Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM EMMA (EMPOWERMENT, MOTIVATION AND MEDICAL ADHERENCE) SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF EDUKASI DIABETESI TIPE 2 Diana Tri Lestari; Arya Dwi Cahyono
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1331

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Pengendalian kadar gula darah merupakan hal yang penting karena dengan pengendalian gula darah yang baik maka komplikasi akibat diabetes dapat dicegah. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah program EMMA. EMMA merupakan terapi edukasi yang dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan dialog interaktif untuk mengubah perilaku manajemen diri dan kepatuhan pengobatan serta pemantauan gula darah. Tujuan Penelitian : mengetahui efektifitas program EMMA sebagai emdia interaktif edukasi diabetesi tipe 2. Hasil Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen semu (Quasi Eksperimen Design) One-Group Pretest-Posttest Design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 28 responden. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisa data menggunakan uji t independent. Hasil Penelitian : hasil uji t independent pada kelompok intervensi untuk variable kadar glukosa darah adalah
PENCEGAHAN PENYAKIT TROPIS MELALUI PEMBERANTASAN AGENT DAN VEKTOR DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI BIOPORI DAN KOMPOS Diana Tri Lestari; Noor Hidayah; Fitriana Kartikasari; Achmad Ridwan; Yayuk Mundriyastutik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1504

Abstract

Penyakit tropis berkaitan dengan cara hidup yang tidak sehat, higiene serta sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk mencegah mewabahnya penyakit tropis maka perlu upaya untuk membuat lingkungan sehat sehingga agen dan vektor penyebab penyakit tropis tidak berkembang. Teknologi yang digunakan adalah teknik biopori dan kompos. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan pada masyarakat, mencakup kegiatan pemberian penyuluhan, kampanye teknologi biopori dan demonstrasi pembuatan lubang biopori dan kompos. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit tropis melalui pemberantasan faktor penyebab dengan memanfaatkan teknologi biopori dan kompos. Dari aspek afektif, peserta menerima bahwa teknologi biopori dapat dikembangkan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tropis dan dari aspek psikomotor, peserta mampu untuk membuat lubang resapan biopori dan kompos.
PEMANFAATAN MOCAF UNTUK PENATALAKSANAAN DIET YANG RAMAH HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Diana Tri Lestari; Noor Cholifah; Jeki Purnomo; Heni Risnawati; Syahrial Aman; Widya Cholid
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1664

Abstract

PEMANFAATAN MOCAF UNTUK PENATALAKSANAAN DIET YANG RAMAH HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Diana Tri Lestaria*, Noor Cholifahb, Jeki Purnomoc, Heni Risnawatid, Syahrial Aman, Widya Cholide a,b,c,d,eUniversitas Muhammadiyah Kudus, Kudus, Indonesia. Email : dianatri@umkudus.ac.id Abstrak Penyakit hipertensi dan diabetes mellitus masih menempati proporsi tertinggi dari seluruh penyakit tidak menular yang dilaporkan. Hipertensi dan DM tidak menunjukkan tanda dan gejala secara khusus sehingga perlu kewaspadaan dari masyarakat untuk melakukan skrining, pencegahan serta upaya untuk memperbaiki pola hidup terutama adalah pengaturan diet. Untuk itu perlu adanya bahan pangan pengganti yang ramah untuk penderita DM dan hipertensi, salah satunya adalah Modified Cassava Flour (MOCAF). Mocaf memiliki kadar kalori, lemak dan gula yang rendah sehingga baik untuk penderita DM dan Hipertensi. Pengabdian masyarakat ini adalah dilakukan dengan cara Pendidikan pada masyarakat, mencakup kegiatan pemberian penyuluhan dan demonstrasi pembuatan produk pangan dari tepung mocaf. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pengetahuan masyarakat tentang bahan pangan substitusi untuk hipertensi dan DM meningkat. Dari aspek afektif, peserta menerima berbagai upaya kesehatan serta perkembangan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti DM dan Hipertensi dan dari aspek psikomotor, peserta mampu untuk membuat makanan berbahan dasar tepung mocaf. Kata kunci : Hipertensi, Diabetes Mellitus, Mocaf. Abstract Hypertension and diabetes mellitus still occupy the highest proportion of all reported non-communicable diseases. Hypertension and DM do not show any signs and symptoms specifically so it is necessary to be vigilant from the public to carry out screening, prevention and efforts to improve lifestyle, especially dietary arrangements. For this reason, it is necessary to have friendly substitute foodstuffs for people with DM and hypertension, one of which is Modified Cassava Flour (MOCAF). Mocaf has low calorie, fat and sugar levels so it is good for people with DM and Hypertension. This community service is carried out by means of education in the community, including counseling activities and demonstrations of making food products from mocaf flour. As a result of this community service, public knowledge about substitution foodstuffs for hypertension and DM increased. From the affective aspect, participants received various health efforts and developments to overcome health problems such as DM and Hypertension and from the psychomotor aspect, participants were able to make foods based on mocaf flour. Keywords : Hypertension, Diabetes Mellitus, Mocaf.
Buerger Allen Therapy and Foot Sensitivity in Diabetes Mellitus Patients: Terapi Buerger Allen dan Sensitivitas Kaki Pasien Diabetes Melitus Mukaromah, Isna Aulia; Lestari, Diana Tri; Kartikasari, Fitriana
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1808

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a persistent global health condition frequently accompanied by peripheral neuropathy, which presents as reduced foot sensitivity and elevates the risk of foot-related complications. Specific background: Sensory impairment in the lower extremities remains a common clinical concern among diabetes mellitus patients receiving care at primary health facilities. Knowledge gap: Existing studies largely emphasize peripheral circulation parameters, while focused evidence describing foot sensitivity changes remains limited. Aims: This study aimed to describe foot sensitivity among diabetes mellitus patients undergoing Buerger Allen therapy in a community health setting. Results: A quasi-experimental pretest–posttest control group design was conducted with 82 participants. Monofilament testing revealed notable sensory changes in the intervention group, whereas the control group demonstrated relatively stable sensory findings. Novelty: This study places foot sensitivity as a primary clinical outcome rather than a secondary circulatory indicator. Implications: The findings support the incorporation of structured lower-extremity exercise within routine nursing care to address early sensory disturbances in diabetes mellitus. Highlights Buerger Allen therapy was accompanied by distinct foot sensory findings. Monofilament testing identified sensory patterns across intervention and control groups. Foot sensitivity served as a clinically meaningful outcome in diabetes care. Keywords Diabetes Mellitus, Buerger Allen Therapy, Foot Sensitivity, Diabetic Neuropathy, Nursing Care
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Avil-Dismenorhea Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenorhea Nila Friscandani; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2913

Abstract

Dismenore terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin, dan faktor stress/psikologi. Dismenore dipengaruhi oleh faktor primer dan sekunder Usia, riwayat keluarga, indeks masa tubuh, status sosial ekonomi, pendidikan, merokok, dan penggunaan alkohol dapat mempengaruhi keparahan dismenore primer. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh perempuan usia subur, terutama remaja dan dewasa muda. Jika tidak ditangani secara tepat, dismenore dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas harian, menurunkan produktivitas akademik atau kerja, serta meningkatkan risiko gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keparahan dismenore, seperti usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam keparahan dismenore primer, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan intervensi yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap pengetahuan remaja putri dalam mengatasi dismenorhea di SMK Al-Falah Winong kabupaten Pati tahun 2025. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan metode eksperimental yang melibatkan 42 responden, terdiri dari 21 responden kelompok intervensi dan 21 responden kelompok kontrol dengan total sampling berupa total sampling. Intrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan media audio visual serta leaflet dismenorhea, analisis data menggunakan wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkat pengetahuan dimana sebelum intervensi tingkat pengetahuan kurang 23,8%,cukup 57,1% baik menjadi kurang 0%,cukup 9,5%, baik 38,1%, sangat baik 52,4% setelah intervensi. Sedangkan Uji Mann-Whitney nilai Z -8,789 dengan P value 0,001. Hasil uji beda pada kedua kelompok didapatkan nilai Z -8,789 dengan P value 0,001 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap tingkat pengetahuan remaja putri.
Hubungan Kadar Gula Darah Puasa, Kapasitas Fungsional Kesehatan Fisik, Kesehatan Umum Dengan Fatigue Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Gribig Nadya Asyh Selvya; Diana Tri Lestari; Dewi Hartinah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan tingkat fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Gribig Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi pengukuran kadar gula darah puasa dengan alat glucometer, pengukuran kapasitas fungsional menggunakan metode 6 Minute Walk Test (6MWT), penilaian kesehatan umum menggunakan kuesioner SF-36, serta pengukuran tingkat fatigue menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hiperglikemia (90,2%), memiliki kapasitas fungsional dalam kategori buruk hingga sangat buruk, serta kondisi kesehatan umum yang tergolong rendah. Tingkat fatigue yang dialami juga didominasi oleh kategori fatigue berat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,396), antara kapasitas fungsional kesehatan fisik dengan fatigue (p = 0,002; r = -0,340), serta antara kesehatan umum dengan fatigue (p = 0,000; r = 0,413). Artinya, semakin tinggi kadar gula darah dan semakin rendah kapasitas fungsional serta kesehatan umum, maka tingkat kelelahan yang dirasakan pasien akan semakin tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah puasa, kapasitas fungsional kesehatan fisik, dan kesehatan umum dengan fatigue pada pasien diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kadar gula darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan umum secara menyeluruh guna menurunkan tingkat kelelahan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengaruh Black Garlic Terhadap Kekambuhan pada Penderita Gastritis di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Ninda Titian Asta Gini; Sukesih Sukesih; Diana Tri Lestari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Black Garlic terhadap kekambuhan pada penderita gastritis di desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan control group pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan teknik purpasive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang penderita gastritis, dikelompokkan menjadi 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji Normalitas, uji Wilcoxon, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan dalam frekuensi kekambuhan gastritis pada kelompok intervensi setelah diberikan black garlic, pada hasil uji Mann Whitney dapat diketahui bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,002 sehingga dapat disimpulkan 0,002 < 0,05 dan hipotesis diterima. Jika hipotesis diterima maka artinya terdapat pengaruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian black garlic memiliki pengaruh terhadap penurunan frekuensi kekambuhan gastritis pada penderita di Desa Tubanan. Oleh karena itu, black garlic dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan gastritis.
Effect of a Dementia Care Class on Knowledge of Community-Based Dementia Care among Informal Caregivers: A Pre-Experimental Study Tiara, Novi; Jauhar, Muhamad; Lestari, Diana Tri; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 8 No 1 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.1.16868

Abstract

Background. Dementia is developing rapidly, marked by the increasing prevalence of dementia in the world every year, in line with the growing number of the elderly population. Dementia causes dependence, reduced quality of life, and even disability. It is necessary to prevent and treat dementia by empowering informal caregivers. Objectives.This study aimed to determine the effect of a dementia care class on knowledge of community-based dementia care. Methods. A pre-experimental pretest–posttest design with a control group was employed. This research was conducted in the Work Area of the Kaliwungu and Dawe Health Centers, Kudus Regency. A sample of 24 informal caregivers for each intervention and control group was taken using purposive sampling. The research instrument used the Alzheimer's Disease Knowledge Scale (ADKS). The intervention dementia care class was conducted in 4 sessions on two days with a duration of 45-60 minutes per session. Wilcoxon and Man Whitney were used for data analysis. Results. The results showed a statistically significant increase in knowledge scores among informal caregivers in the intervention group compared to the control group with p-value = 0.001 (p <0.05). Conclusion. Dementia Care Class improves knowledge of informal caregiver. These learning models and media can be integrated into elderly posyandu and elderly health programs in healthcare facilities in community-based dementia management.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, POLA MAKAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SIDOMULYO Rika Barotut Taqiyah; Rusnoto, Rusnoto; Diana Tri Lestari
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1823

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a chronic medical condition characterized by elevated arterial blood pressure. Understanding the factors influencing the development of hypertension in the elderly is crucial for identifying and developing better prevention and management strategies. Factors requiring further research include obesity, diet, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship between obesity, diet, and physical activity with hypertension levels in the elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu). The research method used correlational analysis with a cross-sectional design approach. The population in this study was 40 elderly residents of the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu Sidomulyo), and the research sample was 36 respondents. The sampling technique used by researchers in this study is a Purposive Sampling technique. The inclusion criteria in this study are: active elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post and willing to fill out the questionnaire completely. The exclusion criteria in this study are: elderly who are no longer active at the Sidomulyo Integrated Health Post and are not willing to be respondents. The instruments used are digital scales to measure body weight in determining obesity status, measurement of Eating Patterns using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaire, measurement of physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire and measurement of Hypertension using a digital tensiometer / tensiometer and stethoscope. Based on the results of the analysis using the sperm rank test, there are analysis results on the obesity variable showing a Sig. (2-tailed) value = 0.013 which is smaller than the sig value = 0.05 and there is a positive correlation value r = 0.410. So it can be interpreted that there is a fairly strong relationship. On the diet variable shows a Sig. (2-tailed) value = 0.026 smaller than the sig value = 0.05 which means there is a significant relationship between the diet variable and the level of hypertension with a positive correlation value of r = 0.370 which means there is a very low relationship between the diet variable and the level of hypertension. While on the physical activity variable there is a sig value = 0.002 with a positive correlation value of r = 0.509 which means there is a strong significant relationship between the physical activity variable and the level of hypertension. The conclusion of this study is that there is a significant relationship in the three variables as evidenced by the three sig values. (2-tailed) ≤ 0.05.
Hubungan Jenis, Durasi, Frekuensi dan Intensitas Olahraga dengan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Juwana Sari, Sri Wulan; Lestari, Diana Tri; Hartinah, Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37230

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di dunia dan terus mengalami peningkatan prevalensi, termasuk di Indonesia. Data nasional dan daerah menunjukkan bahwa Puskesmas Juwana merupakan wilayah dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Pati. Rendahnya aktivitas olahraga yang teratur dan terukur diduga berperan dalam buruknya pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Juwana.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Juwana dengan rata-rata 180 penderita per bulan. Sampel sebanyak 124 responden diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner IPAQ Short Form, kuesioner aktivitas olahraga, pengukuran intensitas dengan oximeter, serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis olahraga, responden paling banyak melakukan jalan kaki sebanyak 61 responden (49,2%), diikuti senam 17 responden (13,7%), bersepeda 10 responden (8,1%), jogging 7 responden (5,6%), renang 3 responden (2,4%), dan tidak berolahraga 26 responden (21,0%). Berdasarkan durasi, sebagian besar responden berolahraga >30 menit yaitu 79 responden (63,7%). Berdasarkan frekuensi, mayoritas responden berolahraga ≤3 kali per minggu sebanyak 80 responden (64,5%). Berdasarkan intensitas, sebagian besar responden melakukan olahraga dengan intensitas ringan sebanyak 71 responden (57,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah penderita hipertensi (p < 0,05).Simpulan penelitian ini adalah bahwa olahraga yang dilakukan secara teratur, dengan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas yang sesuai, berhubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatan aktivitas olahraga terukur dan perlu menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Co-Authors Achmad Ridwan Agista, Pramesti Dwi Ajeng, Putri Allena Ade Aman, Syahrial Anggara Dwi Sulistiyanto Arya Dwi Cahyono Ashri Maulida Rahmawati Biyanti Dwi Winarsih Dewi Hartinah Diah Fatmawati, Diah Diah Putri Nugraheni Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Efendi Efendi Eko Prasetyo Eko Retnowati Eko Retnowati, Eko Endang Setyowati Erni Suprapti Faizatul Aini Farida, Nana Umi Faridha Alfiatur Rohmaniah Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Fitriana, Ida Harmoko, Anjrah Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Hindriyastuti, Sri Ika Puji Eviyanti Indanah Irwansyah, Mohamad Khafidh Rio Istyanti, Gabriella Sekar Iswatun Qasanah Jeki Pornomo Jeki Purnomo Lintang Ayu Diana Linsqy Lismawati, Dini Marniati Kadir Muhamad Jauhar Muhammad Jauhar, Muhammad Mukaromah, Isna Aulia Muslimah, Aulya Choirul Nadya Asyh Selvya Nafiah, Eka Ifayatun Nila Friscandani Ninda Titian Asta Gini Nisdayanti, Dela Amanda Noor Cholifah Noor Faidah Noor Hidayah Nur Banati Ritriana Putri, Sheryl Nisrina Aulia Qasanah, Iswatun Qudriyah, Anis Lailatul Rabiatul Adawiyah Rahmasari, Lutfir Fitri Rahmawati, Ashri Mualida Rika Barotut Taqiyah Risnawati, Heni rusnoto rusnoto Sari, Sri Wulan Sholahudin, Mohammad Sinta Novia Dewi Sri Hartini Sri Karyati Sukamto Sukamto Sukamto Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih Sukma Wijayanti Sunarya, Dian Fitriani Surastuti, Putri Syahrial Aman Tiara, Novi Tukiyo Tuti Anggarawati Vera Fahreza Wahyu Yusianto Widiastari, Yunita Widya Cholid Wahyudin Widyastuti, Anik Wulandari, Fifi Faryanti Yanti, Vivin Amei Yayuk Mundriyastutik Yulisetyaningrum Yunita Rusidah Yusuf Ilham Romadhoni