Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENJAMAH MAKANAN TENTANG PERSONAL HIGIENE PADA 3 PEDAGANG DI KANTIN POLTEKKES KEMENKES RIAU Novita, Lidya; Lestari, Retno
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.439 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.92

Abstract

Personal higiene penjamah makanan dalam proses pengolahan makanan sangat penting, karena degan penerapan higiene yang sehat dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kontaminasi pada makanan. Penjamah makanan harus mempunyai pengetahuan sikap dan prilaku yang baik dalam mengelola makanan, karena penjamah makanan yang tidak mempunyai pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik akan mempengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap penjamah makanan tentang personal higiene pada 3 pedagang di kantin Poltekkes Kemenkes Riau.Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam pnelitian ini adal 3 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan bulan November 2017-Mei 2018.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan penjamah makanan kategori baik sebanyak 2 orang (66,6%) karena dipengaruhi oleh umur, pendidikan, dan lama bekerja.Sikap penjamah makanan kategori baik sebanyak 3 orang (100%) karena pengetahuan yang baik akan menghasilkan sikap yang baik. Personal higiene penjamah makanan kategori baik sebanyak 2 orang (66%) karena pengetahuan dan sikap yang baik tidak diikuti oleh personal higiene yang baik, person higiene bisa dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya
Kualitas Hidup dan Hubungannya dengan Masalah Psikologis pada Mahasiswa Profesi Keperawatan: Studi Cross-Sectional Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Ati, Niken Asih Laras; Kusumawati, Mira Wahyu; Kurniawati, Victoria Maya
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.3544

Abstract

Pendidikan profesi keperawatan menimbulkan stresor yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental pada mahasiswa profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 275 mahasiswa profesi keperawatan yang diseleksi dengan menggunakan convenience sampling. Self- Reporting Questionnaire digunakan untuk mengukur Masalah psikologis dan WHO-QOLBREF digunakan untuk mengukur kualitas hidup pada mahasiswa profesi keperawatan. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Uji Spearman-Rank. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 29.1% mahasiswa profesi keperawatan memiliki risiko masalah psikologis dan sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas hidup yang baik (81.8%). Hasil analisa korelasi dengan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara masalah psikologis dengan kualitas hidup mahasiswa profesi keperawatan (p-value < 0.01; r-value= -668). Selain itu, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara domain kesehatan fisik (p-value < 0.01; r-value= -620), domain kesehatan psikologis (p-value < 0.01; r-value= -609), domain hubungan sosial (p-value < 0.01; r-value= -490), dan domain lingkungan (p-value < 0.01; r-value= -336) dengan masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah masalah psikologis mahasiswa profesi keperawatan semakin tinggi kualitas hidup mahasiswa.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DISEKOLAH MENENGAH PERTAMA Lestari, Retno; Lindayani, Linlin
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 2 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v2i1.16

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja merupakan tahapan yang sangat penting karena terjadi proses transisi dari masa kanak kanak ke dewasa dan sangat beresiko dengan masalah-masalah kesehatan reproduksi, perilaku seks pranikah, dan Human immunodeficiency virus (HIV). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja disekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel secara convenience sampling pada sejumlah 160 siswa SMPN 2 Katapang.  Analisa data menggunakan person correlation, independent t test serta one-way ANOVA dan menggunakan linear regresi. Hasil : penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja disekolah menengah pertama menggunakan regresi linier menunjukan bahwa harga diri, peran orang tua, peran teman sebaya dan ddepresi ada hubungannya dengan perilaku seksial pada remaja signifikan secara statistik nilai p value < 0.05. Kesimpulan : Pelayanan kesehatan harus berkerja sama dengan pihak sekolahan dalam menurunkan perilaku seksual pada remaja.
Decoding the Cognitive Footprint of Autism: Unveiling the Nexus between Autism Spectrum Disorder and Cognitive Abilities in Children with Special Needs Windarwati, Heni Dwi; Lestari, Retno; Hidayah, Ridhoyanti; Hasan, Haliza; Kusumawati, Mira Wahyu; Ati, Niken Asih Laras; Selena, Irhamna Nias; Dumar, Bergita; Rahayu, Gemi; Maharani, Asri
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 19 No. 2 (2024): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v19i2.19934

Abstract

Children with special needs experience disruptions in their physical, mental, and cognitive development and socialization, causing their daily activities to differ from other children. One classification of children with special needs was Autism Spectrum Disorder (ASD), in which the status and severity of ASD symptoms are related to cognitive abilities. This study aimed to determine the relationship between autism status in children with special needs and their cognitive abilities. This study employs a quantitative design with a cross-sectional method and involves 55 children with special needs in Malang City, East Java Province, Indonesia. The study was conducted on 55 children with special needs in Malang City in East Java Province, Indonesia. The Autism Spectrum Quotient (AQ-10) questionnaire was used to measure autism status, and cognitive abilities were measured using the Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). This study showed that as many as 85.5% of children with special needs have characteristics that lead to autism. Most children lived with siblings (72.8%), and 21.8% had siblings with the same condition. The Spearman-Rho analysis indicated a significant relationship between autism status and cognitive abilities (coefficient: 0.425; p-value=0.001). Our study found that children with special needs tend to have ASD status, so children with ASD need to get cognitive therapy according to their abilities. Therefore, parents and special needs schools must collaborate to enhance the cognitive abilities, quality of life, and overall health of special needs students through therapy focused on child's abilities to help them achieve independence and productivity.
STUDI FENOMENOLOGI: MEKANISME KOPING ANGGOTA KELUARGA YANG MERAWAT ANAK SKIZOFRENIA (Phenomenological Study: Family Members Coping MechanismsTreatingSchizophreniaChildren) Rindayati, Rindayati; Winarni, Indah; Lestari, Retno
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v6i2.43

Abstract

ABSTRAK             Mekanisme koping merupakan upaya yang dilakukanuntukmengadaptasi stresor,dan dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara konstruktifmaupundestruktif. Anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia memerlukan mekanisme koping agar tidak jatuh dalam kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia (13-18 tahun).Penelitian ini dilaksanakan di Gresik bulan Juli 2015. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenologi interpretif. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling sebanyak 7 partisipan. Dengan kriteria partisipan: (1) memiliki pengalaman merawat anak skizofrenia minimal 1 tahun, (2) sehat secara fisik dan psikologis, (3) bersedia ikut sebagai partisipan, (4) dapat menceritakan pengalamannya dengan baik. Analisis data menurut Van Manen (1990) (1) Mempertahankan keaslian dari pengalaman hidup atau fenomena(2) Menginvestigasi pengalaman yang ada berdasarkan fenomena (3) Merefleksikan tema-tema esensial yang menjadi karakteristik dari sebuah fenomena (4) Mendeskripsikan dan menuliskan ulang fenomena.Hasil dari penelitian ini didapatkan delapan tema yang mewakili bagaimana mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia. Tema terdiri dari gejala skizofrenia sebagai stresor, efek stresor terhadap perasaan, tindakan dalam merawat, perubahan selama merawat, harapan anggota keluarga yang merawat, strategi koping, hambatan anggota keluarga yang merawat dan perilaku adaptasi. Mekanisme koping yang digunakan anggota keluarga didapatkan adanya problem focused coping dan emotional focused coping. Adaptasi yang dilakukan adalah adaptasi adaptif dan maladaptif.Berdasar hasil penelitian ini disarankan bagi anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia untuk menggunakan koping yang adaptif, sehingga tetap dapat merawat anak dengan baik. Kata kunci: Mekanisme Koping, Anggota Keluarga, Anak Skizofrenia ABSTRACT                Coping mechanisms is the effort made to adapt to stressors, and the implementation can be done constructively or destructively. Family members who care for children with schizophrenia require coping mechanisms that do not fall under stressful conditions. This study aims to explore the coping mechanisms of family members caring for children skizofrena (13-18 years). In Gresik July 2015.               This research is qualitative using an interpretive phenomenological paradigm.Selection of participants by purposive sampling as much as 7 participants. With participants criteria: (1) have experience taking care of children with schizophrenia at least 1 year, (2) healthy physically and psychologically, (3) are willing to participate as a participant, (4) can recounts well. Analysis of the data by Van Manen (1990) (1) Maintaining the authenticity of the experience of life or phenomena (2) Investigate the experience that is based on the phenomenon (3) Reflects the themes essential characteristic of a phenomenon (4) Describe and rewrite the phenomenon. Results of this study found eight themes that represent how the coping mechanisms of family members who care for children with schizophrenia. The theme consists of the symptoms of schizophrenia as a stressor, the effect of stressors on the feelings, acts of caring, changes during caring, hope family members caring, coping strategies, barriers to family members who care and behavioral adaptations. Coping mechanisms used family members found the problem focused coping and emotional focused coping. Adaptation is done is an adaptation of adaptive and maladaptive. Based on the results of this study suggested for family members who care for children with schizophrenia to use adaptive coping, so it still can care for the child properly. Keywords: Coping Mechanisms, Member of the Family, Child Schizophrenia
Physical and psycologycal impact of Hair Removal after a craniotomy Sarambai, Fris Wilen Weri Brata; SLI, Dina Dewi; Lestari, Retno
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(1).85-95

Abstract

Background: Hair Removal is the removal of hair in the scalp area to make it easier to mark the incision location and prevent hair contamination in the craniotomy surgical area. Objectives ; This article aims to determine the physical and psychological impact of Hair Removal on patients undergoing craniotomy. Methods: A systematic review was written based on the identification of scientific articles in three databases, Science Direct, PubMed NCBI, and Proquest using the terms Physical, Psychological, Hair Removal, Craniotomy. Neurosurgery The author selected and analyzed using PRISMA based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The review obtained from several electronic databases revealed 662 research articles and a total of 11 articles for analysis. Results: The physical impact of using non-standard hair razors causes wounds on the scalp, the striptease hair shaving model has a greater risk of infection during craniotomy operations. The psychological impact of regional hair removal has a negative impact on the patient's body image. The body image scale and anxiety about body shape experienced significant differences between pre and post craniotomy surgery. Conclusions: Hair Removal is still needed to protect the surgical area from hair contamination intraoperatively and make it easier to mark the scalp for incisions during craniotomy surgery. However, there is also a belief that Hair Removal increases the risk of SSI by causing microscopic skin trauma. Regional Hair Removal models can have long-term impacts. This can further affect the patient's body image after the craniotomy procedure
The Effect of Mental Health First Aid (MHFA) Training on Teachers' Ability to Recognize and Address Bullying Victimization in Elementary Schools Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama; Lestari, Retno; Hariyanti, Tita; Hasan, Haliza
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.02

Abstract

The prevalence of bullying is notably highest in elementary schools, which adversely affects children's psychological, physical, and social development. Teachers play a crucial role in supporting students' mental health and must enhance their capacity to identify and address instances of bullying. To this end, implementing a Mental Health First Aid (MHFA) training program is essential. This research aims to evaluate the effectiveness of Mental Health First Aid (MHFA) training courses on teachers' ability to recognize early signs of bullying among elementary school students. Utilizing a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, this study involved 52 participants recruited through purposive sampling. Initial assessments included a pretest consisting of questionnaires measuring cognitive and affective components, along with an observation sheet for psychomotor skills. Following this, participants underwent four sessions of MHFA training, after which a posttest was conducted encompassing cognitive, affective, and psychomotor evaluations. Data analysis was performed using the Wilcoxon test, yielding a p-value of 0.000 (p < 0.05). These results indicate that MHFA training significantly enhances teachers' cognitive, affective, and psychomotor competencies in detecting and addressing bullying victimization in elementary school settings. In conclusion, Mental Health First Aid training has a positive impact on the cognitive, affective, and psychomotor skills of teachers.
Doktrin Force Majeure dalam Hukum Perikatan: Implikasi terhadap Kontrak Bisnis di Era Digital Kamilah, Anita; Kusworo, Fuji; MAY, Nazwa St; Lestari, Retno
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i4.3870

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah mengubah praktik bisnis secara fundamental, termasuk dalam pembuatan dan pelaksaan kontrak bisnis. Kontrak yang sebelumnya berbentuk konvensional kini dapat dilakukan secara digital melalui berbaga platform online. Namun, digitalisasi kontrak juga menimbulkan tantangan hukum baru, salah satunya terkait penerapan doktrin force majeur. Tantangan utama dalam penerapan force majeure dalam kontrak adalah menentukan apakah gangguan teknologi termasuk keadaan memaksa atau akibat kelalaian pihak yang terlibat. Selain itu, regulasi yang ada perlu disesuaikan agar dapat mengakomodasi aspek force majeure dalam kontrak berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketijakjelasan dalam penerapan force majeure pada kontrak digital, terutama dalam menetukan apakah suatu gangguan teknologi dapat dikategorikan sebagai keadaan memaksa atau akibat kelalaian penyelenggara sistem hal ini meningkatkan risiko ketidakpastian hukum bagi para pihak. Oleh karena itu, mitigasi risiko dapat dilakukan melalui penyusunan klausus force majeure yang lebih spesifik dan penguatan regulasi terkait perlindungan hukum dan kontrak digital.
Efikasi Bakterisidal Klorheksidin terhadap Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae Penghasil ESBL Ariningpraja, Rustiana Tasya; Lestari, Retno; Susanto, Akhiyan Hadi; Salam, Mohammad Nurus; Asih, Setya; Febriano, Luis Figo
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 3 (1): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v6i3.635

Abstract

Nosocomial infections caused by multidrug-resistant bacteria, such as Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae producing Extended-Spectrum Beta-Lactamases (ESBL), present a major challenge in healthcare. These bacteria reduce the effectiveness of antibiotics, worsening patient conditions. This study aims to evaluate the effectiveness of chlorhexidine in disinfecting medical devices contaminated with ESBL-producing bacteria. The methodology involves inoculating bacterial strains on plastic medical device surfaces and disinfecting them with chlorhexidine concentrations of 2.5%, 5%, and 7.5% for 10 minutes, with control groups using sterile water and 70% alcohol. The results indicate that chlorhexidine inhibited the colonies of E. coli and K. pneumoniae effectively, with the highest inhibition occurring at 7.5% for E. coli and at 2.5% for K. pneumoniae. This indicates that these bacteria respond differently to higher levels of chlorhexidine. Through cell lysis and membrane disruption, chlorhexidine shows vast promise as a disinfectant for medical devices against healthcare-associated infections.
Evaluating the Effectiveness of Chlorhexidine in Reducing Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Contamination in Nebulizer Equipment Wisnasari, Shila; Ariningpraja, Rustiana Tasya; Lestari, Retno; Ahsan, Ahsan; Effendy, Nuraeni
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): EDITION JULY 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i2.6313

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a significant healthcare-associated pathogen, capable of spreading through contaminated aerosols generated by medical equipment such as nebulizers. The increasing prevalence of MRSA infections, coupled with challenges in effective disinfection, highlights the urgency of identifying optimal disinfection methods. This study aims to assess the effectiveness of chlorhexidine in reducing MRSA contamination in nebulizer equipment, focusing on determining the optimal concentration for disinfecting nebulizers to minimize airborne transmission. This study employed an in vitro experimental design. The study population consisted of MRSA isolates obtained from clinical sputum specimens. The samples included nebulizer equipment inoculated with MRSA suspensions standardized to 10⁷ CFU/mL. Disinfection was carried out using chlorhexidine at concentrations of 2.5%, 4%, and 5%, each diluted in 70% alcohol. Control groups were rinsed with sterile saline and 70% alcohol. Post-disinfection, the nebulizer surfaces were swabbed and cultured on Mueller-Hinton agar to quantify colony-forming units (CFUs). Data were analyzed using paired t-tests and one-way ANOVA followed by Tukey’s post-hoc test, with a significance level set at p 0.05. The results show that chlorhexidine 2.5% reduced bacterial counts to an average of 1 CFU/plate, and 4% chlorhexidine reduced it to 49 CFU/plate. Chlorhexidine 5% resulted in an average of 1,430.6625 CFU/plate. Statistical analysis revealed significant reductions with 2.5% and 4% chlorhexidine compared to controls (p0.01), whereas 5% Chlorhexidine did not show a significant difference. These findings suggest that lower concentrations of chlorhexidine may be sufficient for effective disinfection in nebulizer equipment, addressing the risk of MRSA spread through airborne particles.
Co-Authors Abdul Wafi, Abdul Abinawanto Abinawanto Agung Sudaryono Agus Hadi Prayitno Ahsan Ahsan Anita Kamilah Ariningpraja, Rustiana Tasya Asih, Setya Asri Maharani Asrianto, Noor Asti Melani Astari Ayu, Farida Bayu , Mariana D. Bhanuwati, Pramudita Boyke, Benny Bustamam, Alhadi DADIK PANTAYA Dannyanto, Diandra Nur Dewi, Sagung Manik Dwi Purnama Dharma, I Dewa Gede Candra Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dumar, Bergita Effendy, Nuraeni Efriana, Anisya Feby Eko Baroto Walujo Fasha, Iqbal Fathia Ainusyifa Fatma, Endah Panca Lydia Febri Endra Budi Setyawan Febriano, Luis Figo Fitrianingrum, Nisa Fransiska Imavike Fevriasanty Gita Pratama Hariadi Subagja Hasan, Haliza Heni Dwi Windarwati Hidayati, Eisya Hanina Hidayati, Laely Ignasia Yunita Sari Imelda Rosalyn Sianipar Indah Prawesti Indah Winarni Ira Djajanegara Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari Jumari Jumari Karimah, Dian Naelatul Krisanthi, Ni Nyoman Reghita Kurniawati, Victoria Maya Kusumawati, Mira Wahyu Kusworo, Fuji Laily Yuliatun Lindayani, Linlin MASITA DWI MANDINI MANESSA, MASITA DWI MANDINI MAY, Nazwa St Merry Muspita Dyah Utami Nanlohy, Kesya Laura Niken Asih Laras Ati Nina Artanti Novita, Lidya Nuraditya, Robby Nurkholis Nurkholis Perkasa, Wendi Genta Powa, Nova Yansi Radiana Dhewayani Antarianto Rahayu, Gemi Rahmawati, Inna Ratna Yuniati Ridhoyanti Hidayah, Ridhoyanti Riesnandar, Ariq Anggaraksa Rindayati, Rindayati Rita Rostika Sabar Pambudi Salam, Mohammad Nurus Sarambai, Fris Wilen Weri Brata Sarwinda, Devvi Selena, Irhamna Nias SLI, Dina Dewi Sompie, Lydia Maryendi Stevanuse, Charlos Togi Suci Wulandari Sunarma , Ade Sunarto, Muhammad Supriatna Supriatna Suryanto , Suryanto Suryanto Suryanto Susanto, Akhiyan Hadi Suwondo, Rifka Anindita Syamsiah, Resti Ikhda Tita Hariyanti Wahyuningrum, Linda Widiyawati, Kholisah Wijaya, Samuel Febrian Wisnasari, Shila Wulandari, Rany Agustin Yuniati, Ratna Yushinta Fujaya Zakiya, Fifi Afifatus