Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK UTAMA BERSALIN NASTIA Fitriyanti Fitriyanti; Nuzulul Rahmi; Raudhatun Nuzul ZA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5433

Abstract

Pijat oksitosin adalah intervensi non-farmakologis yang efektif dalam merangsang produksi hormon oksitosin, sehingga mendukung kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu postpartum. Teknik ini melibatkan pemijatan lembut sepanjang tulang belakang untuk merangsang refleks let-down dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu postpartum di Klinik Utama Bersalin Nastia. Metode yang digunakan adalah pre eksperimen dengan desain posttest only design pada 20 ibu postpartum yang menerima pijat oksitosin diambil dengan teknik purposive sampel. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan produksi ASI setelah pijat oksitosin dengan p value = 0,019. Pijat oksitosin juga memberikan efek relaksasi yang mengurangi stres ibu, mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, pijat oksitosin direkomendasikan sebagai bagian dari praktik perawatan ibu postpartum.
ANALISIS KORELASI ANTARA PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN KONSUMSI KOPI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ANGGOTA YONKAV 11/MSC Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Harimantara Harimantara
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5516

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi medis yang serius dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal serta penyakit lainnya. Hipertensi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia dengan lebih dari 1 dari 4 pria dan 1 dari 5 wanita serta lebih dari satu miliar orang mengalami kondisi tersebut. Profil Kesehatan Provinsi Aceh (2022) menyatakan untuk kasus Hipertensi itu mencapai 464.839 kasus diseluruh kabupaten kota di Aceh. Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Minum Kopi Anggota Yonkav 11 Dengan Kejadian Hipertensi Di Satuan Yonkav 11/MSC Tahun 2025 Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan penelitian crossectional dengan jumlah sampel 77 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2025 s.d 17 Juni 2025. Analisa data penelitian menggunakan analisa univariate dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai CI (Confident Interval) 95%. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik adalah Hubungan Kejadian hipertensi dengan pengetahuan (p = 0.535) dan Kebiasaan minum kopi ( p=0.023). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian hipertensi dan ada hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi. Diharapkan dapat melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala kepada anggota serta memberikan konseling mengenai bahaya konsumsi kafein berlebihan Kata Kunci : Kejadian Hipertensi, Pengetahuan, Kebiasaan minum kopi
ANALISIS CASE CONTROL KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA WANITA DI PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Ulfa Rahmawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5592

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%. Salah satu upaya pencegahan adalah program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dilakukan di sekolah. Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, sikap, serta persepsi remaja terhadap manfaat TTD. Penyuluhan kesehatan dipandang sebagai strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Penyuluhan kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet tambah darah terutama jika dilakukan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik remaja. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan memberikan kesempatan bagi remaja putri untuk memperoleh informasi secara langsung, interaktif, dan kontekstual mengenai pentingnya konsumsi TTD, efek samping yang bisa terjadi, serta cara pencegahannya. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar tidak terjadi anemia. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada 2-3 Juni 2025 di SMAN 9 yang hadiri oleh siswi kelas XI yang berjumlah 33 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia.
STUDI RISIKO PENYAKIT INFEKSI PADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE TAHUN 2026 Chairanisa Anwar; Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Nuzulul Rahmi; Rizka Maulina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5905

Abstract

Abstrak Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan risiko penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden mengalami penyakit infeksi, dengan jenis penyakit yang dominan adalah diare, ISPA, dan penyakit kulit. Analisa univariat menunjukkan bahwa 50% responden memiliki sanitasi lingkungan buruk, 44% memiliki akses air bersih tidak cukup, dan 37% memiliki PHBS rendah. Analisa bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan (p=0,042), akses air bersih (p=0,023), dan PHBS (p=0,017) dengan kejadian penyakit infeksi. Kesimpulan penelitian ini adalah sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan PHBS merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian penyakit infeksi pada masyarakat terdampak banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta edukasi PHBS untuk menurunkan risiko penyakit infeksi di daerah rawan banjir. Kata kunci: banjir, penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, air bersih, PHBS. Abstract Flooding is a natural disaster that frequently occurs in Indonesia and has a significant impact on public health, particularly in increasing the risk of infectious diseases. This study aims to analyze the risk factors of infectious diseases among communities affected by flooding in Manyang Cut Village, Meureudu Subdistrict, Pidie Regency in 2026. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 respondents selected through random sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews, and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 95%. The results showed that 59% of respondents experienced infectious diseases, with the most common types being diarrhea, acute respiratory infections (ARI), and skin diseases. Univariate analysis indicated that 50% of respondents had poor environmental sanitation, 44% had insufficient access to clean water, and 37% had low clean and healthy living behavior (PHBS). Bivariate analysis revealed significant relationships between environmental sanitation (p=0.042), access to clean water (p=0.023), and PHBS (p=0.017) with the incidence of infectious diseases. The conclusion of this study is that environmental sanitation, access to clean water, and PHBS are the main risk factors associated with the occurrence of infectious diseases among flood-affected communities. Therefore, efforts to improve sanitation, provide adequate clean water, and promote PHBS education are necessary to reduce the risk of infectious diseases in flood-prone areas. Keywords: flood, infectious diseases, environmental sanitation, clean water, PHBS.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PASCA BENCANA BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDEU KABUPATEN PIDIE JAYA Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Nurlaili Ramli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5913

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan kesehatan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat buruknya sanitasi dan rendahnya praktik personal hygiene, khususnya pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir di Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dipilih menggunakan teknik (misalnya: total sampling atau purposive sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan personal hygiene (p value = 0,001) serta antara sikap dengan personal hygiene (p value = 0,001). Namun demikian, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan dan sikap dengan praktik personal hygiene, di mana sebagian responden dengan pengetahuan dan sikap positif masih memiliki personal hygiene yang kurang baik, serta sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketersediaan sarana sanitasi, akses air bersih, dan dukungan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir, namun diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan perilaku kebersihan diri. Disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: pengetahuan, sikap, personal hygiene, remaja putri, pasca banjir
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Uswatun Fauziah Lubis
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5916

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat,dan menjadi penyebab kematian siginifikan di Indonesia. Termasuk di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh jumlah penderita Diabetes Melitus tipe 2 pada tahun 2022 tercatat sebanyak 89 orang (14,6%) dari 609 pengunjung poli penyakit dalam. Pada tahun 2023 menurun menjadi 54 orang (11%) dari 508 pengunjung, namun kembali meningkat pada tahun 2024 menjadi 99 orang (16,1%) dari 613 pengunjung. Peningkatan ini diduga kuat disebabkan oleh pola makan tidak sehat, obesitas, gaya hidup kurang aktif, dan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah sangat penting untuk pengendalian penyakit ini. Untuk mengetahui hubungan antara Pola Makan, Obesitas, dan Gaya Hidup dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 94 orang yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Tidak terdapat hubungan antara pola makan dan kadar gula darah (p = 0,988). Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara obesitas dan kadar gula darah (p = 0,000). Gaya hidup juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kadar gula darah (p = 0,037). Terdapat hubungan antara obesitas dan gaya hidup dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Namun, pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan edukasi mengenai pengendalian berat badan dan penerapan gaya hidup sehat untuk pengelolaan gula darah yang optimal. Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Pola Makan, Obesitas, Gaya Hidup
PENTINGNYA PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KELUARGA DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan keluarga. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, termasuk aspek fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang perencanaan keluarga, pencegahan penyakit menular seksual, serta pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 15 September 2024 di Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan mahasiswa/I dari University College MAIWP International (UCMI) Kuala Lumpur. Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan keluarga, mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya peran komunitas dalam mendukung akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMAN 12 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Dyah Ayu Puspitasari; Julaida Br Bancin; Fina Chairani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk pria maupun wanita. Kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai suatu kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Sedangkan remaja atau adolescene adalah yang berarti tumbuh ke arah kematangan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan remaja tentang Perawatan alat reproduksi dan meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko. Waktu pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini akan dilakukan  selama 1 hari pada  9 Januari 2024. Tempat pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini  dilaksanakan di SMAN 12 Kota Banda Aceh. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah seluruh siswi perempuan dan Laki-laki Kelas II di  SMAN 12.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG KENALI FAKTOR RISIKO HIV/AIDS DAN PENCEGAHANNYA Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Rahmat Akbar; Miranda Miranda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Salah satu isu kesehatan yang masih menjadi perhatian serius adalah HIV/AIDS, yang terus menunjukkan tren peningkatan kasus, terutama di kalangan remaja. Minimnya pengetahuan dan kesadaran remaja tentang faktor risiko dan cara penularan HIV/AIDS menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 2 Aceh Besar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya mengenali faktor risiko HIV/AIDS serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi sebagai media informasi tambahan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi tingkat SMA yang berada pada masa perkembangan penting dalam membentuk perilaku hidup sehat. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai HIV/AIDS. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif dan menjadi langkah awal dalam pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.   
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMAN 9 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Alfitri Wahyuni; Nur Afni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%. Salah satu upaya pencegahan adalah program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dilakukan di sekolah. Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, sikap, serta persepsi remaja terhadap manfaat TTD. Penyuluhan kesehatan dipandang sebagai strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Penyuluhan kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet tambah darah terutama jika dilakukan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik remaja. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan memberikan kesempatan bagi remaja putri untuk memperoleh informasi secara langsung, interaktif, dan kontekstual mengenai pentingnya konsumsi TTD, efek samping yang bisa terjadi, serta cara pencegahannya. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar tidak terjadi anemia. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada 2-3 Juni 2025 di SMAN 9 yang hadiri oleh siswi kelas XI yang berjumlah 33 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, tablet tambah darah.
Co-Authors Abdullah, Mira Afni, Nur' Alfitri Wahyuni Andika, Fauziah Andriani, Melda Annisah Annisah Anwar, Chairanisa Aris Maulana Asmaul Husna Asmaul Husna Asnawiyah Asnawiyah Azimar Azimar Chairanisa Anwar Cut Deli Darmawan, Heri Devi Mona Santi Dhirah, Ulfa Husna DYAH AYU PUSPITASARI Eva Nadila Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Rosdiana Evi Salmala Fadia Aisya Fahkrina, Dira Faizin, Wilda Num Faradilla Safitri Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah Andika Fazhirah Azima Fikransyah, Raja Fina Chairani Finaul Asyura Fitriyanti Fitriyanti Harimantara Harimantara Hidayatul Makwa Ismail Ismail Julaida Br Bancin Kalvin Ariston Zai Karisma Melati Kusharisupeni Djokosujono Leni Erlinda Leny Erlinda Lilis Suryani Mahfuzha, Difa Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Meilina, Rulia Melda Andriani Merleni Merleni Minda Septiani Miranda Miranda Mutia Sari Nadia, Putri Nailah Nailah NurAfni NurAfni Nurhayati Nurhayati Nurlaili Ramli Nurleli, Nurleli Nurul Sakdah Oja Jaida Periskila Dina Kali Kulla Puteri, Ade Dita Putri Husainah Qirva Atin Amini Rahmat Akbar ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rauzhatus Salmah. Nst Reniza Maulizar Rika Novita Rizka Amalia Putri Rizka Maulina Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Safridar, Eka Agus Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Santina Fitri Santoso, Harri - Siti Samaniyah Sri Yanti Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafie Ishak Syarifa Yuliana Syarifah Yanti Astryna Tara Noviani Ulfa Rahmawati Uswatun Fauziah Lubis Venna Rianda Sari WILDA YANTI Willis, Ratna Yelfi Monita Yulianti Yulianti Zuraida Zuraida