Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Added Value of The Palm Sugar In Rambah District Rokan Hulu Regency Jelianti Lubis; Evy Maharani; Shorea Khaswarina
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 4, ISSUE 1, 2022: JULY-DECEMBER
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v4i1.15019

Abstract

Sugar palm is a type of plant that has high economic value. Almost all parts of the palm plant can be utilized, from the roots to the male flower bunches that can produce sap. The sap obtained from sugar palm is processed into palm sugar. The palm sugar processing business aims to obtain added value. The purpose of this study was to analyze the added value of palm sugar in the Rambah District, Rokan Hulu Regency. This research was conducted for one month, namely in August 2021. The method used was a survey method, sampling was carried out using the census method as many as 16 craftsmen in Rambah District, Rokan Hulu Regency. Analysis of the data used is the Hayami Method. The results showed that the added value ratio obtained from palm sugar was 30.20% (medium ratio) which means that palm sugar still has added value so it is feasible to be developed. The craftsmen should continue to maintain the palm sugar agro-industry by continuing to cultivate palm plants, increase the amount of production, and maintain the quality of palm sugar. The government should provide assistance to craftsmen to develop their businesses by providing assistance in the form of capital and appropriate technology.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) ROTTE BAKERY (Studi Kasus Rotte Bakery Soebrantas Kecamatan Tampan Pekanbaru) Yusmini Yusmini; Susy Edwina; Evy Maharani; Desty Inayatul Munawaroh; Vera Riantika Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial, sensitivitas dan persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran Rotte Bakery Soebrantas di Kecamatan Tampan Kota pekanbaru. terhadap perubahan tingkat produksi, harga input dan harga output suatu usaha diversifikasi kelapa Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR). Analisis data persepsi konsumen yaitu menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan : Usaha Rotte Bakery pada tingkat suku bunga 6% dan periode usaha 8 tahun adalah layak untuk dijalankan dan dikembangkan, dengan nilai NPV sebesar Rp.6.123.213.774, Net B/C sebesar 3 dan nilai IRR lebih tinggi dari tingkat suku bunga yaitu 46,03%. Usaha Rotte Bakery layak dijalankan secara finansial berdasarkan hasil analisis sensitivitas. Persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran Rotte Bakery Soebrantas meliputi produk, harga, distribusi/tempat, promosi dan pelayanan. Variabel produk dengan skor 4,07 dengan kategori baik, harga dengan skor 4,11 kategori baik, distribusi dengan skor 4,12, promosi dengan skor 3,92 dan pelayan pada skor 4,14.
ANALISIS EFISIENSI BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA DI KELURAHAN MAHARATU KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU YENI KUSUMAWATY; SUSY EDWINA; EVY MAHARANI
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.674 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i1.1499

Abstract

Budidaya tanaman lidah buaya telah dilakukan sejak tahun 2007 di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai di Kota Pekanbaru oleh kelompok tani Panca Karya dan Karya Makmur. Komoditas lidah buaya memiliki prospek yang baik. Namun terdapat berbagai masalah dalam subsistem pemasaran produk pertaniannya seperti kemampuan pasar yang terbatas untuk menyerap produk lidah buaya, yang telah menyebabkan petani mengurangi produksinya. Dalam kondisi ini, perlu dilakukan analisis budidaya lidah buaya untuk mempelajari efisiensi usahatani lidah buaya. Permasalahan penelitian adalah sebagai berikut: 1) identifikasi sistem agribisnis lidah buaya yang saat ini dilaksanakan oleh petani, dan 2) analisis biaya produksi, nilai penyusutan peralatan, pendapatan petani, dan efisiensi usahatani aloe vera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei pada petani lidah buaya. Kesimpulan: 1) usahatani cukup menguntungkan dengan laba bersih Rp 154.925 untuk produksi rata-rata Rp 325.075 (Panca Karya) dan laba bersih sebesar Rp 360.845 untuk produksi rata-rata Rp 439.154 (Karya Makmur) untuk satu siklus produksi per bulan dan 2) Nilai RCR usahatani lidah buaya adalah 1,47 pada kelompok tani Panca Karya dan 1,82 pada kelompok tani Karya Makmur, sehingga usahatani dianggap efisien. Kata kunci: analisis efisiensi, budidaya, lidah buaya
ANALISIS AGRIBISNIS SAPI POTONG DI KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU: AGRIBISNIS SAPI POTONG Nur Khadijah; Syaiful Hadi; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.788 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1682

Abstract

ABSTRACT. The study aimed to analyze the influence of each subsystem on the income of farmers and between each sub-system is itself on beef cattle farms in Siak. The study was conducted in 4 (four) districts in Siak District of Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Dayun and Koto Gasib using simple random sample selection method . Total sample in this study were 100 breeders. Data were analyzed by scoring and path analysis (path analysis). Path analysis results indicate that the up-stream subsystem to the farmer’s income. influence between the subsystem them are asfollows: Subsystems supporting institutions affecting the entire subsystem of agribusiness; marketing Subsystem affect up-stream subsystem, on-farm subsystem and down-stream Subsystem agribusiness. up-stream subsystem to the on-farm agribusiness, on-farm Subsystem to down-stream agribusiness. The conclusion of research indicated that the implementation of beef cattle subsystem agribusiness had adequate index and give positive effect to the farmer’s income. Keywords: agribusines, up-stream, on-farm, down-stream, marketing, supporting institutions
ANALISIS KINERJA PASAR KARET (Hevea Brasiliensis) DI KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU aldo mulya dharma; Ahmad Rifai; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.138 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i1.2852

Abstract

Kecamatan Kelayang adalah salah satu kecamatan yang memiliki luas areal perkebunan karet terluas yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas areal perkebunan karet dikecamatan Kelayang ialah 13.066 (Ha). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran karet berdasarkan saluran pemasaran dan kinerja pasar. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Objek penelitian adalah pedagang, pedagang besar dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran karet dari produsen ke konsumen akhir (pabrik) di lokasi penelitian. Jumlah sampel pedagang yang ditentukan dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang karet dengan total responden 42, total pedagang pengumpul 38, dan 4 pedagang besar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) saluran pemasaran karet yang terdiri dari dua saluran: saluran pemasaran I dari petani, pengumpul, pedagang besar dan pabrik, dan saluran pemasaran II dari petani, pengumpul dan pabrik. ; (2) kinerja pasar di saluran pemasaran I menghasilkan marjin pemasaran sebesar Rp2.077,01 / kg, dan saluran pemasaran II Rp. Rp 2.058,8 / kg, efisiensi pemasaran saluran pemasaran sebesar 13,25%, dan saluran pemasaran II 8,84%. Saluran pemasaran saham petani I adalah 78,30%, dan saluran pemasaran II adalah 78,17%. Kinerja pasar dalam posisi tawar petani lemah karena harga ditentukan secara sepihak oleh pedagang, terutama di saluran I dan saluran II.
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS TIPOLOGI TERHADAP KINERJA PEMBANGUNAN EKONOMI DI PULAU SUMATERA Yusmini; Heriyanto; Deby Kurnia; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.551 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i2.3552

Abstract

Pembangunan berkelanjutan terutama dibidang ekonomi membutuhkan perencanaan yang didasarkan pada potensi daerah, mencakup karakteristik dan tipologi dari capaian kinerja pembangunan sebelumnya. Bagian utama dalam pembangunan ekonomi adalah mengurangi tingkat kemiskinan baik di daerah perkotaan ataupun pedesaan. Penelitian ini menganalisis karakteristik kinerja ekonomi Kabupaten/Kota di Sumatera. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Keseluruhan data dianalisis dengan analisis komponen utama (PCA) dan Analisis Klaster. Terdapat 52 variabel asli yang diolah dengan Principal Component Analysis dan tereduksi menjadi 6 komponen utama baru. Variabel ini mampu menjelaskan karakteristik kinerja ekonomi kabupaten/kota di Sumatera sebesar 82,13 persen pada nilai Bartett's Test of Sphericity sebesar 625.111 dan sig 0,000 Terbentuk 3 (tiga) klaster Kabupaten/kota di Sumatera yang secara natural berasal dari kesamaan penciri berbagai variabel dalam kinerja pembangunan. Klaster 1(satu) didominasi oleh daerah non-perkotaan dengan karakteristik yang sama pada aspek ketenagakerjaan dan pendidikan. Klaster 2 (dua) terdiri dari 22 kabupaten/kota yang tersebar di berbagai provinsi dengan karakteristik yang sama dalam aspek ekonomi dan suberdaya alam. Klaster 3 (tiga) menjadi kelompok dengan jumlah anggota terbesar, yang secara administratif didominansi oleh kabupaten/kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Provinsi Lampung. Karakteristik utama pembentuknya adalah kesamaan pada aspek ekonomi dan ketenagakerjaan.
Analisis Pendapatan Agroindustri Kerupuk Sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti (Studi Kasus pada Usaha Mandiri Bunga Mawar) Ihsan Ramadhan Al-'Afif; Evy Maharani; Eliza Eliza
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 11, No 1 (2022): June
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v11i1.49703

Abstract

This study aims to determine the total cost of production in the sago cracker agroindustry and analyze the income, added value, business efficiency, and the breakeven point (BEP) of the sago cracker agroindustry. This research was conducted at the Mawar Bunga Mandiri Business, which is located in the Tebing Tinggi District, Meranti Islands Regency. The Mawar Bunga Mandiri Business was chosen as the research location because the Mawar Bunga Mandiri Business was one of the independent businesses that already existed at the Department of Industry and Trade of the Meranti Islands Regency and was registered in the promotion building in Tebing Tinggi District, Meranti Islands Regency. The results showed that the total production costs incurred by business actors in one production process were Rp. 259.914. The net income received by business actors in one production process is Rp. 78.086. The added value owned by business actors in one production process is Rp. 21,195/Kg. The value of business efficiency is 1.30, which means every Rp. 1 issued generates revenue of Rp. 1.30 and an income of Rp. 0.30 so that the sago cracker agro-industry business is efficient and profitable so it is feasible to continue. The BEP value of production is 142 units with a BEP cost of Rp. 1,842.598. 
Peran dan Tujuan Kelompok Tani dalam Sistem Integrasi Jagung dan Sapi di Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Linnia Sundary Lubis; Susy Edwina; Evy Maharani
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 4 No. 1 (2021): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.781 KB) | DOI: 10.32530/jace.v4i1.203

Abstract

The implementation of the corn and cattle integration system by farmer groups in Tenayan Raya District involves several integrations such as the division of tasks that is not running optimally, the cattle transportation system that is not implemented in a colony using development activities for the transportation of fuel that can be done properly.The research aims to determine the members perception of the role and objectives of the farmer group in the application of corn and cow integration system in Tenayan Raya district Pekanbarucity and analyzing the relationship between the role and purpose of the farmer group in the application of corn and cow integration system Tenayan Raya district Pekanbaru city. This research was conducted in Tenayan Raya district Pekanbaru city. The method use in this research is a survey method with a census sampling technique. Data analysis using quantitative descriptive and a scale to measure a persons perception, and the spearman rank correlation test to measure the relationship between research variables. The results showed that members ' perception of the role of farmer groups in the application of corn and cow integration systems included the category of good enough. Meanwhile, the members  perception of Farmer's goals includes very less good category. The relationship between farmer role variables as production units with the goal of better business farmer groups is a strong direct correlation, while the correlation that occurs between farmer group role variables as learning class and rides Cooperation with the purpose of better farming and better living farming group has a weak correlation.
Persepsi Pekebun Swadaya terhadap Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Rokan Hulu Dame Rohani Siahaan; Evy Maharani; Sakti Hutabarat
JURNAL TRITON Vol 14 No 1 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i1.277

Abstract

Tanaman kelapa sawit di Desa Batas Kecamatan Tambusai sebagian besar hampir memasuki umur non-ekonomis sehingga perlu direncanakan kegiatan peremajaan (replanting). Peremajaan kelapa sawit di Desa Batas merupakan kegiatan baru bagi pekebun sehingga perlu dianalisis persepsi pekebun terhadap peremajaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pekebun swadaya terhadap peremajaan kebun kelapa sawit dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pekebun terhadap peremajaan perkebunan kelapa sawit. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria umur tanaman kelapa sawit telah berusia minimal 22 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 sampel. Tujuan penelitian pertama dianalisis menggunakan Skala Likert’s Summated Rating (SLR) dengan menggunakan metode skor untuk setiap pilihan jawaban. Terdapat enam aspek peremajaan yang diteliti yaitu aspek input, aspek finansial, aspek pasar, aspek kelembagaan, aspek teknologi, dan aspek teknis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis persepsi dan analisis linear berganda. Hasil yang diperoleh memperlihatkan persepsi pekebun terhadap peremajaan kelapa sawit secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat baik. Persepsi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan peremajaan dapat diterima oleh pekebun di Desa Batas. Persepsi pekebun yang termasuk dalam kategori sangat baik terdapat pada aspek input, aspek pasar, aspek teknologi dan aspek teknis. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi pekebun terhadap peremajaan adalah umur, pendidikan, keaktifan mengikuti penyuluhan, tabungan, dan keikutsertaan dalam kelompok tani.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SARI COCO DI KOTA PEKANBARU Evy Maharani; Rani Astuti; Susy Edwina; Yeni Kusumawaty
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.64-78

Abstract

One of the agro-industrial activities carried out in Pekanbaru is the nata de coco agro-industry. Nata de coco is made from coconut water waste which can be a form of fresh drink that resembles jelly or jelly. This study aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of Sari Coco agro-industry and formulate a development strategy for Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City. This research was conducted in Sari Coco agro-industry in Rumbai Sub-district, Pekanbaru City. Descriptive analysis was conducted to analyse the strengths, weaknesses, opportunities and threats of Sari Coco agro-industry. To formulate the development strategy of Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City, SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats) and AHP (Analytic Hierarchy Process) were used. The strengths of Sari Coco agro-industry are MUI Halal certified, having regular customers, cheaper product prices and being able to compete with similar production, as well as diverse flavours and shapes. The priority strategies for the development of Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City are maintaining competitive product prices, utilising technology to attract customers, improving product marketing, utilising technological advances, innovating packaging sizes and taking advantage of market opportunities.
Co-Authors ', Kausar ', Nurafni ', Rosnita ', Selpitasari ', Yusmini ADI SETIANTO Afri, Reza Azalita Afrizal Ahmad Rifai Akhmad Sarifudin aldo mulya dharma Anestika, Saffira Angga Pramana Angraini, Elisya Arif Rahman Zikri, Arif Rahman Arifudin arifudin Arifudin Arifudin Armaini Armaini Assad Triafrian Alhamdani Astuti, Nesri Cepriadi Cindy Frisca Dame Rohani Siahaan Denisyah, Denisyah Derita Lamtiar Pasaribu Desty Inayatul Munawaroh Dhany Wibowo Didi Muwardi Dina Kurniati Djaimi Bakce Dwi Agsriyani Ebrila, Rabela El Syabrina Eliza Eliza Eliza Eliza Eliza Eliza Eliza Ermi Tety Evi Sribudiani Fajar Restuhadi Fujiastari Satriati, Fujiastari Hamdan Yasid Hamidi, Muhammad Rasyid Heriyanto Heriyanto Ihsan Ramadhan Al-'Afif Jelianti Lubis Jumatri Yusri Junia Safitri, Dela Kurnia, Deby Latipa Hannum, Latipa Linnia Sundary Lubis Manurung, Nuraini Mario Francisco Tamba Masrayani Siregar, Masrayani Maulidya Triyananda Nadia Martin Nella NIRMALA SARI Novi Dwi Ningsih Novia Dewi Nur Khadijah Nurfitasari, Mimi Nurkhadijah Nurkhadijah NURUL HIDAYAH Pertiwi, Dina Anggun Purba, Reno A R, Syukri. Rahmadhani, Putri Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni, Rahmayuni Ramadhana, Trisca Rani Astuti Reana Andam Dewi Rifai, Ahmad Rizal Rizal Ros Ardiyani Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Sakti Hutabarat Sartono Silaban Septya, Fanny Shorea Khaswarina SISPA PEBRIAN Siti Muslimah Sonia Magdalena Sri Anita Suardi Tarumun Susy Edwina Syaiful Hadi Tantino, Jesiani Tengku Harunur Rasyid Tengku Harunur Rasyid Tengku Harunur Rasyid Tiara, Rindi Usiska, Gebby Vera Riantika Putri Wage Taurusandika, Wage Widia Ariaty, Widia Wijaya, Alwa Yeni Kusumawaty Yulia Andriani, Yulia Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini Yusmini, Yusmini Yusri, Jum'atri Zara, Talitha Dwi