Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Sponge Art Paint sebagai Intervensi untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Sebelum Pemasangan Infus pada Anak Usia Prasekolah (Sponge Art Paint as an Intervention to Reduce Anxiety Levels Before Infusion in Preschool Children) Prawesti, Indah; Lestari, Retno; Yunita Sari, Ignasia
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jkn.v1i2.52

Abstract

Kecemasan anak pada masa hospitalisasi disebabkan oleh banyak hal, anak berada dilingkungan yang baru, berpisah dengan orang tuanya, bertemu dengan tenaga kesehatan dengan berbagai intervensi yang dilakukannya salah satunya adalah tindakan pemasangan infus. Pemasangan infus berdampak pada kecemasan yang berat pada anak prasekolah, hal tersebut akan mempengaruhi hubungan antara perawat dan anak prasekolah selama proses hospitalisasi. Sesuai dengan berkembangnya kemampuan kognitif dan motorik anak prasekolah upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan anak prasekolah saat dilakukan tindakan pemasangan infus adalah dengan terapi relaksasi yang salah satu bentuknya adalah terapi seni melalui sponge art paint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh terapi sponge art paint pada anak prasekolah sebelum pemasangan infus di RS Panti Wilasa Citarum Semarang. Metode penelitian kuantitatif Quasy Eksperimental Nonequivalent Control Group Design, dengan menggunakan total sampling dengan 40 responden. Analisa data menggunakan uji statistik Mann-Whitney U-Test. Hasil uji Analisis penelitian didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna nilai rata-rata tingkat kecemasan anak prasekolah sebelum pemasangan infus antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan adanya pengaruh terapi sponge art paint terhadap kecemasan anak prasekolah sebelum pemasangan infus di RS Panti Wilasa Citarum Semarang. Penelitian terapi sponge art paint diharapkan mampu menjadi inspirasi peneliti keperawatan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, untuk mengembangkan teori-teori keperawatan khususnya terapi sponge art paint untuk mengurangi kecemasan.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENJAMAH MAKANAN TENTANG PERSONAL HIGIENE PADA 3 PEDAGANG DI KANTIN POLTEKKES KEMENKES RIAU Novita, Lidya; Lestari, Retno
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.439 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.92

Abstract

Personal higiene penjamah makanan dalam proses pengolahan makanan sangat penting, karena degan penerapan higiene yang sehat dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kontaminasi pada makanan. Penjamah makanan harus mempunyai pengetahuan sikap dan prilaku yang baik dalam mengelola makanan, karena penjamah makanan yang tidak mempunyai pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik akan mempengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap penjamah makanan tentang personal higiene pada 3 pedagang di kantin Poltekkes Kemenkes Riau.Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam pnelitian ini adal 3 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan bulan November 2017-Mei 2018.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan penjamah makanan kategori baik sebanyak 2 orang (66,6%) karena dipengaruhi oleh umur, pendidikan, dan lama bekerja.Sikap penjamah makanan kategori baik sebanyak 3 orang (100%) karena pengetahuan yang baik akan menghasilkan sikap yang baik. Personal higiene penjamah makanan kategori baik sebanyak 2 orang (66%) karena pengetahuan dan sikap yang baik tidak diikuti oleh personal higiene yang baik, person higiene bisa dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya
Kualitas Hidup dan Hubungannya dengan Masalah Psikologis pada Mahasiswa Profesi Keperawatan: Studi Cross-Sectional Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Ati, Niken Asih Laras; Kusumawati, Mira Wahyu; Kurniawati, Victoria Maya
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.3544

Abstract

Pendidikan profesi keperawatan menimbulkan stresor yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental pada mahasiswa profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 275 mahasiswa profesi keperawatan yang diseleksi dengan menggunakan convenience sampling. Self- Reporting Questionnaire digunakan untuk mengukur Masalah psikologis dan WHO-QOLBREF digunakan untuk mengukur kualitas hidup pada mahasiswa profesi keperawatan. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Uji Spearman-Rank. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 29.1% mahasiswa profesi keperawatan memiliki risiko masalah psikologis dan sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas hidup yang baik (81.8%). Hasil analisa korelasi dengan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan (p-value < 0.01; r-value= -668). Selain itu, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara domain kesehatan fisik (p-value < 0.01; r-value= -620), domain kesehatan psikologis (p-value < 0.01; r-value= -609), domain hubungan sosial (p-value < 0.01; r-value= -490), dan domain lingkungan (p-value < 0.01; r-value= -336) dengan masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan semakin tinggi kualitas hidup mahasiswa.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA Lestari, Retno; Lindayani, Linlin
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 2 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v2i1.16

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja merupakan tahapan yang sangat penting karena terjadi proses transisi dari masa kanak kanak ke dewasa dan sangat beresiko dengan masalah-masalah kesehatan reproduksi, perilaku seks pranikah, dan Human immunodeficiency virus (HIV). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja disekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel secara convenience sampling pada sejumlah 160 siswa SMPN 2 Katapang.  Analisa data menggunakan person correlation, independent t test serta one-way ANOVA dan menggunakan linear regresi. Hasil : penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja disekolah menengah pertama menggunakan regresi linier menunjukan bahwa harga diri, peran orang tua, peran teman sebaya dan ddepresi ada hubungannya dengan perilaku seksial pada remaja signifikan secara statistik nilai p value < 0.05. Kesimpulan : Pelayanan kesehatan harus berkerja sama dengan pihak sekolahan dalam menurunkan perilaku seksual pada remaja.
Decoding the Cognitive Footprint of Autism: Unveiling the Nexus between Autism Spectrum Disorder and Cognitive Abilities in Children with Special Needs Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Hidayah, Ridhoyanti; Hasan, Haliza; Kusumawati, Mira Wahyu; Ati, Niken Asih Laras; Selena, Irhamna Nias; Dumar, Bergita; Rahayu, Gemi; Maharani, Asri
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 19 No. 2 (2024): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v19i2.19934

Abstract

Children with special needs experience disruptions in their physical, mental, and cognitive development and socialization, causing their daily activities to differ from other children. One classification of children with special needs was Autism Spectrum Disorder (ASD), in which the status and severity of ASD symptoms are related to cognitive abilities. This study aimed to determine the relationship between autism status in children with special needs and their cognitive abilities. This study employs a quantitative design with a cross-sectional method and involves 55 children with special needs in Malang City, East Java Province, Indonesia. The study was conducted on 55 children with special needs in Malang City in East Java Province, Indonesia. The Autism Spectrum Quotient (AQ-10) questionnaire was used to measure autism status, and cognitive abilities were measured using the Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). This study showed that as many as 85.5% of children with special needs have characteristics that lead to autism. Most children lived with siblings (72.8%), and 21.8% had siblings with the same condition. The Spearman-Rho analysis indicated a significant relationship between autism status and cognitive abilities (coefficient: 0.425; p-value=0.001). Our study found that children with special needs tend to have ASD status, so children with ASD need to get cognitive therapy according to their abilities. Therefore, parents and special needs schools must collaborate to enhance the cognitive abilities, quality of life, and overall health of special needs students through therapy focused on child's abilities to help them achieve independence and productivity.
STUDI FENOMENOLOGI: MEKANISME KOPING ANGGOTA KELUARGA YANG MERAWAT ANAK SKIZOFRENIA (Phenomenological Study: Family Members Coping MechanismsTreatingSchizophreniaChildren) Rindayati, Rindayati; Winarni, Indah; Lestari, Retno
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.43

Abstract

ABSTRAK             Mekanisme koping merupakan upaya yang dilakukanuntukmengadaptasi stresor,dan dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara konstruktifmaupundestruktif. Anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia memerlukan mekanisme koping agar tidak jatuh dalam kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia (13-18 tahun).Penelitian ini dilaksanakan di Gresik bulan Juli 2015. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenologi interpretif. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling sebanyak 7 partisipan. Dengan kriteria partisipan: (1) memiliki pengalaman merawat anak skizofrenia minimal 1 tahun, (2) sehat secara fisik dan psikologis, (3) bersedia ikut sebagai partisipan, (4) dapat menceritakan pengalamannya dengan baik. Analisis data menurut Van Manen (1990) (1) Mempertahankan keaslian dari pengalaman hidup atau fenomena(2) Menginvestigasi pengalaman yang ada berdasarkan fenomena (3) Merefleksikan tema-tema esensial yang menjadi karakteristik dari sebuah fenomena (4) Mendeskripsikan dan menuliskan ulang fenomena.Hasil dari penelitian ini didapatkan delapan tema yang mewakili bagaimana mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia. Tema terdiri dari gejala skizofrenia sebagai stresor, efek stresor terhadap perasaan, tindakan dalam merawat, perubahan selama merawat, harapan anggota keluarga yang merawat, strategi koping, hambatan anggota keluarga yang merawat dan perilaku adaptasi. Mekanisme koping yang digunakan anggota keluarga didapatkan adanya problem focused coping dan emotional focused coping. Adaptasi yang dilakukan adalah adaptasi adaptif dan maladaptif.Berdasar hasil penelitian ini disarankan bagi anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia untuk menggunakan koping yang adaptif, sehingga tetap dapat merawat anak dengan baik. Kata kunci: Mekanisme Koping, Anggota Keluarga, Anak Skizofrenia ABSTRACT                Coping mechanisms is the effort made to adapt to stressors, and the implementation can be done constructively or destructively. Family members who care for children with schizophrenia require coping mechanisms that do not fall under stressful conditions. This study aims to explore the coping mechanisms of family members caring for children skizofrena (13-18 years). In Gresik July 2015.               This research is qualitative using an interpretive phenomenological paradigm.Selection of participants by purposive sampling as much as 7 participants. With participants criteria: (1) have experience taking care of children with schizophrenia at least 1 year, (2) healthy physically and psychologically, (3) are willing to participate as a participant, (4) can recounts well. Analysis of the data by Van Manen (1990) (1) Maintaining the authenticity of the experience of life or phenomena (2) Investigate the experience that is based on the phenomenon (3) Reflects the themes essential characteristic of a phenomenon (4) Describe and rewrite the phenomenon. Results of this study found eight themes that represent how the coping mechanisms of family members who care for children with schizophrenia. The theme consists of the symptoms of schizophrenia as a stressor, the effect of stressors on the feelings, acts of caring, changes during caring, hope family members caring, coping strategies, barriers to family members who care and behavioral adaptations. Coping mechanisms used family members found the problem focused coping and emotional focused coping. Adaptation is done is an adaptation of adaptive and maladaptive. Based on the results of this study suggested for family members who care for children with schizophrenia to use adaptive coping, so it still can care for the child properly. Keywords: Coping Mechanisms, Member of the Family, Child Schizophrenia
Physical and psycologycal impact of Hair Removal after a craniotomy Sarambai, Fris Wilen Weri Brata; SLI, Dina Dewi; Lestari, Retno
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(1).85-95

Abstract

Background: Hair Removal is the removal of hair in the scalp area to make it easier to mark the incision location and prevent hair contamination in the craniotomy surgical area. Objectives ; This article aims to determine the physical and psychological impact of Hair Removal on patients undergoing craniotomy. Methods: A systematic review was written based on the identification of scientific articles in three databases, Science Direct, PubMed NCBI, and Proquest using the terms Physical, Psychological, Hair Removal, Craniotomy. Neurosurgery The author selected and analyzed using PRISMA based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The review obtained from several electronic databases revealed 662 research articles and a total of 11 articles for analysis. Results: The physical impact of using non-standard hair razors causes wounds on the scalp, the striptease hair shaving model has a greater risk of infection during craniotomy operations. The psychological impact of regional hair removal has a negative impact on the patient's body image. The body image scale and anxiety about body shape experienced significant differences between pre and post craniotomy surgery. Conclusions: Hair Removal is still needed to protect the surgical area from hair contamination intraoperatively and make it easier to mark the scalp for incisions during craniotomy surgery. However, there is also a belief that Hair Removal increases the risk of SSI by causing microscopic skin trauma. Regional Hair Removal models can have long-term impacts. This can further affect the patient's body image after the craniotomy procedure
Mangifera spp. in the Ethnoclimatology Study of Tatangar Banjar Tradition in Kalimantan Hidayati, Eisya Hanina; Yuniati, Ratna; Lestari, Retno; Jumari, Jumari; Walujo, Eko Baroto
Jurnal Biodjati Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v9i2.30048

Abstract

The biodiversity of Mangifera spp. not only supports the local economy and preserve food security but also safeguards cultural heritage through their role in ethnoclimatology studies within the Tatangar tradition of the Banjar community in Kalimantan. The Banjar community demonstrates a unique connection with nature by utilizing specific Mangifera species as crucial indicators of seasonal transitions, deeply ingrained in their cultural identity. The aim of this study is to reveal the prevalence of various Mangifera species, including endangered ones, in diverse landscapes, promoting a sustainable agroforestry system and conservation efforts. Qualitative and quantitative research methods were employed to explore and analyze Tatangar knowledge within the Banjar community in Mandiangin Barat Village, particularly its connections to climate and weather. The Banjar community further traditionally classifies Mangifera species, or known as “asam-asaman”, based on morphological traits, aiding in their interpretation of Tatangar signs. These signs, rooted in the flowering time of Mangifera trees, serve as essential climate indicators, guiding agricultural practices and influencing decisions on planting and harvesting. This local knowledge enhances agricultural resilience, enriches their cultural heritage, and underscores the intrinsic relationship between culture, nature, and sustainability in Kalimantan, making it a valuable subject for ethnoclimatological exploration
The Effect of Mental Health First Aid (MHFA) Training on Teachers' Ability to Recognize and Address Bullying Victimization in Elementary Schools Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama; Lestari, Retno; Hariyanti, Tita; Hasan, Haliza
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.02

Abstract

The prevalence of bullying is notably highest in elementary schools, which adversely affects children's psychological, physical, and social development. Teachers play a crucial role in supporting students' mental health and must enhance their capacity to identify and address instances of bullying. To this end, implementing a Mental Health First Aid (MHFA) training program is essential. This research aims to evaluate the effectiveness of Mental Health First Aid (MHFA) training courses on teachers' ability to recognize early signs of bullying among elementary school students. Utilizing a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, this study involved 52 participants recruited through purposive sampling. Initial assessments included a pretest consisting of questionnaires measuring cognitive and affective components, along with an observation sheet for psychomotor skills. Following this, participants underwent four sessions of MHFA training, after which a posttest was conducted encompassing cognitive, affective, and psychomotor evaluations. Data analysis was performed using the Wilcoxon test, yielding a p-value of 0.000 (p < 0.05). These results indicate that MHFA training significantly enhances teachers' cognitive, affective, and psychomotor competencies in detecting and addressing bullying victimization in elementary school settings. In conclusion, Mental Health First Aid training has a positive impact on the cognitive, affective, and psychomotor skills of teachers.
Doktrin Force Majeure dalam Hukum Perikatan: Implikasi terhadap Kontrak Bisnis di Era Digital Kamilah, Anita; Kusworo, Fuji; MAY, Nazwa St; Lestari, Retno
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3870

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah praktik bisnis secara fundamental, termasuk dalam pembuatan dan pelaksaan kontrak bisnis. Kontrak yang sebelumnya berbentuk konvensional kini dapat dilakukan secara digital melalui berbaga platform online. Namun, digitalisasi kontrak juga menimbulkan tantangan hukum baru, salah satunya terkait penerapan doktrin force majeur. Tantangan utama dalam penerapan force majeure dalam kontrak adalah menentukan apakah gangguan teknologi termasuk keadaan memaksa atau akibat kelalaian pihak yang terlibat. Selain itu, regulasi yang ada perlu disesuaikan agar dapat mengakomodasi aspek force majeure dalam kontrak berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketijakjelasan dalam penerapan force majeure pada kontrak digital, terutama dalam menetukan apakah suatu gangguan teknologi dapat dikategorikan sebagai keadaan memaksa atau akibat kelalaian penyelenggara sistem hal ini meningkatkan risiko ketidakpastian hukum bagi para pihak. Oleh karena itu, mitigasi risiko dapat dilakukan melalui penyusunan klausus force majeure yang lebih spesifik dan penguatan regulasi terkait perlindungan hukum dan kontrak digital.
Co-Authors Abinawanto Abinawanto Agung Sudaryono Agus Hadi Prayitno Ahsan Ahsan Ainusyifa, Fathia Antarianto, Radiana Dhewayani Ariningpraja, Rustiana Tasya Asih, Setya Asri Maharani Asrianto, Noor Asti Melani Astari Ayu, Farida Bayu , Mariana D. Boyke, Benny Bustamam, Alhadi DADIK PANTAYA Dannyanto, Diandra Nur Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama Dharma, I Dewa Gede Candra Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dumar, Bergita Effendy, Nuraeni Efriana, Anisya Feby Eko Baroto Walujo Fasha, Iqbal Febri Endra Budi Setyawan Febriano, Luis Figo Fitrianingrum, Nisa Gita Pratama Hariadi Subagja Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Hidayati, Eisya Hanina Ice Yulia Wardani Ignasia Yunita Sari Imelda Rosalyn Sianipar Indah Prawesti Indah Winarni Ira Djajanegara Jumari Jumari, Jumari Kamilah, Anita Kurniawati, Victoria Maya Kusumawati, Mira wahyu Kusworo, Fuji Lindayani, Linlin MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI MAY, Nazwa St Merry Muspita Dyah Utami Nani Asna Dewi Nanlohy, Kesya Laura Niken Asih Laras Ati Nina Artanti Novita, Lidya Nuraditya, Robby Nurkholis Nurkholis Pambudi, Sabar Perkasa, Wendi Genta Poppy Fitriani Powa, Nova Yansi Rachmi, Shanti Farida Rahayu, Gemi Rahmawati, Inna Ridhoyanti Hidayah, Ridhoyanti Riesnandar, Ariq Anggaraksa Rindayati, Rindayati Rita Rostika Salam, Mohammad Nurus Sarambai, Fris Wilen Weri Brata Sarwinda, Devvi Selena, Irhamna Nias SLI, Dina Dewi Sompie, Lydia Maryendi Stevanuse, Charlos Togi Suci Wulandari Sunarma , Ade Sunarto, Muhammad Supriatna Supriatna Suryanto , Suryanto Suryanto Suryanto Susanto, Akhiyan Hadi Suwondo, Rifka Anindita Tita Hariyanti Tuti Nuraini Widiyawati, Kholisah Wijaya, Samuel Febrian Wisnasari, Shila Wulandari, Rany Agustin Yuniati, Ratna Yushinta Fujaya Zakiya, Fifi Afifatus