Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI KAPASITAS KADER DALAM IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER UNTUK MENDUKUNG TRANFORMASI PELAYANAN KESEHATAN DI POSYANDU Biyanti Dwi Winarsih; Diana Tri Lestari; Eko Prasetyo
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3160

Abstract

Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, sehingga peningkatan kapasitas kader menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan sistem kesehatan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas kader dalam implementasi integrasi layanan primer untuk mendukung tranformasi layanan kesehatan di Posyandu. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan transfer knowledge, difusi ipteks, asset based community development dan participatory actions programs Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung yang berfokus pada keterampilan kader dalam deteksi dini, pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi layanan berjenjang bagi balita, remaja, dewasa, dan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kader dalam melaksanakan integrasi layanan primer. Selain itu, kader lebih mampu mengidentifikasi masalah kesehatan secara komprehensif serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk tindak lanjut pelayanan. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih efektif, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
The Effect of Local Cultural Dietary Educational Videos on Dietary Self-Efficacy of Type-2 Diabetes Mellitus Patients in the Village Agista, Pramesti Dwi; Lestari, Diana Tri; Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum
Journal of Economics and Public Health Vol 5 No 1 (2026): Journal of Economics and Public Health: March 2026
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jeph.v5i1.7551

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease with high prevalence and requires proper dietary management. One important factor in the success of dietary management is patient self-efficacy. However, conventional dietary education is often considered boring, especially in rural communities. This study aims to analyze the effect of a local cultural dietary management education video on improving dietary self-efficacy in type 2 DM patients in Bategede Village. The study design used a quasi-experimental design with a control group pre-test post-test. The study sample used a purposive sampling method of 38 respondents [R1.1] who were divided into an intervention group (19 respondents) and a control group (19 respondents). The instrument used was the Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). Data analysis was carried out using univariate and bivariate statistical tests according to data distribution with the Shapiro-Wilk test. Based on the results, there was a significant difference in self-efficacy between the intervention and control groups, with p = 0.000 (p < 0.05). This confirms that the local cultural dietary management education video is more effective in improving self-efficacy than without intervention.
HUBUNGAN DEMOGRAFI, DEPRESI, KUALITAS TIDUR DENGAN FATIGUE INTRADIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Harmoko, Anjrah; Lestari, Diana Tri; Rusnoto, Rusnoto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2877

Abstract

Gagal ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan nasional. Pasien gagal ginjal kronis harus melakukan hemodialisis sebagai terapi yang berdampak pada fatigue. Fatigue terjadi sekitar 70% pasien ginjal yang mengakibatkan gangguan aktivitas sehari-hari dan penurunan kapasitas kerja, keterbatasan fungsi, ketidakstabilan suasana hati, gangguan tidur, gangguan fungsi keluarga dan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan demografi, depresi, kualitas tidur dengan fatigue intradialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RS  dr. Soetarto Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian observasional, bersifat analitik korelasi dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 23 pasien. Teknik pengumpulan data variabel fatigue menggunakan kuesioner baku Chalder Fatigue Scale (CFQ), Beck Depression Inventory (BDI-II), dan kuesioner Piisburg Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan demografi jenis kelamin (P=0,011) dan umur (P=0,035) dengan fatigue intradialisis dan tidak ada hubungan status pernikahan (P=0,360) dan penghasilan (P=0,429) dengan fatigue intradialisis. Ada hubungan depresi dengan fatigue intradialisis (P=006). Ada hubungan kualitas tidur dengan fatigue intradialisis (P=0,018). Faktor paling dominan yang mempengaruhi fatigue intradialisis adalah depresi (P=0,049, CI=0,003-2,583). Fatigue umum terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis dan dikaitkan dengan jenis kelamin, umur, depresi dan gangguan tidur. Dokter harus secara proaktif menyelidiki tanda-tanda kelelahan untuk menghindari dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dengan gagal ginjal kronis.
HUBUNGAN BEBAN KERJA, SHIF KERJA, KETERSEDIAN FASILITAS DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT Qudriyah, Anis Lailatul; Rusnoto, Rusnoto; Lestari, Diana Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2803

Abstract

Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur cuci tangan sangat penting dalam pencegahan infeksi. Studi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap kebersihan tangan berkisar antara 40% hingga 60% di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, shif kerja, ketersedian fasilitas terhadap kepatuhan cuci tangan perawat di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan purpossive sampel sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner ketersediaan fasilitas cuci tangan dan kepatuhan cuci tangan menggunakan surveilan Hais komite PPI. Kuesi. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,038), sift kerja (0,043) dan ketersediaan fasilitas (0,040) dengan kepatuhan cuci tangan perawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Hasil pennelitian ini dapat  dijadikan bahan evaluasi bagi perawat dalam meningkatkan komitmen dalam menjaga kepatuhan cuci tangan. 
BRISK WALKING MENURUNKAN KADAR GULA DARAH DIABETESI DI WILAYAH PEDESAAN Farida, Nana Umi; Lestari, Diana Tri; Jauhar, Muhammad; Rohmaniah, Faridha Alfiatur; Qasanah, Iswatun; Irwansyah, Mohamad Khafidh Rio
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3022

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) saat ini menjadi masalah kesehatan yang mengancam masyarakat. DM disebabkan pola hidup kurang sehat atau faktor keturunan. DM berdampak pada penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal, kebutaan, disabilitas, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmakologi sebagai terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah yaitu Brisk Walking. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh durasi Brisk Walking terhadap kadar gula darah pada pasien DM. Desain Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest and post-test with control group. Variabel independen yaitu durasi Brisk Walking dan variabel dependen yaitu kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2024 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dawe Kabupaten Kudus dengan jumlah sampel 19 Responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosa DM oleh tenaga kesehatan, hasil pemeriksaan GDS³140 mg/dl, tidak memiliki komplikasi, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria ekslusi memiliki gangguan mobilitasfisik/ disabilitas dan menerima terapi nonfarmakologi lain. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi kadar GDS dan alat pengukur kadar gula darah dengan merk Easy Touch Glucose tipe 301. Analisis data menggunakan paired t-test dan Independent t-test. Bentuk intervensi yang diberikan yaitu Brisk Walking selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik durasi Brisk Walking terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p= 0,032 (p0,05).  Durasi Brisk Walking dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien DM. Model intervensi menjadi terapi komplementer dan dapat diintegrasikan dalam pelayanan Kesehatan masyarakat di puskesmas misalnya posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis. AbstractDiabetes Mellitus (DM) is currently a public health problem threatening the community. DM is caused by unhealthy lifestyles or hereditary factors. It can lead to cardiovascular disease, kidney disease, blindness, disability, and even death. One non-pharmacological intervention as a complementary therapy that can be implemented to control blood sugar levels is diabetes.Brisk WalkingThe aim of this study was to analyze the effect of the duration of brisk walking on blood sugar levels in DM patients. The research design used a quasi-experimental approach.pretest and post testwith control group. The independent variable is duration Brisk Walking and the dependent variable was blood sugar levels. This study was conducted from February to April 2024 in the Dawe Community Health Center (UPT) working area of Kudus Regency, with a sample size of 19 respondents for each intervention and control group. Inclusion criteria were a diagnosis of diabetes mellitus by a health worker, and blood glucose (GDS) test results. ³ 140 mg/dl, no complications, taking anti-diabetic medication. Exclusion criteria included impaired physical mobility/disability and receiving other non-pharmacological therapy. The instruments used were a GDS level observation sheet and a blood sugar measuring device with the brand Easy Touch Glucose type 301. Data analysis using paired t-test andIndependent t-test. The form of intervention provided isBrisk Walking for 30 minutes, 3 times a week. The results showed a statistically significant effect of the duration of brisk walking on reducing blood sugar levels in diabetes patients with a p value of 0.032 (p 0.05). Brisk Walking can lower blood sugar levels in DM patients. The intervention model is a complementary therapy and can be integrated into public health services at community health centers, such as PTM Posbindu, Elderly Posbindu, and Prolanis.
GAMBARAN DAN FAKTOR DOMINAN HAMBATAN LATIHAN FISIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sukamto, Sukamto; Lestari, Diana Tri; Suwandi, Edi Wibowo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2872

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit mengancam kesehatan dunia ditandai dengan peningkatan jumlah kadar gula dalam darah yang menjadi faktor mematikan dimasyarakat. Hal ini disebabkan karena gejala yang tinggi, komplikasi jangka panjang dan kurangnya latihan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor dominan hambatan latihan fisik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta.Penelitian ini merupakan deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian diikuti oleh 42 responden yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menyebar kuesioner Barries to being active quiz, Diaebetes self-management questionnaire dan fasilitas. Uji analisa data menggunakan Uji chi square dilanjutkan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian uji secara chi-square diketahui nilai p-value motivasi 0.0110.05 dan fasilitas 0.0170.05 serta uji secara regresi linear berganda diketahui bahwa nilai motivasi -0.589 artinya apabila motivasi meningkat maka hambatan latihan fisik akan menurun sebesar 0.589 (58,9%) dan nilai fasilitas -0.542 artinya apabila fasilitas meningkat maka hambatan latihan fisik akan menurun sebesar 0.542 (54,2%). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominan terhadap hambatan latihan fisik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RST dr. Soetarto Yogyakarta adalah Motivasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan dan informasi bagi penderita diabetes mellitus tipe 2.
Perbandingan Waktu Mobilisasi 6 Jam Dan 8 Jam Paska Operasi Terhadap Kecepatan Pemulihan Paska Bedah Mayor Nafiah, Eka Ifayatun; Lestari, Diana Tri; Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3462

Abstract

Bedah mayor merupakan prosedur invasif berisiko tinggi yang memerlukan pemulihan optimal. Mobilisasi dini penting untuk mencegah komplikasi seperti trombosis vena dalam, infeksi pernapasan, konstipasi, dan keterlambatan pemulihan organ. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan mobilisasi 6 jam dan 8 jam pasca operasi terhadap kecepatan pemulihan pasien bedah mayor di RST TK II dr. Soedjono. Penelitian menggunakan metode kuantitatif kuasi-eksperimental dengan rancangan posttest only with control design. Teknik sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan sampel berjumlah 28 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok: 14 pasien mobilisasi 6 jam dan 14 pasien mobilisasi 8 jam. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kecepatan pemulihan nyeri dan kembalinya fungsi gastrointestinal,dan jam digital,data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, independent t-test, atau Mann-Whitney. Hasil menunjukkan mobilisasi 6 jam  memberikan pemulihan lebih baik dengan rerata nyeri lebih rendah dan fungsi gastrointestinal sedikit lebih tinggi. Terdapat perbedaan signifikan pada tingkat nyeri (p 0,05), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada fungsi gastrointestinal (p 0,05). Kesimpulan, mobilisasi 6 jam lebih efektif dibanding mobilisasi 8 jam dalam kecepatan pemulihan tingkat nyeri,sedangkan untuk pemulihan fungsi gastrointestinal tidak ada perbedaan yang signifikan.
Lumbricus Rubellus Earthworm Extract Hydrogel for Treatment of Diabetic Ulcer Wounds Diana Tri Lestari; Muhamad Jauhar; Eko Retnowati
Journal of Pharmascience Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.22880

Abstract

A diabetic ulcer is a complication that requires serious treatment because it is the highest cause of amputation. This condition has an impact on the morbidity, mortality, and socioeconomics of people with diabetes. Therefore, accuracy is needed in managing diabetic ulcers, one of which is natural ingredients that have potential as topical ulcer medicines, namely the Lumbricus rubellus earthworm. This study aims to find out the most effective formula for the treatment of diabetic ulcer wounds. The formula for this drug candidate is made using the hydrogel preparation formulation using an HPMC 940 base with variations in the active ingredient of lumbricus worm extract of 20%, 50%, and 80% to obtain the desired hydrogel preparation. The candidate drug will be tested, namely physical tests including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, viscosity tests, spreadability tests, and adhesive tests. After that in vivo trial using Wistar rat experiments. The results of the organoleptic test showed that the three formulas were in gel form with a distinctive extract odor, but the three preparations showed different colors, namely brownish yellow, dark brown, and blackish brown. The three formulations appear homogeneous, having a pH between 4.36 and 4.44 and a viscosity between 5,376 cp and 5,894 cp. The spreading power in formulas 2 and 3 is good, and formula 2 has good adhesion. The results of this study demonstrate that the group treated with 50% L. rubellus topical extract experienced the most significant and rapid wound healing among all intervention groups. L. rubellus extract can be used as a topical gel preparation for wound care, with the best formulation at a concentration of 50%.
Effectiveness Of Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) - Murrotal Therapy On Blood Pressure Of Hypertension Patients At Juwana Public Health Center Vera Fahreza; Sukarmin; Diana Tri Lestari
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i3.433

Abstract

Scabies is a significant public health issue in densely populated environments like Islamic boarding schools, where high transmission rates are linked to poor hygiene and limited awareness. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, and behaviors of students regarding scabies at the Al-Firdaus Dormitory, Buntet Islamic Boarding School, Cirebon Regency. A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was used. The study population consisted of 130 students, from which a sample of 98 was selected using simple random sampling. Data were collected using a validated questionnaire and physical examinations, and were analyzed using univariate analysis. The findings revealed that a majority of students had good knowledge (73.5%), a good attitude (56.1%), and good behavior (53.1%) toward scabies. Despite these positive indicators, 16.3% of the students were found to have scabies, suggesting a gap between awareness and consistent practice. The study concludes that while most students possess a high level of knowledge and a positive attitude, behavioral and environmental factors remain crucial challenges. Targeted interventions focused on practical hygiene training and improved living conditions are essential to effectively reduce scabies prevalence.
Pengaruh Edukasi Pena Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Pada Anak Usia 0-5 Tahun Faizatul Aini; Indanah; Diana Tri Lestari
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4609

Abstract

Malnutrition among children remains a significant public health problem that requires serious attention. This condition is generally caused by mothers’ low level of knowledge regarding the importance of balanced nutrition, inappropriate feeding patterns, and limited access to attractive and easy-to-understand nutritional information. Increasing mothers’ knowledge through nutrition education using interactive media is a strategic step in preventing malnutrition from an early age. This study aims to determine the effect of education using the “Pena Gizi” video on mothers’ knowledge regarding the prevention of malnutrition in children aged 0–5 years. This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach involving 68 mothers, consisting of 34 in the intervention group and 34 in the control group. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U Test. The results showed that the median score of mothers’ knowledge in the intervention group significantly increased from 70 (pretest) to 90 (posttest) with p = 0.000, while the control group also showed a statistically significant difference (80 to 80; p = 0.008), although the improvement was not practically significant. The Mann-Whitney test indicated a significant difference in posttest scores between the intervention and control groups with p = 0.000. These findings indicate that education using the “Pena Gizi” video is effective in improving mothers’ knowledge regarding the prevention of malnutrition in children. It is recommended that interactive video-based nutrition education be routinely implemented in Posyandu to enhance mothers’ awareness and support children’s nutritional health.     Abstrak Masalah malnutrisi pada anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola makan anak yang kurang tepat, serta kurangnya akses terhadap informasi gizi yang menarik dan mudah dipahami. Upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi berbasis media interaktif menjadi langkah strategis dalam mencegah malnutrisi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video Pena Gizi terhadap pengetahuan ibu mengenai pencegahan malnutrisi pada anak usia 0–5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group, penelitian ini melibatkan 68 ibu yang dibagi menjadi 34 ibu pada kelompok intervensi dan 34 ibu pada kelompok kontrol. Kriteria inklusi meliputi ibu yang memiliki anak usia 0–5 tahun yang terdaftar dan aktif di Posyandu Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, bersedia menjadi responden, memiliki buku KMS, memiliki telepon genggam dengan aplikasi YouTube dan WhatsApp, serta bersedia mengikuti penelitian hingga selesai. Kriteria eksklusi adalah ibu yang tidak mengikuti seluruh tahapan penelitian (pretest dan posttest) serta ibu dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai median pengetahuan ibu pada kelompok intervensi meningkat secara signifikan dari 70 (pretest) menjadi 90 (posttest) dengan p = 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol juga menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (80 menjadi 80; p = 0,008), meskipun peningkatannya tidak signifikan secara praktis. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai posttest antara kelompok intervensi dan kontrol dengan p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media video Pena Gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan malnutrisi pada anak. Disarankan agar edukasi gizi berbasis video interaktif diterapkan secara rutin di Posyandu untuk meningkatkan kesadaran ibu dan mendukung kesehatan gizi anak.
Co-Authors Achmad Ridwan Agista, Pramesti Dwi Ajeng, Putri Allena Ade Aman, Syahrial Anggara Dwi Sulistiyanto Arya Dwi Cahyono Ashri Maulida Rahmawati Biyanti Dwi Winarsih Dewi Hartinah Diah Fatmawati, Diah Diah Putri Nugraheni Edi Wibowo Edi Wibowo Suwandi Edita Pusparatri Efendi Efendi Eko Prasetyo Eko Retnowati Eko Retnowati, Eko Endang Setyowati Erni Suprapti Faizatul Aini Farida, Nana Umi Faridha Alfiatur Rohmaniah Fery Nanik Handayani Fitriana Kartikasari Fitriana, Ida Harmoko, Anjrah Hasriyani Hasriyani, Hasriyani Hindriyastuti, Sri Ika Puji Eviyanti Indanah Irwansyah, Mohamad Khafidh Rio Istyanti, Gabriella Sekar Iswatun Qasanah Jeki Pornomo Jeki Purnomo Lintang Ayu Diana Linsqy Lismawati, Dini Marniati Kadir Muhamad Jauhar Muhammad Jauhar, Muhammad Mukaromah, Isna Aulia Muslimah, Aulya Choirul Nadya Asyh Selvya Nafiah, Eka Ifayatun Nila Friscandani Ninda Titian Asta Gini Nisdayanti, Dela Amanda Noor Cholifah Noor Faidah Noor Hidayah Nur Banati Ritriana Putri, Sheryl Nisrina Aulia Qasanah, Iswatun Qudriyah, Anis Lailatul Rabiatul Adawiyah Rahmasari, Lutfir Fitri Rahmawati, Ashri Mualida Rika Barotut Taqiyah Risnawati, Heni rusnoto rusnoto Sari, Sri Wulan Sholahudin, Mohammad Sinta Novia Dewi Sri Hartini Sri Karyati Sukamto Sukamto Sukamto Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih Sukma Wijayanti Sunarya, Dian Fitriani Surastuti, Putri Syahrial Aman Tiara, Novi Tukiyo Tuti Anggarawati Vera Fahreza Wahyu Yusianto Widiastari, Yunita Widya Cholid Wahyudin Widyastuti, Anik Wulandari, Fifi Faryanti Yanti, Vivin Amei Yayuk Mundriyastutik Yulisetyaningrum Yunita Rusidah Yusuf Ilham Romadhoni