Claim Missing Document
Check
Articles

Program KKN tematik infrastruktur mengangkat daya tarik ekowisata Desa Meranti Berbasis IMAP Hasdiana Hasdiana; I Wayan Sudana; Hendra Uloli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35762

Abstract

Abstrak Desa Meranti merupakan salah satu desa di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango dengan potensi wisata alam yang menarik namun belum dikelola secara optimal. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur di Desa Meranti bertujuan mengangkat daya tarik wisata alam tersebut menjadi destinasi ekowisata melalui intervensi berbasis IMAP sebagai alat pemetaan dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, serta pembentukan kelompok pemeliharaan pemetaan kawasan. Kegiatan dirancang dalam empat tahap: (1) pemetaan awal potensi, masalah, dan kebutuhan infrastruktur destinasi; (2) pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi fasilitas, dan pemetaan partisipatif; (3) perumusan prioritas bersama pemangku kepentingan melalui FGD; dan (4) Evaluasi dan pemantauan. Output utama mencakup peta tematik aset berdasarkan IMAP dan penetapan model desain ekowisata. Hasil program memperlihatkan peningkatan kesiapan destinasi, keterhubungan antar-objek wisata melalui rute interpretasi, serta bertambahnya kapasitas pengelola lokal dalam memelihara dalam mengelola layanan dasar. Penggunaan IMAP memungkinkan integrasi data biofisik, akses, dan risiko lingkungan ke dalam satu desain yang mudah dipahami lintas pemangku kepentingan, sehingga keputusan investasi infrastruktur menjadi lebih terarah dan terukur dan dapat mempercepat penataan infrastruktur skala desa sekaligus memperkuat daya tarik ekowisata secara berkelanjutan. Kata kunci: infrastruktur; ekowisata; pemetaan; partisipatif; IMAP. Abstract Meranti Village is a village in Tapa District, Bone Bolango Regency with attractive natural tourism potential but has not been optimally managed. The Thematic Infrastructure Community Service Program (KKN) in Meranti Village aims to elevate the natural tourism attraction into an ecotourism destination through IMAP-based interventions as a mapping and decision-making tool. The method used is a participatory and collaborative approach, data collection is carried out through Observation, Interviews, Focus Group Discussions (FGD), socialization, and the formation of area mapping maintenance groups. The activity is designed in four stages: (1) initial mapping of potential, problems, and infrastructure needs of the destination; (2) data collection through field surveys, facility observations, and participatory mapping; (3) formulation of priorities with stakeholders through FGDs; and (4) Evaluation and monitoring. The main outputs include a thematic map of assets based on IMAP and the establishment of an ecotourism design model. The program results show increased destination readiness, connectivity between tourist objects through interpretation routes, and increased capacity of local managers in maintaining and managing basic services. The use of IMAP enables the integration of biophysical data, access, and environmental risks into a single design that is easily understood by all stakeholders, so that infrastructure investment decisions become more targeted and measurable and can accelerate village-scale infrastructure development while strengthening the attractiveness of ecotourism in a sustainable manner. Keywords: infrastructure; ecotourism; mapping; participatory; IMAP
Kontribusi Employability Skills terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Bidang Pemesinan di Provinsi Gorontalo Taufik Asril; Sunardi; Sugeng Pramudibyo; Buyung R Machmoed; Hendra Uloli; Esta Larosa
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v13i1.396

Abstract

Tingginya angka pengangguran lulusan SMK di Gorontalo mendorong penguatan employability skill untuk meningkatkan kesiapan kerja. Tujuan: Mengetahui pengaruh employability skill terhadap kesiapan kerja siswa SMK konsentrasi pemesinan. Metode: Penelitian asosiatif kuantitatif dengan sampel jenuh 64 siswa dari 3 SMK; data dikumpulkan lewat angket yang telah diuji validitas dan reliabilitas, diolah menggunakan regresi sederhana (SPSS 27). Hasil: Employability skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (r = 0,710; r² = 0,504; b = 0,399; t = 7,943; p < 0,001), artinya 50,4% variansi kesiapan kerja dijelaskan oleh employability skill. Implikasi: Penguatan program pengembangan keterampilan kerja pada SMK perlu diprioritaskan.
PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA NELAYAN DESA LOPO KECAMATAN BATUDAA PANTAI MELALUI PELATIHAN TUNE-UP MESIN KETINTING Hendra Uloli; Stella Junus; Jamal Darusalam Giu; Irwan Wunarlan; Fentje Abdul Rauf; Muh. Yasser Arafat
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.292 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i1.13

Abstract

This community service activity is the second of three years of village service assisted by the Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering UNG which has started in 2020 and will end in 2022. The Department of Industrial Engineering carries out village development service activities in four different locations, one of which is Lopo Village. Batudaa Pantai District. The purpose of this service activity is to increase the potential of Lopo Village human resources through tune-up training for fishing boat propulsion engines (ketinting). The implementation of activities is divided into 3 stages, namely (1). Preparation stage, where surveys and problem identification are carried out. (2). The stages of program implementation are the provision of training materials and practices (3). Reporting and publication of service activities. The results obtained from this service activity are, after the tune-up training, the fishing communities participating in the training are able to tune up the ketinting machine that they use to earn a living independently without having to use professional staff which of course costs money.
Penguatan Manajemen Industri Berbasis Potensi Lokal untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Bukit Hijau, Kecamatan Bulawa Hendra Uloli; Esta Larosa; Sugeng Pramudibyo; Hafid Rahmandan
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 4, No 2: August 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v4i2.33453

Abstract

The development of local potential–based economies in rural areas continues to face various challenges, particularly in business management and the utilization of digital marketing by MSME actors. This condition is also experienced by the community of Bukit Hijau Village, Bulawa District, which possesses potential marine-based processed products that have not yet been optimally managed. This community service program aims to strengthen the capacity of local entrepreneurs in business management and digital marketing to enhance product competitiveness and expand market reach. The implementation method included partner needs identification through observation and interviews, business management training covering simple financial recording, production planning, and resource management, as well as digital marketing training through the use of social media and online marketplaces. These activities were supported by continuous monitoring and mentoring to ensure practical application of the materials. The results indicate an improvement in participants’ ability to manage business administration, enhancement in promotional content quality, and an increase in market reach and digital-based sales transactions. This community service program has a positive impact on strengthening business management practices and fostering sustainable economic empowerment for the Bukit Hijau Village community.
Evaluasi Postur Kerja Pada Proses Produksi Tepung Kelapa Dengan Metode WERA dan NERPA Arifin Nurcahyo Zumadillah Hasania; Hendra Uloli; Idham Halid Lahay; Sugeng Pramudibyo; Andi Maga Umara; Hafid Rahmandan
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 5 NO. 1, MEI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v5i1.32082

Abstract

PT. Royal Coconut Airmadidi merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengolahan kelapa menjadi tepung. Dalam proses produksinya, terdapat tujuh stasiun kerja yang dilakukan secara manual dengan postur kerja statis dalam waktu lama, yang berpotensi menyebabkan musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi postur kerja pada proses produksi tepung kelapa dengan menggunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) dan Novel Ergonomic Postural Assessment (NERPA). Evaluasi dilakukan terhadap tujuh stasiun yang dilakukan secara manual dan statis untuk mengidentifikasi tingkat risiko MSDs dan menentukan solusi ergonomis yang dapat mengurangi resiko terjadinya MsDs pada pekerja. Hasil evaluasi postur kerja menemukan stasiun kerja dengan skor akhir tertinggi ada pada Grinder yaitu dengan skor 39 untuk WERA dan 6 NERPA dengan tindakan perbaikan segera serta investigasi lebih lanjut. Solusi yang tepat untuk memperbaiki postur kerja pada stasiun kerja Grinder, yaitu memodifikasi mesin grinding dengan menambahkan mekanisme dorong otomatis atau pintu yang dapat mengubah jalur daging kelapa masuk kedalam mesin grinding agar pekerja tidak perlu mendorong kelapa secara manual. Serta menyesuaikan tinggi conveyor agar sejajar dengan pinggang pekerja untuk mencegah pekerja tidak perlu membungkuk.Kata kunci: WERA, NERPA, Postur Kerja
KAJIAN KEKUATAN IMPAK KAMPUH LAS PADA BAJA KARBON RENDAH irwan Wunarlan; Hendra Uloli; Monica Pratiwi
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 4 NO. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v4i2.29310

Abstract

Baja lunak (750 Hollow Steel dengan standar AISI 1118) banyak digunakan untuk konstruksi dan manufaktur baja karena memiliki kemampuan las dan kemampuan bentuk. Baja lunak mudah dilas. Busur cahaya listrik tanpa pemanasan awal sering digunakan untuk mengelas baja lunak. Hasil pengelasan pada baja lunak dapat dievaluasi dengan uji impak. Berdasarkan perhitungan uji impak, rata-rata kekuatan impak (E1) adalah 0,66013 (Joule/mm2). Terkena dampak pengelasan panas dan zona takik tidak signifikan dalam pengujian ini. Dalam hal ini, energi yang menurun dan kekuatan pengelasan sangat sedikit, rata-rata dampak alur las tipe Y lebih tinggi daripada rata-rata alur las tipe U dan itu sama dengan uji impak. Dalam uji statistik, dijelaskan hasil yang sama bahwa, tidak ada perbedaan rata-rata dampak yang signifikan antara sampel logam utama dan sampel perawatan. Zona fraktur umum dalam uji sampel adalah Zona Terkena Panas di luar. karena pada daerah Heat Affected Zone terjadi pertukaran struktur yang dipengaruhi oleh paduan dalam unsur, seperti Mn yang berasal dari elektroda las dan daerah fraktur pada daerah logam induk yang berstruktur ferit.
Analisis Postur Kerja Dengan Metode REBA Dan WERA Pada Pekerja Adila Grup Yupiani Yupiani; Abdul Rasyid; Hendra Uloli; Stella Junus
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 4 NO. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v4i2.28411

Abstract

Adila Grup merupakan industri yang bergerak dibidang perdagangan hasil laut. Produk yang dipasarkan yaitu hasil laut (cumi-cumi, ikan, gurita dan hasil laut yang lain) yang sudah dibekukan dalam cold storage. Pekerja di Adila Grup berjumlah 11 orang dan 8 proses produksi. Karakteristik aktivitas yang dilakukan pekerja dalam proses penanganan produk melibatkan penggunaan otot tangan secara berulang-ulang. Bekerja terlalu lama, memiliki postur kerja yang salah, melakukan tugas berulang-ulang, dan tidak cukup makan adalah beberapa penyebab MSDs. Untuk mengetahui tingkat resiko MSDs pada pekerja dilakukan penelitian menggunakan metode NBM, REBA dan WERA. Hasil kuesioner NBM menunjukan bahwa tingkat kelelahan 11 pekerja masuk dalam katagori sedang. Tingkat resiko yang dialami oleh para pekerja berdasarkan metode REBA yaitu tingkat sedang pada 4 proses produksi, 3 proses masuk dalam tingkat resiko tinggi dan 1 proses dalam tingkat resiko sangat tinggi. Sedangkan untuk tingkat resiko yang dialami oleh para pekerja berdasarkan metode WERA yaitu pada seluruh rangkaian proses produksi masuk dalam tingkat resiko sedang karena skor akhir pada seluruh pekerja berada di rentan 22-44. Dibutuhkan perbaikan postur kerja untuk mengurangi resiko MSDs.
MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN MOTOR LISTRIK 3 FASA DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALISYS Fajar Nurcahyo; Hendra Uloli; Muhammad Yasser Arafat
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL.3 NO.1, MEI 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i1.24772

Abstract

Permasalahan yang dialami perusahaan adalah sering terjadinya breakdown pada motor listrik 3 fasa tipe YX3-160M1-2. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Efects (FMEA) dalam meminimalkan keruskan yang terjadi. Hasil penelitian pada PT. Charoen Pokhpand Indonesia terdapat 3 kompenen mesin yang memiliki nilai kritis RPN. Resiko kerusakan mesin yaitu Belitan stator/kumparan, Terminal box dan Bering. Cara mengatasi atau menanggulangi Belitan stator/Kumparan agar tidak menyebabkan putaran motor menjadi lemah maka perlu adanya perawatan secara berencana (planning maintenance schedule) serta menempatkan motor listrik pada tempat yang teduh, Terminal box yang diakibatkan adanya salah koneksi sehingga dapat menyebabkan motor mati maka dapat ditanggulangi dengan cara rutin melakukan pengecekan dan melakukan pembersihan di bagian terminal box, serta memastikan arus yang masuk dengan stabil, Sedangkan untuk penanggulangan pada komponen Bearing yang diakibatkan adanya kelonggaran dan mudah pecah sehingga  dapat menyebabkan putaran pada motor menjadi lebih berat dan berisik maka dapat ditanggulangi dengan cara rutin melakukan pemberian grease yang terjadwal. Kata Kunci: Kerusakan Mesin, Failure Mode and Efects, Nilai RPN
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI PT. AWET SARANA SUKSES MENGGUNAKAN METODE ABC DAN EOQ Sintiana Sintiana; Abdul Rasyid; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.23146

Abstract

Strategi Pengendalian Persediaan di PT. Awet Sarana Sukses. Berdasarkan uraian latar belakang bagimana analisis pengendalian persediaan barang dagang jika mengguakan metode ABC dan EOQ (Economic Order Quantity). Metode ABC metode ini bertujuan untuk mengkategorikan barang apa saja yang persediaannya lebih banyak, sedang-sedang, dan yang lebih sedikit persediaannya, Metode EOQ (Economic Order Quantity) metode ini bertujuan untuk menentukan jumlah pembelian pada setiap kali pesan dengan biaya yang paling rendah. Mie dan minuman masuk Kategori kelas A dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 15% dan mempresentasikan 70-80% dari nilai total pemakaian uang. Sabun detergen masuk Kategori kelas B dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 30% barang persediaan dan mempresentasikan 15 - 25% dari nilai total pemakaian uang. Jenis kecap manis dan sabun cuci piring masuk dalam kategori kelas C dengan volume penggunaan uang tahunan sekitar 55% barang persediaan dan mempresentasikan 5 – 12% dari nilai total pemakaian uang. Kata kunci: Metode ABC, Metode EOQ, Pengendalian Persediaan
PENGENDALIAN KUALITAS KADAR FFA PADA PROSES PEMURNIAN CPO MENGGUNAKAN METODE FISHBONE CHART DI PT. XYZ Jessica Gabriani Mamonto; Abdul Rasyid; Hasanuddin Hasanuddin; Esta Larosa; Sugeng Pramudibyo; Hendra Uloli
Jambura Industrial Review (JIREV) VOL. 3 NO. 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jirev.v3i2.22982

Abstract

Perkembangan Industri kelapa sawit saat ini di Indonesia sedang meningkat, karena kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan yang menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadi sumber devisa bagi negara Indonesia juga membuka lapangan kerja. Kecacatan produk sering terjadi pada setiap indsutri pengolahan kelapa sawit termasuk pada PT.XYZ, untuk dapat mengoreksi kesalahan pada proses produksi yang mengakibatkan kualitas produk kurang baik diperlukan pengendalian kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kenaikan Free Fatty Acid (FFA) pada proses pemurnian, dan mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasi kenaikan FFA berlebih pada Crude Palm Oil (CPO) dengan menggunakan metode fishbone yang berguna dalam berbagai konteks, seperti perbaikan proses, analisis masalah, dan perbaikan produk atau layanan. Didapatkan tingkat kecacatan mencapai 52%. Hal ini mengindikasikan proses masih mengalami penyimpangan dan belum mencapai tingkat kecacatan zero defect, penyebab utama kenaikan yaitu buah sawit yang digunakan oleh pabrik bukan merupakan buah yang memenuhi standar sempurna. Bahan dasar delusion yang digunakan berasal dari cairan fat pit tidak menggunakan air panas, langkah yang tepat mengatasi kenaikan FFA berlebih pada CPO maka pabrik perlu mengganti bahan delusion yang awalnya menggunakan cairan fat pit menjadi air panas agar kenaikan FFA dapat terkendali, dan menggunakan buah kelapa sawit yang matang sempurna. Kata kunci: Crude Palm Oil, Fishbone Chart, Free Fatty Acid
Co-Authors Abdul Rasyid Abdul Rasyid Abdul Rasyid Abdullah, Aizza Kirana Abdullah, Moh. Rifaldi Adriyansya Lihawa Ahmad Potalangi Aizza Kirana kirana Alifransi Sulaeman Andi Maga Umara Anom, Adji Saputra Anwar, Balqis Arafat, Muh Yasser Arafat, Muhammad Yasser Arifin Nurcahyo Zumadillah Hasania Arya, Muhammad Farza Askar Askar, Askar Aspar Podungge Ayuni, Dewi Riasty Bayu, Muh Aditya Utomo Buyung R Machmoed Buyung R. Machmoed Eduart Wolok Esta Larosa Esta Larosa Fahria Malabar Fajar Nurcahyo Felisah, Andi Ratu Fentje Abdul Rauf Ferdianto Oten Yunus Gunawan Datuela Gunawan Tohulawula Gusti Made Surya Adi Candra Habibullah Khaidir Fath Fath Hafid Rahmandan Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasdiana Helena Badu Herinda Mardin Husin, Salmawati I Wayan Rupawan I Wayan Sudana Ibnu Sanjaya Idham Halid Lahay Ikhsan Hidayat Indri Wirahmi Bay Irmawaty Umar Irwan Wunarlan Jamal Darusalam Giu Jessica Gabriani Mamonto Jilham, Aqshal Larosa, Esta Lasalewo, Triandi Latimbang, Moh Almaida Machmoed, Buyung R Magvirah El Walidayni Kau Matiro, Moh. Alyafi Dg. Mohamad Eko W. Ismail Mohamad Riyandi Badu Monica Pratiwi Moonti, Riton Muhammad Fikri Hatibie Muhammad Syukur Anugrah Adam Muhammad Yasser Nadjamuddin, Difa Nurul Asyifah Novarika, Ni Kadek Fany Nurcahyo, Fajar Nurjana, Anisa Nurlaila Husain Pramudibyo, Sugeng PRAMUDIBYO, SUGENG PRAMUDIBYO Ramadhani, Indah Renando Ake Rivanmoputi Rudolf Simatupang Sabaya, Zilva Abd. Rahim Sintiana Sintiana Sri Widyarti Ali Stella Junus Sugeng Pramudibyo Sugengn Pramudibyo Sulanda, Sinta Bellah Sunardi Sunardi Sunardi . sunardi sunardi Taufik Asril Teppo, Anisa Nurjana Trifandi Lasalewo Wahyudi Pua Wayan Andika Riyantara Widodo, Langgeng Windie Santika Masri Wungguli, Fauzan Yacub, Fidya Ayustina Yupiani Yupiani Yusrin Kadir Zainudin Bonok