Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : HUMANIS

BODY RELATED IDIOMS FOUND IN THREE BEST SELLER NOVELS Putu Indry Prabhaswari; I G.A.G. Sosiowati; Putu Ayu Asty Senja Pratiwi
Humanis Volume 16. No. 2. Agustus 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.191 KB)

Abstract

Judul dari skripsi ini adalah idiom yang berkaitan dengan tubuh yang ditemukan pada tiga novel terlaris. Tujuan dari skripsi ini untuk menemukan jenis dan arti idiom yang berkaitan dengan tubuh dan juga tipe yang paling sering muncul di novel. Teori yang digunakan pada skripsi ini yaitu Teori dari Palmer (1976) tentang jenis idiom dan Teori dari Leech (1974) tentang arti idiom. Tiga novel terlaris dipilih sebagai data pada skrips ini. Dari data tersebut ditemukan idiom yang berkaitan dengan tubuh. Idiom yang berkaitan dengan tubuh ditentukan dengan melihat arti dari setiap kata pada idiom tersebut bukan pada arti yang berkaitan dengan keadaan yang ada. Metode yang dipakai dalam skripsi ini adalah penelitian pustaka. Data yang terkumpul di baca dengan hati – hati, lalu ditentukan apakah idiom tersebut berkaitan dengan tubuhatau tidak, kemudian diidentifikasi jenis dan arti dari idiom tersebut berdasarkan pada teori. Idiom yang paling sering ditemukan adalah phrasal verb. Arti idiom yang ditemukan pada skripsi ini adalah arti konotatif, arti konseptual, dan arti afektif.
Plot In The Novel “The Da Vinci Code” By Dan Brown Tri Wulandari; I Gusti Ayu Gede Sosiowati; I Nyoman Udayana
Humanis Volume 17. No. 2. Nopember 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.537 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Plot in the Novel “The Da Vinci Code”yang dikarang oleh Dan Brown.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur plot dan hukum plot di dalam novel “The Da Vinci Code.” Terdapat dua masalah dalam penelitian ini, yaitu: struktur plot apa yang digunakan dan informasi apa saja yang dapat ditemukan di setiap struktur plot di dalam novel “The Da Vinci Code’?,; dan bagaimana penggunaan hukum plot di dalam novel “The Da Vinci Code”?. Sementara itu, sumber diambil dari novel yang berjudul “The Da Vinci Code.” Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode qualitativ. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Kenney, How to Analyze Fiction (1966). Teori ini digunakan untuk menganalisis struktur plot dan hukum plot. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga bagian struktur plot yang terdapat dalam novel. Struktur pertama adalah awal atau eksposisi yang terdiri dari pengenalan karakter, pengaturan tempat, dan potensi konflik. Kemudian, yang kedua adalah pertengahan yang terdiri dari konflik, komplikasi dan klimaks. Ketiga adalah akhiran atau kesudahan, dibagian ini resolusi cerita akan diberikan. Selain itu terdapat tiga hukum yang mengatur (masuk akal, kejutan, dan ketengangan).
Visual And Verbal Communication In Michael Jackson’s Video Clip Entitled “Black Or White” Dewa Ayu Dian Astawa Putri; I G.A. Gede Sosiowati; I Made Winaya
Humanis Volume 17. No. 2. Nopember 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.131 KB)

Abstract

Skripsi dengan judul Visual and Verbal Communication in Michael Jackson’s Video Clip Entitled “Black or White”. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis kegunaan dari komunikasi visual dan verbal dan juga untuk mecari hubungan antara elemen visual dan verbal dengan arti dari lagu di video clip Michael Jackson. Dalam mengumpulkan data, skripsi ini menggunakan metode kualitatif. Dalam mengumpulkan data ada tiga langkah yang digunakan, yaitu pertama, memilih data dengan baik, kedua menemukan sign dan mengklasifikasikan data berdasarkan tipenya and terakhir pesan yang disampaikan di dalam data ditemukan. Dalam menganalisis data digunakan teori visual communication oleh Dyer (1993), teori verbal representation oleh Dyer dalam bukunya yang berjudul Advertising as Communication dan teori meaning oleh Leech (1974). Hasil dari analisis menunjukan kegunaan dari verbal and visual communication elements di musik video clip tergantung pada konten dari musik video clip itu sendiri. video clip yang mempunyari cerita atau pesan tersembunyi lebih banyak menggunakan visual and verbal communication daripada video clip yang tidak mempunyai pesan moral. Dengan mematuhi peran dari peran dari visual communication elements di dalam video clip, ditemukan hubungan antara visual sign dan verbal representation di dalam video clip. Arti dari lirik lagu juga berperan penting untuk mendukung dalam menemukan pesan yang tersimpan di dalam lagu.
Psychological Condition Of The Main Character As The Main Factor In Dealing Withconflict In Henry’s The Gift Of The Magi konflik Sri Purnami; I Gusti Ayu Gde Sosiowati; I Made Sena Darmasetiyawan
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.633 KB)

Abstract

Studi ini di buat dengan tujuan untuk menjelaskan kondisi psikologi dari tokoh utama dan untuk mengetahui kondisi psikologis tokoh utama yang mempengaruhi cara dia memecahkan konflik dalam prosa The Gift of The Magi. Data studi ini diperoleh dengan menggunakan metode kepustakaan dan dianalisa dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori yang dikeluarkan oleh Kenney dan Benhardt. Hasil dari analisis studi ini memperlihatkan bahwa Della adalah tokoh utama dalam cerita ini. Dia memiliki sifat yang hangat dan merelakan segalanya demi seseorang yang dia cintai. Selain itu, dia harus menghadapi internal konflik yang membuatnya harus melepaskan sesuatu yang berharga dalam dirinya.
FLOUTING MAXIMS IN THE MOVIE FIFTY SHADES OF GREY Ni Wayan Evitayani; I Gusti Ayu Gede Sosiowati; I Made Winaya
Humanis Volume 16. No. 2. Agustus 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.547 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis maksim yang dilanggar dan untuk mengetahui jenis pelanggaran maksim yang paling banyak terjadi di dalam film berjudul Fifty Shades of Grey.Teori “Flouting Maxims” olehHerbert Paul Grice (Grice1975:49) digunakan untuk mengidentifikasi jenis maksim yang dilanggar. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data. Hasil penelitian ini adalah tiga jenis maksim dengan sengaja telah dilanggar dan maksim kuantitas merupakan maksim yang paling banyak dilanggar oleh pemain utama di dalam film.
Flouting of Grice’s Maxims in The Age of Adaline Movie Gusti Ayu Indah Lestari; I Gusti Ayu Gde Sosiowati; Ni Putu Ayu Asty Senja Pratiwi
Humanis Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.746 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim dan untuk menganalisis makna yang tersirat dari pelanggaran maksim tersebut di film yang berjudul “The Age of Adaline”. Sumber data diambil dari sebuah film yang bejudul “The Age of Adaline” dimana banyak terdapat ujaran yang melanggar maksim didalamnya.  Metode deskritif kualitatif digunakan untuk menganalisa data. Teori yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran maksim dan makna yang tersirat disalamnya dikemukakan oleh Grice (1975). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi pelanggaran semua jenis maksim di film ini. Terdapat sembilan percakapan yang melanggar maksim. Secara umum, ada lima alasan para tokoh pemain di film ini melanggar aturan maksim. Diantaranya; Tokoh ingin menjelaskan sesuatu dengan lebih lengkap, tokoh mengharapkan sesuatu dari lawan bicaranya, tokoh mencoba menyembunyikan sesuatu, tokoh ingin bercanda, atau tokoh ingin menghindari pertanyaan ataupun hanya ingin mengakhiri percakapan.
Types And Meaning Of Idiom In The Song Album Of John Legend And Coldplay Putu Rara Enika Sarash; I Gst. Ayu Gede Sosiowati; I Made Winaya
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.2 KB)

Abstract

Studi ini berjudul “Types and Meaning of Idiom in the Song Albums of John Legend and Coldplay”. Studi ini fokus membahas jenis idiom dan arti dari idiom yang ada dalam lirik lagu tersebut. Data yang digunakan dalam studi ini berupa lagu yang diambil dari album John Legend yang berjudul “Love in the Future” yang dirilis pada than 2011 dan album dari Coldplay yang berjudul “Parachutes, Head Full of Dreams dan X&Y”. Data dalam studi ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pencatatan. Studi ini menggunakan Teori Palmer untuk menganalisa jenis idiom yang terdapat di setiap lirik lagu. Berdasarkan teori Palmer, ada tiga jenis idiom yang terdapat dalam lirik lirik lagu dalam album ini. Dan untuk menganalisa arti yang terkandung dalam idiom tersebut, studi ini menggunakan teori Leech; teori ini menjelaskan bahwa terdapat tujuh jenis meaning. Arti dari idiom itu sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan pesan yang terkandung. Berdasarkan atas hasil analisis terdapat tiga jenis idiom yang terkandung dalam lirik lagu.
Translation Procedures in Translating Proper Names from English into Indonesian Ni Putu Devi Lestari; I Made Winaya; I Gst. Ayu Gede Sosiowati
Humanis Vol 24 No 4 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.126 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i04.p06

Abstract

Translation procedure is a procedure or a method to translate the unit of language from the source language to the target language. Every linguistic part needs to be translated. It means including the proper names in the literary work. This study is aimed at identifying and analyzing the types of the proper name and their translation procedures in the novel entitled Pembunuhan di Orient Express. The problems in this study are discussed based on the theory of proper name and the theory of the translation procedure by Newmark (1988). The method used to collect the data was documentation method. This study applied the descriptive qualitative method in analyzing the data. The result of the analysis was presented using an informal method. The analysis showed three types of proper names in the data sources. They are people’s names, the name of an object, and the geographical term. The translator uses seven methods from 18 translation procedures that were proposed by Newmark (1988).
The Strategies of Maxim Flouting In Lincoln Movie Script I Gede Bagus Ariwangsa Rahmastra; I Gusti Ayu Gede Sosiowati
Humanis Vol 22 No 4 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.966 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i04.p15

Abstract

This undergraduate thesis entitled The Strategies of Maxim Flouting in Lincoln Movie Script. It was aimed to analyze maxim flouting in movie script. In more specific terms, it was aimed to identify the strategies applied and the reasons of maxim flouting by the characters in Lincoln movie script. Documentation method and note taking technique were used to collect the data. Qualitative method and descriptive technique, theory of cooperative principle by Grice (1975), and theory of rhetorical strategy by Grundy (2000) were used to analyze the data. Informal method and argumentative technique were used to descriptively present the data. All four types of maxim flouting were performed in the movie script. Among six strategies of maxim flouting, four strategies were applied in Lincoln movie script. They are: overstatement, metaphor, rhetorical question, and irony. Various reasons have lead the character to flouting the maxim, they are: demanding, offering, accusing, reprimanding, cursing, threatening, announcing, instructing, greeting, reporting, asserting, and insulting.
Feminism Analysis in the Movie Eat Pray Love by Elizabeth Gilbert Putu Gita Andriyani; I Gst Ayu Gede Sosiowati
Humanis Vol 21 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.858 KB)

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah feminisme analisis in the movie eat pray love by elizabeth gilbert. Tujuan penelitian ini adalah menemukan elemen intrinsik yang berhubungan dengan isu feminisme pada elizabeth gilbert sebagai pemeran dan isu feminisme yang tercermin dari elizabeth gilbert sebagai pemeran utama. Data dalam penelitian ini di ambil dari film Eat Pray Love. Penelitian ini focus menjelaskan elemen intrinsik (karakter, alur dan latar) dan isu feminisme. Analisis elemen instrinsik berdasarkan teori literatur dari Kenney (1966). Analisis isu feminisme menggunakan teori dari Langerman dan Brantly (dalam Ritzer dan Goodman, 2004) yang menjelaskan tentang perilaku yang mencerminkan feminisme. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa karakter utama mencerminkan sikap feminisme. Pemeran utama menghadapi masa-masa sulit setelah bercerai dengan suaminya. Pada akhirnya, ia memilih untuk pergi ketiga negara unuk mencari keseimbangan dalam hidupnya.
Co-Authors Aeniaska, Nanda Putri Agus Yuda Renanda Sanditha Anak Agung Gde Bagus Rama Putra Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Anggelliya, Ni Putu Cahya Arya Prawira Kusuma David Samuel Latupeirissa Dewa Ayu Dian Astawa Putri Efraim Aero Eka Putri, A.A. Sg. Istri Adisti Gres Rewung Kadmaerubun Gusti Ayu Indah Lestari I Gede Bagus Ariwangsa Rahmastra I Gede Pariasa I Gusti Agung Istri Aryani I Gusti Ayu Mahatma Agung I Gusti Ayu Mahatma Agung I Ketut Artawa I Ketut Darma Laksana I Ketut Oka Ribawa I Komang Sumaryana Putra I Komang Sumaryana Putra I Made Budiarsa I Made Exis Wijaya I MADE RAJEG I Made Sena Darmasetiyawan I Made Winaya I Nengah Sudipa I Nyoman Arya Wibawa I Nyoman Udayana I Wayan Simpen Ida Ayu Made Puspani Ida Bagus Putra Yadnya Kadek Adi Eka Wijaya konflik Sri Purnami Luh Ayu Deviana Sintya Luh Putu Laksminy Made Diah Padmawati Made Dody Aryawan Made Sri Satyawati Matradewi, Ni Ketut Widhiarcani Ni Kadek Diah Darmayani Ni Ketut Sri Rahayuni Ni Ketut Widhiarcani Matradewi Ni Luh Ketut Mas Indrawati Ni Luh Putu Yurikayani Ni Made Ayu Aprilia Gayatri Ni Made Ayu Widiastuti Ni Made Utari Handayani Ni Nyoman Astrini Utami Ni Nyoman Ayu Sanjiwani Ni Putu Alma Meyla Putri Ni Putu Devi Lestari Ni Putu Intan Gustianingsih Ni Putu Santi Ashari Rahayu Ni Wayan Evitayani Ni Wayan Sukarini Putu Ayu Asty Senja Pratiwi Putu Gita Andriyani Putu Indry Prabhaswari Putu Lirishati Soethama Putu Rara Enika Sarash Putu Weddha Savitri S.A.I. Maharani Suarnanda, Ni Kadek Dea Nirmala Taopan, Talita Kum Tri Wulandari Widiatmika, Putu Wahyu Wulandari, Putu Gita Putri