Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Kelompok Pengrajin Atap “Katu” untuk Meningkatkan Kualitas Produksi sebagai Material Penunjang Pariwisata Berkelanjutan: Assisting “Katu” Roof Craftsman Groups to Improve Production Quality for Sustainable Tourism Materials Kindangen, Jefrey I.; Mandey, Johansen; Kalalo, Loudy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65220

Abstract

The continued growth of the tourism sector has increased the demand for natural and environmentally friendly building materials. Katu roofing, made from sugar palm leaves, holds strong potential as a supporting material for tourism facilities due to its aesthetic value, thermal performance, and use of local sustainable resources. However, artisans face challenges such as inconsistent production quality, limited market reach, and the absence of formal organizational structures. This Community Partnership Program (PKM) aims to improve production quality, strengthen marketing capacity, and promote the formation of artisan groups in North Minahasa Regency through outreach activities, production training, and marketing assistance. The program results indicate improved understanding of raw material processing, more aesthetically refined product designs, and increased awareness of the importance of collective organization to enhance market competitiveness. The program recommends stronger local government support, particularly in developing production centers and providing exhibition spaces to facilitate more effective product marketing. ABSTRAK Pembangunan sektor pariwisata yang terus berkembang meningkatkan kebutuhan akan bahan bangunan yang alami dan ramah lingkungan. Atap katu, berbahan daun pohon aren, memiliki potensi besar sebagai material penunjang pariwisata karena nilai estetika, kinerja termal, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Namun, pengrajin menghadapi kendala berupa kualitas produksi yang belum konsisten, pemasaran terbatas, dan belum adanya kelembagaan usaha. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperbaiki kualitas produksi, memperkuat kapasitas pemasaran, dan mendorong pembentukan kelembagaan pengrajin atap katu di Kabupaten Minahasa Utara melalui penyuluhan, pelatihan produksi, dan pendampingan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengrajin terhadap pengolahan bahan baku, desain produk yang lebih estetis, serta pentingnya organisasi kelompok untuk meningkatkan daya tawar. Program ini merekomendasikan dukungan pemerintah daerah dalam pembentukan sentra produksi dan penyediaan ruang pamer untuk memfasilitasi pemasaran yang lebih efektif.
GEDUNG REKTORAT KAMPUS UNSRAT DI PANDU-WORI. ECO – ARCHITECTURE Gabriel, Rogi D.; MT, Surjono; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17085

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dari manusia untuk menghadapi tuntutan pekerjaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya pendidikan perguruan tinggi. Universitas Sam Ratulangi adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Sulawesi Utara. Universitas Sam Ratulangi telah berkembang. Saat ini Unsrat telah memiliki 11 Fakultas dan program Pasca Sarjana. Seiring dengan berkembangnya Unsrat, kebutuhan terhadap lahan untuk pengembangan fasilitas akan meningkat. Hal ini tidak dibarengi dengan ketersedian lahan Unsrat yang semakin terbatas.Berhubungan dengan urgensi ini pemprov berinisiatif untuk menyediakan lahan untuk kampus baru Unsrat di Pandu-Wori yang diikuti dengan pembuatan “Masterplan Pengembangan Kawasan Pendidikan di Pandu-Wori”.Dalam Perguruan Tinggi, tentu terdapat seorang pemimpin dari perguruan tinggi tersebut, yaitu Rektor beserta Jajarannya. Garis kepemimpinan ini memerlukan sarana untuk memfasilitasi kegiatan dan pekerjaannya sebagai pemimpin. Biasanya sarana Ini disebut Rektorat. Rektorat tidak hanya diperlukan oleh pemimpin perguruan tinggi tapi juga dibutuhkan oleh mahasiswa untuk kebutuhan administrasi dan sebagainya. Untuk itu Rektorat menjadi sesuatu yang penting dalam pembangunan Kawasan Perguruan TinggiPenerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan masalah energi dan berwawasan lingkungan yaitu Eco-Architecture. Dalam penerapan Eco-Architecture diharapkan arsitektur tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan serta memberikan respon positif terhadap lingkungan tempat berdirinya. Selain itu bangunan yang menerapkan Eco-Architecture diharapkan menanggapi masalah energi dengan penggunaan energi yang bersifat terbarukan. Dari tema ini arsitektur diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang.Kata Kunci : Kampus, Rektorat, Ekologi, Eco-Architecture.
GRAHA REHABILITASI DISABILITAS FISIK DI MANADO. Prosemik dalam Arsitektur Jacobus, Adrian; Takumansang, Esli D.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17473

Abstract

Disabilitas fisik merupakan gangguan pada tubuh yang membatasi fungsi fisik salah satu anggota badan bahkan lebih atau kemampuan motorik seseorang. Disabilitas fisik lainnya  termasuk sebuah gangguan yang membatasi sisi lain dari kehidupan sehari-hari. Penyandang disabilitas fisik mempunyai kebutuhan biologis, kepribadian, sosial, dan budaya yang diekspresikan dalam lingkungannya. Dalam memuaskan kebutuhannya, ruang komunikasi merupakan dimensi  tersembunyi dalam perilaku dan melalui itu mereka berhubungan satu dengan lain. Berdasarkan hal tersebut, diterapkan teori proksemik sebagai pengamatan mengenai faktor ruang dalam interaksi antarpersonal. Edward T.Hall sebagai bapak dari studi prosemik menjelaskan bagaimana seorang secara tidak sadar terlibat dalam struktur ruang atau jarak fisik antara manusia sebagai sesuatu keteraturan sebagai sesuatu keteraturan tertib pergaulan setiap harinya. Dengan adanya graha rehabilitasi  disabilitas fisik di Manado yang menjadi wadah interaksi bersama antar disabilitas fisik serta wadah interaksi bersama antara disabilitas fisik dengan masyarakat sehingga mereka dapat hidup berdampingan bersama sebagai bekal hidup mandiri di masyarakat. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan  graha rehabilitasi disabilitas fisik dengan menggunakan  teori proksemik sebagai tema yang sesuai dengan karakter dan perilaku penyandang disabilitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan kreativitas. Kata Kunci: Disabilitas, Proksemik, Rehabilitasi
HOTEL RESORT DAN WISATA BAHARI DI DESA PULISAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. Arsitektur Simbiosis Mutualisme Amiman, Sri I.; Rengkung, Joseph; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17594

Abstract

Hotel Resort adalah bangunan arsitektur dalam bentuk hunian penginapan yang dibangun untuk menfasilitasi para wisatawan mancanegara atau wisatawan lokal yang datang berkunjung kesebuah daerah atau objek wisata untuk menikmati fasilitas-fasilitas  atau tempat-tempat yang ada. Keberadaaan wadah ini sudah cukup banyak tapi masih sedikit yang menyediakan hunian Hotel Resort dan Area Wisata Bahari dengan kualitas dan pelayanan terbaik. Selain itu tingkat kunjungan wisatawan asing maupun lokal terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang membuka peluang untuk dihadirkan sebuah hunian Hotel Resort dengan fasilitas seperti Wisata Bahari, sesuai lokasi yang direncanakan yaitu berada di tepi pantai Desa Pulisan, yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Sebagai jembatan dalam merancang objek arsitektur ini “ Arsitektur Simbiosis Mutualisme”, dianggap cocok menjadi tema perancangan, sehingga dengan rancangan Hotel Resort dan Wisata Bahari ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan Wisata di Kabupaten Minahasa Utara Khususnya di Desa Pulisan, dengan menghasilkan keuntungan bersama baik Pengelolah Hotel Resort, wisatawan  mancanegara maupun lokal, dan masyarakat yang ada di Desa Pulisan.Kata Kunci : Hotel Resort, Wisata Bahari, Arsitektur Simbiosis Mutualisme
MANADO CONVENTION AND EXHIBITION CENTER. Neo Vernacular Architecture Linaldo, Joseph L. A.; Rogi, Octavianus H. A.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17623

Abstract

Manado Convention Exhibition Center merupakan sebuah convention dan exhibition center yang dilengkapi dengan fasilitas bagi publik yaitu sebuah tempat pemusatan pewadahan pelayanan kegiatan konvensi dan eksebisi. Dimana aktivitas sasaran khususnya peserta juga dimungkinkan dapat menikmati pameran promosi serta paket wisata yang dikemas dalam produk wisata konvensi atau disebut dengan wisata MICE (Meeting Incentive Travel Convention and Exhibition). Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. MICE merupakan salah satu invenstasi bisnis yang menjanjikan.            Berkaitan dengan objek bangunan yang akan dirancang, penulis merencanakan penggunaan langgam arsitektur Neo-Vernacular, yaitu penghidupan kembali elemen tradisional yang memuat bentuk dan bangunan lokal di kolaborasikan dengan arsitektur modern. Aliran Neo-Vernacularism ini menampilkan ciri khas gaya tradisional yang di kembangkan bersamaan dengan arsitektur masa modern. Neo-Vernacularism akan menyuguhkan bangunan tradisional yang sudah berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini, dimana penggabungan atas keduanya di terapkan dalam prinsip double coding.Kata Kunci: Convention Center, Exhibition Center, MICE, Neo-Vernacular
GALERI SENI DI MANADO. Implementasi Surealisme Arsitektur Mantulangi, Thirsa M.; Supardjo, Surijadi; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17625

Abstract

Pada dasarnya, proses menciptakan karya seni, dimiliki setiap manusia, karena salah satu kelebihan yang diberikan Tuhan dan tidak diberikan kepada mahkluk lain adalah akal pikiran dengan akal pikiran inilah memungkinkan manusia melakukan segala hal. Galeri Seni di Manado hadir sebagai wadah untuk dapat mengembangkan seni, mengenal seni, serta melestarikan seni. Selain itu Galeri seni di Manado ini menunjang para seniman untuk lebih aktif dalam melakukan karya seni yang lebih terekspos. Galeri seni di Manado ini dirancang mencakup pembelajaran, eksibisi rekreasi, dan juga penawaran produk hasil karya seni.Tema perancangan yang digunakan yaitu Implementasi Surealisme Arsitektur. Dengan menggunakan prinsip surealisme yaitu  principle of methamophosis (prinsip metamorposis)  dengan teknik  otomatisme. Pada hasil rancangan Galeri Seni di Manado ini dengan menggunakan principle of methamophosis yang diterapkan pada interior bangunan dan fasade bangunan.Kata Kunci : Galeri Seni di Manado, Surealisme Arsitektur
GREEN CITY HOTEL DI MANADO. Green Architecture Kaawoan, Swarz R. N.; Moniaga, Ingerid L.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17987

Abstract

Perkembangan pariwisata kota Manado semakin meningkat tiap tahunnya. Selain itu sektor industri, perdagangan dan jasa pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan dan pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan City hotel di Kota Manado, mengacu pada kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara.Global warming yang saat ini terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global, salah satunya dengan menghadirkan city hotel mengusung konsep Green Architecture. Dengan meminimalkan dampak negatif rancang bangunan terhadap alam, lingkungan dan manusia. Berkurangnya lahan hijau dalam kota yang tergantikan oleh bangunan, sehingga perlu menempatkan ruang hijau publik ke dalam bangunan.Oleh karena itu pengertian judul Green City Hotel di Manado adalah “Suatu akomodasi pariwisata dalam kota dengan fasilitas menginap, berbisnis, maupun berlibur dengan konsep arsitektur hijau atau bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan yang berada pada pusat Kota Manado. Kata kunci : Kota Manado, Global warming ,City Hotel, Green Architecture, Green City Hotel
REDESAIN STADION KLABAT MANADO. Megastructure Architecture Muntu, Irving R.; Erdiono, Deddy; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19901

Abstract

Kota Manado yang merupakan ibukota provinsi Sulawesi Utara merupakan kota yangperkembangannya sangat menjanjikan, terbukti banyak pembangunan dan pengembangankawasayangdilakukan dikota ini, sebagai kota yang sedang berkembang, tentunyaharusdiimbangidenganmenghadirkanfasilitas-fasilitas untuk Masyarakat sebagaipelengkapataupunsebagai saranabagimasyarakatnyauntuk bias mengembangkan potensi diri serta berkreasi dan sebagai fasilitas-fasilitas yang di banggakan.            Dalam bidang olahraga, tentunya juga harus ditingkatkan kualitas dan mutu dari saranadanprasarana dari olahraga itu sendiri, tidak terkecuali dengan Stadion Klabat Manado,yangmenjadiStadionsatu-satunya kota ini, kondisi dan kualitas Stadion harus ditingkatkanataudievaluasibaiksecarafisik,fungsi,dan prospek kedepan sebagai tempat olahragayangadadikotaManado.            Meningkatnya kebutuhan masyarakat kota akan fasilitas olahraga yang baik dan menyenangkan,membuat Stadion Klabat harus di benahi atau di redesain, sehingga bisa digunakandenganbaikdan bias memenuhi kebutuhan masyarakat kota Manado akan fasilitasolahraga.Redesainmenjadisalahsatucaraagarstadion ini bisa difungsikan kembali dengan melihatsegalakekurangandanmasalah-masalahyangadasekarang, yang nantinya bisa dipikirkan solusi dan kualitas yang dibutuhkan di zaman yang modern sekarang.Sehingga nantinya kebutuhan masyarakat bisa di wadahi dan bisa meningkatkan kembali prestasi-prestasiduniaolahraga Sulawesi Utara.Dengan mengangkat tema ”Mega Structure Architecture”,diharapkan bangunan ini menjadi iconyangmoderndikotaManadoyang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi dari segi pariwisata di kota Manado. Kata Kunci :Kota Manado, Stadion Klabat, Redesain
KANTOR DPRD KABUPATEN TALAUD. Architecture of Light Maariwuth, Yeheskiel A.; Tinangon, Alvin J.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21249

Abstract

Dewan Perwakilan Rakyart Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Talaud adalah lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kebutuhan akan gedung kantor DPRD yang memadai dan representatif menjadi suatu hal yang yang diperlukan guna mewadahi seluruh aktifitas anggota DPRD dan sekretariat DPRD, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses pelaksanaan tugas dan tanggungjawab.Keberadaan fasilitas sarana dan prasarana gedung kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud sampai saat ini masih belum bisa dikatakan representatif, dikarenakan penataan gedung yang tidak efisien, diamana letak ruang sidang peripurna dan gedung komisi DPRD berjauhan (tidak dalam satu lokasi site), kurangnya ruang kerja bagi anggota DPRD serta alat kelengkapan DPRD, kurangnya ruang sekretariat DPRD serta penataan ruangan yang kurang pas, dan masih banyak lagi kekurangan terkait sarana dan prasarana lainnya, sehingga keberadaan kantor DPRD yang baru menjadi hal yang mutlak untuk direalisasikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud merencanakan membangun kantor DPRD yang baru berlokasi di eks kantor Bupati Kepulauan Talaud, yang memiliki site yang lebih luas dari lokasi sebelumnya. Penerapan konsep rancangan kantor DPRD dengan tema Arhitecture of Light, diharapkan menjadi jawaban akan kebutuhan gedung kantor yang baru, dengan penekanan pada efektifitas pencahayaan alami dan buatan pada perletakan masa dan ruang, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi setiap pengguna gedung, dan diharapkan berimplikasi pada efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas kedinasan.Kata kunci : DPRD, Ruang, Architecture Of Light.
PERSEKOLAHAN TERPADU DI MINAHASA UTARA. Eco Friendly Architecture Tumangkeng, Bela M.; Kumurur, Veronica A.; Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21268

Abstract

Persekolahan terpadu merupakan sarana atau fasilitas yang dapat mewadahi terlaksananya suatu pendidikan di tiap jenjangnya dalam suatu komplek, sehingga bisa menghasilkan masyarakat yang mampu mengembangkan potensi dirinya dan dapat bersaing disegala bidang. Namun, di zaman sekarang ini banyak sekali pembangunan  persekolahan yang yang tidak memperhatikan lingkungan dan alam sekitarnya. Kondisi tersebut memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan membahayakan kesehatan mahkluk hidup Persekolahan yang digunakan sebagai sarana untuk berlangsungnya suatu pendidikan, seharusnya bisa memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan penggunanya. Dalam perancangan objek menggunakan pendekatan kajian tipologi, kajian tapak dan lingkungan serta  kajian  tematik. Perancangan menerapkan tema Eco friendly architecture atau arsitektur ramah lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan yang semakin buruk, menjaga keseimbangan antara bangunan dan lingkungannya serta ikut melestarikan lingkungan. Diharapkan penerapan tema ini dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunanKata kunci : Persekolahan, Lingkungan, Eco friendly, architecture