p-Index From 2021 - 2026
8.732
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keperawatan Padjadjaran Jurnal Kreativitas PKM Indonesian Trust Health Journal Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Science Midwifery Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Health Care : Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Kesehatan Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences The Journal of Palembang Nursing Studies Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Jurnal Keperawatan BSI Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Journal of Public Health Concerns DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Riset Informasi Kesehatan Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Journal Healthcare Education Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Indonesian Trust Health Journal Science: Indonesian Journal of Science Mesada: Journal of Innovative Research World Health Digital Journal (wolgitj) Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Aplikasi D-Estima: Estimator Tinggi dan Berat Badan Pasien Berbasis Digital Dendy Kharisna; Rahmat Saputra; Iyang Maisi Fitriani; Ade Maharani; Dimas Firmansyah; Jhonata Roganti; Rayhan Ramadhan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50070

Abstract

Tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) merupakan parameter utama dalam antropometri yang banyak digunakan untuk menetapkan status kesehatan seseorang khususnya dalam penghitungan indeks massa tubuh (IMT), skrining gizi, penghitungan dosis obat dan kebutuhan cairan pasien. Pada situasi tertentu sulit menentukan berat dan tinggi badan pasien, terutama pada pasien yang tidak dapat berdiri, tidak sadarkan diri, atau mengalami keterbatasan fisik. Ditambah lagi mahalnya bed elektrik full-set dan minimnya sarana atau alat yang sederhana untuk membantu menilai berat dan tinggi badan pasien yang tidak dapat diukur secara langsung. Hingga saat ini belum tersedia aplikasi berbasis digital yang mampu mengestimasi TB dan BB pasien secara cepat dan sederhana tanpa menggunakan perangkat aplikasi khusus. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan aplikasi D-Estima sebagai estimator TB dan BB pasien secara otomatis berdasarkan parameter jenis kelamin, lingkar lengan atas (LILA) dan panjang ulna atau lengan. Metode penelitian ini adalah Research And Development (R&D) menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall. Model penelitian dimulai dari tahap analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian ini yaitu aplikasi D-Estima yang sudah dapat digunakan untuk mengestimasi tinggi badan berdasarkan formula Ilayperuma dan berat badan pasien berdasarkan formula Crandals, Cattermole, dan juga Gibson. Aplikasi ini dapat dijalankan dengan baik, tidak ditemukan adanya error atau bug saat digunakan. Aplikasi ini tidak membutuhkan server khusus sehingga tetap ringan dan bisa digunakan tanpa koneksi internet. Aplikasi ini menjadi menjadi solusi yang mudah digunakan dan praktis serta bermanfaat bagi perawat dalam menghitung estimasi tinggi dan berat badan pasien di pelayanan kesehatan.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Marselia Yuli Pratiwi; Dendy Kharisna; Yeni Devita; Fitri Aini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.81

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan kinerja insulin. Gangguan produksi dan fungsi insulin ini menyebabkan kadar gula darah meningkat melebihi batas normal (hiperglikemia), bahkan dapat terjadi penurunan kadar gula darah (hipoglikemia). Akibatnya sering muncul masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif meningkatkan penggunaan oksigen tubuh, meningkatkan metabolisme, melancarkan pernapasan, meredakan ketegangan otot, dan menyeimbangkan tekanan darah sistolik dan diastolik, belajar mengurangi nyeri, kecemasan atau stres. Tujuan KIAN ini adalah untuk menerapkan Evidence Based Nursing berupa relaksasi otot progresif dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah di ruang Kenanga 1 RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Sample penerapan ini adalah 2 orang pasien dengan DM Tipe 2. Pelaksanaan intervensi dilakukan dengan melatih 14 gerakan relaksasi otot progresif 2 kali sehari selama 25 menit. Pada pasien 1 dilakukan sejak tanggal 28-31 Mei 2024 pukul 10.00 dan 14.00, pada pasien 2 dilakukan sejak tanggal 28-29 Mei 2024 pukul 11.00 dan 15.00. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sebesar 21-85 mg/dL. Latihan ini dapat dijadikan alternatif askep mandiri dalam masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.
Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Dengan Garam Terhadap Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Vivi Amalia Rahma; Sri Yanti; Angga Arfina; Dendy Kharisna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.620

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan rasa nyeri, kaku, serta keterbatasan gerak pada persendian. Kondisi ini dapat semakin dirasakan pada lansia dengan gout arthritis dan sering menyebabkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Nyeri sendi yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada penurunan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat dengan garam terhadap nyeri pada lansia dengan gout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experiment dengan pre-test and post-test without control group di wilayah kerja puskesmas rejosari kota pekanbaru. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 19 responden dengan menggunakan lembar numeric rating scale. Analisis statistik dilakukan uji bivariat dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p value (0.000)<0,05. Nilai mean pre test 4,95 dan nilai mean post test 2,79 dengan selisih nilai skala nyeri setelah dilakukan intervensi yaitu 2,16. Didapatkan bahwa terdapat pengaruh terapi rendam air hangat dengan garam terhadap nyeri lansia dengan gout arthritis di wilayah kerja puskesmas rejosari kota pekanbaru. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan faktor penggunaan obat dan lama menderita gout arthritis, serta menggunakan alat atau media khusus untuk menjaga kestabilan suhu air rendaman. 
Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Pada Choking Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru Maysa Febrianda; M. Zul’Irfan; Wardah Wardah; Dendy Kharisna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.649

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan merupakan situasi yang mengancam nyawa dan memerlukan tindakan segera untuk mencegah kecacatan maupun kematian, terutama akibat gangguan fungsi vital seperti pernapasan dan sirkulasi (WHO, 2023). Choking merupakan tersumbatnya jalan napas oleh benda asing yang dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Kejadian choking masih kerap dijumpai di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pertolongan pertama pada choking di wilayah kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 dengan jumlah sebanyak 392 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pertolongan pertama pada choking. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 227 responden (57,9%), sedangkan sebagian lainnya berada pada kategori cukup dan kurang. Pada variabel sikap, hampir seluruh responden menunjukkan sikap positif terhadap pertolongan pertama pada choking sebanyak 346 responden (88,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat memiliki sikap yang positif dan tingkat pengetahuan yang relatif baik, namun masih terdapat sebagian responden dengan pengetahuan yang belum optimal. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada choking secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejadian choking.
MEDIA EDUKASI SADA EDUCARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV/AIDS Melati Dwi Rahma; Rizka Febtrina; Dendy Kharisna; M. Zul&#039;irfan
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.3132

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk pada kelompok usia muda. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi SADA Educard, yaitu card game edukatif tentang HIV/AIDS, terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa baru keperawatan di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 75 mahasiswa baru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan HIV/AIDS terdiri dari 34 pernyataan benar atau salah dengan reliabilitas sangat baik (Cronbach’s Alpha = 0,920). Intervensi dilakukan melalui permainan SADA Educard yang diadaptasi dari konsep permainan UNO dan dimodifikasi dengan kartu informasi serta kartu aksi berisi pertanyaan HIV/AIDS. Permainan dilaksanakan dalam kelompok kecil beranggotakan 4 sampai 8 orang, dipandu oleh peneliti, dengan durasi ±15 sampai 25 menit per sesi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 24,97 (SD = 2,721) pada pre-test menjadi 27,31 (SD = 3,226) pada post-test. Hasil uji Paired t-test menunjukkan nilai p value = 0,000 (< 0,05), yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa SADA Educard efektif dalam meningkatkan pengetahuan HIV/AIDS pada mahasiswa baru keperawatan dan dapat digunakan sebagai metode edukasi yang inovatif dan interaktif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol, menilai retensi pengetahuan jangka panjang, serta mengkaji pengaruh media edukasi terhadap sikap dan perilaku pencegahan HIV/AIDS.
Penerapan Pursed Lip Breathing pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Gangguan Pertukaran Gas di Ruang Kenanga I RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Gustiana Dwi Andini; Angga Arfina; Dendy Kharisna; Tison SS
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vm78z565

Abstract

Pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan sesak napas, peningkatan frekuensi napas, dan kelelahan yang dapat menurunkan kualitas hidup. Selama ini, penanganan keluhan tersebut banyak bergantung pada terapi farmakologis yang tidak jarang menimbulkan efek samping atau ketergantungan. Salah satu intervensi non farmakologis yang terbukti efektif dan mudah diaplikasikan adalah teknik Pursed Lip Breathing (PLB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas PLB dalam memperbaiki pola napas, menurunkan frekuensi napas, serta meningkatkan kenyamanan pada pasien CKD dengan gangguan pertukaran gas di ruang Kenanga I RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif berbasis evidence-based practice pada dua pasien CKD yang mendapatkan intervensi PLB selama tiga hari berturut-turut, tiga kali sehari, dengan durasi 15 menit setiap sesi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, format asuhan keperawatan, dan pengukuran objektif seperti frekuensi napas serta skor Modified Borg Scale sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada frekuensi napas (dari 28–29x/menit menjadi 22–23x/menit) dan skor Borg (dari 7–8 menjadi 4–5), serta peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan PLB secara mandiri. Tidak ditemukan efek samping selama intervensi. Kesimpulannya, PLB efektif, mudah, dan aman sebagai intervensi keperawatan untuk meningkatkan fungsi pernapasan pada pasien CKD. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan desain eksperimental untuk memperkuat bukti.
Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) pada Pasien Kemoterapi dengan Gangguan Pola Tidur di Ruang Dahlia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Riska Dwi Mai Yulinda; Angga Arfina; Dendy Kharisna; Ulfa Hasana
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3dw76266

Abstract

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Penatalaksanaan kanker disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker, kondisi umum, serta preferensi pasien. Kemoterapi merupakan salah satu tindakan sebagai terapi, pengendalian, dan paliatif dengan cara menghancurkan sel kanker, mengendalikan kanker, atau mencegah penyebaran kanker. Kemoterapi menyebabkan dampak fisik dan psikologis bagi pasien kanker, salah satunya adalah gangguan pola tidur. Aplikasi ini menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi keperawatan yang dilakukan dalam aplikasi ini mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), yaitu dukungan tidur. Selain itu, intervensi juga berfokus pada penerapan hasil praktik keperawatan berbasis bukti, yaitu terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Tujuan pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif (PMR) ini adalah sebagai intervensi mandiri dari perawat untuk mengatasi masalah gangguan pola tidur sehingga kualitas tidur dapat meningkat. Aplikasi ini dilakukan selama 1 hari dengan durasi terapi 30 menit. Instrumen yang digunakan dalam aplikasi ini adalah hasil keperawatan (SLKI) dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Sampel pada aplikasi ini adalah 2 pasien kemoterapi yang mengalami gangguan pola tidur. Evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan dengan indikator keberhasilan SLKI, yaitu keluhan susah tidur, sering terbangun, penurunan ketidakpuasan tidur, berdasarkan indikator PSQI pada pasien I, skor sebelum terapi adalah 15 dan setelah terapi menjadi 11, sedangkan pada pasien II, skor sebelum terapi adalah 17 dan setelah terapi menjadi 13. Terdapat penurunan skor kualitas tidur, yaitu sebanyak 4 skor antara sebelum dan sesudah pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif (PMR).
Studi Kasus: Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari pada Pasien Fraktur Post ORIF untuk Mengatasi Nyeri Akut Dedek Febrianti Lestari; Dendy Kharisna; Sri Yanti; Tison S S
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wg5edr55

Abstract

Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering menimbulkan nyeri akut pasca tindakan operasi Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Nyeri yang tidak ditangani secara optimal dapat berdampak pada proses penyembuhan dan kualitas hidup pasien. Teknik relaksasi genggam jari adalah salah satu intervensi nonfarmakologis yang mulai banyak dikembangkan sebagai upaya penanganan nyeri akut pada pasien post ORIF. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan nyeri akut pada pasien fraktur post ORIF di Ruang Gardenia RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode studi kasus pada satu pasien dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari selama tiga hari, masing-masing tiga kali sehari. Instrumen pengukuran menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan pain scale using faces. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 2 setelah dilakukan intervensi. Selain itu, teknik ini juga berdampak positif terhadap penurunan tanda-tanda nyeri lain, seperti gelisah, frekuensi nadi, dan tekanan darah. Temuan ini memperkuat bukti bahwa teknik relaksasi genggam jari efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengatasi nyeri akut pada pasien fraktur post ORIF. Dengan demikian, teknik ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terapi tambahan di tatanan klinik keperawatan untuk mempercepat pemulihan pasien dan meningkatkan kenyamanan selama proses perawatan.
Penerapan Foot Massage dengan Minyak Zaitun Terhadap Keletihan pada Pasien CKD Di Ruangan Hemodialisa Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Cindy Claudia; Sri Yanti; Dendy Kharisna; M. Zul’ Irfan
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i3.23

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) membutuhkan pengobatan yang bisa mengambil alih fungsi ginjalnya, salah satunya yaitu hemodialisa. Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang bertujuan untuk mengatasi penurunan fungsi ginjal dengan menggunakan membran dialisis, mengatur cairan yang disebabkan oleh penurunan laju filtrasi glomerulus. Foot massage pada pasien hemodialisa dapat membantu penurunan kadar kelelahan pada pasien hemodialisa karena tidak ada efek samping dalam penerapannya dan dirasa aman dilakukan serta tidak ada efek jangka panjang, apabila kelelahan tidak di atasi segera dapat terjadi seperti stres, penurunan kualitas hidup, serta gangguan sistem kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan keletihan pada pasien dengan CKD di ruangan hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah intervensi foot massage. Sampel penelitian ini adalah pasien yang mengalami CKD on HD sebanyak 5 orang dengan hasil yang didapatkan bahwa terdapat penurunan pada tingkat keletihan dengan Terapi foot massage menggunakan teknik mengusap, memijat, menarik jari-jari kaki, memutar ibu jari kaki, dan tekanan yang meneyebabkan rangsanagn stimulus sampai ke otak yang membuat semakin nyaman dan kriteria inklusi: pasien mengalami kelelahan,pasien menyetujui informed consent, kriteria ekslusi: pasien yang mengalami kelumpuhan ekstremitas bawah, pasien yang memiliki luka di kaki, pasien yang mengalami edema di ekstremitas bawah. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 sampai 31 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage keletihan menurun.
Co-Authors 'Irfan, M. Zul Ade Maharani Adelia, Gita Adeliana Adeliana Adila Amelia Putri Alfianur Alfianur Alfianur Alfianur Ananda Evi Yunita Andriyadi, Dusi Angga Arfina Angga Arfina Angga Arfina Angga Arfina Anjani, Cici Arfina, Angga Aryantiningsih, Dwi Sapta Aryatiningsih, Dwi Sapta Aulia Tasya, Venesha Azhar, Bayu Azzyati, Livia Dwi Bayu Azhar Chatrin Natalia Chintia Anisa Rahmadhani Cindy Claudia Cindy Febriyeni Cindy Seyra Dedek Febrianti Lestari Delviana Safitri Delviana Safitri Desti Puswati Deswinda Deswinda Deswinda Devi Andriyani Devita, Yeni Dewi Marsela Dewi Rafina Hastuti Dewi, Sarina Dimas Firmansyah Dinda Nurannisa Dini Maulinda Donny Hendra Dyna, Fitri Dyna, Fitri Eka Malfasari Eka Putri Cantika Ramadani Elmina Safitri , Syahwa Elwina, Nur ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Eny indarti Epriyanti, Lesti Erica, Linda Fatmawati Zagoto Febtrina, Rizka Fitri Aini Fitriani, Iyang Maisi Fitriani, Iyang Maisi Gita Adelia Gulo, White Asmara Gustiana Dwi Andini hasanah, Ulfa Hastuti, Dewi Rafina Helsa Muthia Angesti Helwiyah Ropi Herniyanti, Rina Hidayatunnisa Qusthia Iyang Maisi Fitriani Jhonata Roganti Leni Rafina Juliarif Liani, Mia Karina M. Zul Irfan M. Zul&#039;irfan M. Zul’ Irfan M. Zul’Irfan M. Zul’irfan Mardiansyah Mardiansyah Mardianti Mardianti, Mardianti Mariska Dita Pratiwi Marselia Yuli Pratiwi Maryuni, Tuti Masyita, Siti Maulinda, Dini Maysa Febrianda Melati Dwi Rahma Mercy Putri Ayu Silvia Zeaga Muhammad Ridho Nadila Savitri Nastiti, Retno Nita, Yureya Noviamesti, Salsabila Novita, Yoli Nurma Sela Nursa’adah, Tengku Nurul Hafiza Nurul Rafina Rahmadani Paquita Jafier Herrin parlin, winda Putra, Ifon Driposwana Putra, Ifon Dwiposwana Putri, Suci Indah Radja Kurniawan Lubis Rahmadani, Nelza Rahmat Saputra Rahmi, Fadhila Rama Danita, Putri Rayhan Ramadhan Rika Sri Wahyuni Riska Dwi Mai Yulinda Rizka Febtrina Rizka Febtrina Rizka Febtrina Rizka Febtrina Rizki Ananda, Muhammad Roni Saputra Safitri, Delviana Sahara, Puja Saharudin Saharudin Simarmata, Tatar Jaya Siti Nurjanah Sri Yanti Sri Yanti Sri Yanti Sri Yanti Sri Yanti Sri Yanti SS, Tison Stephanie Dwi Guna Tatar Jaya Simarmata Tengku Syahrizal Tison S S Tison SS Tuz Zuhriyah , Laila Uci Widya Ningrum Ulfa Hasana Ulfa Hasana Ulfa Hasanah Ulfa Hasanah Veni Dayu Putri Vivi Amalia Rahma Wan Nisfha Dewi Wardah Wardah Wardah Wardah Wardah Wardah, Wardah Widia Lestari Widiya Anggraini Witarniyanti Lase, Reni Wongsawang, Nongnuch Wulan Sari, Wulan Yendri, Naspi Yeni Devita Yulinda, Riska Dwi Mai Yureya Nita Yureya Nita Zahratul Husna Zalfi, Nadif ’Irfan, M. Zul