p-Index From 2021 - 2026
5.405
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penilaian Kerawanan Banjir berbasis SIG menggunakan Model Statistik Information Value di Kawasan Perkotaan Burau Faiq, Muhammad; Muta’ali, Lutfi; Mardiatno, Djati
Media Komunikasi Geografi Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v25i2.76439

Abstract

Kawasan Perkotaan Burau merupakan salah satu daerah yang sering dilanda banjir. Kejadian banjir tercatat terjadi setiap tahun selama periode 2017 – 2023. Kejadian banjir terparah pada tahun 2020, mengakibatkan 700 orang mengungsi dan 140 rumah terendam. Banjir menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi terhadap aset yang terkonsentrasi di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerawanan banjir di Kawasan Perkotaan Burau. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan inventarisasi data kejadian banjir yang bersumber dari laporan banjir dari pemerintah daerah, situs berita online terpercaya dan hasil interpretasi Citra Sentinel-1 SAR menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Penilaian kerawanan banjir menggunakan model statistik Information Value (IV) dengan menghitung nilai IV berdasarkan keterkaitan kejadian banjir dan faktor pengontrol banjir yaitu elevasi, lereng, curah hujan, jarak dari sungai, dan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% dari total wilayah penelitian berada pada tingkat kerawanan rendah, 28% berada pada tingkat kerawanan sedang, 10% berada pada tingkat kerawanan tinggi. Hasil pemetaan kerawanan banjir divalidasi menggunakan kurva Area Under Curve (AUC), hasil uji akurasi menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan model IV adalah 0.791, nilai tersebut masuk dalam kategori good nilai 0.7 – 0.8. Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mitigasi bencana banjir Kawasan Perkotaan Burau.
Sediment Flow Characteristics in The Upper Slope of Volcanic Landscapes With Dryland Agriculture La Ode Hadini; Junun Sartohadi; M. Anggri Setiawan; Djati Mardiatno; Nugroho Christanto
Geosfera Indonesia Vol. 6 No. 3 (2021): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v6i3.24480

Abstract

Increasing population densities and food demands are major factors contributing to the widespread use of agricultural drylands in upper volcanic slope areas. This phenomenon poses a high risk of severe erosional events that are environmentally hazardous. Therefore, this study aims to analyze the sediment flow characteristics, based on the relationship between sediment flow and water level as well as the sediment discharge rate and soil loss. Field surveys were conducted to determine the soil measurement, slope morphology and dryland cover characteristics. The sediment flow was evaluated at the gully outlet, where 169 suspension data pairs for the modeling and 130 suspension data pairs for the validation, as well as the bed load, water level, rainfall and water flow characteristics were obtained. Tables and figures were subsequently used to represent the measurement data and analysis results for the correlation between the flow rate effects, sediment and soil loss on the water surface. The results showed that the sediment flow in volcanic landscape slopes with dryland agriculture were possibly characterized by the polynomial relationship, using the suspension discharge model, Qs=0.0322Q2+6.0625Q–1.2658. Under this condition, the average rate of soil loss in the form of sediment load and erosion rate of the catchment area occurred at 953.53 and ​​1,657.94 ton/ha/yr, respectively. Furthermore, the sediment sources in the soil loss were believed to originate from 83% of the suspended sediments and 17% bed loads. Keywords: Discharge; Dryland; Landscape; Sediment; Volcano Copyright (c) 2021 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
ANALISIS KERENTANAN SEISMIK DAN KLASIFIKASI TANAH DI WILAYAH SEKITAR SESAR OPAK MENGGUNAKAN DATA MIKROTREMOR Tri Wahyuni, Yubaidah; Mardiatno, Djati; Samodra, Guruh
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i2.42859

Abstract

Wilayah di sekitar Sesar Opak memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap guncangan gempa bumi akibat kedekatannya dengan sumber seismik. Gempa bumi Yogyakarta 2006 merupakan salah satu peristiwa signifikan dan merusak yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak. Salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan adalah efek lokasi (site effect) dan klasifikasi situs (site class). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan seismik di sepanjang Sesar Opak dengan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR), yang digunakan untuk mengidentifikasi efek lokasi serta klasifikasi situs. Data yang diperoleh dari 205 titik pengukuran mikrotremor. Hasil analisis menunjukkan bahwa Nilai Indeks Kerentanan Seismik berkisar 0,16 sampai 20,96. Nilai Indeks Kerentanan Seismik dapat digunakan untuk menilai potensi amplifikasi gelombang gempa. Nilai yang tinggi mengindikasi area dengan material tidak terkonsolidasi dan tinggi kerentanannnya. Hal ini berasosiasi dengan Nilai Vs30. Nilai Vs30 pengukuran mikrotremor berkisar 119 sampai 750 m/s, Nilai Vs30 MASW berkisar 159 sampai 925 m/s. Klasifikasi situs mikrotremor dan MASW yaitu batuan (SB), batuan lunak (SC), tanah sedang (SD) dan tanah lunak (SE) Nilai Vs30 N-SPT 241 sampai 254 m/s dengan klasifikasi situs berupa tanah sedang (SD). Daerah dengan Vs30 rendah menunjukkan nilai Kg yang tinggi sehingga dikategorikan sebagai zona kerentanan seismik tinggi.
Spatiotemporal Analysis of Marine Debris Existence in Parangtritis Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia Mardiatno, Djati; Wiratama, Herjuna
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.14

Abstract

This research is aimed to identify the marine debris types and their distribution based on morphological characteristic of the coastal area. It was conducted between Pantai Depok and Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Specifically, the morphological identification was carried out to characterize the morphology of the location under study and its relation to the distribution of existing marine debris. This research used survey method, accompanied by systematic sampling techniques. Perpendicular line transects created in 100 meters intervals, accompanied by a 1x1 meter grid for marine debris identification. Descriptive qualitative analysis was done to explain the spatial temporal aspect of marine debris existence. The results of the study were presented in a cross-section morphological description, analysis table, and a map showing the distribution of marine debris along with a description of the type of debris and its density. The results showed that the distribution of marine debris was spatially clustered on the west side, especially on the coast of Depok. This fact reveals that the distribution of marine debris will indirectly follow the coastal morphology, i.e. the amount of debris will increase if it approaches the river mouth. Temporally, the highest amount of marine debris was obtained in March and the lowest was obtained in July. Degradable marine debris is dominated by wood, while non-degradable is dominated by plastics and straws. The greatest amount of marine debris occured during the west season, which indicates that the supply of debris coming from the Opak River, located in the western part of the study area.
Alternatif Nature-based Solution untuk Daerah Rawan Bahaya Pesisir Barat Kabupaten Pangandaran Mardiatno, Djati; Ardiati, Aulia Syifa; Hidayah, Nurul; Nuswantara, Galang Riswanda; Alimuddin, Askiyamin; Mahron, Hayu Nur
Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.101717

Abstract

Abstrak. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat bagian selatan yang memiliki wilayah kepesisiran cukup luas dan beragam secara biofisik. Kawasan pesisir ini memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan ekologi masyarakat sekitar. Akan tetapi, kawasan pesisir juga menghadapi berbagai potensi bahaya alam seperti abrasi, banjir rob, gelombang ekstrem, dan perubahan garis pantai baik akibat dari faktor alam maupun dari faktor manusia. Setiap tipologi pesisir berperan strategis pengurangan risiko bencana yang berbeda menurut potensi dan ancamannya. Oleh karena itu, penentuan tipologi pesisir sangat penting untuk menilai tingkat bahaya dalam pengelolaan wilayah kepesisiran agar dapat memberikan solusi atas bahaya dengan tetap  memperhatikan keberlanjutan sumber daya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat dari bahaya kepesisiran dan menyusun alternatif pengelolaan bahaya tersebut berdasarkan prinsip Nature-based Solutions (NbS) atau solusi berbasis alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Coastal Hazard Wheel (CHW). Metode tersebut digunakan untuk menerjemahkan karakteristik biogeofisik berupa geological layout, paparan gelombang, rentang pasang surut, flora dan fauna, keseimbangan sedimen, serta storm climate menjadi bahaya kepesisiran. Metode CHW menghasilkan tingkat bahaya yang dapat menjadi landasan untuk menentukan tipe arahan pengelolaan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pesisir Barat Pangandaran memiliki empat tipe alternatif arahan pengelolaan, yaitu TSR (tidal inlet/sand split/river mouth), BA-5 (barrier), R-1 (sloping hard rock coast), dan PL-5 (sediment plain). Adapun rekomendasi Nature-based Solutions (NbS) yang diberikan untuk masing-masing dari keempat indeks pengelolaan, yaitu pada indeks BA-5 agar difokuskan pada upaya perbaikan sistem transportasi sedimen dan rehabilitasi struktur dinding batu guna mengurangi risiko pendangkalan dan banjir; pada indeks PL-5 penanganan utama dilakukan melalui pembangunan penghalang pantai serta optimalisasi pergerakan sedimen sebagai bentuk dari mitigasi; pada indeks TSR disarankan dilakukan pemulihan lahan basah untuk memperbaiki ekosistem mangrove yang mengalami degradasi akibat tekanan aktivitas alam dan manusia; sedangkan pada indeks R-1 tidak memerlukan tindakan prioritas karena kondisi kawasan dinilai stabil dan relatif aman dari ancaman signifikan. Abstract. Pangandaran Regency, located in the southern part of West Java, features diverse coastal areas that play strategic roles in supporting local economic, social, and ecological activities. However, these coastal zone face various natural hazards including coastal abrasion, tidal flooding, extreme waves, and shoreline changes caused by both natural processes and human activities. Each coastal typology requires a different disaster risk reduction strategy based on its specific potential and threats. Therefore, identifying coastal typologies is crucial for assessing hazards and for guiding coastal management in a way that ensures the sustainability of coastal resources. This study aims to assess the level of coastal hazards and to formulate alternative hazard management strategies based on the principles of Natured-based Solutions (NbS). The method employed in this research is the Coastal Hazard Wheel (CHW), which translates biogeophysical characteristics-such as geological layout, wave exposure, tidal range, flora and fauna, sediment balance, and storm climate into coastal hazard classifications. The CHW method provides hazard level outputs that serve as a foundation for determining appropriate types of sustainable management approaches. The results of the study indicate that the western coast of Pangandaran falls into four management index categories: TSR (tidal inlet/sand split/river mouth), BA-5 (barrier), R-1 (sloping hard rock coast), dan PL-5 (sediment plain). The recommended Nature-based Solutions (NbS) for each of these categories are as follows: for the BA-5 index, efforts should focus on improving sediment transport systems and rehabilitating rock wall structures to reduce sedimentation and flood risks; for the PL-5 index, the main strategy involves constructing coastal barriers and optimizing sediment movement as a form of mitigation; for the TSR index, wetland restoration is recommended to rehabilitate degradaded mangrove ecosystems impacted by both natural and human pressures; and for the R-1 index, no priority action is required, as the area is considered stable and relatively safe from significant threats.Submitted:2024-11-20 Revisions:2025-08-13 Accepted: 2024-09-11 Published:2025-09-07
TRANSGRESI DAN REGRESI GARIS PANTAI DARI TAHUN 2014-2023 DENGAN MENGGUNAKAN DSAS DI WILAYAH KEPESISIRAN KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Tilova, Ulfa Della Nova; Mardiatno, Djati; Marfai, Muh Aris
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.28562

Abstract

Penelitian ini mengkaji perubahan garis pantai selama satu dekade (2014-2023) di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo yang memiliki panjang garis pantai +- 25,5 km. Garis pantai didapatkan dari ekstraksi citra satelit Landsat 8-9 OLI dengan memanfaatkan Band NIR dan SWIR 1 dan 2. Model perubahan garis pantai didapatkan dari pengolahan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Perhitungan model perubahan garis pantai yang dipilih adalah End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo seperti Pantai Congot, Pantai Glagah, Pantai Bidara, Pantai Bugel, dan Pantai Trisik serta Muara Sungai Progo setiap tahunnya mengalami kemunduran pantai yang ditunjukkan dengan nilai EPR dan LRR yang negatif. Erosi marin tertinggi yang terjadi di wilayah Kepesisiran Kabupaten Kulon Progo terdapat di Muara Sungai Progo, dengan  estimasi EPR dan LRR dapat mencapai erosi sejauh 20,4 m/ tahun (EPR) dan 23,1 m/tahun (LRR). Histori erosi marin di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo menyebabkan hilangnya ekonomi dan mata pencaharian. Hasil dari penelitian ini dapat memandu para peneliti dan para pengambil keputusan untuk perencanaan dan pengelolaan wilayah kepesisiran yang berkelanjutan. Kata kunci: Wilayah Kepesisiran, erosi marin, DSAS, EPR, LRR DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.28562 
Tsunami Vulnerability Analysis Based on Coastal Typology in the Coastal Area of Ende City Baru, Maria Theresia Firmina; Mardiatno, Djati; Marfai, Muh Aris
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i1.45225

Abstract

A tsunami disaster threatens Ende City. Ende City's coastal area management policy regarding disaster mitigation must consider coastal typology. Efforts to reduce the risk of tsunamis must pay attention to the physical development of coastal land to maintain the coastal resources. Therefore, this research aimed to analyze the level of tsunami susceptibility based on coastal typology in the coastal area of Ende City. The methods used in this research are survey and spatial analysis. The survey results were compared with literature studies to determine coastal typology and land use. Spatial analysis uses overlay, scoring, and weighting techniques to produce tsunami susceptibility levels. Geospatial parameters that determine the level of susceptibility are topography, distance from the coastline, slope, distance from rivers, and coastal morphology. Susceptibility analysis is carried out for each coastal typology because each has a different response to tsunami. The research results show five classes of tsunami susceptibility: very susceptibility, susceptibility, somewhat susceptibility, safe, and very safe. Very susceptible areas are marine deposition coast typology, anthropogenic coast typology, and sub-area deposition coast typology. The secure areas are wave erosion coast typology and volcanic coast typology.Keywords: Coastal City of Ende, Coastal Typology, Tsunami, Susceptibility, Land Use.
Kajian Kerentanan Fisik dan Sosial Ekonomi Untuk Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir Kabupaten Bintan Munandhar, Ariko Vega; Mutaqin, Bachtiar Wahyu; Mardiatno, Djati
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.3.72-91

Abstract

Kawasan pesisir memiliki interaksi berbagai komponen dari daratan, lautan serta aktivitas manusia yang dihadapkan oleh kenaikan muka air laut, sehingga menjadi wilayah paling rentan di bumi. Kabupaten Bintan memiliki Kawasan pesisir yang berhadapan dengan laut terbuka dan mengalami perkembangan sektor wisata. Tujuan penelitian yaitu menilai kerentanan kawasan pesisir Kabupaten Bintan. Penilaian menggunakan integrated Coastal Vulnerability index (ICVI) berdasarkan parameter fisik dan sosial ekonomi yang dikombinasikan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil Penelitian menunjukkan kerentanan fisik pada kategori sedang (1,79%), tinggi (17,77%), dan sangat tinggi (80,45%) dengan kontribusi terbesar yaitu bentuk lahan dan elevasi. Semakin tinggi tingkat kerentanan fisik menunjukkan bentuk lahan yang lebih rentan dengan elevasi yang semakin rendah. Kerentanan sosial ekonomi berada pada kategori rendah (1,02%), sedang (51.19%), tinggi (6,89%), dan sangat tinggi (40,11%) dengan kontribusi terbesar yaitu kepadatan penduduk. Semakin tinggi tingkat kerentanan sosial ekonomi menunjukkan semakin tinggi nilai dan sistem sosial ekonomi suatu wilayah. Tingkat kerentanan wilayah berada pada kategori sedang (9,72%), tinggi (48,30%) dan sangat tinggi (41,98%). Kategori sangat tinggi menunjukkan permukiman kepadatan tinggi di kerentanan fisik sangat tinggi. Kategori tinggi menunjukkan tidak terdapat permukiman padat namun memiliki lokasi wisata dan jalan di tingkat kerentanan fisik tinggi. Kategori sedang menunjukkan hanya terdapat lokasi wisata dan jalan pada kerentanan fisik sedang. Strategi pengelolaan kawasan pesisir tingkat kerentanan sangat tinggi melalui integrasi pola protektif dan akomodatif, tingkat kerentanan tinggi melalui pola protektif dan ,tingkat kerentanan sedang melalui pola akomodatif dan mundur. Penerapan strategi diintegrasikan dengan konsep Integrated Coastal Zone Management (ICZM) yang memperhatikan kondisi ekosistem, sosial dan kelembagaan. 
Co-Authors Ahmad Fauzan Adzima Ahmad Maryudi Airawati, Maria Nooza Alimuddin, Askiyamin Amelia Fitri Ardiati, Aulia Syifa Arry Retnowati Arysandi, Safira Arum Baehaqi Bakti Setiawan Baru, Maria Theresia Firmina Bevaola Kusumasari Cahyandari, Gerarda Ida Orbita Christanto, Nugroho Dandun Wacono Deasy Arisanty Denni Susanto Despry Nur Annisa Despry Nur Annisa Dewi Haryani Susilastuti, Dewi Haryani Dian Pertiwi Dina Ruslanjari Djarot Sadharto Djarot Sadharto Dulbahri Dulbahri Dwi Wahyu Arifudiin Najib Dyah Rahmawati Hizbaron Dzakwan Taufiq Nur Muhammad Dzakwan Taufiq Nur Muhammad Eko Haryono Evita Hanie Pangaribowo Faiq, Muhammad Faridah Faridah Febriani, Yenni Ferry Dwi Cahyadi Hafiz Fatah Nur Aditya Hanifa, Syifa Hardhoni, Wildhan Dayu Hartono Hartono Hastiwi, Antika Heni Herjuna Wiratama Hizbaron, Dyah Rahmawati Hogy Prima Valeda Ibnu Fauzi Ilham satria Jamulya Jamulya Jayawarsa, A.A. Ketut Johann Stotter Junun Sartohadi Kartini Ali Kelik Eko Susanto La Ode Hadini Laksono Trisnantoro Lies Rahayu W.F M. Anggri Setiawan M. Anggri Setiawan M. Anggri Setiawan M. Ngainul Malawani Mahron, Hayu Nur Malawani, Mukhamad Ngainul Mar'ath, Sitti Khafifatul Marfai, Muhamad Aris Maria Nooza Airawati Maria Theresia Firmina Baru Maulida Rahmi Mohammad Pramono Hadi Muh Aris Marfai Muh Aris Marfai Muhammad Anggri Setiawan Muhammad Aris Marfa'i Muhammad Budi Muhammad Fauzan Ramadhan Muhammad Rizky Shidiq Nugraha Muhammad, Dzakwan Taufiq Nur Muharram, Fajrun Wahidil Mukhamad Ngainul Malawani Munandhar, Ariko Vega Mutaqin, Bachtiar W. Mutaqin, Bachtiar Wahyu Muta’ali, Lutfi Nehren, Udo Nisaa', Ratri Ma'rifatun Noorhadi Rahardjo Novian Andri Akhirianto NURUL HIDAYAH Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Khakim Nurwihastuti, Dwi Wahyuni Nuswantara, Galang Riswanda Oktomi Wijaya Pamungkas, Bagus Purboyo, Alvian Aji Rahma, Ayu Dyah Rahmi, Maulida Ratri Ma'rifatun Nisaa' Rhosadi , Iwan Rini Rachmawati Safinatunnajah, Safinatunnajah Samodra, Guruh Saragi, Andes Sari, Nila Puspita Satyaningrum, Aghnia Candra Setiawan, M. Anggri Setiawan, Muhammad Anggri Setiawan, Nicky Sri Rum Giyarsih Suanrto Sunarto Sudrajat Sudrajat Suhendro, Indranova Sunarno Sunarno Sunarto Sunarto Suratman Suratman Suratman Suratman Suratman Worosuprojo Syafitri, Dyah Rina Tiara Handayani Tilova, Ulfa Della Nova Tjahyanityasa, Wanda Fitri Toto Cahyono Totok Wahyu Wibowo Tri Wahyuni, Yubaidah Valentina Arminah W, Lies Rahayu Wildhan Dayu Hardhoni Wiratama, Herjuna Yuli Widyaningsih