Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Ikatan Kimia Menggunakan Tes Diagnostik Three Tier Multiple Choice Umar, Ahmat Sudir; Lukum, Astin; Dilapanga, Windi; Kilo, Akram La; Aman, La Ode; Alio, La; Sukamto, Kostiawan; Pahrun, Abdul Wahab
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i1.18984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa pada materi ikatan kimia kelas XI IPA SMA N 1 Telaga Biru. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif. Instrument yang dilakukan adalah tes diagnostik Three Tier Multiple Choice. Subjek penelitian yang digunakan adalah kelas XI IPA SMA Negeri 1 Telaga Biru dengan jumlah sampel sebanyak 76. Data penelitian diperoleh dari jawaban siswa pada soal tes Three Tier Multiple Choice. Data tersebut diolah berdasarkan pola jawaban siswa yang dikelompokan kedalam tiga kategori yaitu Paham Konsep, Tidak Paham Konsep dan Miskonsepsi. Pada hasil penelitian menunjukan bahwa kategori kemampuan pemahaman konsep memiliki presentase yang paham konsep sebesar 15, Tidak Paham Konsep sebesar 27 dan Miskonsepsi diperoleh presentase sebesar 58. Berdasarkan presentase ditemukan bahwa pengetahuan siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Telaga Biru termasuk pada kategori Miskonsepsi dengan kriteria tinggi.
Identifikasi Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Termokimia Menggunakan Tes Diagnostik Three-Tier Multiple Choice Suleman, Nita; Lukum, Astin; Rauf, Nuramna; Paputungan, Mardjan; Alio, La; Sukamto, Kostiawan
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i2.13255

Abstract

This research is descriptive qualitative research, which aims to determine students' concept understanding of thermochemistry in class XI SMA Negeri 1 Gorontalo. The instrument used was a Three-tier multiple-choice Diagnosis Test. The research subject used was class XI IPA SMA Negeri 1 Gorontalo, with a sample size of 42 students. The research data was obtained from students' answers to the Three-tier multiple-choice questions. The data was processed based on the pattern of student answers, which were then grouped into the categories of conceptual understanding, misconceptions, and not conceptual understanding. The results showed that students who understood the concept were 46.19%, misconceptions were 43.97%, and did not understand the concept by 9.84%.
Analisis Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Stoikiometri Menggunakan Tes Diagnostik Lima Tingkat di SMA Negeri 4 Gorontalo Miftahul Nur; Nurhayati Bialangi; Julhim S. Tangio; Erni Mohamad; Erga Kurniawati; Astin Lukum
Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/konstanta.v2i4.4393

Abstract

The principles of chemistry learning emphasize that students study chemical concept in a structure and detailed manner. Until now, chemistry lessons are still a big challenge for teachers, because students often experience difficulties when learning chemical concept such as the concept of stoichiometry. This study aims to determine the level of concept understanding and the percentage of students' concept understanding on stoichiometry material using a five tier diagnostic test. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed: (1) the average level of students' concept understanding is classified in the category of lack of knowledge (LK); (2) the average percentage of students who understand the concept (SC) is 13.0% and the sub-concept with the highest percentage of understanding the concept (SC) is Relative Molecular Mass which is 33.0%. Of the 15 questions tested, question number 1 has the highest percentage of understanding the concept (SC) of 33.0%, while for the other 14 questions the average student is classified in the category of lack of knowledge (LK). It can be concluded that students' concept understanding on stoichiometry material is still classified as very low criteria.
Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Geografi : Implementasi dan Tantangan di Era Digital Lasulika, Cindy Tsasil; Lukum, Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.16039

Abstract

Pendidikan karakter adalah komponen penting dalam pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi individu yang berintegritas dan bertanggung jawab. Dalam konteks pembelajaran geografi, pendidikan karakter tidak hanya membantu peserta didik memahami lingkungan fisik, tetapi juga meningkatkan kesadaran sosial dan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran geografi di era digital, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis jurnal, artikel, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitain menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran geografi di era digital dapat dicapai dengan mengintegrasikan teknologi digital yang memfasilitasi guru untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui aktivitas yang lebih interaktif dan partisipatif. Namun, tantangan seperti distraksi digital, kemudahan akses dan Informasi yang tidak terkontrol masih menjadi hambatan yang signifikan. Dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran geografi di era digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan membentuk peserta didik yang berwawasan luas serta beretika dalam penggunaan teknologi.
MENCIPTAKAN SEKOLAH BERKARAKTER Faisal Moko; Lukum, Astin
Irfani Vol. 20 No. 2 (2024): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v20i2.5642

Abstract

Tidak adanya minat, komitmen, dan pemahaman dari berbagai pihak terkait seperti guru, orang tua, dan peserta didik sering menyebabkan sekolah tidak berkarakter. Banyak sekolah menemukan bahwa mereka tidak memiliki pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai karakter yang diinginkan, yang menyebabkan ketidakjelasan dalam penerapannya. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk merumuskan dan mengidetifikasi bagaimana strategi menciptakan sekolah yang berkarakter di Indonesia. Hal ini sangat penting karena sistem Pendidikan yang di terapkan di Indonesia belum mampu secara efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data dengan cara menganalisis dan mengidentifikasi konten dari berbagai sumber yang berhubungan dengan “Menciptakan sekolah berkarakter.” Proses pengumpulan data yang dilakukan melalui Teknik dokumentasi, yang mencakup membaca text reading, dengan cara mengkaji, mempelajari dan mencatat literatur yang relevan. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa menciptakan sekolah berkarakter harus menjadi bagian intregral dari kurikulum sekolah. Sekolah sangat wajib dan perlu menerapkan Pendidikan berkarakter yang bermoral secara praktis dan mengembangkan figur teladan di kalangan guru dan peserta didik. Selain itu, penting juga melibatkan masyarakat dan keluarga dalam proses menciptakan sekolah berkarakter, sehingga Pendidikan yang berdasarkan karakter dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan kata lain Pendidikan karakter yang ada disekolah mampu membangun peserta didik yang berkualitas dan dapat mengurangi perilaku negatif terhadap peserta didik.
Sosialisasi Dampak Penggunaan Merkuri pada Pekerja Tambang Rakyat di Desa Buladu, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara Sukamto, Kostiawan; Lukum, Astin; Pikoli, Masrid; Kilo, Akram La
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1: June 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v3i1.26821

Abstract

The awareness campaign on the impact of mercury use among artisanal miners in Buladu Village, East Sumalata District, North Gorontalo Regency, aimed to enhance knowledge about the dangers of mercury and introduce safer alternative mining methods. The event saw enthusiastic participation from 75 attendees, including miners, their families, and community representatives. The activities included pre-tests and post-tests, which showed a significant increase in participants' knowledge, with average scores rising from 45% to 85%. Interactive discussions and practical workshops revealed a high interest in understanding and adopting mercury-free mining methods. While some participants did not fully grasp the material, the majority rated the relevance of the information and the quality of the speakers as very good. Overall satisfaction was high, with 85% of participants feeling satisfied or very satisfied, and 80% expressing interest in further training. The survey also indicated a need for additional support, such as training, technical assistance, and ongoing education. Regular monitoring and the formation of working groups or cooperatives among miners are recommended to facilitate the implementation of alternative technologies and knowledge sharing. With appropriate follow-up actions, this initiative is expected to have a sustainable positive impact on the health and well-being of miners and the environmental preservation in Buladu Village.
Edukasi Pengelolaan Sampah Kawasan Pesisir Sebagai Upaya Mendukung Program Kampung Bahari Nusantara di Kelurahan Leato Selatan Tangio, Julhim S.; Botutihe, Deasy N; Lukum, Astin; Mohamad, Erni; Sihaloho, Mangara; Husain, Rustam
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/damhil.v2i2.24304

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang melibatkan lembaga, dosen, dan mahasiswa dalam berkontribusi kepada masyarakat. Dalam konteks ini, dilakukan pengabdian melalui edukasi pengolahan sampah organik dan anorganik bagi masyarakat pesisir pantai di kelurahan Leato Selatan untuk mendukung program Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman, kepedulian, dan keterampilan dalam mengolah sampah, baik organik maupun anorganik. Proses pelaksanaan kegiatan mencakup observasi lokasi pengabdian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain adalah: (1) penghasilan produk olahan sampah berupa pupuk organik dan bunga dari plastik, (2) peningkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, dan (3) terbentuknya kelompok ibu-ibu pengolah sampah, terutama dalam pembuatan pupuk dan bunga dari plastik. Terjadi peningkatan persentase pengetahuan di kalangan sasaran, yaitu anak-anak sebesar 82%, remaja sebesar 82%, dan dewasa sebesar 86%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta pelatihan dalam Pengolahan sampah organik dan anorganik.
Student Concept Mastery and Scientific Literacy Profile on Redox Concepts in Senior High Schools in North Gorontalo S. Gani, Melinda; Lukum, Astin; Pikoli, Masrid; A.R. Laliyo, Lukman; K. Salimi, Yuszda; La Kilo, Akram
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2460

Abstract

This study analyzed the profiles of students’ concept mastery and scientific literacy on the topic of reduction-oxidation (redox) reactions in three senior high schools in North Gorontalo, Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed, involving written tests and interviews with 12th-grade students at SMAN 1, SMAN 3, and SMAN 6 North Gorontalo. The test instruments were designed based on the revised Bloom’s Taxonomy cognitive levels (C1–C6) and Programme for International Student Assessment (PISA) scientific literacy dimensions (context, content, competence, attitude). Results indicate that students have moderate overall concept mastery, with highest performance on lower-order cognitive skills remembering (C1) and understanding (C2) but substantially lower performance on higher-order skills such as applying (C3), analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6). In terms of scientific literacy, students performed best in the content knowledge dimension, while showing weaknesses in scientific attitudes. Specifically, around 59% of students could recall basic facts (C1), but only ~35% could tackle creation-based tasks (C6). Likewise, over 54% demonstrated understanding of scientific content, yet less than 47% exhibited strong scientific competencies or attitudes. These findings suggest that current teaching practices heavily emphasize rote learning of content, leading to decent factual knowledge but insufficient higher-order thinking and lack of engagement with science in real-life contexts. The study highlights the need for instructional innovations such as inquiry-based, problem-based, and context-oriented learning to strengthen students’ conceptual understanding at all cognitive levels and to foster scientific skills and attitudes.
Assessing 12th Grade Students’ Critical Thinking on Atomic Structure Using Complex Multiple-Choice Test Apriani Katili, Yeyen; A.R. Laliyo, Lukman; Lukum, Astin; Pikoli, Masrid; La Kilo, Akram
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i01.2644

Abstract

This study aimed to assess the critical thinking abilities of 12th grade students on the topic of atomic structure using a complex multiple-choice test instrument based on the Rasch Model. The research found that the instrument was valid and reliable in measuring students' critical thinking skills. The majority of students (75%) demonstrated adequate critical thinking abilities, while 25% faced difficulties, particularly with items measuring inference and explanation. Students performed better on questions related to interpretation and evaluation but struggled with questions that required them to draw conclusions and explain more complex scientific phenomena. These results indicated that while students had a solid understanding of the basic concepts of atomic structure, they needed more practice to improve their higher-order critical thinking skills. Small gender differences were observed, with male students performing slightly better on analysis and inference items, although these differences were not significant. Overall, the findings suggest that while students had a strong foundational knowledge, there is a need for reinforcement through more challenging questions and deeper critical thinking exercises to further develop their critical thinking abilities.
Co-Authors Abas, Dina Ahmad Kadir Kilo Aisyah, Sifa Nurul Akili, Abd. Wahid Rizaldi Akram La Kilo Anggraini Dj Usman Ansar Anwar, Nurhayati Apriani Katili, Yeyen Ardi Kapahang Arfan Arsyad Arifin Suking Arviani Arviani Asniwati Zainuddin Botutihe, Deasy N Botutihe, Deasy N. Dilapanga, Windi Emma Julin Pongoh Erga Kurniawati Erni Mohamad Evie Paendong Faisal Moko Faisal Moko Fajriyanto Djafar Fatma Tahir Febriyani Tue Genes, Alma J Guge, Sri Rahmawati Haris Munandar Hasan, Meiske Hendri Iyabu Hikaya, Nur’ain I Made Hermanto Ihsan, Maimun Ishak Isa Jaapar, Minarti Jepril Julhim S Tangio Julhim S. Tangio K Baderan K. Salimi, Yuszda Kostiawan Sukamto, Kostiawan La Alio La Alio La Ode Aman Lasulika, Cindy Tsasil Linggama, Fadila Luawo, Aprilia Lukman A. R. Laliyo Lukman A.R. Laliyo Lutfiani, Wiwit Machmud, Dewi Sartika Manaa, Ramayanti N Mangara Sihaloho Mardjan Paputungan Margaretha Solang Marnila Marnila Masrid Pikoli Masrina . Mayawati Uno Miftahul Nur Moko, Faisal Muhammad isman Jusuf Muhammad Isra Nasadi, Nurlaila Nita Suleman Noi, Siskawati Novianty Djafri Nur Fadillah Pulukadang Nurhayana, Nurhayana Nurhayati Bialangi Opir Rumape Pahrun, Abdul Wahab Podu, Regina Putri Polamolo, Adelia Nur Pou, Siti Nurhaliza Pratiwi One Putriani L. Maliki Rauf, Nuramna Roslina Imran Rustam I. Husain Rymond Jusuf Rumampuk S. Gani, Melinda Sabihi, Aprianto Sabora, Ririn S. Saeng, Cicilia Yulianti Sangkota, Vivi Dia Afrianti Sermiati Angkareda Siti Aminah Siti Jabaria Anwar Siti Nurhaida AR Salam Sriyana Ohi Suryanto Suryanto Syam S. Kumaji Thayban Thayban Thayban, Thayban Tirtawaty Abdjul Tue, Febriyani Uge, Asna Umar, Ahmat Sudir Widya Rahmawaty Saman Wiwin Rewini Kunusa Yoseph Paramata Yusuf, Sri Ayuning Yuszda K Salimi Yuszda K. Salimi