Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Lipid Serum Anak Babi Jantan Lepas Sapih yang diberi Tambahan Susu Afkir dalam Pakan Najib, Muhammad Ainun; Ardana, Ida Bagus Komang; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.575

Abstract

Pemanfaatan susu afkir sebagai makanan tambahan dalam pakan dipercaya dapat menambah bobot badan dibandingkan dengan tanpa tambahan susu afkir. Susu afkir merupakan susu sapi dalam kemasan yang direjek oleh pabrik dengan kondisi fisik dan nutrisi yang masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu afkir dalam pakan standar CP-550 selama 30 hari terhadap kadar Kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigeliserida (TG) anak babi persilangan (Duroc-Pietrain) jantan lepas sapih umur 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari tiga perlakuan dan sembilan ulangan, dengan total 27 sampel babi. Kelompok babi sebagai kontrol diberi pakan standar (P0), kelompok babi yang diberi pakan standar dengan penambahan susu afkir 5% (P1), dan kelompok babi yang diberi pakan standar dengan penambahan susu afkir 10% (P2). Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA, untuk melihat pengaruh antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis baik pada hari ke-15 dan ke-30 perlakuan menunjukan bahwa pemberian susu afkir 5% tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol total, HDL, dan LDL, sedangkan pada trigeliserida terjadi penurunan secara nyata. Pemberian 10% tidak berpengaruh nyata terhadap kadar kolesterol total, HDL, dan LDL, sedangkan pada trigliserida terjadi peningkatan secara nyata. Waktu atau lama pemberian susu afkir berpengaruh sangat nyata terhadap kadar kolesterol, HDL, dan Trigliserida, sedangkan terhadap LDL tidak berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan susu afkir dalam pakan 5% dapat digunakan tanpa meningkatkan profil lipid babi secara nyata, namun bila konsentrasi diberikan 10% dapat meningkatkan trigeliserida secara nyata.
Peningkatan Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih yang Diberikan Pakan Imbuhan Ragi Tape Permatasari, Serly Nur Indah; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.21

Abstract

Ragi tape dapat digunakan sebagai sumber probiotik asli karena di dalam ragi tape terdapat mikrob-mikrob baik berupa kapang, khamir, maupun bakteri yang mampu menghidrolisis amilum menjadi glukosa yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar kolesterol darah tikus putih yang diberikan ragi tape selama 21 hari. Tikus-tikus putih (Rattus norvegicus) percobaan diberi empat perlakuan, yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape dosis 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape dosis 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape dosis 300 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Uric Acid) dengan strip dan chip test berwarna biru. Sampel berupa darah diambil dengan cara memotong ujung ekor tikus putih, kemudian menempelkannya ke strip untuk melihat hasil pada alat pengukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar kolesterol darah perlakuan P1: 211,00 mg/dL, P2: 282,00 mg/dL dan P3: 174,17 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol P0: 149,67 mg/dL. Berdasarkan uji sidik ragam menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap perlakuan P1 (100 mg/kg BB), P2 (200 mg/kg BB), dan P3 (300 mg/kg BB). Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ragi tape dapat meningkatkan kadar kolesterol darah tikus putih.
Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diberikan Ragi Tape Samsuri, Dharma Audia; Samsuri, Samsuri; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.531

Abstract

Populasi hewan kesayangan semakin meningkat seiring tingginya minat manusia memelihara hewan kesayangan sebagai sumber dukungan sosial. Metode untuk mengurangi populasi hewan kesayagan telah banyak berkembang diantaranya dengan melakukan operasi dan menggunakan ragi tape. Ragi tape mengandung mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi tape selama 21 hari terhadap kadar glukosa darah tikus putih. Penelitian dilakukan pada 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari enam ulangan yaitu P0: kontrol; P1: ragi tape 100 mg/kgBB; P2: ragi tape 200 mg/kgBB; dan P3: ragi tape 300 mg/kgBB. Pengambilan darah dilakukan dengan memotong ujung ekor tikus sehingga mengeluarkan darah. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCU (Glucose, Cholesterol, and Urid Acid) dengan strip dan chip test yang berwarna hijau. Darah diteteskan pada strip test kemudian akan terlihat hasil pada alat pengukur. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah kelompok perlakuan P1: 66,17 mg/dL, P2: 71,67 mg/dL dan P3: 70,33 mg/dL lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol P0: 83,33 mg/dL. Berdasarkan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan hasil berbeda nyata terhadap kelompok perlakuan P1 (100 mg/kgBB), P2 (200 mg/kgBB), dan P3 (300 mg/kgBB). Pemberian ragi tape dengan dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB dapat mempengaruhi kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus).
Aktivitas Aminotranfirase Anak Babi Peranakan yang Diberikan Suplementasi Enzim dan Tepung Kunyit Putera, I Gusti Ngurah Dwipayana; Merdana, I Made; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi enzim xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan terhadap aktivitas alanin aminotranferase (ALT) dan aspartate aminotranferase (AST). Menggunakan rancangan acak lengkap. Sebanyak 32 ekor anak babi peranakan/crossbreed umur empat minggu dengan bobot 7-9 kg dibagi menjadi empat kelompok (P0, P1, P2, dan P3) dengan delapan ulangan. Perlakuan berupa penambahan enzim dan tepung kunyit melalui pakan selama lima minggu. Pada P0 sebagai kontrol diberikan pakan tanpa perlakuan, P1 diberikan kombinasi enzim dosis 0,1% campuran pakan, P2 diberikan tepung kunyit dosis 1% campuran pakan dan P3 diberikan kombinasi enzim dan tepung kunyit dengan dosis 0,1% dan 1% campuran pakan. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan setelah pengambilan darah. Pemeriksaan ALT dan AST dilakukan menggunakan alat semiautomatic hematology analyzer. Hasil pemeriksaan aktifitas ALT dan AST pada P0 adalah110.00 u/L dan 62,67 u/L, pada P1 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) adalah 98,67 u/L dan 61,63 u/L, pada P2 yaitu anak babi yang diberikan tepung kunyit (1%) adalah 101,00 u/L dan 61,67 u/L dan pada P3 yaitu anak babi yang diberikan enzim (0,1%) dan tepung kunyit (1%) adalah 88,67 u/L dan 61,67u/L. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi enzim kombinasi xylanase, amylase, protease dan tepung kunyit pada pakan anak babi peranakan/crossbreed periode nursery aman diberikan dan tidak memengaruhi aktivitas enzim ALT dan AST anak babi.
Shedding Virus Vaksin Flu Burung Subtipe (H5N1) Isolat Dari Bali Tidak Ditemukan Pascavaksinasi Ayam Petelur Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Sari, Tri Komala; Wijaya, Dhyana Ayu Manggala; Suartha, I Nyoman; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.830

Abstract

Flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit viral akut yang sudah tersebar luas di seluruh dunia, dan saat ini bersifat endemik di Indonesia. Avian Influenza digolongkan penyakit menular strategis prioritas karena bersifat zoonosis berbahaya yang dapat menyerang unggas dan mamalia maupun manusia. Unggas yang diternakkan secara massal lebih rentan terserang avian influenza, seperti ayam petelur, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan vaksinasi. Virus avian influenza mudah mengalami mutasi sehingga tidak dapat dikenali oleh antibodi yang sudah ada di dalam tubuh unggas, oleh karena itu perlu untuk selalu dilakukan pengembangan vaksin, contohnya adalah vaksin avian influenza subtipe H5N1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali dapat digunakan pada peternakan ayam komersial dengan melihat kemamampuannya menekan shedding virus. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 20 sampel swab kloaka secara acak dari 40 ekor ayam petelur yang sudah divaksin Avian Influenza subtipe H5N1 isolat dari Bali. Sampel swab selanjutnya diinokulasikan pada telur ayam berembrio melalui ruang alantois, diinkubasi dalam inkubator suhu 370C. Setelah 2-3 hari pascainokulasi, cairan alantois dipanen dan dilakukan uji HA/HI. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukannya shedding virus vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali, ditandai dari semua sampel swab yang diambil pada periode 1-4 minggu pascavaksinasi menunjukkan hasil negatif pada uji HA.
Total dan Diferensial Sel Darah Putih Anjing Penderita Dermatitis Setelah Pemberian Madu Trigona Selama 35 Hari Sitohang, Martina Tiodora; Sudimartini, Luh Made; Kendran, Anak Agung Sagung; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu trigona pada anjing penderita dermatitis yang diukur berdasarkan atas jumlah total dan diferensial leukosit. Objek yang digunakan adalah 14 ekor anjing penderita dermatitis yang dibagi menjadi tiga kelompok. Dua ekor anjing tanpa perlakuan sebagai kelompok I. Enam ekor anjing diberikan madu trigona segar 5 mL sebagai kelompok II dan enam ekor anjing lainnya diberikan madu kapsul 0,1 mg (1 kali sehari) per oral selama 35 hari sebagai kelompok III. Pemeriksaan total dan diferensial leukosit menggunakan mesin Auto Hematology Analyzer dan metode hapusan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total leukosit pada minggu ke-0, ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 secara berturut-turut adalah 31,15x103/µL, 11,25 x103/µL, 15,75x103/µL, 12,5x103/µL, 11,85x103/µL, 8,39x103/µL (K.I); 15,76x103/µL, 19,41x103/µL, 16,41x103/µL, 19,58x103/µL, 15,93x103/µL (K.II); 15,68x103/µL, 31,10x103/µL, 19,68x103/µL, 10,31x103/µL, 14,91x103/µL, 15,4x103/µL (K.III). Hasil diferensial leukosit monosit adalah 8%, 9,5%, 11%, 7,5%, 6,5%, 7,01% (K.I); 9,16%, 8,33%, 6%, 6,33%, 6,83%, 8,5% (K.II); 4,5%, 7%, 9,16%, 5,69%, 5,29%, 6,12% (K.III). Nilai eosinofil 3,5%, 8%, 13%, 10,5%, 6,5%, 9,23% (K.I); 5,33%, 11,83%, 11,16%, 12,6%, 9,1%, 11,6% (K.II); 4,5%, 4,5%, 7,83%, 7,7%, 8,8%, 15,94% (K.III). Nilai Limfosit 14%, 15%, 18%, 19%, 29%, 33,4% (K.I); 12,66%, 11,83%, 9,5%, 14,33%, 19,33%, 26,8% (K.II); 11,83%, 7,33%, 12,1%, 13,55%, 12,97%, 32,5% (K.III). Nilai neutrofil 74,6%, 68%, 58%, 60,5%, 58%, 48,1% (K.I); 72,83%, 68%, 72,5%, 65,83%, 64,6%, 53% (K.II); 79,16%, 81,16%, 70,83%, 71,2%, 71,5%, 43,9% (K.III). Hasil sidik ragam madu trigona segar dan kapsul yang diberikan kepada anjing penderita dermatitis tidak berpengaruh nyata terhadap total dan diferensial leukosit.
Terapi Madu Trigona Aman Bagi Fungsi Hati Anjing Penderita Dermatitis di Bawah Enam Bulan Fernandes, Nuno; Sudimartini, Luh Made; Kendran, Anak Agung Sagung; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (2) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Aspartat Transaminase (AST) dan Alanine Amino Transaminase (ALT) anjing penderita dermatitis yang diberikan madu trigona. Penelitian ini menggunakan 14 ekor anjing lokal jantan dan betina berumur 2-6 bulan. Hewan coba berupa anjing gudig dicari secara acak di jalanan Kota Denpasar. Variabel yang diamati adalah AST dan ALT pada minggu ke-0, minggu ke-2, dan minggu ke-5. Hasil data penelitian AST kelompok kontrol pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 55,0±1,41 µ/L, 53,5±7,7 µ/L pada minggu ke-2, dan 44,20±10,18 µ/L pada minggu ke-5. Hasil penelitian kelompok madu segar pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 63,3±23,61 µ/L, 51,83±8,54 µ/L pada minggu ke-2, dan 51,66±13,86 µ/L pada minggu ke-5. Hasil penelitian kelompok madu kapsul pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 72,5±34,41 µ/L, 53,16±8,54 µ/L pada minggu ke-2, dan 58,00±30,74 µ/L pada minggu ke-5. Hasil data penelitian ALT kelompok kontrol pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 33,5±3,53 µ/L, 31±4,24 µ/L pada minggu ke-2, dan 30,25±8,84 µ/L pada minggu ke-5. Hasil penelitian kelompok madu segar pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 35±0,10,05 µ/L, 26,83±7,19 µ/L pada minggu ke-2, dan 30,16±5,56 µ/L pada minggu ke-5. Hasil penelitian kelompok madu kapsul pada minggu ke-0 menunjukan nilai rerata 28,16±12,05 µ/L, 24,16±7,44 µ/L pada minggu ke-2, dan 52,32±48,40 µ/L pada minggu ke-5. Dari data yang didapatkan tidak ada perbedaan yang nyata antara AST dan ALT pada minggu ke-0, minggu ke-2, minggu ke-5 dari kelompok kontrol, kelompok yang diberi madu cair, dan kelompok yang diberi madu trigona dalam bentuk kapsul. Simpulannya, madu trigona aman untuk anjing-anjing dermatitis.
Hemagglutination activities and phenotypic expressions of fifty-five S. agalactiae isolates consisted of 19 standard and 36 field isolates from subclinical mastitis cattle were observed. Five (eighteen); 3 (4); 2 (7); 1 (2); and 5 (11) isolates (numbers in brackets indicated field isolates) were able to hemagglutinate cattle, horse, sheep, chicken, and human erythrocytes, respectively. The distribution of hemagglutination pattern was discissed in this paper. Iwan Harjono Utama; Anak Agung Sagung Kendran; I Wayan Teguh Wibawan; Fachriyan Hasmi Pasaribu
Media Veteriner Vol. 7 No. 2 (2000): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemagglutination activities and phenotypic expressions of fifty-five S. agalactiae isolates consisted of 19 standard and 36 field isolates from subclinical mastitis cattle were observed. Five (eighteen); 3 (4); 2 (7); 1 (2); and 5 (11) isolates (numbers in brackets indicated field isolates) were able to hemagglutinate cattle, horse, sheep, chicken, and human erythrocytes, respectively. The distribution of hemagglutination pattern was discissed in this paper.
Respon Imun Seluler Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza Subtipe H5N1 Isolat dari Bali Gusti Ayu Yuniati Kencana; Tri Komala Sari; I Nyoman Suartha; I Ketut Tomy Caesar Ramanda; Anak Agung Sagung Kendran
Jurnal Sain Veteriner Vol 39, No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.66086

Abstract

Avian Influenza subtype H5N1 (AI-H5N1) is a malignant virus that is very detrimental to laying chickens because it is highly contagious and mutates easily. Prevention of AI-H5N1 disease in laying chickens is carried out by vaccination, therefore to maintain the quality of the vaccine, continuous research is needed. This study aims to determine the potential of AI-H5N1 vaccine isolates from Bali as measured based on cellular immune response based on total and differential leukocyte cells. Formation of antibodies is influenced by the nonspecific and specific immune system involving leukocytes, especially lymphocytes. Total of 40 layers of Novogen Brown strain were used for the research sample, kept since the age of one day on a commercial farm in Perean Village, Tabanan Regency, Bali. Laying chickens are vaccinated at 5 weeks of age by intramuscular injection. Total of 20 chikens were taken randomly and used for the sample. Blood draws were performed once pre-vaccination and five times each week after vaccination with anticoagulants. Total leukocytes were examined by an auto hematology analyzer, while differential leucocytes with thin blood smear stained with Giemsa. Total and differential leukocyte data were analyzed by means of the variance test followed by the Duncan test. Results showed that AI-H5N1 vaccination from Bali isolates could increase total and differential leucocytes of laying chickens and had significant effect on the mean total leukocytes, the absolute values of heterophyll cells, eosinophils, lymphocytes, and monocytes, but had no significant effect on post-vaccination basophil cells.
Agranulosit Bibit Sapi Bali pada Berbagai Umur di Nusa Penida Franki Remi Andung; Ni Ketut Suwiti; Anak Agung Sagung Kendran
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.372 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p12

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan persentase agranulosit terhadap umur bibit sapi bali betina yang dipelihara di wilayah Nusa Penida, dengan tiga rentangan umur yang berbeda yakni pedet, dara, dan dewasa. Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena jugularis menggunakan venoject dan langsung dilakukan pembuatan apusan darah di tempat. Preparat kemudian diamati dan dihitung di bawah mikroskop dengan pembesaran 1000 kali menggunakan metode cross sectional, jumlah limfosit dan monosit diamati serta dihitung per 100 sel leukosit. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam one way anova. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan persentase limfosit yang sangat nyata pada tingkatan umur pedet, dara dan dewasa. Sedangkan monosit tidak terdapat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa persentase limfosit pada umur dewasa lebih tinggi dibandingkan dengan umur pedet dan dara tetapi masih berada dalam rentangan nilai normal limfosit. Sedangkan persentase monosit memiliki nilai yang sama pada umur dewasa, dara dan pedet.
Co-Authors Anak Agung Gde Arjana Anak Agung Gde Oka Dharmayuda Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Astawa, I Ketut Baiq Yunita Arisandi Bendelin Melda Loekali Dewa Ayu Dwita Karmi DWI SURYANTO Fachriyan Hasmi Pasaribu Fernandes, Nuno Franki Remi Andung G.A.M.K. Dewi Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yuniati Kencana Handayani, Ida Ayu Lidya I Gede Agus Eva Prawira Adinata I Gede Galyes Pranadinata I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Berata I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Made Damriyasa I Made Merdana I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Sudiarta I Wayan Gorda I wayan Teguh Wibawan I. B. K. Suardana I.A.P. Apsari I.B.K. Suardana Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Iwan Harjono Utama Iwan Haryono Utama Jayantara, I Kadek Eka Jayawardhita, Anak Agung Gde K. K. Agustina Ketut Budiasa Ketut Suartini Ketut Tono Pasek Gelgel Luh Dewi Anggreni Luh Made Sudimantini Luh Made Sudimartini M. Oenas Adinugroho Madania, Reydanisa Noor Made Suma Anthara Mandara, Ikhsan Mar'atul Halim Nafi'ah Muhammad Ainun Najib, Muhammad Ainun Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Wayan Linda Pertiwi Permatasari, Serly Nur Indah Pramesti, Ni Komang Lady Putera, I Gusti Ngurah Dwipayana Putrawan, Baja Sadhayu Putri Virgania Putu Angga Prasetyawan Putu Diah Puspa Adhi S.K. Widyastuti Samsuri Samsuri Samsuri, Dharma Audia Sawitajaya, I Made Septiyan, Fayyadh Syafiq Sherliyanti Maria Sene Silvia Irawati Sitohang, Martina Tiodora Sri Kayati Widyastuti Sugiyarto - Takariyanti, Dzikri Nurma'rifah Tjok Gde Oka Pemayun TRI KOMALA SARI Vivi Indrawati Widarta Dwi Kusuma Widyasanti, Ni Wayan Helpina Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Wulandari Wulandari Yanne Yanse Rumlaklak Yoshihiro Hayashi