Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT SENI KREATIF MANADO: Hybrid Architecture Sulistyawati Gobel; Julianus. A.R. Sondakh; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni merupakan sesuatu yang berhubungan erat dengan manusia, Karena seni tercipta dari kreativitas manusia serta hadir atas kebebasan berekspresi. Setiap individu memiliki jiwa seni dalam diri,. Akan tetapi hal tersebut sering terabaikan membuat bakat dan keahlian tersebut tidak berkembang, atau bahkan bisa hilang karena tidak tersalurkan dengan baik. banyak pelaku pelaku seni kreatif yang mengekspresikan dirinya belum tepat pada tempatnya. Kota Manado membutuhkan sebuah wadah yang dapat mendorong para pelaku seni untuk bisa menyalurkan,dan mengembangkan sisi kreatif mereka, dalam menghasilkan suatu karya. Sekaligus menciptakan lingkungan dimana ada sense of place, yaitu adanya keragaman, dan kesempatan untuk berkembang, menciptakan sebuah wadah yang dapat memberi kesan bahwa, kreatifitas dan karya seni mereka di apresiasi,dan diterima disini. Pusat Seni Kreatif Manado dengan penerapan Hybrid Architecture hadir untuk menjawab segala kebutuhan warga kota, khususnya para pelaku seni. Adanya perpaduan antara Seni dan Kreatif membuat objek rancangan ini berbeda dari yang lain. Dimana pelaku seni/seniman dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya, namun tidak mengesampingkan ruang luar yang berperan untuk menstimulasi ide ide kreatif. Kata Kunci : Manado, Pusat Seni Kreatif, Hybrid Architecture.
Studi Kenyamanan Panas dan Hubungannya dengan Tingkat Produktivitas di Ruang Kantor Johansen C. Mandey; Jefrey I. Kindangen
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.188

Abstract

Kenyamanan panas merupakan salah satu faktor penentu untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur kondisi fisik seperti suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara dalam ruang administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan dalam tiga interval waktu: pagi-siang-sore, sesuai dengan jam kerja. Untuk menghitung indeks PMV dan PPD, digunakan nilai tingkat metabolisme 1 met dan nilai insulasi pakaian sebesar 0,57 clo yang kemudian dibandingkan dengan hasil kuesioner. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik dan respon karyawan yang ditunjukkan oleh sensasi panas dan preferensi panas dengan perhitungan PMV dan PPD. Dalam tiga interval waktu, ditemukan bahwa sensasi termal rata-rata dari para karyawan berada dalam kategori nyaman, dengan persentase yang bervariasi yang menurun di siang dan sore hari. Preferensi termal karyawan menunjukkan keselarasan dengan sensasi termalnya. Kendati demikian, beberapa karyawan pernah mengalami ketidaknyamanan dengan ruang kerja yang menyebabkan mereka mengalihkan konsentrasi ke pekerjaan lain atau keluar dari ruangan; yang pada gilirannya menurunkan tingkat produktivitas kerja.
Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kecamatan Likupang Timur Graseila Iyong; Ingerid Moniaga; Johansen Mandey
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 10 No. 1 (2021): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v10i1.34456

Abstract

East Likupang District is designated as a Special Economic Zone (SEZ) for Tourism according to Government Regulation Number 84 of 2019 concerning the Likupang Special Economic Zone. However, the problem is that the citizen does not actively participate in the development process. The purpose of this study is to identify citizen participation and to analyze the relationship between the factors that influence citizen participation in the Tourism Special Economic Zone (SEZ) in East Likupang District. The analytical method used is the likert scale analysis and the chi square test. Likert scale analysis with manual calculations uses a formula to measure the opinion of each respondent about citizen participation in the development stage and the forms of participation given. Meanwhile, the chi square test is used to analyze the relationship between the factors that influence citizen participation with the help of SPSS. The results showed that the citizen was involved in the development stages from planning, implementation, monitoring to evaluation. However, the participation given is still not good in the aspects of involvement in meetings, giving ideas, energy, expertise and materials. In the development stage, citizen participation is influenced by external factors in the form of government and community groups but is not influenced by community leaders and internal factors. Meanwhile, forms of citizen participation are influenced by external factors in the form of government, community groups and community leaders as well as internal factors such as age and marital status but not influenced by gender, education level and type of work Keyword: Citizen Participation; Tourism SEZ; Likert Scale; Chi Square
PROSPEK TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH REGIONAL MAMITARANG Humayroh S. A. Ladjolo Ladjolo; Judy O. Waani; Johansen C. Mandey
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merencanakan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Mamitarang dengan sistem lahan urug yang berlokasi di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Berdasarkan fenomena yang ada, masyarakat yang bermukim di sekitar TPA Mamitarang menolak pembangunan TPA tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ukuran dari masyarakat tentang kemampuan dan kemauan mereka dalam tingkat kepuasan maksimum agar dilibatkan dalam suatu perencanaan untuk dapat menentukan rencana yang diinginkan berdasarkan kemauan dan kemampuannya dalam kepuasan maksimum. Tahap analisa dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif preferensi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan masyarakat yang tinggal bersinggungan dengan TPA Mamitarang tidak memiliki kemauan untuk mendukung TPA Mamitarang sebagai Tempat Pemrosesan Akhir sampah dengan presentase indikator jenis produk/jasa layanan (23%), kualitas dan kuantitas (22%), utilitas pengguna (22%) dan perilaku pengguna (22%) sehingga perlu memprioritaskan indikator dengan presentase paling tinggi karena memungkinkan atau lebih berpeluang untuk menjadi positif yang dalam hal ini terkait pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap TPA Sampah Regional Mamitarang dengan dengan kajian rekomendasi yaitu program sosialiasi, kemudian dapat menunjang indikator dengan presentase di bawahnya karena saling terkait. Selain itu analisa kemampuan masyarakat menunjukan hasil bahwa masyarakat cenderung tidak mampu sehingga Pemerintah perlu memfasilitasi dan mendorong masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan agar dapat bernilai ekonomis. Alternatif lain adalah dengan tidak memaksakan masyarakat yang tinggal bersinggungan dengan TPA atau pembebasan iuran retribusi sampah sebagai kompensasi. Kata Kunci : Prospek; TPA Regional, Sampah, Prasarana.
GEDUNG REKTORAT KAMPUS UNSRAT DI PANDU-WORI. ECO – ARCHITECTURE Rogi D. Gabriel; Surjono MT; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17085

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dari manusia untuk menghadapi tuntutan pekerjaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya pendidikan perguruan tinggi. Universitas Sam Ratulangi adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Sulawesi Utara. Universitas Sam Ratulangi telah berkembang. Saat ini Unsrat telah memiliki 11 Fakultas dan program Pasca Sarjana. Seiring dengan berkembangnya Unsrat, kebutuhan terhadap lahan untuk pengembangan fasilitas akan meningkat. Hal ini tidak dibarengi dengan ketersedian lahan Unsrat yang semakin terbatas.Berhubungan dengan urgensi ini pemprov berinisiatif untuk menyediakan lahan untuk kampus baru Unsrat di Pandu-Wori yang diikuti dengan pembuatan “Masterplan Pengembangan Kawasan Pendidikan di Pandu-Wori”.Dalam Perguruan Tinggi, tentu terdapat seorang pemimpin dari perguruan tinggi tersebut, yaitu Rektor beserta Jajarannya. Garis kepemimpinan ini memerlukan sarana untuk memfasilitasi kegiatan dan pekerjaannya sebagai pemimpin. Biasanya sarana Ini disebut Rektorat. Rektorat tidak hanya diperlukan oleh pemimpin perguruan tinggi tapi juga dibutuhkan oleh mahasiswa untuk kebutuhan administrasi dan sebagainya. Untuk itu Rektorat menjadi sesuatu yang penting dalam pembangunan Kawasan Perguruan TinggiPenerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan masalah energi dan berwawasan lingkungan yaitu Eco-Architecture. Dalam penerapan Eco-Architecture diharapkan arsitektur tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan serta memberikan respon positif terhadap lingkungan tempat berdirinya. Selain itu bangunan yang menerapkan Eco-Architecture diharapkan menanggapi masalah energi dengan penggunaan energi yang bersifat terbarukan. Dari tema ini arsitektur diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang.Kata Kunci : Kampus, Rektorat, Ekologi, Eco-Architecture.
GRAHA REHABILITASI DISABILITAS FISIK DI MANADO. Prosemik dalam Arsitektur Adrian Jacobus; Esli D. Takumansang; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17473

Abstract

Disabilitas fisik merupakan gangguan pada tubuh yang membatasi fungsi fisik salah satu anggota badan bahkan lebih atau kemampuan motorik seseorang. Disabilitas fisik lainnya  termasuk sebuah gangguan yang membatasi sisi lain dari kehidupan sehari-hari. Penyandang disabilitas fisik mempunyai kebutuhan biologis, kepribadian, sosial, dan budaya yang diekspresikan dalam lingkungannya. Dalam memuaskan kebutuhannya, ruang komunikasi merupakan dimensi  tersembunyi dalam perilaku dan melalui itu mereka berhubungan satu dengan lain. Berdasarkan hal tersebut, diterapkan teori proksemik sebagai pengamatan mengenai faktor ruang dalam interaksi antarpersonal. Edward T.Hall sebagai bapak dari studi prosemik menjelaskan bagaimana seorang secara tidak sadar terlibat dalam struktur ruang atau jarak fisik antara manusia sebagai sesuatu keteraturan sebagai sesuatu keteraturan tertib pergaulan setiap harinya. Dengan adanya graha rehabilitasi  disabilitas fisik di Manado yang menjadi wadah interaksi bersama antar disabilitas fisik serta wadah interaksi bersama antara disabilitas fisik dengan masyarakat sehingga mereka dapat hidup berdampingan bersama sebagai bekal hidup mandiri di masyarakat. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan  graha rehabilitasi disabilitas fisik dengan menggunakan  teori proksemik sebagai tema yang sesuai dengan karakter dan perilaku penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Kata Kunci: Disabilitas, Proksemik, Rehabilitasi
HOTEL RESORT DAN WISATA BAHARI DI DESA PULISAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. Arsitektur Simbiosis Mutualisme Sri I. Amiman; Joseph Rengkung; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17594

Abstract

Hotel Resort adalah bangunan arsitektur dalam bentuk hunian penginapan yang dibangun untuk menfasilitasi para wisatawan mancanegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung kesebuah daerah atau objek wisata untuk menikmati fasilitas-fasilitas  atau tempat-tempat yang ada. Keberadaaan wadah ini sudah cukup banyak tapi masih sedikit yang menyediakan hunian Hotel Resort dan Area Wisata Bahari dengan kualitas dan pelayanan terbaik. Selain itu tingkat kunjungan wisatawan asing maupun lokal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang membuka peluang untuk dihadirkan sebuah hunian Hotel Resort dengan fasilitas seperti Wisata Bahari, sesuai lokasi yang direncanakan yaitu berada di tepi pantai Desa Pulisan, yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Sebagai jembatan dalam merancang objek arsitektur ini “ Arsitektur Simbiosis Mutualisme”, dianggap cocok menjadi tema perancangan, sehingga dengan rancangan Hotel Resort dan Wisata Bahari ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan Wisata di Kabupaten Minahasa Utara Khususnya di Desa Pulisan, dengan menghasilkan keuntungan bersama baik Pengelolah Hotel Resort, wisatawan  mancanegara maupun lokal, dan masyarakat yang ada di Desa Pulisan.Kata Kunci : Hotel Resort, Wisata Bahari, Arsitektur Simbiosis Mutualisme
MANADO CONVENTION AND EXHIBITION CENTER. Neo Vernacular Architecture Joseph L. A. Linaldo; Octavianus H. A. Rogi; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17623

Abstract

Manado Convention Exhibition Center merupakan sebuah convention dan exhibition center yang dilengkapi dengan fasilitas bagi publik yaitu sebuah tempat pemusatan pewadahan pelayanan kegiatan konvensi dan eksebisi. Dimana aktivitas sasaran khususnya peserta juga dimungkinkan dapat menikmati pameran promosi serta paket wisata yang dikemas dalam produk wisata konvensi atau disebut dengan wisata MICE (Meeting Incentive Travel Convention and Exhibition). Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. MICE merupakan salah satu invenstasi bisnis yang menjanjikan.            Berkaitan dengan objek bangunan yang akan dirancang, penulis merencanakan penggunaan langgam arsitektur Neo-Vernacular, yaitu penghidupan kembali elemen tradisional yang memuat bentuk dan bangunan lokal di kolaborasikan dengan arsitektur modern. Aliran Neo-Vernacularism ini menampilkan ciri khas gaya tradisional yang di kembangkan bersamaan dengan arsitektur masa modern. Neo-Vernacularism akan menyuguhkan bangunan tradisional yang sudah berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini, dimana penggabungan atas keduanya di terapkan dalam prinsip double coding.Kata Kunci: Convention Center, Exhibition Center, MICE, Neo-Vernacular
GALERI SENI DI MANADO. Implementasi Surealisme Arsitektur Thirsa M. Mantulangi; Surijadi Supardjo; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17625

Abstract

Pada dasarnya, proses menciptakan karya seni, dimiliki setiap manusia, karena salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan dan tidak diberikan kepada mahkluk lain adalah akal pikiran dengan akal pikiran inilah memungkinkan manusia melakukan segala hal. Galeri Seni di Manado hadir sebagai wadah untuk dapat mengembangkan seni, mengenal seni, serta melestarikan seni. Selain itu Galeri seni di Manado ini menunjang para seniman untuk lebih aktif dalam melakukan karya seni yang lebih terekspos. Galeri seni di Manado ini dirancang mencakup pembelajaran, eksibisi rekreasi, dan juga penawaran produk hasil karya seni.Tema perancangan yang digunakan yaitu Implementasi Surealisme Arsitektur. Dengan menggunakan prinsip surealisme yaitu  principle of methamophosis (prinsip metamorposis)  dengan teknik  otomatisme. Pada hasil rancangan Galeri Seni di Manado ini dengan menggunakan principle of methamophosis yang diterapkan pada interior bangunan dan fasade bangunan.Kata Kunci : Galeri Seni di Manado, Surealisme Arsitektur
GREEN CITY HOTEL DI MANADO. Green Architecture Swarz R. N. Kaawoan; Ingerid L. Moniaga; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17987

Abstract

Perkembangan pariwisata kota Manado semakin meningkat tiap tahunnya. Selain itu sektor industri, perdagangan dan jasa pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan dan pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan City hotel di Kota Manado, mengacu pada kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara.Global warming yang saat ini terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global, salah satunya dengan menghadirkan city hotel mengusung konsep Green Architecture. Dengan meminimalkan dampak negatif rancang bangunan terhadap alam, lingkungan dan manusia. Berkurangnya lahan hijau dalam kota yang tergantikan oleh bangunan, sehingga perlu menempatkan ruang hijau publik ke dalam bangunan.Oleh karena itu pengertian judul Green City Hotel di Manado adalah “Suatu akomodasi pariwisata dalam kota dengan fasilitas menginap, berbisnis, maupun berlibur dengan konsep arsitektur hijau atau bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan yang berada pada pusat Kota Manado. Kata kunci : Kota Manado, Global warming ,City Hotel, Green Architecture, Green City Hotel