Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Luka Epibole Pada Pasien dengan Komplikasi Luka Kaki Diabetik Hidayat, Rizki; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14399

Abstract

ABSTRACT The prevalence of treating chronic wounds with epibole is problematic, especially when the problem is not promptly identified or the patient is intolerant of modern dressing treatments, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of an aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. For a lifetime, almost 10% of the population will experience chronic wounds, with a wound-related death rate of 2.5%. In chronic wounds, problems with the epithelial edge healing process are disturbed so that the wound healing process takes longer, this is caused by a known clinical condition as epibole. Epiboles tend to be more different in color than the surrounding tissue, have an enlarged, rounded appearance, may feel hard, and are stiff. Goal to prevent and treat epibole injuries. Research Method Case Study. The prevalence of treating chronic wounds with epibole is a problem if the problem is not identified promptly or does not provide appropriate wound care, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of the aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. In dealing with epibole, several precautions and treatments can be carried out, including treating wounds with dressings and appropriate measures. Keywords: Epibole Wounds, Wound Care  ABSTRAK Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah, terutama bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau pasien tidak toleran terhadap perawatan modern dressing, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam perjalanan seumur hidup, hampir 10% populasi akan mengalami luka kronis, dengan tingkat kematian terkait luka sebesar 2,5% Pada luka kronis, masalah dengan proses penyembuhan tepi epitel  terganggu sehingga proses peyembuhan luka semakin lama, hal ini disebabkan oleh kondisi klinis yang dikenal sebagai epibole. Epibole cenderung warnanya lebih berbeda dari pada jaringan di sekitarnya, memiliki penampilan yang membesar, membulat, mungkin terasa keras, dan kaku.  Tujuan untuk mencegah dan menangani kejadian luka epibole. Metode Penelitian Case Study.  Kesimpulan Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau tidak memberikan perawatan luka yang tepat, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam mengatasi epibole maka dapat dilakukan  beberapa pencegahan beserta penanganan, diantara nya dalam melakukan perawatan luka dengan dressing dan tindakan yang tepat. Kata Kunci: Luka Epibole, Wound Care
Community Assistance in Managing Kitchen Waste to Become Organic Fertilizer Hamzah, A. Hadian Pratama; Mulatsih, Listiana Sri; Zuhroh, Siti; Alfiana, Alfiana; Masdiana, Masdiana; Nurhasanah, Nurhasanah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i2.2798

Abstract

Researchers, together with the manager of the Asri Garbage Bank, formed a collaboration to socialize the habit of selecting waste. This kitchen waste will be made into compost and sold to the surrounding community. This activity aims to familiarize the people in Green Petunia Housing with managing waste to reduce the amount of garbage. The method used in this service is the PAR (Participatory Action Research) method, with stages through training, account creation practices, and mentoring. The training is carried out in three phases: preparation, implementation, and evaluation. The results obtained from this activity are that people are increasingly aware of the importance of selecting waste and getting used to processing waste to reduce the amount of plastic waste around them.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENATA HUNIAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN TB PARU DI KELURAHAN KARUNRUNG KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Erlina Y Kongkoli; Sulasmi, Sulasmi; Masdiana, Masdiana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus penderita TB paru di Indonesia semakin hari semaki bertambah Dalam tahun 2022 pertambahan kasus sebanyak 724. 000 kasus dan tahun berikutnya 2023 bertambah menjadi 809.000 kasus ini menunjukkan bahwa banyak faktor penyebab cepatnya penularan terjadi (1) Dan pada tahun 2024 global tb report melapporkan bahwa Indonesia adalah negara kedua dengan kasus tuberculosis tebanyak, dengan jumlah kasus 1060. 000 dengan angka kematian 134.000 (2), Jumlah kasus yang bertambah salah satu oleh karena huniantidak tertata denganbaik, sehinnga penularan cepat sekali terjad. Tujuan dilaksanakannya pengmas ini memberdayakan Masyarakat agar mereka dapat menata hunian agar tidak menjadi faktor risiko menularnya penyakit TB par. Permasalahan yang dihadapi Metode yang digunakan agar Masyarakat berdaya untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dengan memberikan pendidikan Kesehatan bagaimana menata hunian yang sesuai dengan syarat Kesehatan, Hasil yang diperoleh Masyarakat dapat memahami pentingnya menata hunian yang baik untuk memutus mata rantai penularan. Kesimpulan bahwa Masyarakat sebenarnya belum memahami pentingnya menata hunian terutama bagi keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang anggota keluarganya menderita penyakit TB Paru, .
Pemberdayaan Kader dalam Deteksi Dini dan Penanganan Hipertensi Berbasis Terapi Komplementer di Kelurahan Curug Afriyanti, Desi; Masdiana, Masdiana; Febrianti, Tressia
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3907

Abstract

Hipertensi merupakan "silent killer" yang menjadi penyebab utama kematian dini secara global, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 34,11% pada tahun 2023. Sebanyak 46% penderita tidak menyadari kondisi mereka, sehingga diperlukan deteksi dini yang masif di tingkat masyarakat. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan di Kelurahan Curug dalam melakukan skrining mandiri dan memberikan edukasi penanganan hipertensi berbasis terapi komplementer. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi dan pelatihan yang mencakup pengenalan faktor risiko, teknik pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer, serta sosialisasi penggunaan terapi herbal (bawang putih, daun salam, dan seledri) sebagai pendamping pengobatan medis. Hasil: Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan mampu menjadi jembatan antara tenaga medis dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini secara berkala. Edukasi ditekankan pada pentingnya kombinasi gaya hidup sehat, pengobatan medis yang rutin, dan pemanfaatan terapi komplementer secara bijak untuk mencegah komplikasi seperti stroke dan gagal ginjal. Kesimpulan: Pemberdayaan kader kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya hipertensi dan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Co-Authors Abang, Tenri Abdul Kadir Abdul Rahman Afriyanti, Desi Ahmad, Siti Nurjanah Alfiana Alfiana Alimato, Alimato Amrah Amrah, Amrah Andi Faisal, Andi Andi Muhammad Akhmar, Andi Muhammad Andi Warisno Aris Susanto Armin, Mardi Adi Arsyad, LM Nurrahmad Asedki, Muhammad Andika Aditya Aswad, Nini Hasriyani Atmojo, Guntur Tri Baehaqi Baso Mursidi, Baso Burhanuddin, Muh Syarif dedi irawan Desiono, Maula Diana, Risma Dina Dwi Nuryani Edward Ngii Erlina Y Kongkoli Faturrahman, Muhammad Febrianti, Tressia G.J, Fierenziana Gaffar, Amelia Gian Hawara Hamzah, A. Hadian Pratama Hanafi Ashad Hanisu, Hanisu Hantik, Zulvyati Hasbullah Hasbullah Hasman, Hasman Hendrik Arung Lamba Hidayat, Ahmad Zaky Hidayat, Rizki I Wayan Mustika Ismail, Muh Shadikin Juanita, Diza K, Prasuri. Karim Karim, Karim Khoidar Amirus Kuswarini, Prasuri Laili Komariyah, Laili Laksono Trisnantoro Latjuba, Ade Yolanda LISTIANA SRI MULATSIH Lolita Sary M.Rizal, M.Rizal Machmud, Sultan Marsel, Marsel Maulida, Dini Miftah Sahran, Andi Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Nur Muliana, Waode Helni Murtafiah, Nurul Hidayati Nabila, Nabila Naziyah, Naziyah Nini Hasriyani Aswad Nurdin, Sri Asnita Nurfadillah Nurfadillah Nurhasanah Nurhasanah Nurhumaerah, Anisa Nursakinah, Nursakinah Padalla, Dewi Anggreini Pratiwi, Shinta Ayu Puspitasari, Tuti Rahmasari, Nursyahbani Laily Rianti, Nurul Safia Riskiawang, Riskiawang Rizal Rizal Romadon, Fiqri Ardiansyah rubino, rubino Rustan, Ririn Widyan Sahabuddin, Ilham Salsabila, Salsabila Sarro, Sitti Fhatimah Sartika, Nanda Setiayawan, Wa Ode Nining Simatupang, Minson Sudiah, Lismawati Sulasmi Sulasmi Sulha Sulha Supratman Supratman, Supratman Sutrisno, Ina Syarif, Kurnia Rahma Taqdir Taqdir Taqwa, Andrialdy Unton, Ali Rahmat Utina, Toni Wahyuddin Wahyuddin Wahyuni JS, Nur Tri Waly, Silvia Agnesi Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Lintang Tri Yolanda, Ade Zainal Zainal Zuhroh, Siti