Claim Missing Document
Check
Articles

STADION SEPAKBOLA INTERNASIONAL DI MANADO. Hi Tech Architecture Sepang, Riesto Y.; Rate, Johannes Van; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21304

Abstract

Olahraga sepakbola berkembang menjadi olahraga yang sangat popular serta menjadi sebuah hiburan/entertainment yang biasa dinikmati siapa saja didunia.Perkembangan sepakbola didunia tidak lepas dari dukungan klub-klub yang ada, melalui kompetisi yang diadakan setiap tahunya. Melalui kompetisi inilah klub-klub tersebut mengasah kemampuan timnya agar terus berprestasi. Indonesia sebagai salah satu Negara yang berkembang, terutama mengenai sepakbola mencoba terus berusaha meningkatkan mutu persebakbolaan yang sudah ada. Keterlinbatan pemerintah dan masyarakat yang peduli terhadap kemajuan persepakbolaan di Indonesia,menjadikan sepak bola terus berkembang sampai saat ini.Di kota Manado mempunyai stadion sepakbola yaitu stadion Klabat yang menjadion tuan rumah klub sepakbola PRESMA. Namun apabila melihat animo yang besar pada sepakbola dikota Manado, maka perlu adanya stadion baru yang mampu memenuhi kebutuhan animo yang besar dan persyaratan sebagai stadion yang memiliki skala pelayanan baik nasional maupun internasional. Mengingat di Manado hanya stadion klabat yang mewadahi kompetisi sepakbola yang ada dimanado serta sudah tidak layaknya stadion klabat karna bangunan yang sudah tua dan tidak sesuai standart serta lokasinya berada tepat ditengah pemukiman warga sehingga sudah tidak ada lagi lahan parkir untuk para supporter yang ingin menyaksikan pertadingan sepakbola.Oleh sebab itulah pembangunan stadion baru adalah alternative untuk memecahkan masalah tersebut.Stadion sepakbola di Manado ini nantinya merupakan upaya memenuhi kebutuhan sepakbola pada wilayah Manado khususnya dan juga dan juga dapat menunjang wilayah lain disekitar kota Manado maupun provinsi Sulawesi Utara Kata kunci       : Kota Manado, Stadion ,Internasional,sepakbola , High –Tech
SEKOLAH LUAR BIASA DI MANADO DENGAN TEMA ARSITEKTUR PERILAKU Budiman, Pebry S.; Kapugu, Herry; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23684

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Pengertian pendidikan sendiri ialah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Khusus bagi para penyandang cacat disebutkan bahwa warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan luar biasa adalah pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik ataupun kelainan mental. Pertumbuhan penduduk, khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Manado mengalami pertumbuhan yang meningkat dari data tahun 2011 hingga tahun 2016, dengan adanya Sekolah Luar Biasa (SLB) ini kiranya dapat mewadahi seluruh klasifikasi disabilitas yang ada di Indonesia, (khususnya di Kota Manado). Penerapan Arsitektur Perilaku juga diharapkan mampu memberikan lingkungan yang nyaman dana aman, dan dari lingkungan sekolah dapat membentuk kepribadian serta karakter bagi para murid penyandang disabilitas. Kata Kunci : Sekolah Luar Biasa, Disabilitas, Manado
REDESAIN TERMINAL BANDAR UDARA SAM RATULANGI DI MANADO. Metamorfosis dalam Arsitektur Irina, Putri D.; Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23691

Abstract

Arus penumpang pesawat di Bandar Udara Sam Ratulangi yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun , dimana arus penumpang domestik dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun 2017 mencapai 2.085.862 penumpang, serta arus penumpang internasional dengan total keberangkatan dan kedatangan pada tahun yang sama mencapai 157.086 penumpang akan berdampak pada kebutuhan kapasitas dan fasilitas dalam terminal , dimana untuk terminal domestik dengan luas saat ini 14.126 m2 yang hanya dapat menampung 1,3 juta penumpang/tahun dan terminal internasional seluas 4.044 m2 yang hanya dapat menampung 138.000 penumpang/tahun. Selain itu , proses check-in penerbangan domestik maupun internasional masih berada di tempat yang sama . Letak terminal internasional yang berada dalam satu bangunan dengan area terminal domestik yang dapat menimbulkan terjadinya alur sirkulasi yang tidak teratur. Berangkat dari permasalahan ini , Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi diusulkan sebagai solusi untuk memfasilitasi lonjakan penumpang yang terjadi dengan cara melakukan pengembangan terminal internasional . Redesain Terminal Bandar Udara Sam Ratulangi di Manado menggunakan tema “Metamorfosis Dalam Arsitektur” yaitu sebuah strategi desain perubahan bentuk. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan tampilan , struktur dan fungsi maupun fasilitas dan kapasitas pada bangunan terminal. Diharapkan dengan penggunaan strategi ini objek, objek rancangan dapat memiliki keunikan tersendiri yang ditampilkan melalui bentukan massa , struktur dan fungsinya.Kata kunci : Terminal internasional,  Metamorfosis Dalam Arsitektur.
Studi Kenyamanan Panas dan Hubungannya dengan Tingkat Produktivitas di Ruang Kantor Mandey, Johansen C.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.3.188

Abstract

Kenyamanan panas merupakan salah satu faktor penentu untuk meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur kondisi fisik seperti suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan aliran udara dalam ruang administrasi akademik Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dan dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan dalam tiga interval waktu: pagi-siang-sore, sesuai dengan jam kerja. Untuk menghitung indeks PMV dan PPD, digunakan nilai tingkat metabolisme 1 met dan nilai insulasi pakaian sebesar 0,57 clo yang kemudian dibandingkan dengan hasil kuesioner. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kondisi fisik dan respon karyawan yang ditunjukkan oleh sensasi panas dan preferensi panas dengan perhitungan PMV dan PPD. Dalam tiga interval waktu, ditemukan bahwa sensasi termal rata-rata dari para karyawan berada dalam kategori nyaman, dengan persentase yang bervariasi yang menurun di siang dan sore hari. Preferensi termal karyawan menunjukkan keselarasan dengan sensasi termalnya. Kendati demikian, beberapa karyawan pernah mengalami ketidaknyamanan dengan ruang kerja yang menyebabkan mereka mengalihkan konsentrasi ke pekerjaan lain atau keluar dari ruangan; yang pada gilirannya menurunkan tingkat produktivitas kerja.
IMPLEMENTASI PRINSIP BANGUNAN PINTAR PADA BANGUNAN KOMERSIAL DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: PUSAT PERBELANJAAN MALL) Lintong, Steven; Mandey, Johansen Cruyff; Supardjo, Surijadi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.35360

Abstract

Kota Manado, salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, menghadapi tantangan signifikan seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan kebutuhan akan infrastruktur yang efisien. Pertumbuhan populasi dan aktivitas komersial yang pesat menyebabkan tekanan pada sumber daya alam, lahan, dan energi. Dalam konteks ini, konsep bangunan pintar (smart building) muncul sebagai solusi inovatif yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah tersebut. Bangunan pintar tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Prinsip bangunan pintar melibatkan integrasi teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem bangunan untuk menciptakan lingkungan yang responsif dan adaptif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi terhadap implementasi prinsip-prinsip bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Kota Manado. Menurut Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D, dkk, dalam Nusantara’s Smart Buildings Guidline (2023) menyatakan bahwa bangunan pintar memiliki 6 prinsip, yaitu otomatisasi, multifungsi, adaptabilitas, interaktivitas, inklusivitas, dan efisiensi. Bangunan pintar dilengkapi beberapa komponen atau fitur yang memungkinkan efisiensi energi, keamanan, dan kenyamanan yang lebih baik. Setiap prinsip memiliki komponen atau fitur yang terintegrasi pada bangunan pintar yang harus memenuhi persyaratan dan spesifikasi fungsional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena penerapan bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Manado. Data diperoleh melalui survei terhadap penghuni bangunan untuk mengukur tingkat kenyamanan dan kepuasan mereka, serta wawancara mendalam dengan arsitek, pengembang, dan pengelola bangunan. Hasil penelitian yang dilakukan pada Manado Town Square dan Mega Mall Manado ditemukan bahwa secara umum dan signifikan ke – 2 objek telah mengimplementasikan prinsip – prinsip Bangunan Pintar.
PUSAT TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA BITUNG: Arsitektur Neo Vernakular Kawulur, Clarissa B.; Mandey, Johansen C.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66711

Abstract

Jumlah anak berkebutuhan khusus di Kota Bitung mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun fasilitas terapi yang tersedia masih sangat terbatas. Kondisi ini memaksa sebagian keluarga untuk mencari layanan terapi ke luar kota, yang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Bitung dengan tema Arsitektur Neo-Vernakular, yang menggabungkan elemen tradisional dengan desain modern untuk menciptakan ruang yang ramah anak dan kontekstual terhadap budaya lokal. Perancangan ini bertujuan menyediakan fasilitas terapi yang lengkap dan terintegrasi, mencakup terapi wicara, okupasi, fisik, sensori, hingga terapi psikologis. Bangunan dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosional anak berkebutuhan khusus dengan memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas. Proses perancangan menggunakan metode Glass Box, yaitu metode argumentatif dan terstruktur, yang dimulai dari tahap definisi masalah hingga evaluasi desain secara logis. Pendekatan perancangan meliputi analisis tapak, tipologi bangunan, serta penerapan tema arsitektur neo-vernakular yang diadaptasi dari bentuk Rumah Adat Walewangko, motif Batik Bentenan, dan elemen lokal lainnya. Bangunan dirancang dengan konfigurasi massa sederhana yang mudah dipahami anak, penggunaan material lokal, serta tata ruang yang mendukung terapi holistik dan interaksi sosial. Fasilitas yang disediakan meliputi area terapi individu dan kelompok, taman sensoris, ruang bermain, serta ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat. Perancangan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan terapi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Diharapkan, bangunan ini dapat menjadi model pusat terapi yang humanis dan inklusif di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan arsitektur yang kontekstual dan adaptif. Kata Kunci : Anak Berkebutuhan Khusus, Terapi Anak, Neo-Vernakular, Kota Bitung.