudira, I Wayan; Arjana, Anak Agung Gde; Merdana, I Made; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemakaian minyak rajas terhadap kesembuhan luka kebiri pada anak babi. Anak babi yang digunakan adalah anak babi jantan berumur 10-14 hari sebanyak 32 ekor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan yaitu perlakuan P0 (kontrol) yang diberikan olesan alkohol 70% sebanyak empat tetes dan perlakuan P1 (perlakuan) yang diberikan olesan minyak rajas sebanyak empat tetes, pengobatan dilakukan sekali pada awal kebiri. Kesembuhan luka kebiri diamati secara makroskopik selama 10 hari yaitu pada hari ke-1, ke-4, ke-7 dan ke-10. Parameter yang diamati meliputi kemerahan, bengkak, dan keropeng. Untuk mengetahui minyak rajas efektif dalam mencegah infeksi luka kebiri pada anak babi, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji nonparametrik (Wilcoxon). Untuk mengetahui apakah ada perbedaan waktu kesembuhan luka kebiri pada anak babi yang diberikan alkohol 70% dan minyak rajas maka data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Data hasil pengamatan terhadap kelompok P0 menunjukkan bahwa, terdapat empat sampel yang masih mengalami kemerahan, bengkak dan keropeng pada pengamatan hari ke-10, sedangkan data hasil pengamatan pada kelompok P1, menunjukkan bahwa keseluruhan sampel mengalami kesembuhan pada hari ke-7.
Efek Pemberian Propolis terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih yang diberi Parasetamol Alviana Rizqiyah Utami; I Ketut Berata; Samsuri Samsuri; I Made Merdana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.7 KB)

Abstract

Paracetamol is one of NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) that acts as an analgesic and antipyretic agents but with weak anti-inflammatory activity. Paracetamol has toxic effects to liver in the form of damage to the liver. To prevent the toxic effects of paracetamol, the provision of antioxidants which can protect liver cells damage caused by paracetamol is needed. High antioxidant found in propolis which is widely used at this time. This study used 25 male rats (Rattus norvegicus), which consists of five groups. Each treatment group was given standard food and drink. Group 1 (control negative) was given standard food and drink, group 2 (control positive) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol orally, group 3 (Pp1) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol and each rat was given 0.05 ml of propolis orally, group 4 (Pp2) was given 250 mg/kg body-weight of paracetamol and each rat was given 0.1 ml of propolis orally, and group 5 (Pp3) was given 250 mg/kg body weight of paracetamol and each rat was given 0.15 ml of propolis orally. The treatments were given for 10 days, and on the 11th day, the necropsy was done to take the livers of the 25 rats for histopathology preparation. The examined variables included vascular congestion, fatty degeneration, and necrosis with the score (0: no lesions; 1: focal lesions; 2: multifocal lesions; 3: diffuse lesions. Kruskal-Wallis test showed a significant difference on the average of the vascular congestion, fatty degeneration, and necrosis of the tested group. The result of the research, it can be concluded that the 250 mg/kg body weight of Parasetamol can cause liver damage and the 0.15 ml of Propolis for each rat could repair the tissue damage better than the dose of 0.05 ml and 0.1 ml.
Gambaran Histopatologi Limpa Tikus Putih yang Diberi Deksametason dan Vitamin E Elsa Hidayati; I Ketut Berata; Samsuri Samsuri; Luh Made Sudimartini; I Made Merdana
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.705 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p03

Abstract

Dexamethasone is a corticosteroid drug from the class of glucocorticosteroids that has anti-inflammation and immunosuppressant effect. This drug has therapeutic effect such as immunosuppressive and reducing the inflammatory response. Spleen is an organ of the immune system, so that when used dexamethasone in the long term and large doses can affect the spleen. To prevent dexamethason effect on spleen, provision of antioxidants is required. Vitamin E is a fat soluble vitamin that acted as antioxidant. This study used complete randomized design. Sample of this experiment were 25 male rats divided randomly into 5 groups. Negative control were given standards food and drink. Dexamethasone administrated by subcutaneous injection 0,13 mg/kg BW in positive control group, P1, P2 and P3. Vitamin E administrated orally with following P1 (100 mg/kg BW), P2 (150 mg/kg BW) and P3 (200 mg/kg BW). After 2 weeks intervention, all samples were terminated, then took the spleen to make histopatology preparation. The variables examined include hemorrhage and necrosis. From the results showed a positive control necrosis, whereas P1, P2, P3 improvements in spleen damage, but was not significant. P2 treatment showed the best results in reducing the effects of dexamethasone. From this study it can be concluded that the dexamethasone dose 0,13 mg/kg BW has histopatology of spleen changes and vitamin E dose 150 mg/kg BW can repair spleen tissue damage is better than vitamin E dose 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW.
Efektivitas Ekstrak Ethanol Daun Mimba terhadap Rhipichepalus sanguineus secara In Vitro I Made Merdana; Ida Ayu Pasti Hapsari; Fuady Muslih
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 1 Pebruari 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.001 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p15

Abstract

The Neem leaves were very potential to developed as an anti-ectoparasite drug in pets. The purpose of this research was to determine the effectiveness of ethanol extract of Neem leaves (Azadirachta indica, A. Juss) against Rhipicephalus sanguineus dog by in vitro. Using a completely randomized design, 250 ticks were randomly divided into 5 groups with five repetitions. A gentle spray treatment of neem leaves extract, sequentially; P0 as negative control with Aquadest, P1 as positive control with 0.5% deltamethrin, P2 with 2.5% Neem leaves extract, P3 with 5% Neem leaves extract, P4 with 10% Neem leaves extract, Each group consists of 12 ticks that placed in petri dish with a cotton pad that has been sprayed with each solvent, then treated again by spraying it gently and equal. The results of the research showed that the ethanol extract of neem leaves proved to be very significant (P <0.01) against the mortality of R. sanguineus by in vitro. This research, solvent with 10% of neem leaves extract was most effective to exterminate R. sanguineus ticks with 100% mortality.
UJI BIOAKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN OBAT TRADISIONAL I Made Merdana
Buletin Veteriner Udayana Vol 2 No. 1 Pebruari 2010
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.663 KB)

Abstract

The research has been conducted to five kinds of traditional herbs which were collectedfrom Tajun village, Kubutambahan District, Buleleng Regency, Bali. It was conductedthrough extracting process and antibacterial bioactivity test to the five traditional herbs,naely kamboja (Plumeria rubra), kedondong (Spondias pinnata), kembang sepatu(Hibiscus rosa sinensis), mangga (Mangifera indica) dan manggis (Garnicia mangostana).The bioactivities antibaterial of these herbs had been exsperimented toward Micrococcusluteus and Escherichia coli. As the result, the leaves of the herbs which actively hamperedthe growth of Micrococcus luteus and Eschericia coli bacteria was manggis leavesĀ (Garnicia mangostana). The herb which only hampered the growth ofEscherichiacoli actively was kamboja leaves (Plumeria rubra), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), mangga (Mangifera indica). Mean while kedongdong leaves do not haveactivities to both kins of bacteria. Manggis had a goods potential to hamper the growthof Micrococcus luteus and Eschericia coli. It could be seen from the wide area of obstacleproduced by manggis leaves (Garnicia mangostana), namely 4,63 mm2 towardMicrococusluteus and toward Eschericia coli 5,63 mm2 in 105,5 part of point concentration.
Co-Authors Adri Yana Rambu Anawenju Afrizal Choirul Umam Agustina, I Putu Sudana Ali, Ahmad Muhammad Alviana Rizqiyah Utami Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Sagung Kendran Anastasia Bhala Ari Mogi, I Komang Arinata, I Ketut Teguh Ayu Prawitasari Citra Pratama Bina Ichsantya Darmawan, I Wayan Eka Dini Hilary Manullang Diyasa, I Gede Susrama Mas Domingas Pereira DWI SURYANTO Elsa Hidayati Elti Febilani Febrina Cicilia Br Ginting, Febrina Cicilia Firdaus, Ihsanul Franky Samuel Milenyano Chandra Fuady Muslih Gde Jasmara Muda Gea, Octo Berkat Gede Iwan Setiabudi Gede Yuda Darmadi Putra Genta Dhamara Adam Putranto Gusti Agung Rama Wiratama Putra Hariyadi, Hariyadi Hartati, Ruth Dwi Hendrawan, I Wayan Dika Wahyu I Dewa Made Nurja Sadhi I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Ayu Sri Darmayani I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ngurah Sudisma I Gusti Putu Tovan Mahottama I GustiKetut Suarjana I Kadek Ariyuda Prasetya I Kadek Parnayasa I Ketut Berata I Ketut Berata I Ketut Suada I Ketut Suada I Komang Ari Mogi I Komang Ari Mogi I Made Damriyasa I Made Dira Swantara I Made Dodi Gunawan I Made Dwinata I Made Kardena I Made Oka Riawan I Made Robi I NYOMAN ADI SURATMA I Nyoman Sarsana I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Nyoman Sulabda I Putu Agus Hendra Wibawa I Putu Agus Santika Putra I Putu Dwi Komala Putra I Putu Mangku Mariasa I Wayan Sudira I Wayan Wirata Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ika Hartini Hutasoit, Ika Hartini Iwan Harjono Utama Jihadulhaq, Jihadulhaq Kadek Febriana Marta Putra Kadek Teguh Wirasastra Ketut Budiasa Kusuma, Putu Winatha Luh Ani Luh Gde Sri Surya Heryani Luh Made Sudimartini Luh Seri Ani Made Gede Adi Surya Saputra Mahardika, I Gusti Bagus Mahmud, Fathmah Monica Lewinsky Ngudiyono Ngudiyono Ni Kadek Eka Widiadnyani Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Watiniasih Ni Nyoman Kencanawati Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ningsih, Adriati NYOMAN DITA PAHANG PUTRA, NYOMAN Nyoman Sumiati Pradipta Hendra Setiawan, Pradipta Hendra Putera, I Gusti Ngurah Dwipayana Putra, I Dewa Agung Made Wihanjana Putra, I Made Arya Udyana Putra, Putu Adi Guna Purwaka Putri, Ayu Chitra Adhitya Putu Devi Jayanti Putu Henrywaesa Sudipa Putu Suastika Rama Adi Putra, Rama Adi Sampurno, Ilham Ade Widya Samsuri , Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Saputra, I Dewa Ketut Ari Setyawati, Luh Gede Sewoyo, Palagan Senopati Sis wanto Siswanto, Riefqy Tepu Sri Darmayani, IGA ST Kholifah Nor Azizati Suci Nur Qurani Teja, Putu Tessa Hariys Septianda Theresia Ene Ujan, Katarina Kewa Yoga Eka Prasetyo Yoga Pratama Mambela Sarungallo