Claim Missing Document
Check
Articles

Ergative and Antipassive Construction in Minangkabaunese: Are There? Jufrizal, Jufrizal; Lely Refnita; M. Affandi Arianto
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 1 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i1.585

Abstract

That Minangkabunese has active-passive dichotomy is not questioned anymore since it has been treated as an accusative language. Further typological analysis toward grammatical constructions of this language leads to a claim that it may be treated as an ergative language in which the ergative and antipassive constructions exist. That Minangkabaunese has ergative and antipassive construction is still questioned in some matters. Therefore, further grammatical-typological data, analysis, and discussion are needed. This paper, which is based on and developed from a part of results of research conducted in 2021-2022, particularly analyses whether Minangkabaunese has ergative and/or antipassive constructions. Two questions are raised, namely: (i) are there ergative and antipassive constructions in Minangkabaunese? and (ii) what is the linguistic implication of such claim toward grammatical typology of Minangkabaunese? This descriptive-qualitative study was practically operated as a linguistic field research and supported by a library study. Native speakers as represented by selected informants and written texts of Minangkabaunese were the sources of data. The data are in the form of clause constructions of Minangkabunese identified as the standard ones and were analyzed based on related theories of grammatical typology. The result of data analysis reveals that Minangkabaunese has ergative and antipassive constructions. Implicationally, this language may be typologically treated as an ergative language at the syntactic level beside as an accusative language.
Asuhan keperawatan pasien acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum di ICU: Studi kasus Monicha, Ecy Oktaviana; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1344

Abstract

Latar belakang: Acute respiratory failure (ARF) merupakan kondisi kritis dimana sistem pernapasan gagal untuk mempertahankan pertukaran gas yang memadai yang ditandai dengan hipoksemia atau hiperkapnia atau keduanya. Salah satu faktor penyebab ARF adalah ensefalopati uremikum. Pasien dengan ensefalopati uremikum akan terjadi penumpukan ureum sehingga pasien mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma, yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan ventilasi spontan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk dengan melakukan dan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum. Metode:Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa yang muncul pada Ny. AR yaitu risiko aspirasi dengan rencana keperawatan pencegahan aspirasi, gangguan pertukaran gas dengan rencana keperawatan manajemen ventilasi mekanik, penurunan kapasitas adaptif intrakranial dengan rencana keperawatan peningkatan tekanana intrakranial dan ketidakstabilan glukosa darah dengan rencana keperawatan manajemen hiperglikemia. Kesimpulan: Terdapat sebagian perbaikan pada kondisi pasien seperti terjadi peningkatan kesadaran, tidak terdapat residu lambung, dan tidak terdengar suara napas tambahan namun harus dilakukan peningkatan intervensi lainnya diakibatkan kondisi pasien yang belum stabil. Rekomendasi: Diharapkan pelaksanaan penanganan pasien dapat dilakukan segera dengan intervensi yang menunjang perbaikan kondisi pasien dan terus meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien acute respiratory failure.
Pengalaman Pekerja Terhadap Work From Home (WFH) Selama Pandemi Covid-19 Rachmah, Rachmah; Rahmawati, Rahmawati; Mahdarsari, Mayanti; Jufrizal, Jufrizal; Kasih, Laras Cyntia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.3197

Abstract

Pandemi Covid19 mengharuskan Staf untuk melakukan Work From Home (WFH) guna memutus mata rantai dan mencegah penularan dan penyebaran Covid19 dilingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pekerja terhadap WFH serta dampak yang ditimbulkan selama pekerja menjalani WFH. Metode penelitian adalah deskriptif sederhana, dengan melakukan pengumpulan data yang disebarkan melalui aplikasi online yang dimulai pada bulan April hingga Juni 2020. Hasil penelitian ini diketahui bawa Dosen dan Guru merupakan mayoritas pekerja yang melakukan WFH selama Pandemi Covid-19 dengan berbagai pengalaman WFH. WFH akan dapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh factor internal (dukungan keluarga) dan eksternal (dukungan tempat bekerja).Kata Kunci: Pengalaman, Pekerja, Work From HomeThe Covid19 pandemic requires staff to work from home (WFH) to break the chain and prevent the transmission and spread of Covid19 in the work environment. This research aims to determine workers' experiences with WFH and the impacts caused while workers undergo WFH. The research method is simple descriptive, by collecting data distributed via online applications starting from April to June 2020. The results of this research show that lecturers and teachers are the majority of workers who WFH during the Covid-19 pandemic with various WFH experiences. WFH will be implemented well if it is supported by internal (family support) and external (workplace support) factors.Keywords: Experience, Workers, Work From Home
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Annisa, Annisa; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keracunan paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar (SD). Kejadian keracunan harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat dari orang terdekat. Anak usia sekolah idealnya memiliki pengetahuan tentang keracunan. Hal ini karena keracunan bisa terjadi dilingkungan bermain yang mungkin jauh dari pengawasan orang tua dan guru. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan. Jenis penelitian adalah deskriptif ekploratif, sampel penelitian 89 siswa/i terdiri dari kelas V dan VI di SD Negeri 70 Kota Banda Aceh. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner pengetahuan pertolongan pertama keracunan berisi 18 item pernyataan ya-tidak dengan nilai validitas 0,676 dan reabilitas 0,880. Penelitian menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan berada kategori pengetahuan sedang sebanyak 52 responden (58,4%). Diharapkan pihak sekolah agar dapat mengoptimalkan unit kesehatan sekolah (UKS) untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada keracunan.Kata Kunci : Keracunan, Anak usia sekolah, Pengetahuan
Batimbang Salah in the customary court in Kenagarian Talang Babungo perspective 'Urf Jufrizal, Jufrizal; Azwar, Zainal
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2806

Abstract

This research examines the Batimbang Salah Tradition in Talang Babungo Kenagarian in terms of the perspective of 'Urf. The Batimbang Salah tradition is a customary tradition of the surrounding community in which there are several things that are contrary to the concept of U'rf and Islamic Law, one of which is that if you have not done this tradition, the younger siblings of the party concerned cannot carry out the custom of marriage in the Talang Babungo village, this kind of custom is clearly contrary to the concept of U'rf and Islamic Law, the research method that the author uses is a qualitative approach. This type of research (field research) is conducted in the field. The research was conducted in Kenagarian Talang Babungo, District Lembah Gumanti, Solok Regency. This research uses empirical law. The result of this research is that in Islamic law, everyone is recognized based on their religious identity. Meanwhile, in the customs of Kenagarian Talang Babungo and Minangkabau in general, the identity of the community is its customs and customs are the rules of daily life that have been going on for a long time and are still maintained to this day. For the people of Kenagarian Talang Babungo, to live without obeying the rules is to be uncivilized. Whereas the custom that becomes his daily clothes is adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (the basic joint custom is syarak (Islamic shari'at) and the basic syarak is the Koran). but with regard to the consequences of not being carried out
Pendidikan Seks Digital Di Indonesia Sebagai Respons Terhadap Krisis Literasi Dan Tantangan Regulasi Menuju Bonus Demografi 2045: Tinjauan Literatur: Digital Sex Education in Indonesia as a Response to the Literacy Crisis and Regulatory Challenges Towards the 2045 Demographic Bonus: A Literature Review Annisa, Salwa Rifti; Elfianur; Jufrizal, Jufrizal
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i3.197

Abstract

Latar Belakang: Indonesia berada di titik kritis dengan potensi pertumbuhan demografis terbesar yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2045. Namun, potensi ini terancam oleh krisis literasi kesehatan reproduksi remaja yang signifikan. Tujuan: Menganalisis efektivitas Pendidikan Seks Digital (DSE) dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi remaja Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dengan pedoman PRISMA 2020 terhadap 13 studi (2021–2025) dari database terindeks. Hasil: DSE efektif meningkatkan pengetahuan, namun tidak secara konsisten mengubah perilaku. Media digital bersifat paradoksal: sumber disinformasi sekaligus platform edukatif. Implementasi DSE terhambat oleh regulasi yang lemah dan kurangnya integrasi kebijakan. Kesimpulan: DSE merupakan komponen penting, namun perubahan perilaku berkelanjutan memerlukan pendekatan terintegrasi antara platform digital, pendidikan formal, keluarga, dan kebijakan yang mendukung.
Analisis Pemikiran Surastri Karma Trimurti Dalam Memperjuangkan Kebebasan Pers dan Kesetaraan Gender Di Indonesia Maharani, Meisyia; Nasution, Nurseri Hasnah; Jufrizal, Jufrizal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjuangan kebebasan pers dan kesetaraan gender merupakan bagian penting dalam proses pembentukan demokrasi di Indonesia sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran strategis melalui aktivitas jurnalistik dan gerakan politik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak dasar manusia. Salah satu tokoh perempuan yang berperan besar adalah Surastri Karma Trimurti (S.K. Trimurti ) , yang dikenal melalui gagasan serta perjuangannya dalam memperjuangkan kebebasan pers dan kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam kontribusi pemikiran S.K. Trimurti sebagai tokoh perempuan revolusioner dalam bidang jurnalistik, aktivisme politik, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pemikiran beliau menjadi landasan penting dalam menjaga kedaulatan informasi, kebebasan berekspresi, serta martabat perempuan di tengah tekanan kolonial yang represif. S.K. Trimurti memanfaatkan media pers sebagai sarana perjuangan untuk menentang pembatasan kebebasan berpendapat sekaligus melawan ketidakadilan gender yang dipengaruhi sistem kolonial dan budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model tiga dimensi Norman Fairclough, yang mencakup analisis teks (mikro), praktik media (meso), dan praktik sosial-budaya (makro). Data diperoleh dari karya tulis asli, dokumentasi sejarah perjuangan S.K. Trimurti, serta didukung oleh sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S.K. Trimurti secara konsisten mendorong perubahan pandangan terhadap budaya patriarki yang membatasi perempuan dalam konsep “konco wingking”. Ia juga menempatkan pers sebagai sarana pendidikan politik masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kritis. Temuan ini menegaskan bahwa kebebasan pers dan kesetaraan gender saling berkaitan, di mana pers menjadi ruang perjuangan hak perempuan sekaligus fondasi bagi terwujudnya demokrasi yang lebih adil di Indonesia.
Flipped Classroom Learning: A Current Issue in English Language Teaching in Pandemic-Era as Perceived by Lecturers Harida, Eka Sustri; Jufrizal, Jufrizal; Rambe, Sojuangon
AT-TA'LIM Vol 29, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v29i1.760

Abstract

The current method of teaching English in today's era is online learning; this condition occurs because of the pandemic era in all countries in the world, including Indonesia. Teaching English should be done at least by using blended learning systems; one of them is by using flipped classroom learning. Unfortunately, many teachers and students in some areas were not ready to face it. This study aims to determine the lecturers' perception of flipped classroom learning. This research was conducted through a mixed method using a questionnaire and interview to obtain data about lecturers' perceptions of flipped classroom learning. Based on the results, it is known that lecturers have a positive perception of flipped classroom learning, and they think that a new era in teaching must be followed. They are ready to face the industrial era with this kind of learning and are ready to provide themselves to become lecturers who are able to use technology, especially to follow the current era of teaching, not only in the Covid-19 era but also in the normal condition. This study recommends further research of the effect of online learning, specifically for flipped classroom learning, on the students’ competencies or on the lecturers’ professionalism.
Students’ need on basic English grammar teaching material based on interactive multimedia: an innovative design Tiarina, Yuli; Syarif, Hermawati; Jufrizal, Jufrizal; Rozimela, Yenni
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy & Indonesian Counselor Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020190419310

Abstract

This article, a part of dissertation entitled  Developing Basic English Grammar Teaching Material based on Interactive Multimedia at University Level, presents the results of a study conducted to find the model of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia needed by the students. This empirical research employed both quantitative and qualitative analyses. Seventy eight students of English Department of Universitas Negeri Padang were involved. The students  were required to articulate their need on a design of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. The data were collected through an open questionnaire. The first result is that Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia is very needed (with the score 3.1 out of 4). Second, the result indicates the organization of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. The organization consists of six parts. They are Time to watch/sing/read, Time to chat, Time to Focus, Time for fun practice, Time for tube, and Time for action. Third, the students have different learning style. Fourty two students (53.84%) have visual learning style. Twenty two students (28.21%) have audio learning style. The rest, fourteen students (17.95%) have kinestetic learning style. Four, the finding shows the students have their favorite movies, colors, and music. The students like comedy/humor, drama, horror, dokumentary, and action movies; they love pop, jazz, rock, country, and rap music; they adore blue, green, black, pink, and red color. Another important research finding is almost all students (91%) have their own laptop. Those findings will be considerations in designing the Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia. Further research to see the effectiveness of the model of Basic English Grammar teaching material based on interactive multimedia needs to be done.