Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di dunia dan terus mengalami peningkatan prevalensi, termasuk di Indonesia. Data nasional dan daerah menunjukkan bahwa Puskesmas Juwana merupakan wilayah dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di Kabupaten Pati. Rendahnya aktivitas olahraga yang teratur dan terukur diduga berperan dalam buruknya pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Juwana.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Juwana dengan rata-rata 180 penderita per bulan. Sampel sebanyak 124 responden diambil menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner IPAQ Short Form, kuesioner aktivitas olahraga, pengukuran intensitas dengan oximeter, serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis olahraga, responden paling banyak melakukan jalan kaki sebanyak 61 responden (49,2%), diikuti senam 17 responden (13,7%), bersepeda 10 responden (8,1%), jogging 7 responden (5,6%), renang 3 responden (2,4%), dan tidak berolahraga 26 responden (21,0%). Berdasarkan durasi, sebagian besar responden berolahraga >30 menit yaitu 79 responden (63,7%). Berdasarkan frekuensi, mayoritas responden berolahraga ≤3 kali per minggu sebanyak 80 responden (64,5%). Berdasarkan intensitas, sebagian besar responden melakukan olahraga dengan intensitas ringan sebanyak 71 responden (57,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas olahraga dengan tekanan darah penderita hipertensi (p < 0,05).Simpulan penelitian ini adalah bahwa olahraga yang dilakukan secara teratur, dengan jenis, durasi, frekuensi, dan intensitas yang sesuai, berhubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatan aktivitas olahraga terukur dan perlu menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer.