Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SUHU TUBUH ISTIRAHAT DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Hanik Nuryanti; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.288 KB)

Abstract

Kondisi dimana lemak tubuh berlebih yang dapat digambarkan melalui indeks massa tubuh (IMT) disebutobesitas. Obesitas diakibatkan oleh kurangnya pengeluaran energi yang dipengaruhi oleh tingkat aktivitasdan olahraga secara umum serta metabolisme basal tubuh. Produksi panas yang dihasilkan darimetabolisme basal dapat diindikasikan oleh pengukuran suhu basal. Metode penelitian ini adalahpendekatan analitik potong lintang dengan melakukan pengukuran suhu tubuh istirahat, tinggi badan,berat badan dan perhitungan IMT. Uji analisis menggunakan uji non-parametrik Rank Spearman. Temuanpenelitian ini membuktikan adanya korelasi yang bermakna antara suhu tubuh istirahat dengan IMT,dengan nilai p sebesar 0,001. Koefisien korelasi didapatkan -0,878 menunjukkan hubungan tersebutberbanding terbalik. Suhu tubuh istirahat menandakan panas yang dihasilkan oleh proses metabolismebasal dan efek termik makanan. Proses metabolisme menggunakan lemak sebagai sumber energi panasdapat mengurangi kandungan lemak dalam tubuh. Kata kunci: suhu tubuh istirahat, IMT, metabolisme basal
PERBEDAAN TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI ANTARA PEKERJA SHIFT DAN NON-SHIFT DI TOKO DI DENPASAR SELATAN Ni Nyoman Nita Rosani; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.595 KB) | DOI: 10.24843/eum.2020.v09.i01.p01

Abstract

Shift kerja merupakan pengaturan waktu kerja yang tidak menentu atau di luar jadwal kerja normal. Shift kerja dapat menyebabkan perubahan ritme sirkadian yang akan mempengaruhi tekanan darah dan denyut nadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah dan denyut nadi antara pekerja shift dan non-shift. Rancangan penelitian yang digunakan analitik cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah pramuniaga yang bekerja sebagai pekerja shift dan non-shift toko di Denpasar Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Jumlah sampel adalah 64 orang. Penelitian dilakukan dengan pemeriksaan fisik palpasi untuk mengukur denyut nadi dan menggunakan alat sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik dianalisis dengan uji Mann-Whitney, sedangkan perbedaan denyut nadi dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian tekanan darah sistolik dan diastolik menunjukkan nilai p <0,05 yaitu 0,000 dan 0,000 yang artinya terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok. Hasil penelitian denyut nadi menunjukkan nilai p <0,05 yaitu 0,012, artinya terdapat perbedaan denyut nadi pada kedua kelompok. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah dan denyut nadi antara pramuniaga yang bekerja sebagai pekerja shift dan non-shift di Denpasar Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mencari faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan denyut nadi sehingga diperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat. Kata Kunci: Shift Kerja, Tekanan Darah, Denyut Nadi
Tingkat Stres Siswa Menjelang Ujian Akhir Semester di SMAN 4 Denpasar Made Shanty Wardana; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.193 KB)

Abstract

Stress is psychologic responses to various stressor that could happen for any people including 10th grade student who have stressor such as the last semester exam. The objective of this research is to study the stresses enhancement before the last semester exam at SMAN 4 Denpasar. This research used a cross-sectional study. Student of 10th grade was used as sample respondent and was interviewed in 2 time periods as follows: 1) on the one month before exam, and 2) on the three days before exam. The Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) questionnaire was used as instrument for interviews. Wilcoxon Test was used to know the enhancement of stresses for two periods. Descriptively, the results showed the enhancement of stresses level. However, analytically, the results showed that the level of stresses between 44 students in two different periods was not significantly different as indicated by the p value of 0.316 (p>0.05). Therefore, there was no significantly enhancement of student stresses before exam. Keyword : Stress, Last Semester Exam, Student
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENGRAJIN BATIK DI DESA PEJENG, GIANYAR Dewa Made Adi Arsika Widja; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.239 KB)

Abstract

ABSTRAK Nyeri pada bagian punggung bawah merupakan suatu keadaan nyeri yang terjadi pada region punggung bagian bawah yang disebabkan oleh berbagai faktor. Gangguan ini paling banyak ditemukan pada lingkungan kerja, terutama pada individu yang beraktivitas dengan sikap kerja yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara sikap kerja terhadap nyeri pada bagian punggung pada pengrajin batik di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan analytic crossectional dan menggunakan 20 orang sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sikap kerja terhadap nyeri punggung bawah pada pengrajin batik di Desa Pejeng, Gianyar. Perubahan menuju sikap kerja yang ergonomis serta perhatian terhadap kesehatan pengrajin sangat dibutuhkan oleh pengrajin batik sehingga menghasilkan kualitas produk yang baik. Kata Kunci : Nyeri Punggung Bawah, Sikap Kerja ABSTRACT Lower back pain is a state of pain that occurs in the lower back region caused by various factors. Lower back pain is most commonly found in the work environment, especially found in individual who work with wrong attitude. The purpose of this study is to describe the relationship between work attitude to pain on the back of batik craftsmen in Pejeng Village, Gianyar Regency. This study used analytic crossectional and used 20 people as research sample. The result of this research is found a significant correlation between work attitude toward lower back pain on batik craftsman in Pejeng Village, Gianyar. batik craftsmen need Changes to ergonomic work attitude and attention to the health of craftsmen. It can make batik craftsmen produce good product quality. Keywords: Lower Back Pain, Work Attitude
HUBUNGAN ANTARA RUTINITAS OLAHRAGA DENGAN FUNGSI PARU PADA PEROKOK USIA DEWASA MUDA DI DENPASAR Made Pasek Ngurah Bagus; I Dewa Ayu Inten D. P; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P09

Abstract

ABSTRAKMerokok memberikan dampak yang buruk pada kesehatan tubuh, khususnya pada sistem pernafasan. Olahraga yang cukup dapat meningkatkan kebugaran, kesehatan dan daya tahan tubuhmanusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat rutinitas olahraga denganfungsi paru pada perokok usia dewasa muda di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkorelasional dengan rancangan potong-lintang. Pengambilan sampel menggunakan metode nonprobabilitysampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Proses pengambilan dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner Baecke dan Spirometer Chestgraph HI-101. Dari hasil penelitian menggunakan uji statistik non-parametrik Rank Spearman didapatkan nilai p yaitu 0,000.. (<0,05) padamasing-masing % predicted FVC dan % predicted FEV1.0 yang menunjukkan adanya hubungan antara rutinitas olahraga dengan fungsi paru perokok usia dewasa muda. Pada analisa penelitian ini ditemukan Correlation Coefficiet Indeks Olahraga Baecke dengan % predicted FVC r=0,714 dan hubungan IndeksOlahraga Baecke dengan % predicted FEV1.0 r=0,726. Arah hubungan variabel pada penelitian inipositif dan kuat. Kata Kunci: Rutinitas olahraga, Fungsi paru, Perokok, Dewasa muda ABSTRACTSmoking leaves detrimental effect on human body’s health, especially on the respiratory system. Ample physical exercise increases fitness, healthiness, and immunity of the body. This study’s objectivewas to investigate the relationship between the physical exercise routine with the lung function of youngadult smokers in Denpasar. This study was a descriptive correlational with cross-sectional design. Thesampling method used was non-probability sampling with purposive sampling technique. The samplesize of this study was 100 respondents which met the inclusion criteria. The instrument used in theprocess of taking and collecting data was Baecke Questionnaire and Spirometry Chestgraph Hi-101.Using non-parametric Rank Spearman statistical test on the data collected, it was found that the p valuewas 0.000.. (<0.05) for each % predicted FVC and % predicted FEV1.0 which concluded that there wasa correlation between physical exercise routine with the lung function of young adult smokers.Correlation Coefficient found between Baecke sport index with % predicted FVC was r=0.714 andbetween Baecke sport index with % predicted FEV1.0 was r=0.726. The correlation is linearly positiveand strong. Keywords: Exercise routine, Lung function, Smoking, Young adult
TINGKAT KETAHANAN KARDIORESPIRASI PADA PELATIH KEBUGARAN DI PUSAT KEBUGARAN “X" William Abraham S; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i7.P18

Abstract

ABSTRAK Kebugaran jasmani seseorang dapat di uji dengan cara menguji ketahanan kardiorespirasi ataupun daya tahan kardiorespirasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan kardiorespirasi pelatih kebugran di pusat kebugaran “X”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan dengan teknik pengambilan data menggunakan uji ketahanan kardiorespirasi. Populasi adalah seluruh pelatih kebugaran yang berada di pusat kebugaran “X” sejumlah 15 orang yang terdiri 11 pria dan 4 wanita yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur ketahanan kardiorepirasi pada penelitian ini adalah dengan tes cooper. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yang di representasikan dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Tingkat ketahanan kardiorespirasi pada pelatih kebugaran pria di pusat kebugaran “X” di Denpasar, Bali berada pada kategori “kurang baik“ sebesar 18,18 % ( 2 orang), kategori “cukup” sebesar 63,64% ( 7 orang), kategori “baik” sebesar 18,18% (2 orang). (2) Tingkat ketahanan kardiorespirasi pada pelatih kebugaran wanita di suatu pusat kebugaran di Denpasar, Bali berada pada kategori “kurang baik“ sebesar 25% ( 1 orang), kategori “cukup” sebesar 50% ( 2 orang), kategori “baik” sebesar 25% (2 orang). (3) Tingkat ketahanan kardiorespirasi pada pelatih kebugaran pria dan wanita di suatu pusat kebugaran di Denpasar, Bali berada pada kategori “kurang baik“ sebesar 20% (3 orang), kategori “cukup” sebesar 60% ( 9 orang), kategori “baik” sebesar 20% (3 orang). Kata Kunci : Ketahanan kardiorespirasi, Pelatih Kebugaran, Tes cooper.
TINGKAT STRES SISWA MENJELANG UJIAN AKHIR SEMESTER DI SMAN 4 DENPASAR Made Shanty Wardana; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.277 KB)

Abstract

Stres merupakan respon psikologis terhadap berbagai stressor yang dapat terjadi pada setiap individu termasuk siswa SMA. Kelas X mulai menghadapi berbagai stressor di sekolah, sebagai contoh Ujian Akhir Semester (UAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan stres siswa menjelang UAS di SMAN 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan sampel siswa kelas X. Penelitian ini dilakukan dalam dua periode; 1) H- 1 bulan UAS, 2) H-3 hari UAS. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). Uji Wilcoxon digunakan untuk mengetahui peningkatan stres siswa dalam dua periode. Hasil penelitian secara deskriptif mendapatkan adanya peningkatan stres ringan dan sedang pada siswa. Namun hasil uji analisis 44 sampel menunjukkan p value = 0.316, artinya bahwa tidak ada peningkatan stres yang signifikan (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa pada kelas X di SMAN 4 Denpasar tidak ada peningkatan stres siswa yang bermakna menjelang UAS.
HUBUNGAN DISABILITAS PADA LOW BACK PAIN DENGAN POSTUR KERJA PADA PEKERJA PENYAPU JALAN DI KOTA DENPASAR Wardatun Nugraheni; I Made Krisna Dinata; I D A Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.842 KB)

Abstract

Pekerjaan penyapu jalan merupakan pekerjaan yang dilakukan secara repetitif. Faktor-faktorrisiko dalam pekerjaan diantaranya faktor postur, kontraksi otot statis, gerakan repetitive. Banyaknyafaktor risiko membuat pekerjaan penyapu jalan perlu dilihat dari sisi ergonomi sehingga produktivitasdan kesehatan para pekerjanya dapat ditingkatkan. Faktor risiko yang terdapat dalam proses kerjapekerja penyapu jalan yang dianggap meningkatkan faktor risiko terkenanya masalah MSDs. Untukmengetahui ada hubungan disabilitas pada low back pain dengan postur kerja pada pekerja penyapujalan di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancanganpenelitian analitik cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja penyapu jalan di kotaDenpasar tahun 2017 yang berjumlah 14 orang. Sampel pada penelitian ini diambil secara acakdengan menggunakan metode cluster sampling pada kelompok individu dalam populasi yang terjadisecara alamiah berdasarkan wilayah. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah postur pekerja yangdidapat menggunakan alat analisis REBA, variabel tergantung dari penelitian ini adalah disabilitaslow back pain yang diambil menggunakan alat kuesioner indeks disabilitas Oswestry. Uji statistikyang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil analisis korelasi uji korelasi spearman diperolehnilai rho r sebesar 0,551 dan nilai p = 0,00. Hubungan yang searah, yaitu peningkatan nilai satuvariabel akan diikuti peningkatan nilai dari variabel yang lain. terdapat hubungan yang signifikanantara disabilitas pada low back pain dengan postur kerja pada pekerja penyapu jalan di KotaDenpasar pada tahun 2017. Kata kunci: Postur Kerja, Low Back Pain, Kuesioner Oswestry, REBA
PERBEDAAN PHYSICAL FITNESS PADA BERBAGAI FREKUENSI OLAHRAGA DAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Dewa Ayu Agung Diah Sutarini; I Made Muliarta; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.233 KB)

Abstract

Mahasiswa membutuhkan physical fitness yang baik demi melaksanakan aktivitas perkuliahan sehari-hari. Physical fitness sangat berkontribusi terhadap kesehatan tubuh yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti komposisi tubuh, fungsi kardiovaskular, fungsi otot, dan fleksibilitas tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui perbedaan physical fitness pada frekuensi olahraga ?3 kali perminggu dan < 3 kali perminggu dan indeks massa tubuh normal dan lebih dari normal pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian menggunakan pendekatan analytic cross sectional, dengan banyaknya sampel minimal yaitu 81 sampel. Pengukuran physical fitness dilakukan dengan cooper test lari 2,4 Km. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan waktu lari yang signifikan antar kedua kelompok sampel berdasarkan frekuensi olahraga dan indeks massa tubuh. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kelompok sampel yang memiliki physical fitness yang lebih baik, yaitu kelompok dengan olahraga ?3 kali perminggu dan IMT normal. Untuk kelompok olahraga > 3 kali perminggu dan IMT lebih dari normal masih sangat diperlukan olahraga yang rutin dan mengatur pola makan untuk menjaga physical fitness. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, frekuensi olahraga, physical fitness
Hubungan Tari Kontemporer terhadap Kebugaran Kardiovaskuler pada Usia Dewasa elisabeth yunilan; I Putu Gede Adiatmika; I Made Krisna Dinata; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i9.P05

Abstract

Dewasa ini banyak manusia yang lebih suka dan dituntut untuk menghabiskan waktunya untuk mendengarkan musik, menatap layar handphone, dan duduk di depan komputer selama berjam-jam sehingga tidak banyak melakukan olahraga atau aktivitas fisik. Untuk meningkatkan kebugaran fisik diperlukan aktivitas fisik yang cukup salah satunya adalah menari karena dapat dilakukan oleh semua orang tanpa memandang jenis kelamin dan menyenangkan untuk dilakukan. Dari sekian macam jenis tari, penulis mengangkat jenis tarian teatrikal seperti tari kontemporer, tari balet, tari modern, dan tari jazz karena belum banyak orang yang mengetahui jenis tari tersebut. Telaah sistematis ini telah meneliti beberapa artikel penelitian yang mengusung salah satu tari teatrikal yang telah disebutkan sebelumnya dan mencari hubungannya dengan kebugaran kardiovaskuler pada manusia dewasa. Terdapat total 31 artikel yang tekah ditelusuri dan sebanyak 12 artikel yang diinklusi sesuai dengan kriteria PICOS dalam telaah sistematis ini. Dari kedua belas artikel tersebut disebutkan bahwa ada peningkatan kemampuan kardiovaskuler pada subjek penelitian, karena para subjek sudah terbiasa untuk melakukan berbagai segmen gerakan yang sama, ditambah semakin ditingkatkannya tekanan dan beban kerja dalam menari. Selain itu tingkat kebugaran kardiovaskuler juga nampak berbeda pada setiap tingkatan penari.
Co-Authors Adela Nathania adiartha g Adiartha Griadi Agus Frandes Sariaman Ainul Ghurri Anak Agung Gede Eka Septian Utama Ardiyanti, Ni Putu Ari Wibawa Ayu Indriyani Utami Bagus Andika Pramana Bagus Komang Satriyasa Boki Jaleha D A inten Dewa Made Adi Arsika Widja Dewa Putu Gede Purwa Samatra Dio Septiyan Helmi Dito Setiadarma Driansha, Cindy Liora Elisabeth Matrona Sintia Pareira elisabeth yunilan Endah Sulistyowardani Fadma Putri Futi Nurul Destya Gde Ngurah Idraguna Pinatih Gede Dilajaya Robin Gede Eka Juli Prasana Gian Lisuari Adityasiwi Hanik Nuryanti Herista Novia Widanti I Dewa Ayu Agung Diah Sutarini I Dewa Ayu Inten D. P I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti, I Dewa Ayu Inten Dwi I Dewa Ayu Inten Primayanti I Dewa Putu Sutjana I Gde Arya Dharmika Palguna I Gede Eka Juli Prasana I Gede Putu Wahyu Mahendra I Gusti Ayu Inten Heny Pratiwi I Gusti Ayu Widianti I Gusti Ngurah Priambadi I Gusti Ngurah Priambadi, I Gusti Ngurah I Gusti Putu Adietha Chandra Putra I Kadek Dwi Arta Saputra I Ketut Suyasa I Made Ady Wirawan I Made Jawi I Made Muliarta I Made Muliarta I MADE MULIARTA . I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Putu Yudi Pramana I Wayan Sugiritama Ida Ayu Indrani Dewi Purba Ida Ayu Shinta Nadia Utami Ida Bagus A. Swamardika IGN Alit Hendra Wahyudi indah adiputra J. A. Pangkahila Juhanna, Indira Vidiari K tirtayasa Kadek Rina Agustinawati Ketut Laksmi Puspa Dewi Ketut Tirtayasa Kevin Kusuman Krismawati, Luh Dwi Erna Krisna Priya Ponusamy Leandra Erdina Usmany Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari Made Hendra Satria Nugraha Made Paramartha Kesuma Made Pasek Ngurah Bagus Made Shanty Wardana Made Shanty Wardana Made Wahyu Cahyadi Manoharan, Thunissha Maria Imaculata Date Mohammad Syahroni Muhamad Baidhowi Primadi Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muhammad Ramadhan Muhammad Ruslan Nuryanto Muliarta Ni Eka Dewi Ambarawati Ni Eka Dewi Ambarawati Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Linawati Ni Made Suasti Wulanyani Ni Nyoman Arista Febrianti Ni Nyoman Ayu Dewi Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Nita Rosani Ni Putu Suci Sukreni Ni Wayan Sintyabudi Kumalapatni Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nila Wahyuni Nur Basuki Nur Sakinah Nurharta, Desak Made Pratista Sari Mahadevi Nyoman Siska Ananda Pricela Da Costa Purnamsidi, Wilbert Putu Adhika Satria Utama Wicaksana Aji Amertha Putu Satyakumara Upadhana Putu Sinta Diahswari Widyadari Putu Wandari Pranitha Reza Fatchurahman Ria Indah Sari Gaghana Rizki Novrianti S. Indra Lesmana Sagung Ayu Priti Mawar Veda Santi Santoso, Ayu Meylianawati Sawitri, Anak Agung Sagung Sayu Aryantari Putri Thanaya Siringoringo, Daniel Sulung Utama Sueca, I Nyoman Sugianto, Alena Juliani Sugijanto - Susy Purnawati Sutjna, Dewa Putu Tri Juniari, Ni Komang Wahyuddin Wahyuddin, Wahyuddin Wardatun Nugraheni William Abraham S