Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG Spirulina fusiformis PADA PAKAN TERHADAP TINGKAT KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) Desak Made Malini; Tri Dewi K. P; Resty Agustin
Jurnal Pro-Life Vol. 5 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jpvol6Iss2pp102

Abstract

Koi carp (C. carpio L.) is one of ornamental fish which has interesting color. The color of C. carpio L influenced its market price. Quality color of C. carpio L must be increased and it could be increased the market price of C. carpio L. Research aims to determine the effect of Spirulina fusiformis powder addition in diet to enhance color brightness of C. carpio L. The research method used was experimental with one factorial Randomized Complete Design with four treatments and six replicatoins. The concentration of S. fusiformis powder given was 1%, 3%, and 5%. Treatments were given for 28 days and next 28 days without S.fusiformis powder addition. The parameter observed was the color brightness of C. carpio L. The observations used Toca Color Finder (TCF). Data was analyzed statistically by ANOVA. The results showed that addition of S. fusiformis powder in diet influenced brightness color of C. carpio L. Feeding with 1% of S. fusiformis in diet resulted in a brighter color compared to other treatments and control on enhancement color brightness of C. carpio L. Results on TCF showed that level of color brightness of C. carpio L was increased. It can be concluded that adding of S. fusiformis powder in diet can increase brightness color of C. carpio L. Key words: Ciprinus carpio, Color brightness, Spirulina fusiformis.
PENGARUH RENDAMAN KAYU ANGIN (Usnea baileyi) DALAM NIRA SEGAR DAN NIRA REBUS TERHADAP HATI TIKUS (Rattus norvegicus) YANG TERPAPAR TIMBAL ASETAT Desak Made Malini; Iin Supartinah; Madihah Madihah; Andi Perdana
Jurnal Pro-Life Vol. 6 No. 3 (2019): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jpvol6Iss2pp102

Abstract

Lead acetate inhaled caused oxidative damage of liver due to the formation of free radicals. Ones of the plant thathas a high antioxidant content is Usnea baileyi. This study aims to examine the potency of fresh and boiled U.baileyi to reducing rats liver damage induced by lead acetate. This study used randomized complete design withnine treatments and three replications. Twenty seven male rats were randomly divided into 9 groups namely onepositive control group (given 100 mg/kb bw lead acetate), two negative control groups (given 1 ml fresh sap and 1ml boiled sap), three groups given U. Baileyi immersion treatment in fresh sap and three group treated U.Baileyi immersion in boiled sap with dose of 3,500 mg/kg BW, 6,000 mg/kg BW and 10,500 mg/kg BW afterinduced by 100 mg/kg BW lead acetate. Treatment was given orally for 15 consecutive days The results showedthat the morphology of rats treated with U. baileyi dosages of 6,000 mg/kg bw and U. baileyi 10,500 mg/kg b wboth in fresh sap and boiled sap had morphology that was not significantly different from negative controls.Whereas in the histological structure only the dose U. baileyi 10,500 mg/kg Bw did not show a significantdifference with negative cotrol. It can be concluded that the dose of U. baileyi 10,500 mg/kg Bw rats in boiled sapgave the best effect in reducing damage to liver histology of rats induced by lead acetate. Key words: lead acetate, liver, sap, Usnea baileyi,
POTENSI REGENERASI SEL SERTOLI DAN SEL LEYDIG TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES PASCA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JENGKOL (Archidendron pauciflorum) Desak Made Malini; Nining Ratningsih; Nurullia Fitriani; Dwi Rahmi
Jurnal Pro-Life Vol. 7 No. 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/jpvol6Iss2pp102

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that causes disruption of spermatogenesis due to decreased numbers of Sertoli cells and Leydig cells. The aim of this study was to determine the potency of ethanol extract of Jengkol fruit peel (JFPEE) on increasing the regeneration of Leydig cells and Sertoli cells in diabetic rat models. This type of research is experimental research using a completely randomized design (CRD)with 5 treatments and 5 replications. Treatment was given orally for 54 consecutive days consisting of negative control (NC), positive control (PC), comparison (Glibenclamide dose 10 mg/kg BW), P1 and P2 (JFPEE dose 385 and 770 mg/kg BW). Diabetic induction was performed with streptozotocin dose 65 mg/kg BW in male Wistar rat except for NC group. The parameters observed were the number of Sertoli cells and Leydig cells in 25 seminiferous tubules.The results of histological structured showed that the highest number of Sertoly cells and Leydig cells were obtained in group P2 (4.40±0.55; 9.80±0.84) and it was not significantly different from the NC group (5.00±1.41; 12.20±2.77). It can be concluded that 770 mg/kg BW was the effective dose of JFPEE that can increase the regeneration of Sertoli cells and Leydig cells in diabetic rat models.Keywords: Jengkol Fruit Peel Ethanol Extract, Leydig Cells, Regeneration, Sertoli Cells.
Toksisitas Oil Sludge Hasil Fitoremediasi Long Term Pada Hitologis Hati Mencit (Mus Musculus) Nana Media; Nia Rossiana; Desak Made Malini
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v12i2.2621

Abstract

Lumpur minyak bumi atau Oil sludge merupakan limbah yang berasal dari kegiatan pengolahan, penyaluran dan penampungan minyak bumi, yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu upaya penanganan limbah oil sludge adalah dengan metode bioremediasi, yang dapat   dilakukan oleh mikroorganisme dan menggunakan tumbuhan (fitoremediasi). Penelitian Hasil fitoremediasi oil sludge dengan menggunakan konsorsium bakteri (Bacillus sphaericus, Pseudomonas sp) dan sengon (Paraserianthes falcataria) selama 30 bulan dilakukan untuk mengetahui tingkat toksisitas yang terjadi dengan menggunakan mencit (Mus musculus l) betina sebagai hewan uji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai LD50 dan toksisitas dari ekstrak medium Oil Sludge pertumbuhan sengon yang telah di fitoremediasi dan mengetahui toksisitas terhadap histologis hati mencit. Pengujian toksisitas akut mengacu pada OECD 425 tahun 2001 dengan batas bawah dosis sebesar 5000 mg/kg BB. Substansi uji diberikan secara oral pada hewan uji berupa mencit (Mus musculus l) betina dengan dosis tunggal 5.500, 6.500, 7.300, 8.200, 9.100, 1.000, 12.000, 12.600 dan 17000 mg/kg BB. Parameter pengamatan meliputi gejala toksisitas, perubahan berat badan, dan jumlah hewan uji yang mati diamati selama 14 hari, sedangkan histopatologi pada organ hati diamati pada hewan uji yang mati dan yang hidup setelah periode uji selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak medium oil sludge sengon hasil fitoremediasi 30 bulan menimbulkan gejala toksisitas dan penurunan berat badan. Berdasarkan hasil analisis Probit, nilai LD50 dari ekstrak medium oil sludge hasil fitoremediasi 30 bulan terhadap mencit diprediksi mencapai 16.982 mg/kg BB, sehingga termasuk ke dalam kategori praktis tidak toksik.
PERFORMA REPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN UDANG GALAH BETINA Macrobrachium rosenbergii SETELAH PEMBERIAN HORMON MEDROXY PROGESTERON ACETAT MELALUI PAKAN Fajar Anggraeni; Fajar Anggraeni; Desak Made Malini; Imron Imron
Jurnal Riset Akuakultur Vol 16, No 2 (2021): (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.38 KB) | DOI: 10.15578/jra.16.2.2021.83-91

Abstract

Salah satu permasalahan pada budidaya udang galah adalah keberadaan udang galah betina bertelur pada saat pembesaran. Penghambatan pema tangan gonad menggunakan hormon medroxyprogesterone acetat (MPA) yang diberikan secara injeksi pada udang galah dapat menekan indeks kematangan gonad (IKG), perkembangan gonad, dan meningkatkan laju pertumbuhan. Namun, pemberian MPA secara injeksi dapat meningkatkan stres dan kematian pada udang galah, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian hormon medroxy progesteron acetat melalui pakan terhadap performa reproduksi dan pertumbuhan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (hormon MPA pada konsentrasi 0 mg/kg pakan), P-1 (hormon MPA pada konsentrasi 50 mg/kg pakan), P-2 (hormon MPA pada konsentrasi 100 mg/kg pakan), dan P-3 (hormon MPA pada konsentrasi 150 mg/kg pakan) yang diberikan pada udang galah betina selama 60 hari. Parameter yang diamati adalah kematangan gonad, egg clutch somatic index (ESI), fekunditas, kadar estradiol, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon MPA dengan konsentrasi 50, 100 dan 150 mg/kg pakan secara signifikan menghambat reproduksi dan pada konsentrasi 100 mg/kg pakan dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada udang galah betina umur lima bulan. ESI, fekunditas dan tingkat sintasan tidak terpengaruh oleh perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian hormon medroxy progesteron acetat melalui pakan pada konsentrasi 100 mg/kg pakan secara signifikan dapat menghambat pematangan gonad dan peningkatan pertumbuhan udang galah betina.One of the problems in giant freshwater prawn farming is female prawns laying eggs during grow-out, leading to reduced somatic growth of the prawns. Inhibition of gonad maturation using medroxyprogesterone acetate (MPA) hormone via injection in giant freshwater prawns can suppress the gonad maturity index (GSI), gonad development, and increase the growth rate. However, the administration of MPA by injection could increase stress and mortality in giant freshwater prawns. The purpose of this study was to examine the application of MPA through dietary administration on the reproductive performance and growth of female giant freshwater prawns. The experiment was arranged in a completely randomized design with four treatments and five replications. Treatments of MPA at concentrations of 0 mg/kg feed (as control), 50 mg/kg feed (P-1), 100 mg/kg feed (P-2), and 150 mg/kg feed (P-3) were supplemented in a commercial artificial feed and fed to the freshwater prawns for 60 days. Parameters of gonad maturation, egg clutch somatic index (ESI), fecundity, oestradiol concentration, specific growth rate, and survival rate were measured during the research period. The result showed that MPA administration at concentrations of 50, 100, and 150 mg/kg feed significantly inhibited gonad maturation, and at concentration 100 mg/kg feed increased growth of female giant freshwater prawn at five-month age. The ESI, fecundity and survival, however, were not affected by the treatment. This study concludes that the administration of medroxyprogesterone acetate hormone through feed significantly inhibited gonad maturation and increasedthe growth of female giant freshwater prawns.
PENAMBAHAN TEPUNG Spirulina fusiformis PADA PAKAN MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus L.) Desak Made Malini; Elsa Dwi Fauzany; Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 20, No 1 (2022): BIOTIKA JUNI 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v20i1.39097

Abstract

Ikan mas koki (Carasiuss auratus L.) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak dipelihara karena memiliki bentuk dan warna yang sangat menarik. Peningkatan kecerahan warna pada ikan mas koki dapat dilakukan dengan cara menambahkan karotenoid ke dalam pakan. Salah satu sumber senyawa karotenoid adalah mikroalga Spirulina fusiformis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung S. fusiformis pada pakan dalam meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah pemberian tepung S. fusiformis dengan konsentrasi 0, 1, 3, dan 5%. Tingkat kecerahan warna diamati dengan menggunakan Toca Color Finder (TCF).  Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kecerahan warna pada ikan mas koki yang diberi tepung S. fusiformis. Peningkatan kecerahan warna ikan mas koki yang paling tinggi tampak pada perlakuan P2 (S. fusiformis 3%) dan berbeda secara signifikan dengan perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 3% tepung S. fusiformis pada pakan dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki (C. auratus L.) secara optimal.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat Akternatif Penyakit Radang Sendi Desak Made Malini; Tia Setiawati; Kartiawati Alipin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9682

Abstract

ABSTRAK Radang sendi atau Osteoartritis (OA) merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini termasuk penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan nyeri, kekakuan dan kehilangan mobilitas pada sendi.  Pengobatan konvensional meliputi penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) diketahui memiliki efek samping yang tidak diinginkan dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengobatan dengan tanaman herbal telah menjadi alternatif yang menarik untuk pengobatan konvensional. Tujuan dilakukan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat alterhatif OA sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.  Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan dengan pre test dan post test, penyebaran kuisioner dan skriining kesehatan pada 40 orang wanita yang berumur 40-70 tahun. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan post test dari kegiatan ini terdapat peningkatan terkait pengetahuan responden tentang pemanfaatan tanaman herbal (100%), minat menggunakan tanaman herbal (97%) dan budidaya tanaman herbal (100%) obat alternative OA.  Sedangkan hasil skriining kesehatan menunjukkan bahwa nilai IMT (71%), tekanan darah (71%), kadar glukosa(55%), kolesterol (61%) dan Asam urat (40%) menunjukkan nilai rata-rata diatas normal. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan PPM efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat  tentang pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat OA dan masyarakat  juga menjadi lebih waspada akan kesehatannya. Kata Kunci: Sosialisasi, Radang Sendi, Tanaman Herbal  ABSTRACT Arthritis or Osteoarthritis (OA) is one of the most common chronic diseases in adults. This disease is a degenerative condition that can cause pain, stiffness, and loss of mobility in the  joints. Conventional treatment involves the use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) which are known to have unwanted side effects and can affect the patient's quality of life. Treatment with herbal plants has become an attractive alternative to conventional treatment. The purpose of this Community Service activity is to increase public knowledge about the use of herbal plants as an alternative medicine for OA, thus improving the quality of public health. The community service activities carried out were in the form of counseling with pre-test and post-test, distribution of questionnaires, and health screening on 40 women aged 40-70 years. Based on the pre-test and post-test evaluation results of this activity, there was an increase in respondents' knowledge about the use of herbal plants (100%), interest in using herbal plants (97%), and herbal plant cultivation (100%) as an alternative medicine for OA. Meanwhile, the health screening results showed that the BMI (71%), blood pressure (71%), glucose levels (55%), cholesterol (61%), and uric acid (40%) values were above the normal average. It can be concluded that the community service activity was effective in increasing public knowledge about the use of herbal plants as an alternative medicine for OA, and the public also became more aware of their health. Keywords: Socialization, Arthritis, Herbs   
Citarum River Water Pollution and Stress Responses in The Tolerant and Sensitive Fish Sunardi Sunardi; Kabul Fadilah; Nadia Istiqomah; Miranti Ariyani; Desak Made Malini; Syifa Yolanda; Azalea Putri; Nining Ratningsih
Indonesian Journal of Limnology Vol. 2 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Limnology
Publisher : Indonesian Society of Limnology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3906.437 KB) | DOI: 10.51264/inajl.v2i1.10

Abstract

Severe river pollution creates a stressful environment for aquatic organisms, causing disturbances to their health and leading to their extinction. Thus, in this study, the stress responses of tolerant (Oreochromis niloticus) and sensitive (Cyprinus carpio) fish to river pollution in the Citarum River, Indonesia were investigated. The two groups of fish were exposed to varying levels and lengths of water pollution, their blood was sampled, and stress responses were identified. The red blood cells (RBC) count, haemoglobin (HGB), haematocrit (HCT), white blood cells (WBC) count, blood glucose levels, and derived haematological indices such as mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular haemoglobin (MCH) and mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC), were measured. Significant changes in these indices, with tendential changes in RBC and HCT, were observed, indicating that stress responses had occurred in both groups of fish. The sensitive fish recorded more pronounced changes in their haematological activities, with greater amounts of blood parameters being altered in response to water pollution exposure. This result suggested that the sensitive fish were more susceptible to environmental stressors and were, therefore, more vulnerable to extinction in a polluted natural environment.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Mengenai Gizi Seimbang dengan Status Gizi pada Masa Pandemi Covid-19 Desak Made Malini; Tia Setiawati; Kartiawati Alipn; Nurullia Fitriani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i8.10359

Abstract

ABSTRACT Maintaining a balanced nutritional intake is crucial to attaining the ideal nutritional status and optimal growth and development in adolescents. COVID-19 pandemic is also a driving factor for maintaining nutritional status as it will preserve the body's immune system in combating viral infections. Knowledge and attitudes related to balanced nutrition are one of the contributing factors to encourage adolescents to maintain their nutritional status. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes related to balanced nutrition on nutritional status in adolescents aged 17-20 years. The research design used was a cross-sectional approach and the data were analyzed by the Chi-square test (α = 0.05). The results showed that there was no significant relationship between the level of knowledge and attitudes related to animal protein, fiber and vitamins, micro and macro minerals, general guidelines for balanced nutrition, and the four pillars of balanced nutrition on nutritional status (α 0.05). It can be concluded that the level of knowledge and attitudes of adolescents does not directly influence the nutritional status of adolescents aged 17-20 years during the COVID-19 pandemic. Keywords: Adolescents Attitude, Adolescents Knowledge, COVID-19, Nutritional Status  ABSTRAK Menjaga asupan gizi yang seimbang merupakan hal yang krusial untuk memiliki status gizi yang ideal dan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan remaja yang optimal. Kondisi pandemi COVID-19 menjadi faktor pendorong untuk tetap mempertahankan status gizi karena dapat menjaga sistem imunitas tubuh dalam melawan infeksi virus. Pengetahuan dan sikap terkait gizi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi untuk mendorong remaja dalam menjaga status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terkait gizi seimbang dengan status gizi pada remaja berusia 17-20 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional dan data dianalisis dengan uji Chi-square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terkait protein hewani, serat dan vitamin, mikro dan makro mineral, pedoman umum gizi seimbang, dan empat pilar gizi seimbang dengan status gizi (α0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap remaja tidak memberikan pengaruh secara langsung dengan status gizi remaja berusia 17-20 tahun di masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, Sikap Remaja, Status Gizi, Tingkat Pengetahuan Remaja
Ethnobotanical Study of Medicinal Plants in Karangwangi, District of Cianjur, West Java Desak Made Malini; Madihah Madihah; Joko Kusmoro; Fitri Kamilawati; Johan Iskandar
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 9, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v9i2.5756

Abstract

The knowledge and usage of plant as medicinal remedy by current generation are not as extensive as previous; therefore, many rural communities with restricted modern medical access still rely on traditional medicine. This paper provides significant ethnobotanical information on medicinal plants in Karangwangi Village of Cianjur District, West Java Indonesia. This study aimed to identify plants collected for medical purposes by the local people as well as to document the local names, uses, preparation, and location of these plants. Ethno botanical data was recorded by opting people participation and key informant approach involving semi-structured interviews, group discussions and filling of questionnaires. The results showed a total of 114 medicinal plants belonging to 50 families were identified. Zingiberaceae was the most-frequently cited (nine species), followed by Asteraceae, Euphorbiaceae, and Fabaceae (seven species each). The most-used plant parts were leaves (51.8%), followed by stems (22.9%) and the most common preparations were decoction, poultice and squeezed. Most of the plants were obtained from the house-yard and total of 30 medicinal uses were recorded. The ethnobotanical result documented in this study showed that this area is rich in medicinal plants and these plants are still commonly used for medicinal purposes among the people in their daily lives. Ethnobotanical heritage should be preserved, however, there is a gradual loss of traditional knowledge about these plants in new generation. Further, the findings can be used as baseline information for further scientific investigation for analyzing phytochemical, pharmaceutical and other biological activities for future drug discovery.
Co-Authors . SUNARDI Adam Robisalmi, Adam Adnin Laila Amalia Shalihah Andi Perdana Anggraeni, Fajar ANNISA JOVIANI ASTARI Artati, Diah Asep Sopian Asep Sopian Azalea Putri Bisri Mustofa Camellia Panatarani Damanhuri, Joni Haryadi Dea Rahman Khairunnisa Dita Aprila Khoirunnisa Dwi Rahmi Dzikrina Syahidah Dzikrina Syahidah, Dzikrina Elsa Dwi Fauzany Emay Maulani Emilie Nuraida Erawan Fajar Anggraeni Fajar Anggraeni Fajar Anggraeni Firda Mohammad Firdous Fitri Kamilawati Furqon, Wildanul Hary Krettiawan Hikmat Kasmara I Made Joni Iin Supartinah Ikhsan Khasani Ikhsan Khasani Imron Imron Imron Imron Imron Imron, Imron Indriani Sasmita Johan Iskandar Johan Iskandar Joko Kusmoro Joko Kusmoro Joko Kusmoro Joni Haryadi Damanhuri Kabul Fadilah Kamilawati, Fitri Kartiawati Alipin Kartiawati Alipn KEUKEU KANIAWATI Keukeu Kaniawati Rosada Khairul Syahputra Khairul Syahputra, Khairul Listiyowati, Nunuk Madihah Madihah Melanie Melanie Melanie Melanie, Melanie Mia Miranti Rustama Miranti Ariyani Muliani, Reni Muliani, Reni Nadia Istiqomah Nana Media Nia Rossiana Nining Ratningsih Nurullia Fitriani Nurullia Fitriani Octaviani, Regita Perdana, Andi Permana, Andre Dian Putri, Deviana Aulia Rani Maharani Reni Muliani Resty Agustin Ruly Budiono Sairandri Dyah Harjanti Sairandri Dyah Harjanti, Sairandri Dyah Sofia Dorothy SRI WULANDARI sunardi sunardi Supartinah, Iin Syifa Yolanda Teguh Husodo Tia Setiawati Tri Dewi K. P Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi Tri Mayanti Virita Rossa Pratiwi Vita Novianti Wahyu Pamungkas Wawan Hermawan Wawan Hermawan Wawan Hermawan Wildanul Furqon Yasmi Purnamasari Kuntana