Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA DURASI TIDUR DENGAN SUSTAINED ATTENTION PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Gusti Ayu Inten Heny Pratiwi; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.935 KB)

Abstract

ABSTRAK Sustained attention merupakan kemampuan untuk mempertahankan atensi yangberkepanjangan. Atensi diperlukan untuk dapat mempertahankan kualitas pembelajaran mahasiswa,dimana sustained attention memegang peranan didalamnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal,salah satu diantaranya adalah durasi tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara durasi tidur dengan sustained attention pada mahasiswa Program Studi PendidikanDokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.Penelitian ini menggunakan desain penelitiananalitik cross-sectional dengan menggunakan data primer. Populasi sampel penelitian ini adalahmahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana denganmetode random sampling yang menghasilkan 136 sampel. Mahasiswa melakukan pengisian kuesioneruntuk mengetahui durasi tidur serta melakukan tes PC-PVT untuk mengetahui tingkat sustainedattention.Hasil analisis menggunakan SPSS 21 dengan uji korelasi Spearman menunjukkan adanyahubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan performa PC-PVT. Terdapat korelasi negatifantara durasi tidur dengan dua variabel hasil dari pemeriksaan atensi yaitu maxRT (r= -0,305;p=0,000) dan meanRT (r= -0,227; p=0,008) dimana apabila semakin pendek durasi tidur, semakintinggi hasil dari maxRT dan meanRT. Hasil analisis membuktikan adanya hubungan antara durasitidur dengan sustained attention, sehingga disarankan agar Mahasiswa Program Studi PendidikanDokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki rentang durasi tidur yang cukup untukkualitas pembelajaran yang lebih baik.Kata Kunci: Sustained Attention, Tidur, PC-PVT
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT)TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULER MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Nyoman Arista Febrianti; I Dewa Putu Sutjana; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i12.P03

Abstract

Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) pada mahasiswa dikarenakan rendahnya aktivitas fisik sehingga terjadi penimbunan energi berupa lemak. Meningkatnya IMT berkaitan terhadap penurunanndaya tahan kardiovaskuler yang selanjutnya berdampak terhadap kapasitas kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinhubungan IMT terhdap daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Rancangannpenelitian studi potong lintang, dilakukan Desember 2018 dengan responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memenuhi kriteria penelitian, terdiri dari 33 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran IMT berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m2), pengukuran daya tahannkardiovaskuler dengan Cooper Test lari 2,4 Km. Analisis data dengan analisis uji normalitas Saphiro-Wilk dan uji t-independent untuk mengetahui besar hubungan antar variabel dengan p < 0,05 adalah bermakna. Hasil penelitian didapatkan jumlah kelompok responden dengan IMT tidak normal paling banyak yaitu 18 responden dan IMT normal 13 orang. Hasil penelitian ini pula didapatkan kelompok IMT normal memiliki waktu tempuh lari lebih singkat dengan rerata 13,38 ± 2,37 dan kelompok IMT tidak normal memiliki waktu tempuh lari lebih lama dengan rerata 21,51 ± 6,72. Dari hasil analisis hubungan antara IMT terhadap daya tahan kardiovaskuler, didapatkan hasil p = 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan daya tahan kardiovaskuler pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci : Daya Tahan Kardiovaskuler, Indeks Massa Tubuh, Aktivitas Fisik.
HUBUNGAN MOTIVASI MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Gde Arya Dharmika Palguna; I Putu Gede Adiatmika; Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i8.P03

Abstract

Motivasi yang baik dan berkelanjutan dibutuhkan oleh mahasiswa dalam melakukan aktivitas fisik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antra motivasi melakukan aktivitas fisik dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Cross sectional merupakan desain penelitian yang digunakan. Pengumpulan data menggunakan kusioner BREQ-2 dan kuseioner IPAQ. Hasil pengisian kuesioner akan mengkategorikan sampel sesuai dengan tipe motivasi dan tingkat aktivitas fisik sampel. Dari total 144 kuesioner yang diberikan, 120 sampel menjadi sampel penelitian yang valid. Sampel laki-laki sebanyak 50 (41,7%) dan perempuan sebanyak 70 (58,3%), usia sampel dalam rentang 18-22 tahun, serta BMI rerata 22,44 kg/m2. Tingkat aktivitas fisik sampel dikategorikan menjadi rendah, moderat, dan tinggi (10,8%, 47,5%, dan 41,7%). Tipe motivasi dikategorikan menjadi amotivation (0%), external regulation (4,2%), introjected regulation (0%), identified regulation (58,3%), dan intrinsic regualtion (37,5%). Dari hasil analisis tipe motivasi dengan tingkat aktivitas fisik didapatkan korelasi positif (p<0,05) dan analisis skor RAI dengan skor MET juga didapatkan korelasi positif lemah (r = 0,281, p<0,05). Melalui hasil tersebut, dapat disimpulkan adanya hubungan antra motivasi melakukan aktivitas fisik dengan tingkat aktivitas fisik mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat untuk akademisi dan masyarakat. Kata kunci: motivasi, aktivitas fisik, mahasiswa
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN ANALISIS POSTUR TUBUH PADA SISWA PENGGUNA KOMPUTER DI SMK “G”, DENPASAR, BALI Ni Wayan Sintyabudi Kumalapatni; I Made Muliarta; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.718 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P03

Abstract

Komputer menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan oleh berbagai macam kalangan namun seringkali dilakukan dalam posisi yang tidak ergonomis. Hal tersebut dapat mengakibatkan keluhan muskuloskeletal yaitu rasa tidak nyaman pada otot dan rangka mulai dari keluhan ringan sampai berat. Postur tubuh yang tidak baik (tidak fisiologis) saat bekerja terlalu lama menjadi penyebab beban pada otot dan rangka serta mempengaruhi kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui keluhan muskuloskeletal dan analisis postur tubuh pada siswa pengguna komputer di SMK “G”, Denpasar, Bali. Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional descriptive dan dilakukan bulan Agustus sampai September 2018. Jumlah sampel yang digunakan adalah 120 orang. Keluhan musculoskeletal diketahui melalui Nordic Body Map (NBM) dan analisis postur tubuh diketahui melalui Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 86,7% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan lokasi paling sering yaitu leher sebanyak 61,5%, punggung sebanyak 59,6%, dan pinggang sebanyak 57,6%. Untuk analisis postur tubuh didapatkan sebanyak 22,5% dengan risiko sedang, 56,7% dengan risiko tinggi, dan 20,8% dengan risiko sangat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 86,7% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dan pada analisis postur tubuh responden paling banyak memiliki risiko tinggi sebanyak 56,7%. Saran yang dapat dipertimbangkan adalah diperlukan usaha-usaha untuk menurunkan keluhan muskuloskeletal dan memperbaiki postur tubuh. Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, postur tubuh, pengguna komputer
PREVALENSI GEJALA DEPRESI PADA IBU-IBU PKK YANG SUDAH MENOPAUSE DI DESA PEGUYANGAN KAJA DENPASAR TAHUN 2016 Made Paramartha Kesuma; I Dewa Ayu Inten Primayanti; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.881 KB)

Abstract

Menopause merupakan proses fisiologi pada wanita yang ditandai dengan berakhirnya periode menstruasi. Pada wanita menopause didapatkan kejadian untuk mengalami gejala depresi semakin meningkat, sedangkan data mengenai prevalensi gejala depresi pada wanita menopause masih terbatas. Tujuan studi ini untuk mengetahui prevalensi gejala depresi pada wanita menopause. Desain penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional menggunakan kuisioner.Penelitian ini menggunakan metode non random konsekutif. Sampelnya adalah ibu-ibu PKK yang sudah menopause di Peguyangan Kaja tahun 2016 dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh  dari kuisioner antara lain karakteristik sosiodemografi meliputi usia, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, paritas, riwayat pemakaian kontrasepsi dan rerata usia menopause, pengetahuan tentang menopause dan interpretasi gejala depresi.Pada penelitian ini terdapat 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 100 orang sampel didapat rerata usia yaitu 56,73 (±5,581), Status Perkawinan paling banyak adalah kawin dengan jumlah 87 orang (87%), Jenis pekerjaan paling banyak 46 orang (46%) ibu rumah tangga, 81 orang (81%) memiliki paritas multipara, dan 46 orang (46%) tidak memiliki riwayat pemakaian kontrasepsi. Pada pengetahuan tentang menopause didapatkan 74 orang (74%) tidak mengetahui apa definisi dari menopause. Prevalensi gejala depresi pada wanita menopause adalah 29 orang (29%).Dari hasil penelitian didaptkan kesimpulan bahwa prevalensi gejala depresi pada wanita menopause di desa Peguyangan Kaja Denpasar tergolong cukup tinggi yaitu 29%, diharapkan petugas kesehatan atau puskesmas lebih memberikan edukasi mengenai dampak-dampak yang terjadi saat terjadi menopause, sehingga mengurangi angka kejadian depresi.
Hubungan tingkat pengetahuan tentang backpack safety dengan nyeri punggung pada siswa kelas 5 di Denpasar Muhammad Ramadhan; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.76 KB)

Abstract

Health problems that often interfere with the effectiveness of the learning process of students is back pain. One of the causes of back pain in students is the level of knowledge about backpack safety. This study is aimed to identify correlation between the level of knowledge about backpack safety with back pain at Saraswati Primary School students 1 Denpasar.This study is analytic observational study with the cross sectional design. The number of samples in this study were 81 samples. which is the 5 th grade students Saraswati 1 Denpasar. Selection of the sample in this study used simple random sampling technique. Collected data in this study is using primary data which is obtained through questionnaires Level of Knowledge about Backpack Safety and Back Pain Complaints questionnaire. The results showed that the level of knowledge about backpack safety in 5th grade elementary school most are in the category of low knowledge level is 60.5% and 58% of students in grade 5th elementary school experiencing back pain. From the results of this study concluded that there is a significant correlation between level of knowledge about backpack safety with back pain complaint in 5th grade in Denpasar (p = 0.01). Results of this study are expected to be used as promotional material and education to reduce the risk of back pain in children of primary school age. Keywords: Level of Knowledge About Backpack Safety, Low Back Pain, Elementary School Age Children
TINGKAT PENGETAHUAN HERNIA PADA LAKI-LAKI YANG BEROLAHRAGA GYM DI KOTA SINGARAJA I Gusti Putu Adietha Chandra Putra; Adiartha Griadi; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.25 KB)

Abstract

Status kesehatan dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan. Salah satunya adalah dengan berolahraga. Olahraga yang saat ini sedang popular adalah olahraga gym di mana olahraga ini dibantu dengan alat yang dapat mengatur beban yang diperlukan. Olahraga ini baik untuk dilakukan namun tetap memiliki risiko cedera. Risiko cedera dapat timbul akibat kurangnya informasi terkait. Salah satu informasi tersebut adalah Hernia. Hernia secara medis adalah keadaandi mana terjadi penonjolan atau pengeluaran organ pada celah tubuh yang tidak semestinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang hernia sebagai salah satu risiko cedera pada laki-laki yang berolahraga gym di tempat gym wilayah Singaraja pada tahun 2017 baik secara keseluruhan dan berdasarkan karateristik sampel. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif potong lintang yang dilakukan dengan pemilihan sampel yang memasuki kriteria inklusi penelitian dan dilakukan pada bulan Mei 2017 – Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner dan wawancara singkat untuk mendapatkan gambaran kesan risiko cedera serta untuk menilai tingkat pengetahuan hernia. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil bahwa terdapat sebanyak 60 responden member gym sebagai responden penelitian. Ditemukan gambaran tingkat pengetahuan hernia, yaitu dengan kategori tingkat pengetahuan baik dengan jumlah 37 orang (61,7%), kategori tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 19 orang (31,7%), dan tingkat pengetahuan kurang 4 orang (6,7%). Distribusi tingkat pengetahuan berdasarkan karateristik sampel seperti umur, tingkat pendidikan, sumber informasi, dan jenis pekerjaan. Kesimpulannya, gambaran tingkat pengetahuan hernia terbanyak pada member gym laki-laki di wilayah kota Singaraja adalah tingkat pengetahuan baik. Karateristik responden terbanyak pada member gym dengan tingkat pengetahuan baik adalah, usia di atas 23 tahun, berpendidikan SMA/SMK, sumber informasi dengan jenis media sosial dan media cetak dan dengan status pekerjaan sebagai pelajar. Kata Kunci: hernia, resistance training, tingkat pengetahuan
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PENGERAJIN INDUSTRI BOKOR DI DESA MENYALI Kadek Rina Agustinawati; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.862 KB)

Abstract

Bokor merupakan sarana pelengkap upacara keagamaan Hindu di Bali. Prosespembuatan bokor sendiri dapat mengakibatkan beban kerja bagi para pengerajinnya.Tingginya beban kerja dapat dapat mengakibatkan penurunan efektivitas kerja, ketahanantubuh, dan pengurangan kapasitas kerja sehingga menimbulkan kelelahan. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan pada pengerajinbokor di Desa Menyali. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan observasional menggunakanpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pengerajin bokor di DesaMenyali sebanyak 59 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metodesimple random sampling. Beban kerja dinilai dari denyut nadi menggunakan metode 10denyut pada masing-masing sampel yang diukur menggunakan stopwatch. Kelelahan kerjadinilai menggunakan aplikasi android “Wait Now – reaction time test” sebanyak dua kalikemudian dicari reratanya. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Pearson diperoleh hasil bahwa nilai p yakni0,001 dimana p<0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengankelelahan kerja pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Nilai koefisien korelasi didapatkansebesar 0,857, hal ini menandakan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahankerja yang sangat kuat pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Dari pemaparan diatas didapatkan simpulan bahwa ada hubungan yang sangat kuatantara beban kerja dengan kelelahan pada pengerajin bokor di Desa Menyali. Diharapkanhasil penelitian ini dapat dipakai untuk bahan sosialisasi ke pengerajin untuk mengatasikelelahan sebagai dampak dari beban kerja. Kata kunci: Pengerajin bokor, beban kerja, kelelahan
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA, TAHUN 2015 Nyoman Siska Ananda; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.069 KB)

Abstract

Kelelahan mata dapat terjadi akibat otot silier dan otot ekstra okular berakomodasi secara berkepanjangan terutama saat beraktivitas yang memerlukan pengelihatan jarak dekat. Salah satu faktor yang mempengaruhi beratnya kelelahan mata adalah intensitas cahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2015 dengan menggunakan desain cross sectional study. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel sehingga didapatkan 80 dari total populasi sebesar 256 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kelelahan mata skala Likert dan luxmeter dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 responden, sebanyak 33 responden (41,25%) mengalami kelelahan mata dan yang tidak mengalami kelelahan mata sebanyak 47 responden (58,75%). Data penelitian menunjukkan 66,67% ruang diskusi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki intensitas pencahayaan yang tidak memenuhi standar. Hasil uji Chi-square untuk intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata menunjukkan nilai p sebesar 0,007, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
HUBUNGAN OLAHRAGA AEROBIK TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA Putu Satyakumara Upadhana; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i10.P16

Abstract

Gaya hidup sedentari adalah gaya hidup dengan aktivitas fisik yang sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Kalangan mahasiswa sebagian besar memiliki aktivitas yang sibuk bergantung terhadap adanya kemajuan di era globalisasi ini, sehingga mahasiswa cenderung menjadi gaya hidup sedentari. Penelitian iniKbertujuanOuntuk mengetahui hubungan olahraga aerobik terhadap kemampuan akademik mahasiswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode cross-sectional dari sumber data yang didapat dengan metode penyebaran kuesioner kepada beberapa mahasiswa di Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2016, dan dilaksanakan pada bulan Juni – September 2019. Teknik pengumpulan sampel dengan metode random sampling, berjumlah 60 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan program komputer secara bertahap dengan analisis bivariat.Responden yang mengisi kuesioner dari usia 18 tahun hingga 23 tahun. Persentase responden dengan aktivitas olahraga aerobik kategori aktif sebanyak 43,33%, kategori cukup aktif sebanyak 23,33%, dan sedentari sebanyak 33,34%. Persentase responden dengan tingkat kemampuan akademik baik adalah sebesar 81,67%, dengan tingkat kemampuan akademik kurang baik sebesar 18,33%. Terdapat hubungan antara olahraga aerobik dengan tingkat kemampuan akademik dengan P value = 0,023, OR = 2,613 (IK 95% 1,111-6,145). Terdapat beberapa mekanisme yang mendasari dari adanya dampak positif terhadap kemampuan akademik dari olahraga aerobik, yaitu dari sisi psikologis, molekular, dan fisiologis tubuh. Dapat disimpulkan terdapat hubungan positif antara olahraga aerobik dengan kemampuan akademik mahasiswa. Semakin rendah aktivitas fisik mahasiswa, maka akan memiliki risiko tingkat kemampuan akademik kurang baik sebesar 2,613 kali lebih besar. Kata kunci : olahraga, kemampuan akademik, mahasiswa.
Co-Authors Adela Nathania Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Anak Agung Gede Eka Septian Utama Ardiyanti, Ni Putu Ari Wibawa Ayu Indriyani Utami Bagus Andika Pramana Bagus Komang Satriyasa Boki Jaleha D A inten Dewa Made Adi Arsika Widja Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dio Septiyan Helmi Dito Setiadarma Driansha, Cindy Liora Elisabeth Matrona Sintia Pareira elisabeth yunilan Endah Sulistyowardani Fadma Putri Futi Nurul Destya Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gede Dilajaya Robin Gede Eka Juli Prasana Gian Lisuari Adityasiwi Hanik Nuryanti Herista Novia Widanti I Dewa Ayu Agung Diah Sutarini I Dewa Ayu Inten D. P I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Dewa Ayu Inten Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Gde Arya Dharmika Palguna I Gede Eka Juli Prasana I Gede Putu Wahyu Mahendra I Gusti Ayu Inten Heny Pratiwi I Gusti Ayu Widianti I Gusti Ngurah Priambadi I Gusti Ngurah Priambadi, I Gusti Ngurah I Gusti Putu Adietha Chandra Putra I Kadek Dwi Arta Saputra I Ketut Suyasa I Made Ady Wirawan I Made Jawi I Made Muliarta I Made Muliarta I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I P G. Adiatmika I Putu Adiartha Griadhi I Putu Yudi Pramana I Wayan Sugiritama Ida Ayu Indrani Dewi Purba Ida Ayu Shinta Nadia Utami Ida Bagus A. Swamardika IGN Alit Hendra Wahyudi indah adiputra J. A. Pangkahila Juhanna, Indira Vidiari K tirtayasa Kadek Rina Agustinawati Ketut Laksmi Puspa Dewi Ketut Tirtayasa Kevin Kusuman Krismawati, Luh Dwi Erna Krisna Priya Ponusamy Leandra Erdina Usmany LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari Made Hendra Satria Nugraha Made Paramartha Kesuma Made Pasek Ngurah Bagus Made Shanty Wardana Made Shanty Wardana Made Wahyu Cahyadi Manoharan, Thunissha Maria Imaculata Date Mohammad Syahroni Muhamad Baidhowi Primadi Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Ramadhan Muhammad Ruslan Nuryanto Muliarta Ni Eka Dewi Ambarawati Ni Eka Dewi Ambarawati Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Linawati Ni Made Suasti Wulanyani Ni Nyoman Arista Febrianti Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Nita Rosani Ni Putu Suci Sukreni Ni Wayan Sintyabudi Kumalapatni Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nur Basuki Nur Sakinah Nurharta, Desak Made Pratista Sari Mahadevi Nyoman Siska Ananda Pricela Da Costa Purnamsidi, Wilbert Putu Adhika Satria Utama Wicaksana Aji Amertha Putu Satyakumara Upadhana Putu Sinta Diahswari Widyadari Putu Wandari Pranitha Reza Fatchurahman Ria Indah Sari Gaghana Rizki Novrianti S. Indra Lesmana Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi Santoso, Ayu Meylianawati Sawitri, Anak Agung Sagung Sayu Aryantari Putri Thanaya Siringoringo, Daniel Sulung Utama Sueca, I Nyoman Sugianto, Alena Juliani Sugijanto - Susy Purnawati Sutjna, Dewa Putu Tri Juniari, Ni Komang Wahyuddin Wahyuddin, Wahyuddin Wardatun Nugraheni William Abraham S