Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Laporan Keuangan Sederhana Berbasis Android dan Cloud untuk Peningkatan Literasi Keuangan UMKM Haq, Aqamal; Iwan Ekawanto; Sri Susilowati
Dirkantara Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret-Agustus 2025
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aimed to improve the financial literacy of MSMEs in West Jakarta through training on preparing simple financial reports using Android-based applications and Cloud technology. The program involved 30 MSMEs under the West Jakarta Chamber of Commerce, representing trade, culinary, and service sectors. The training method combined lectures, hands-on practice with Android accounting applications, and the use of Cloud platforms for financial data management. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests. The results showed significant improvement: understanding of the importance of financial reports increased from 30% to 85%, the use of Android applications for recording transactions rose from 10% to 90%, and familiarity with Cloud technology grew from 20% to 75%. More than 85% of participants also expressed confidence in preparing financial reports to support access to external financing. This program highlights the importance of digital technology adoption for MSMEs as a step toward professional and competitive financial management.
PERSEPSI PETERNAK TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI DI PETERNAKAN SAPI PERAH DESA JAMBESARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Hafidi, Moh.; Susilowati, Sri; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tanggal 04 Juni sampai 04 Juli 2024. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak ke penggunaan teknologi peternakan sapi perah. Variabel yang diteliti yaitu teat dipping, complete feed, mesin chopper dan mesin perah. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan survey dan observasi terhadap responden. Materi penelitian ini ialah para peternak sapi perah PFH dengan menyebarkan kuesioner kepada 46 responden. Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi ke kejadian sosial. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak terhadap penggunaan teknologi rata-rata memiliki persentase <60% dalam kategori “sangat setuju”. Karakteristik dapat diukur dari segi umur, pendidikan dan lama beternak. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan teknologi memberikan manfaat ke peternak sapi perah dalam upaya meningkatkan usaha.Kata Kunci : Persepsi Peternak, Teknologi, Sapi Perah
PENGARUH PEMBERIAN HERBAL+ MULTI ENZIM PADA AIR MINUM TERHADAP NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER Deas, M Rizky Ibnu; kalsum, Umi; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian herbal + multi enzim pada air minum terhadap nilai ekonomis pakan broiler. Penelitian ini dilakukan di Desa Padangan Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Materi yang digunakan berdasarkan tahapan penelitian ini antara lain 80 ekor broiler umur 22 hari dan pakan komersil. Tempat makan, tempat minum dan timbangan digital merupakan alat yang digunakan selama penelitian berlangsung.Variabel dalam penelitian ini adalah IOFC dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan. Data dianalisa menggunakan analisis ragam (Tabel Anova). Hasil penelitian ini menunjukkan multienzim dan ekstra herbal pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan ayam broiler pada fase finisher. Sementara Berdasarkan analisis ragam bahwa multi enzim dan ekstra herbal pada air minum memperlihatkan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler pada fase finisher. Perhitungan ekonomis penggunaan ekstra herbal dan multi enzim pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 mempunyai perbedaan Rp.314 sampai dengan Rp.842. Penggunaan ekstra herbal dan multi enzim dalam air minum dapat meningkatkan nilai IOFC yang menunjukkan keuntungan menjadi lebih banyak. Biaya pakan perkilogram bobot badan, biaya pakan terendah P3=16.775 nilai ini lebih rendah dibandingkan pakan kontrol dengan harga Rp 16.950. Penambahan ekstra herbal dan multi enzim pada P3=13.634 menghasilkan IOFC lebih besar bila dibandingkan P0=12.792Kata kunci: ekstra herbal, multi enzim, broiler, pakan broiler, bobot badan
PERSEPSI PETERNAK TERHADAP PEMASANGAN EAR TAG DI DESA KOTAANYAR KECAMATAN KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO Firmansyah, Firmansyah; Susilowati, Sri; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ear Tag adalah identitas yang dipasang di daun telinga dan mempunyai kode sesuai peternaknya. Tujuan dari pemasangan ear tag adalah untuk memudahkan pemilihan dan pencatatan serta pemantauan prosedur pemeliharan. Penelitian bertujuan yaitu untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana tanggapan peternak dan pengetahuan peternak terhadap pemasangan ear tag pada ternak. Variabel yang diteliti berupa karakteristik dan persepsi peternak tentang pemasangan ear tag pada ternak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dan materi pada penelitian ini berupa 100 orang peternak yang menjadi sebagai respoden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik peternak sapi potong di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo berada pada usia produktif yaitu 15-60 tahun. Sebagian besar pendidikan SMP. Usaha ternak sapi potong sebagai usaha sampingan yang berskala kecil dan dikelola secara mandiri. Pekerjaan utama para peternak yaitu petani dan berdagang dengan pendapatan setiap bulan 1.000.000-2.000.000. Rentang waktu beternak selama 6-8 tahun dan memiliki ternak sebanyak 1-5 ekor. Kesimpulan penelitian adalah Peternak sapi potong memiliki persepsi yang sangat baik terhadap pemasangan ear tag.Kata Kunci: Penanda Telinga, Persepsi, Peternak, Sapi
ANALISIS KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KIMIA TELUR ASIN DENGAN METODE PENGOLAHAN YANG BERBEDA Wibawa, Surya Jaya; Susilowati, Sri; Retnaningtyas, Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas organoleptik dan kimia telur asin dengan metode pengolahan yang berbeda yakni dikukus, diasap dan dioven. Materi yang digunakan adalah telur asin bebek yang sudah diolah dengan metode pengolahan berbeda. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung ke lapang sebagai wawancara kepada peternak sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil uji laboratorium BSPJI Surabaya (Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri). Pada hasil penelitian menunjukkan bahwasannya telur asin yang diolah dengan metode berbeda menunjukkan nilai organoleptik yang tidak sama dibandingkan lainnya dimana telur asin yang diolah dengan cara diasap memiliki perbedaan yang sangat mencolok terutama pada warna kulit telur yang cenderung coklat, rasanya asin dan khas asap, bau telur khas asap serta bertekstur sangat masir. Hasil uji kualitas kimia menunjukkan telur asin yang diolah dengan cara diasap memiliki kandungan protein dan kadar NaCl paling tinggi masing-masing bernilai 15,50% dan 2,80%, sedangkan telur asin oven menunjukkan kadar lemak paling tinggi yakni 19,10% akan tetapi memiliki kadar air paling rendah 48,31%. Kesimpulan penelitian ini yakni pengolahan yang berbeda terhadap telur asin (dikukus, diasap dan dioven) mempengaruhi nilai organoleptik terutama rasa, bau, warna dan tekstur serta berpengaruh terhadap kandungan kualitas kimia telur asin.Kata kunci: Telur Asin Bebek, Organoleptik, Kualitas Kimia
PREVALENSI DAN TINGKAT KESEMBUHAN KONJUNGTIVITIS (PINK EYE) BIBIT DOMBA PENGGEMUKAN PADA KANDANG BERBEDA DI CV. MITRA TERNAK MALANG Nurrahman, Abidi Zaky; Humaidah, Nurul; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa prevalensi domba penggemukan yang mengalami pink eye pada kandang berbeda di dalam satu lokasi serta berapa persen (%) tingkat kesembuhan pada bibit domba penggemukan yang terkena pink eye di kandang berbeda. Materi yang digunakan adalah bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye dan data tingkat kesembuhan dari penanganan yang telah dilakukan pada kandang berbeda yaitu pada bagian depan B2, Tengah I7, dan belakang K6. Metode penelitian adalah metode survey. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Variabel yang diamati terdiri dari data prevalensi dan tingkat hewan ternak yang mengalami kesembuhan pink eye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat prevalensi bibit domba penggemukan yang mengalami pink eye selama bulan November-Desember 2023 sebesar 54-65% yang berasal dari lokasi kandang depan B2 sebanyak 65%, kandang tengah I7 sebanyak 57%, dan kandang belakang K6 sebanyak 54%. Persentase tingkat kesembuhan sekitar 85-94% pada lokasi kandang berbeda yaitu pada kandang depan B2 sebanyak 86%, tengah I7 sebanyak 85%, dan belakang K6 sebanyak 94%. Kesimpulan penelitian ini yaitu prevalensi kejadian pink eye tertinggi adalah pada lokasi kandang yang terbuka sehingga memungkinkan mikroba penyebab pink eye terbawa debu untuk masuk langsung ke kandang. Tingkat prevalensi pink eye tertinggi di kandang depan B2 dan tingkat kesembuhan pink eye tertinggi pada kandang belakang K6 di karenakan lokasi kandang belakang tidak terlalu terbuka sehingga kurangnya paparan debu yang mengenai kandang belakang. Saran dari penelitian ini perlunya memperhatikan faktor penyebab terjadinya kasus pink eye pada hewan ternak domba penggemukan di saat musim kemarau di mana perlunya pemberian tembok ataupun tumbuhan pagar di sekeliling kandang atau lokasi peternakan untuk mencegah debu yang berterbangan di dalam peternakan ketika musim kemarau.Kata kunci: prevalensi, tingkat kesembuhan, pink eye, domba, survey.
ANALISIS PERFOMANS SAPI PERAH (PFH) LAKTASI BERDASARKAN SKALA USAHA MILIK PETERNAK RAKYAT DI DESA PUCANGSARI, KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN Budiman, Widi; Susilowati, Sri; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAnalisa perfomans sapi perah (PFH) laktasi milik peternak rakyat berdasarkan Skala Usaha. Materi penelitian meliputi responden peternak rakyat di Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan yang dibagi atas 3 skala usaha (Skala Kecil dengan kepemilikan <3 ekor ternak laktasi, Skala Menengah kepemilikan 4-5 ekor ternak laktasi, dan Skala Besar >5 ekor ternak laktasi), dengan informasi terkait produksi susu, konversi pakan dari pemberian pakan konsentrat, hijauan dan ampas, serta pendapatan harga jual susu dengan perhitungan biaya pemberian pakan. Metode yang digunakan adalah Studi Kasus serta analisa ragam (ANOVA) Satu Arah, kemudian dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) bila ada hasil yang berpengaruh sangat nyata atau nyata pada setiap skala usaha peternak. Hasil penelitian memaparkan bahwasannya skala usaha kecil, menengah dan besar tidak mempengaruhi (P<0,05) terhadap  produksi susu dengan rerata produksi susu untuk skala kecil = 15,38 liter/ekor/hari; skala menengah = 15,53 liter/ekor/hari; skala besar = 16,1liter/ekor/hari, skala usaha peternak juga tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering (BK) dari pemberian pakan, karena kesamaan bahan pakan meliputi konsentrat yang berasal dari Koperasi Susu (KUD) memiliki kadar bahan kering sebesar 88% BK, juga kesamaan hijauan menggunakan rumput gajah dengan BK = 21%, ditambah penggunaan ampas yang memiliki kandungan BK = 13%, hasil rerata Analisis Ragam (ANOVA) konversi pakan pada skala kecil = 14,46 KgBK/ekor/hari; skala menengah = 15,91 KgBK/ekor/hari; skala besar = 15,52 KgBK/ekor/hari. Kemudian hasil Analisa menunjukkan skala usaha juga tidak mempengaruhi pendapatan dari nilai Income Over Feed Cost (IOFC) para peternak rakyat dengan rerata hasil pada skala usaha kecil = Rp. 63.661; skala usaha menengah = Rp. 63.431; skala usaha besar = Rp. 62.433.Kesimpulan dari penelitian tentang analisis perfomas sapi perah (PFH) berdasarkan skala usaha di peternak rakyat Desa Pucangsari ini diketahui bahwa skala usaha peternak rakyat tidak berpengaruh terhadap produksi susu sapi perah, konversi pakan  yang diberikan serta nilai Income Over Feed Cost (IOFC).Kata Kunci : skala usaha, produksi susu, konversi pakan, income over feed cost.
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA LEBAH TRIGONA SP (LEBAH MADU KELULUT) SEBAGAI ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT Alfarisi, Ahmad Daris; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebah Kelulut termasuk spesies lebah yang berperan penting dalam aspek kesehatan manusia maupun menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam penyerbukan tanaman. Lebah Kelulut merupakan spesies lebah banyak ditemui berbagai daerah diIndonesia dan memiliki karakteristik dan keunikan yang menarik. Adanya koloni Lebah Kelulut tidak hanya memberikan manfaat berupa produksi madu, tetapi berperan penting dalam menjaga ekosistem lingkungan. Ciri khas hasil dari produksi lebah kelulut mempunyai aroma yang berbeda dari madu lain, aroma yang di hasilkan oleh Lebah Trigona Sp rasa manis dan asam yang di hasilkan dari lebah madu. Aroma madu yang dihasilakan dari bunga yang dihinggapi lebah. Lebah Trigona Sp hanya mampu menghasilkan madu ±1-3 kg setiap tahunnya dan lebih banyak memproduksi propolis. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha madu Trigona Sp di Kabupaten Landak Kalimantan Barat dipastikan layak di jadikan usaha. Hasil kotor (bruto) Rp 13.000.000/bulan dan cost incurred Rp. 12.000.000/bulan. Jumlah kelayakan a >1= 1,00. Oleh karena itu, peluang usaha terbaik sebagai mata pencaharian di wilayah dataran tinggi. Madu yang dihasilkan memiliki nilai lebih mahal dari pada lebah Apis Sp. Potensi budidaya lebah Trigona Sp dikelola oleh tangan masyarakat tepat maka akan berdampak baik untuk  ekonomian masyarakat petani lebah madu.Kata kunci : Lebah Trigona Sp, Kelayakan Budidaya
UJI ORGANOLEPTIK COKELAT TEMPE SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL Susilowati, Sri
BiSTeK Pertanian Vol 10 No 1 (2023): Juni : Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v10i1.64

Abstract

Tempe memiliki daya cerna yang lebih baik karena telah mengalami proses fermentasi. Saat ini, tempe memiliki keterbatasan penggunaan karena umur simpannya yang pendek, sehingga tempe harus dideversifikasi untuk menciptakan nilai tambah. Hasil diversifikasi pangan berbasis tempe yang dikembangkan menjadi permen coklat sehingga memiliki umur simpan yang tinggi dan berpotensi memberi nilai tambah. Cokelat tempe awalnya dibuat untuk menyelamatkan kelebihan produksi tempe, karena produksi tempe mentah berlebihan akan membuat tempe menjadi cepat basi, maka dari itu tempe diolah menjadi makanan cemilan bagi masyarakat yaitu coklat tempe. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik organoleptic coklat tempe sebagai diversifikasi pangan lokal, sedangkan tujuan khusus yaitu membuat coklat tempe melakukan uji organoleptik, dengan membandingkan dengan produk yang telah ada di pasar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan uji organoleptic dari cokelat tempe yang diteliti dengan yang ada dipasaran dengan merk “De Konco” dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data yang diperoleh diolah menggunakan metode statistik. Uji organileptik dilakukan pada 30 orang panelis. Berdasarkan pengamatan organoleptic disimpulkan tidak ada perbedaan nyata pada uji organoleptic tekstur. Terdapat perbedaan nyata pada pengamatan uji organoleptic aroma dan uji organoleptic rasa. Produk baru coklat tempe dapat dipasarkan karena dari parameter yang diamati terdapat kesamaan dengan coklat tempe Dekonco yang sudah lebih dahulu dipasarkan
Pengaruh Lama Perendaman Dan Metode Pengolahan Tempe Terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi Dan Organoleptik Dian Oktrianis Buulolo; Yudiono, Kukuk; Susilowati, Sri
BiSTeK Pertanian Vol 10 No 2 (2023): Desember : Jurnal BisTek Pertanian
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/bistek.v10i2.72

Abstract

Tempeh is a traditional Indonesian food made from fermented soybeans with the fungus Rhizopus Oligosporus and has a distinctive aroma. Tempeh contains many nutrients that are beneficial to health because the nutriens are more easily digested, absorbed, and utilized by the body. An important principle in preparing good tempeh is soaking and boiling it. Soaking is used to achive a suitable pH (acidity) for mold growth, namely 3.5-5.2. and boiling is used to soften soybean seeds and inactivate microbes that grow during soaking. The purpose of this study was to see the effect, interaction between soaking time and processing method on the chemical, microbiological and organoleptic properties of tempeh. This study used a Completely Randomized Design (CRD) factorial two factors. Factor I soaking time (12 hours, 18 hours, and 24 hours). Factor II is the tempeh processing method (one time boiling method and the two-time boiling method). Statistical Analysis using Analysis of Variance (ANOVA) with IBM SPSS version 20 and later Duncan Multiple Range Test (DMRT). Organoleptic test using Ranking Test. Soaking duration and processing method had a significant effect on the observed parameters of water content, protein, antioxidants, color and had no significant effect on the parameters of Total Plate Count (TPC) of mold, as well as texture and odor organoleptic tests. Best on the Indonesian National Standart for 12 hour soaking and one time processing/boiling method, the resulting tempeh contains 57,10% water content, 47,25% protein, 0,39% antioxidants, Total Plate Count (TPC) mold 258 CFU/g x 10-1 and organoleptic texture (compact when sliced), color (white evenly all over the surface), and smell/aroma (typical tempeh odor)
Co-Authors Abdhi Firdhana, Sulthon Afif Khoirul Hidayat, Afif Khoirul Ahsanul Ikhwanda, Dian Mirza Al Kibar, Alam Fayid Alfarisi, Ahmad Daris Andika Novanto Putra Wijaya anggun claresa Aqnes Budiarti Arnoldus Alvin Aryati Rambu Nalu Aziz, Zainul Budiman, Widi Catharina Suharti Daniel Happy Putra Deas, M Rizky Ibnu Dedi Suryanto Devi Nisa Hidayati Dewi Masyitoh Dian Oktrianis Buulolo Didik Julianto Dinasari, Irawati Disa Ardelia Ilyas Dyah Lestari Yulianti Edy Meiyanto Edy Meiyanto Ekawanto, Iwan Elya Zulfa Ester Ayu Yuwidasari Falahuddin Alfahmi, Syafiq Farida, Ilya Firmansyah Firmansyah Fransiska Vita Kurniawati Hafidi, Moh. Haq, Aqamal Hastina, Sri Hidayat, Tony Rachmad Hilmi, Anas Ibrahim Arifin Iga Dewinta Putri Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Jinarti Kukuk Yudiono Margaretha Putri Sariningrum Masyithoh, Dewi Maulida, Putri Maulita Cut Nuria Munajah, Ahmad Anang Murnik Asih Neni Susilaningsih Nisa'us Sholikah Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Olivia De Jesus Martins Pinaraswati, Sandra Oktaviana Retnaningtyas, irawati Dinasari Retno Murwanti Ririn Lispita Wulandari Salsabila, Maulida Santoso, Rahmawan Saputra, David Eka saroja saroja Serfansius Laia Setiawan, Bagus Wahyu Sri Tasminatun Suartini, Desk Ayu Sucyati Amelya Sugiyanto . Sugiyanto . Sumartono Sumartono Suprihati - Umi Kalsum USMAN ALI Veril B, Presiden Veronika Merianti Wahyu Saputra, Fany Wibawa, Surya Jaya Winarni Winarni Wisyaputra, Khalif Aikal wiwit pamuji rahayu Yambedoan, Thadius Yohana Eurensiani Kurnia Yudiono, Kukuk Yuni Fitriana yuniarti rosyidah