Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Garis Pantai Wilayah Kepesisiran Kabupaten Purworejo Tahun 2007 – 2020 Maria Nooza Airawati; Djati Mardiatno; Nurul Khakim
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai merupakan bagian dari wilayah kepesisiran yang mempunyai sifat dinamis yang tercermin pada proses perubahan garis pantai yang terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan terjadinya proses erosi dan akresi. Pemantauan dinamika garis pantai dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika garis pantai di sepanjang wilayah kepesisiran Kabupaten Purworejo dalam rentang tahun 2007 hingga 2020. Citra SPOT tahun 2007, 2011, 2017 dan 2020 digunakan untuk memperoleh data garis pantai yang diperlukan. Perubahan garis pantai dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Laju dinamika garis pantai dianalisis meggunakan metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) yang terdapat dalam DSAS. Tiap transek kemudian diberi jarak dengan interval 50 meter. Nilai NSM dan EPR positif menunjukkan terjadinya akresi, sedangkan nilai negatif menunjukkan kejadian erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas proses akresi dan erosi berjalan secara bersamaan sepanjang rentang 13 tahun dengan proses akresi yang lebih dominan terjadi. Jarak perubahan garis pantai berupa akresi dan erosi yang diukur dengan metode NSM tertinggi terjadi di Kecamatan Grabag sebesar 119,73 dan -27,44 meter. Laju perubahan garis pantai berupa akresi dan erosi yang diukur menggunakan metode EPR sebesar 9,06 dan -2,08 meter per tahun. Hasil dinamika ini turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor hidro oseanografi diantaranya adalah gelombang. Diperlukan analisis lebih lanjut mengenai faktor hidro-oseanografi dan perubahan penggunaan lahan serta keterkaitannya dengan dinamika garis pantai dalam rangka penyusunan strategi pengelolaan wilayah kepesisiran di Kabupaten Purworejo secara tepat.
ANALISIS KERENTANAN FISIK WILAYAH PESISIR PULAU TERNATE Kartini Ali; Djati Mardiatno
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 1 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i1.1988

Abstract

Penelitian ini terdapat di Wilayah Pesisir Pulau Ternate yang bertujuan untuk 1), menentukantingkat kerentanan fisik, 2), menganalisis persebaran tingkat kerentanan fisik di wilayah PesisirPulau Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif kuantitatif yaitu suatumetode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data dan fakta-fakta dari gejala-gejala yangada dan mencari keterangan secara faktual. Unit analisis dalam penelitian ini adalah lahan yangterdapat pada wilayah pesisir yang diklasifikasi berdasarkan kemiringan lereng, dan telahditentukan beberapa lokasi pengamatan, Hasil yang diperoleh kerentanan fisik yang tinggiPulau Ternate yang didominasi oleh satuan bentuk lahan asal proses vulkanik yakni pantaiberbatu, suatu pantai yang memiliki dinding clif sedang tetapi pantai tersebut mampu meredamgelombang jika dibandingkan dengan pesisir dataran rendah maka pesisir seperti ini memilikibobot nilainya sedang terdapat pada unit 1.1 dimana kondisi lahan yang didominasi dataranpantai sehingga memliki jumlah pemukiman yang tinggi. Pada kelerengan landai (unit 2.4)bagian utara Wilayah Pesisir Pulau Ternate didominasi oleh penggunaan lahan hutan rimba makabobot scoring diperoleh hasil nilai sedang. Sedangkan pada unit 3.2 dengan kemiringan lerengagak curam berbeda dengan unit 1.1 maupun 2.4, Wilayah pesisir ini didominasi oleh pengunaanlahan perkebunan, tidak berbeda jauh dengan pemukiman. selanjutnya pada unit 4.2 bagianbarat Wilayah pesisir Pulau Ternate dengan kemiringan lereng curam yakni penggunaan lahanperkebunan pula, sebagaimana suatu daerah apabila didominasi oleh perkebunan daerah tersebutpada saat mengalami bencana maka mengakibatkan kerugian yang tinggi jika dibandingkandengan daerah lahan kosong. Dan kondisi fisik diketahui kerentanan sedang terdapat pada enamkelurahan diketahui unit.1.1 bagian selatan dengan tingkat kerentanan fisik yang tinggi.Kata Kunci: Kerentanan Pesisir, Kerentanan Fisik
MENGOPTIMALKAN PETA KERAWANAN LONGSOR LAHAN PADA ANALISIS REGRESI LOGISTIK DENGAN PENDETAILAN PETA GEOLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KLADEN, KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH: Optimizing Landslide Susceptibility Map on Logistic Regression Model with Detailed Geological Map in the Kladen Watershed, Rembang Regency, Jawa Tengah Hafiz Fatah Nur Aditya; Guruh Samodra; Djati Mardiatno
Jurnal Ecosolum Vol. 11 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ecosolum.v11i1.19566

Abstract

Landslides are common problems in watershed management due to their social and economic impacts. Landslide susceptibility mapping is needed to identify areas that need priority in the mitigation program. In landslide susceptibility mapping, the most commonly used geological map is regional map, which is not suited for small to medium-sized areas such as the Kladen watershed, in Rembang, Central Java. This study aims to improve the available geological map with a more detailed lithological unit than regional geological maps, and produce susceptibility maps using geological, geomorphological, and land cover variables. A comparison was performed between the results obtained with the regional geological map and the improved geological map. The logistic regression was selected as it has provided high accuracy for landslide hazard analysis, and does not depend on the subjectivity of the researcher. The results of the landslide susceptibility analysis with regional geological maps show that the lithological factor is statistically insignificant, while in the analysis with a more detailed geological map, it was significant and has higher relevancy than the geomorphology and land cover. The predictive performance test of both models with the area under the curve method shows that the improvement of the geological map increases the performance value from 0,704 to 0,782, producing more reliable landslide susceptibilty map.
PERBANDINGAN METODE MULTIPLE LINEAR REGRESSION (MLR) DAN REGRESSION KRIGING (RK) DALAM PEMETAAN KETEBALAN TANAH DIGITAL Muhammad Fauzan Ramadhan; Guruh Samodra; Muhammad Rizky Shidiq Nugraha; Djati Mardiatno
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.777 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.1.7

Abstract

Soil thickness has a significant influence on many of earth surface processes, and it can be mapped using various methods. Digital soil mapping can be used to estimate the spatial distribution of soil thickness and can estimate the uncertainty of the soil prediction map. Digital soil mapping using regression methods such as Multiple Linear Regression (MLR) and Regression Krigging (RK) was used to estimate soil thickness of the slope of Bener Reservoir. Bener Dam is a national strategic project which is built for irrigation to improve farming quantity. The aim of this research was to determine the spatial variation of the soil thickness at the slope of Bener Reservoir. The accuracy of MLR and RK were compared to select the best soil thickness prediction. There were 212 and 53 soil thickness samples from fieldwork which were used for data training and testing, respectively. There were 5 environmental variables such as elevation, distance from river, slope, plan curvature, and topographic wetness index. R programming language with gstat, krige, and stats Packages was employed for MLR and RK prediction. The result showed that KR is more accurate than MLR.
Resilience to Urban Risk and Disaster Risk in the Community of Jeron Beteng, Kraton Yogyakarta Gerarda Orbita Ida Cahyandari; Suratman Worosuprojo; Djati Mardiatno
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.169 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69060

Abstract

Jeron Beteng, Kraton Yogyakarta. Urban risk dan risiko bencana menjadi pendekatan penilaian risiko dengan menggunakan aspek ancaman bahaya dan bencana, ekonomi, sosial, dan budaya. Tulisan ini bertujuan menentukan faktor-faktor ketangguhan dalam masyarakat untuk mengurangi risiko melalui penilaian risiko di kawasan cagar budaya. Pemahaman mengenai faktor-faktor ini dapat memberi kontribusi dalam perencanaan kawasan dan strategi peningkatan ketangguhan. Penilaian risiko merupakan langkah awal dalam menyusun strategi mitigasi, pengurangan risiko, dan preservasi. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan secara skoring. Interpretasi kualitatif dilakukan untuk mencari hubungan yang saling mempengaruhi antar faktor. Hasil penilaian menunjukkan nilai ketangguhan “sangat tinggi” pada aspek ancaman dan bencana, budaya, dan sosial. Aspek ekonomi menunjukkan ketangguhan lebih rendah. Faktor penting yang dipertimbangkan adalah usaha mitigasi, ketersediaan APAR, pentingnya keberadaan obyek cagar budaya, alternatif penghasilan, multi-keluarga dalam rumah, peningkatan ekonomi, dan akses komunikasi.
Dampak pembangunan Yogyakarta international airport di daerah rawan bencana tsunami dengan dukungan sistem informasi geografis Ilham Satria; Djati Mardiatno; Evita Hanie Pangaribowo
Jurnal Teknosains Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.72609

Abstract

The construction of a new airport in tsunami disaster prone area in Kulon Progo Regency has been impacting in land use and land value. The changes in land use will impact on changing tsunami hazard model. This research aims to analyze the impact of a new airport on physical changes and land value changes in Temon District with geographic information system. The research begins with inventory of spatial data from various agencies. Multi-temporal image interpretation is resulted in 2015 and 2020 land use maps. Physical changes and tsunami models analysis were carried out using spatial analysis in ArcGIS. The making land value change maps using 2015 and 2021 land value zone maps. The analysis effect of new airports and tsunami hazard using multiple linear regression. Data validation was carried out by sampling techniques and field surveys. The results of spatial analysis is physical growth from 2015-2020 covering an area 418,019 m² and loss of a built area 149,261 m². The changes in the tsunami model from 2015-2020 increased by 118,740 m². The changes in land value from 2015-2021 is increasing the average value of Rp. 1,317,088/ meter² or 652%. The results of multiple linear regression analysis and community interviews concluded that the existence of an airport is very influential on increasing land value compared to the effect of tsunami vulnerability.
Kesiapsiagaan masyarakat desa tangguh bencana terhadap ancaman tsunami di Kabupaten Cilacap Novian Andri Akhirianto; Sri Rum Giyarsih; Djati Mardiatno
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.82871

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir Kabupaten Cilacap memiliki potensi ancaman tsunami yang dapat terjadi setiap saat, sehingga masyarakat yang tinggal di dalamnya dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik. Adanya intervensi program “Desa Tangguh Bencana” (Destana), tidak serta-merta menjamin kesiapsiagaan masyarakat selalu dalam kondisi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesiapsiagaan masyarakat Destana tsunami, menggunakan empat parameter kesiapsiagaan masyarakat (pengetahuan risiko bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan mobilisasi sumberdaya). Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner, terhadap 100 responden rumah tangga yang ada di 8 desa yang sudah ditetapkan menjadi Destana di Kabupaten Cilacap. Analisis data dilakukan dengan analisis indeks untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat Destana tsunami di Kabupaten Cilacap berada pada kategori hampir siap, dengan indeks kesiapsiagaan masyarakat 55. Adanya intervensi program Destana belum mampu menjadikan tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami pada level siap ataupun sangat siap. Hal tersebut disebabkan karena keempat parameter kesiapsiagan belum optimal, dimana mobilisasi sumberdaya menjadi parameter yang paling belum optimal. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami di Kabupaten Cilacap. Abstract The coastal area of Cilacap Regency has the potential for a tsunami hazard that can occur at any time, so that the community who live in it are required to have good preparedness. The program intervention of Disaster Resilient Village (Destana) does not necessarily guarantee that community preparedness is always in good condition. This research aims to assess the level of preparedness of the tsunami village community, using four parameters of community preparedness (disaster risk knowledge, emergency response plans, disaster warning systems, and resource mobilization). This research was conducted using a survey method using a questionnaire, to 100 household respondents in 8 villages that had been designated as the Destana. Data analysis was carried out using index analysis to determine the level of community preparedness against the threat of a tsunami. The results showed that the community preparedness level of the Destana tsunami was in the almost ready category, with a community preparedness index of 55. The four parameters of preparedness are not optimal, with resource mobilization being the least optimal parameter. Support from various parties is urgently needed to increase community preparedness against the tsunami hazard in Cilacap Regency.  
Dinamika Garis Pantai Pulau Karimunjawa dan Kemujan Tahun 2000 - 2030 Dzakwan Taufiq Nur Muhammad; Djati Mardiatno
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.32269

Abstract

Perubahan iklim secara langsung menyebabkan terjadinya kenaikan muka air laut bagi wilayah kepesisiran. Hal ini menyebabkan garis pantai menjadi tidak stabil, sehingga perlu untuk dilakukan pemantauan secara spasial dan temporal. Pulau Karimunjawa dan Kemujan merupakan dua pulau kecil dengan garis pantai yang saling terhubung oleh hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika garis pantai Pulau Karimunjawa dan Kemujan tahun 2000 – 2030. Identifikasi garis pantai tahun 2000 – 2020 diperoleh melalui ekstraksi garis pantai metode single band (B5) dan band ratio (B4/B2 dan B5/B2) citra Landsat 7 ETM+, sedangkan untuk identifikasi garis pantai tahun 2030 diperoleh melalui prediksi garis pantai metode Kalman Filter Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa garis pantai cenderung mengalami akresi dengan rata-rata perubahan garis pantai sebesar +0,76 meter per tahun dan diprediksi akan mengalami kemajuan garis pantai rata-rata sebesar +1,02 meter per tahun. Garis pantai daerah penelitian tergolong stabil dengan sedikit akresi (akresi sedang).Climate change causes sea level rise for coastal region. This causes the shoreline become unstable, so spatial and temporal monitoring is necessary. Karimunjawa and Kemujan Islands are two small islands with a shoreline [H1] that are connected by mangrove forests. This research aims to identify shoreline dynamics of Karimunjawa and Kemujan Islands in 2000 – 2030. The identification of shoreline in 2000 – 2020 was obtained through the extraction of shoreline using single band (B5) and band ratio (B4/B2 and B5/B2) method from Landsat 7 ETM+, while for identification of shoreline in 2030 was obtained through shoreline forecasting using Kalman Filter Model method. The results show that the shoreline tends to be accreted with an average shoreline change of +0.76 meters per year and predicted to be accretion with an average shoreline change of +1.02 meters per year. The Shoreline of the study area is [H2] relatively stable with little accretion (medium accretion).
Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Pengurangan Risiko Bencana Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Despry Nur Annisa; Djati Mardiatno; Dyah Rahmawati Hizbaron
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v2i1.4262

Abstract

This study discussed about management of coastal area in Kulon Progo Regency based on the risk of the earthquake and tsunami. The aim of this study was to identify potential hazard earthquake and tsunami, analyze the suitability of using land exists to spatial pattern planning, and describe direction of management area’s coastal based on reduction of earthquake and tsunami risk in Kulon Progo Regency. Data was used in this study was information about earthquake and tsunami occurrence obtained from the government institution and also United States Geological Survey (USGS), satelite imagary from digital globe. Data of spatial policy which was used in this study were document of Area Spatial Planing, Coastal Zoning Plan, and small islands at study site. Analyzer used in this study were spatial analyzis, peak ground acceleration analyzis, cross tabulation, and descriptive-qualitative. The result of this study showed that coastal’s area in Kulon Progo Regency categorized as having a medium earthquake with PGA value 134, 754 gal and a high tsunami potential with an area of 7702, 614 Ha. The results of the assessment of the conformity of existing land use in 2016 to the spatial plan in the document of Coastal Zoning Plan of Kulon Progo Regency in 2014-2034 tends to show high deviation of space with the extent of using land mismatch of 10399,139 Ha of the total area of research. Based on that, the direction of coastal management of Kulon Progo Regency has five management scenarios, namely; (1) scenario a-1 in the form of early warning and direction of high population density; (2) b-I scenario in the form of early warning, mitigation, and direction of high population density; (3) b-II scenario in the form of warning, mitigation, and direction of medium population density; (4) b-III scenario in the form of early warning, mitigation, and low population density direction; and (5) scenario c-III in the form of early warning, mitigation, preparedness and low population density directive.
ASSESSMENT IN THE POTENTIAL OF SUSTAINABLE COMMUNITY DEVELOPMENT Hanifa, Syifa; Mardiatno, Djati; Ruslanjari, Dina
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global warming causes extreme weather and seawater levels to rise. Long-term climate change prediction has been done in various fields, including disaster management. It forced people to adapt to the consequences of climate change in coastal areas. Mitigation and adaptation are complementing each other in addressing climate change risks. Climate change mitigation supports essential aspects of sustainable development, specifically related to the UN Sustainable Development Goals on climate action (SDG13) and disaster risk reduction (SDG11). Making the community sustainable in a disaster is one of the ways to do this. Community sustainable development can be used to mitigate and adapt to climate change. This study aims to determine the potential of the community to become a sustainable community as an act of mitigation. The assessment in this research applies spatial statistics, which define spatial trends regionally by using the Z-score method to determine four equally essential indicators. Four indicators of a sustainable community are every sub-district's economic, social, environmental, and institutional conditions. The result shows that the Tanjungjaya sub-district has the most potential to be a sustainable community as it has high potential in economic, environmental, and institutional indicators. The lowest potential area is the Gombong sub- district. It has low potential in social, environmental, and institutional indicators. By knowing which indicators have higher values, sustainable community development in regions can be carried out by utilizing these indicators to improve other indicators. It can be concluded that the Tanjungjaya sub-district can lead the way to developing a sustainable community, followed by Mekarsari, Citeureup, Panimbangjaya, Mekarjaya, and Gombong sub-district. This research highlights future research should be done by reckoning this research method as a foundation for assessing sustainable development.
Co-Authors Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Maryudi Airawati, Maria Nooza Alimuddin, Askiyamin Amelia Fitri Ardiati, Aulia Syifa Arry Retnowati Arysandi, Safira Arum Bakti Setiawan Baru, Maria Theresia Firmina Bevaola Kusumasari Christanto, Nugroho Dandun Wacono Deasy Arisanty Denni Susanto Despry Nur Annisa Despry Nur Annisa Dewi Haryani Susilastuti, Dewi Haryani Dian Pertiwi Dina Ruslanjari Djarot Sadharto Djarot Sadharto Dulbahri Dulbahri Dwi Wahyu Arifudiin Najib Dyah Rahmawati Hizbaron Dzakwan Taufiq Nur Muhammad Dzakwan Taufiq Nur Muhammad Eka Wulandari Eko Haryono Evita Hanie Pangaribowo Faiq, Muhammad Faridah Faridah Febriani, Yenni Ferry Dwi Cahyadi Gerarda Orbita Ida Cahyandari Hafiz Fatah Nur Aditya Hairil Adzulyatno Hadini Hanifa, Syifa Hardhoni, Wildhan Dayu Hartono Hartono Hastiwi, Antika Heni Herjuna Wiratama Hizbaron, Dyah Rahmawati Hogy Prima Valeda Ibnu Fauzi Ilham satria Jamulya Jamulya Jayawarsa, A.A. Ketut Johann Stotter Junun Sartohadi Kartini Ali Kelik Eko Susanto Laksono Trisnantoro Lies Rahayu W.F M. Anggri Setiawan M. Anggri Setiawan M. Anggri Setiawan M. Ngainul Malawani Mahron, Hayu Nur Malawani, Mukhamad Ngainul Mar'ath, Sitti Khafifatul Marfai, Muhamad Aris Maria Nooza Airawati Maria Theresia Firmina Baru Maulida Rahmi Mohammad Pramono Hadi Muh Aris Marfai Muh Aris Marfai Muhammad Anggri Setiawan Muhammad Aris Marfa'i Muhammad Budi Muhammad Fauzan Ramadhan Muhammad Rizky Shidiq Nugraha Muhammad, Dzakwan Taufiq Nur Muharram, Fajrun Wahidil Mukhamad Ngainul Malawani Mutaqin, Bachtiar W. Mutaqin, Bachtiar Wahyu Muta’ali, Lutfi Nehren, Udo Nisaa', Ratri Ma'rifatun Noorhadi Rahardjo Novian Andri Akhirianto NURUL HIDAYAH Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Khakim Nurwihastuti, Dwi Wahyuni Nuswantara, Galang Riswanda Oktomi Wijaya Pamungkas, Bagus Purboyo, Alvian Aji Rahma, Ayu Dyah Rahmi, Maulida Ratri Ma'rifatun Nisaa' Rhosadi , Iwan Rini Rachmawati Safinatunnajah, Safinatunnajah Samodra, Guruh Saragi, Andes Sari, Nila Puspita Satyaningrum, Aghnia Candra Setiawan, M. Anggri Setiawan, Muhammad Anggri Setiawan, Nicky Sri Rum Giyarsih Suanrto Sunarto Sudrajat Sudrajat Suhendro, Indranova Sunarno Sunarno Sunarto Sunarto Suratman Suratman Suratman Suratman Suratman Worosuprojo Syafitri, Dyah Rina Tiara Handayani Tilova, Ulfa Della Nova Tjahyanityasa, Wanda Fitri Toto Cahyono Totok Wahyu Wibowo Tri Wahyuni, Yubaidah Valentina Arminah W, Lies Rahayu Wildhan Dayu Hardhoni Wiratama, Herjuna Yuli Widyaningsih