Claim Missing Document
Check
Articles

Dominant Factors Barriers to Hypertension Diet Management in Hypertension Sufferers Dela Amanda Nisdayanti; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.6035

Abstract

Hypertension is a serious problem because it causes high morbidity and mortality. One indicator of successful management is diet management. Diet management is often an obstacle for hypertension sufferers. This study aimed to determine the dominant factors that inhibit hypertension diet management in hypertension sufferers in the working area of the Juwana Health Center. This research method used a correlation study with a cross-sectional design. The number of samples in this study was 65 respondents, using a total sampling technique with the inclusion criteria of hypertensive patients who were routinely checked on prolongs, hypertensive patients who implemented hypertension diet management, and hypertensive patients without comorbidities. The instruments used in this research are HKT (Hypertension Knowledge Test), FFQ (Food Frequency Questionnaire), FFS (Family Support Scale), PSS (Perceived Stress Scale), and HSMBQ (Hypertension Self Management Behavior Questionnaire). Data analysis used chi-square and simple logistic regression. The results of data analysis show that hypertension diet management is affected by knowledge (p: 0.003, OR: 2.764), dietary habits (p: 0.001, OR: 7.986), income (p: 0.004, OR: 2.098), family support (p: 0.001, OR: 9.986), and stress (p: 0.001, OR: 3.874). The most dominant factors are family support (p: 0.001, OR: 9.986, 95% CI: 0.653 < OR < 23.98). Family support is the most dominant factor affecting hypertension diet management. Positive system support is necessary for the patient's success in controlling blood pressure. Conclusion: There are factors that affected diet management of the hypertension: knowledge, dietary patterns, income, family support, and stress, with the dominant factor being family support.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN PERAN ORANG TUA DALAM MENDORONG MAKANAN SEHAT TERHADAP STATUS BERAT BADAN PADA REMAJA DI MTS HASYIM ASY’ARI BANGSRI JEPARA Amelia Dwi Agustin; Diana Tri Lestari; Muhammad Purnomo
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2184

Abstract

This study aims to determine the relationship between breakfast habits and the role of parents in encouraging healthy food consumption with weight status in adolescents at MTs Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara. This study was conducted because adolescents are vulnerable to nutritional problems due to irregular eating patterns, the habit of skipping breakfast, and lack of family support in establishing healthy eating patterns. The study used an observational analytical method with a cross-sectional approach. The research sample was selected using a proportional random sampling technique. The independent variables in this study were breakfast habits and the role of parents in encouraging healthy food consumption, while the dependent variable was the adolescents' weight status. Data collection was carried out using questionnaires and weight and height measurements to determine BMI/U based on WHO standards. The results showed that the majority of respondents were female (64.7%) and most were 14 years old. The results of the Chi-Square test showed a significant relationship between breakfast habits and weight status in adolescents with a p-value of 0.001 (p<0.05). Furthermore, there was a significant correlation between parental involvement in encouraging healthy food consumption and weight status in adolescents, with a p-value of 0.000 (p<0.05). The study concluded that breakfast habits and parental involvement were significantly associated with weight status in adolescents.
Pengaruh Penerapan Aplikasi Mindfulness Riliv Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Nur Banati Ritriana; Diana Tri Lestari; Sukarmin Sukarmin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.17445

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Intervensi berbasis mindfulness dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi mindfulness terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group. Penelitian dilaksanakan pada September 2025 di Prolanis Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sampel sebanyak 30 responden dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Kelompok intervensi diberikan latihan mindfulness melalui aplikasi Riliv selama 10 sesi dalam 10 hari, masing-masing berdurasi 7–10 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan signifikan tekanan darah sistolik (p 0.001) dan diastolik (p 0.020). Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p 0.320) maupun diastolik (p 0.753). Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol pada tekanan darah sistolik (p 0.041) dan diastolik (p 0.010). Intervensi mindfulness Riliv signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologis tambahan dalam pengelolaan hipertensi.
Perbandingan Pemberian Dektrosa 40 % secara Intravena Infus dan Intravena Bolus terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Hipoglikemi Noor Luthfiana; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.221

Abstract

Hipoglikemia merupakan suatu keadaan medis ketika kadar glukosa dalam darah berada di bawah batas normal, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan energi tubuh. Penatalaksanaan pasien dengan hipoglikemia salah satunya melalui pemberian terapi dextrose. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pemberian dektrosa 40% secara intravena infus dan intravena bolus selama 30 menit terhadap peningkatan kadar gula darah pasien diabetes mellitus dengan hipoglikemi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pre and post-test without control group. Populasi penelitian ini adalah pasien DM dengan hipoglikemi di IGD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sebanyak 30 pasien rata-rata setiap bulan. Teknik pengampilan sampel yang digunakan adalah quota sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan uji independent t test. Hasil pengukuran kadar gula darah (pre) melalui intravena infus rata-rata 53,2 setelah mendapat dektrose menjadi rata-rata 87,4. Hasil pengukuran kadar gula darah (pre) melalui intravena bolus rata-rata 53,4 setelah mendapat dektrose menjadi rata-rata 95,2. Hasil uji Independet Sampel Test didapatkan hasil signifikan P value = 0114 > α (0.05) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kenaikan untuk kedua kelompok.
Pengaruh Edukasi dengan Media Whatsapp terhadap Kesiapan Keluarga Merawat Pasien Stroke Arif Rohman Hakim; Diana Tri Lestari; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1411

Abstract

Stroke adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama kematian serta kecacatan. Keterlibatan keluarga sangat penting dalam merawat pasien stroke. Perawat memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada keluarga dan memastikan kelancaran transisi perawatan pasien dari rumah sakit ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan media whatsapp terhadap kesiapan keluarga merawat pasien stroke di rumah sakit PKU Muhammadiyah Mayong. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pre and post-test with control group. Populasi penelitian ini sebanyak 57 pasien. Sampel sebanyak 50 orang yang diambil dengan teknik purpossive sampling dan dihitung dengan rumus finite population correction kemudian dibagi menjadi dua untuk kelompok intervensi sebanyak 25 dan kelompok control 25 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner kesiapan keluarga dan SOP edukasi. Instrumen sudah melalui uji validitas dengan nilai 0,692-0,865 dan nilai Cronbach alpha sebesar 0,811. Data dianalisa dengan uji mann whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa rata-rata skor kesiapan keluarga pada kelompok intervensi (pre) sebesar 60,2 menjadi 83,8. Pada kelompok kontrol kesiapan keluarga (pre) sebesar 56,4 dan post sebesar 71,6. Kesimpulan : Ada pengaruh edukasi dengan media whatsapp terhadap kesiapan keluarga merawat pasien stroke di rumah sakit PKU Muhammadiyah Mayong dengan nilai p = 0,000.
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Kepatuhan Manajemen Diet Pasien DM Tipe 2 Jihan Ambarwati; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1447

Abstract

Hambatan dalam manajemen diet pada penderita diabetes mellitus (DM) mengakibatkan gagalnya pengendalian kadar glukosa darah. Untuk itu perlu adanya intervensi dengan pendekatan budaya lokal yang dapat diterima dengan mudah seperti edukasi diet berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede. Penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan dan pendekatan pretest dan postest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di desa Bategede sebanyak 312 pasien. Sampel sebanyak 38 orang yang diambil dengan purpossive sampling dan dihitung dengan rumus kemudian dibagi menjadi dua untuk kelompok intervensi sebanyak 19 dan kelompok control 19 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Uji validitas dengan nilai 0,534-0,834 dan hasil Cronbach's alpha menemukan nilai 0,821 yang diartikan valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil kepatuhan manajemen diet (pre-pos) pada kelompok intervensi ada perubahan signifikan yang mana terdapat selisih median skor 29 poin sebelum dan setelah dengan nilai p value 0,000. Pada kelompok kontrol selisih median 1 poin dengan nilai p value 0,405. Penelitian ini disimpulkan ada pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Gula Darah Sewaktu Pasien DM Tipe 2 Eva Mutiara Safitri; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1598

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau pemanfaatan insulin, sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, pengobatan, dan edukasi kesehatan. Namun, kepatuhan pasien terhadap pengaturan diet masih rendah karena edukasi yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan control group pretest-posttest design, melibatkan 38 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Pengukuran GDS dilakukan menggunakan glucometer, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat penurunan rata-rata GDS sebesar 27,9 dengan nilai p value 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata sebesar 1,2 dengan p value 0,319. Perbandingan antar kelompok menunjukkan selisih skor GDS sebesar 16,8 dengan nilai p = 0,027 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede.
BRISK WALKING MENURUNKAN KADAR GULA DARAH DIABETESI DI WILAYAH PEDESAAN Nana Umi Farida; Diana Tri Lestari; Muhammad Jauhar; Faridha Alfiatur Rohmaniah; Iswatun Qasanah; Mohamad Khafidh Rio Irwansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3022

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) saat ini menjadi masalah kesehatan yang mengancam masyarakat. DM disebabkan pola hidup kurang sehat atau faktor keturunan. DM berdampak pada penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal, kebutaan, disabilitas, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmakologi sebagai terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah yaitu Brisk Walking. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh durasi Brisk Walking terhadap kadar gula darah pada pasien DM. Desain Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest and post-test with control group. Variabel independen yaitu durasi Brisk Walking dan variabel dependen yaitu kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2024 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus dengan jumlah sampel 19 Responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosa DM oleh tenaga kesehatan, hasil pemeriksaan GDS³140 mg/dl, tidak memiliki komplikasi, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria ekslusi memiliki gangguan mobilitasfisik/ disabilitas dan menerima terapi nonfarmakologi lain. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi kadar GDS dan alat pengukur kadar gula darah dengan merk Easy Touch Glucose tipe 301. Analisis data menggunakan paired t-test dan Independent t-test. Bentuk intervensi yang diberikan yaitu Brisk Walking selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik durasi Brisk Walking terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p= 0,032 (p0,05).  Durasi Brisk Walking dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Model intervensi menjadi terapi komplementer dan dapat diintegrasikan dalam pelayanan Kesehatan masyarakat di puskesmas misalnya posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis. AbstractDiabetes Mellitus (DM) is currently a public health problem threatening the community. DM is caused by unhealthy lifestyles or hereditary factors. It can lead to cardiovascular disease, kidney disease, blindness, disability, and even death. One non-pharmacological intervention as a complementary therapy that can be implemented to control blood sugar levels is diabetes.Brisk WalkingThe aim of this study was to analyze the effect of the duration of brisk walking on blood sugar levels in DM patients. The research design used a quasi-experimental approach.pretest and post testwith control group. The independent variable is duration Brisk Walking and the dependent variable was blood sugar levels. This study was conducted from February to April 2024 in the Dawe Community Health Center (UPT) working area of Kudus Regency, with a sample size of 19 respondents for each intervention and control group. Inclusion criteria were a diagnosis of diabetes mellitus by a health worker, and blood glucose (GDS) test results. ³ 140 mg/dl, no complications, taking anti-diabetic medication. Exclusion criteria included impaired physical mobility/disability and receiving other non-pharmacological therapy. The instruments used were a GDS level observation sheet and a blood sugar measuring device with the brand Easy Touch Glucose type 301. Data analysis using paired t-test andIndependent t-test. The form of intervention provided isBrisk Walking for 30 minutes, 3 times a week. The results showed a statistically significant effect of the duration of brisk walking on reducing blood sugar levels in diabetes patients with a p value of 0.032 (p 0.05). Brisk Walking can lower blood sugar levels in DM patients. The intervention model is a complementary therapy and can be integrated into public health services at community health centers, such as PTM Posbindu, Elderly Posbindu, and Prolanis.
GAMBARAN DAN FAKTOR DOMINAN HAMBATAN LATIHAN FISIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sukamto Sukamto; Diana Tri Lestari; Edi Wibowo Suwandi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2872

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit mengancam kesehatan dunia ditandai dengan peningkatan jumlah kadar gula dalam darah yang menjadi faktor mematikan dimasyarakat. Hal ini disebabkan karena gejala yang tinggi, komplikasi jangka panjang dan kurangnya latihan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor dominan hambatan latihan fisik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta.Penelitian ini merupakan deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian diikuti oleh 42 responden yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menyebar kuesioner Barries to being active quiz, Diaebetes self-management questionnaire dan fasilitas. Uji analisa data menggunakan Uji chi square dilanjutkan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian uji secara chi-square diketahui nilai p-value motivasi 0.0110.05 dan fasilitas 0.0170.05 serta uji secara regresi linear berganda diketahui bahwa nilai motivasi -0.589 artinya apabila motivasi meningkat maka hambatan latihan fisik akan menurun sebesar 0.589 (58,9%) dan nilai fasilitas -0.542 artinya apabila fasilitas meningkat maka hambatan latihan fisik akan menurun sebesar 0.542 (54,2%). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominan terhadap hambatan latihan fisik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta adalah Motivasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan dan informasi bagi penderita diabetes mellitus tipe 2.
HUBUNGAN DEMOGRAFI, DEPRESI, KUALITAS TIDUR DENGAN FATIGUE INTRADIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Anjrah Harmoko; Diana Tri Lestari; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2877

Abstract

Gagal ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan nasional. Pasien gagal ginjal kronis harus melakukan hemodialisis sebagai terapi yang berdampak pada fatigue. Fatigue terjadi sekitar 70% pasien ginjal yang mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari dan penurunan kapasitas kerja, keterbatasan fungsi, ketidakstabilan suasana hati, gangguan tidur, gangguan fungsi keluarga dan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan demografi, depresi, kualitas tidur dengan fatigue intradialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RS  dr. Soetarto Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian observasional, bersifat analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 23 pasien. Teknik pengumpulan data variabel fatigue menggunakan kuesioner baku Chalder Fatigue Scale (CFQ), Beck Depression Inventory (BDI-II), dan kuesioner Piisburg Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan demografi jenis kelamin (P=0,011) dan umur (P=0,035) dengan fatigue intradialisis dan tidak ada hubungan status pernikahan (P=0,360) dan penghasilan (P=0,429) dengan fatigue intradialisis. Ada hubungan depresi dengan fatigue intradialisis (P=006). Ada hubungan kualitas tidur dengan fatigue intradialisis (P=0,018). Faktor paling dominan yang mempengaruhi fatigue intradialisis adalah depresi (P=0,049, CI=0,003-2,583). Fatigue umum terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis dan dikaitkan dengan jenis kelamin, umur, depresi dan gangguan tidur. Dokter harus secara proaktif menyelidiki tanda-tanda kelelahan untuk menghindari dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronis.
Co-Authors Achmad Ridwan Ajeng, Putri Allena Ade Aman, Syahrial Amelia Dwi Agustin Anggara Dwi Sulistiyanto Anis Lailatul Qudriyah Anjrah Harmoko Arif Rohman Hakim Arya Dwi Cahyono Ashri Maulida Rahmawati Aulya Choirul Muslimah Biyanti Dwi Winarsih Dela Amanda Nisdayanti Dewi Hartinah Diah Fatmawati, Diah Diah Putri Nugraheni Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Efendi Efendi Eka Ifayatun Nafiah Eko Prasetyo Eko Retnowati Eko Retnowati, Eko Endang Setyowati Erni Suprapti Eva Mutiara Safitri Faizatul Aini Faridha Alfiatur Rohmaniah Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Fitriana, Ida Hasriyani Hasriyani Ika Puji Eviyanti Indanah Istyanti, Gabriella Sekar Iswatun Qasanah Jeki Pornomo Jeki Purnomo Jihan Ambarwati Lintang Ayu Diana Linsqy Lismawati, Dini Marniati Kadir Mohamad Khafidh Rio Irwansyah Muhamad Jauhar Muhammad Jauhar Muhammad Jauhar, Muhammad Muhammad Purnomo Mukaromah, Isna Aulia Nadya Asyh Selvya Nana Umi Farida Nila Friscandani Ninda Titian Asta Gini Nisdayanti, Dela Amanda Noor Cholifah Noor Faidah Noor Hidayah Noor Luthfiana Nur Banati Ritriana Pramesti Dwi Agista Putri, Sheryl Nisrina Aulia Rabiatul Adawiyah Rahmasari, Lutfir Fitri Rahmawati, Ashri Mualida Rika Barotut Taqiyah Risnawati, Heni Rusnoto Rusnoto rusnoto rusnoto Salma Fatmala Sari, Sri Wulan Sholahudin, Mohammad Sinta Apriliani Sinta Novia Dewi Sri Hartini Sri Hindriyastuti Sri Karyati Sukamto Sukamto Sukamto Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih Sukma Wijayanti Sunarya, Dian Fitriani Surastuti, Putri Syahrial Aman Syahrial Aman Tri Suwarto Tukiyo Tuti Anggarawati Vera Fahreza Wahyu Yusianto Widiastari, Yunita Widya Cholid Wahyudin Widyastuti, Anik Wulandari, Fifi Faryanti Yanti, Vivin Amei Yayuk Mundriyastutik Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum Yunita Rusidah Yusuf Ilham Romadhoni