Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Persepsi dan Kapasitas Adaptif Petani Sawah terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Maros Alimato, Alimato; Masdiana, Masdiana; Unton, Ali Rahmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan kapasitas adaptif petani sawah dalam menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Maros. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim. Rata-rata skor persepsi mencapai 48,080 mengindikasikan bahwa petani secara umum menyadari dampak perubahan iklim. Petani sawah di Kabupaten Maros juga memiliki tingkat kapasitas adaptif yang baik dalam menghadapi perubahan iklim. Rata-rata skor kapasitas adaptif adalah 46,353 menunjukkan bahwa petani secara umum mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim, tingkat kapasitas adaptif yang memadai dan mayoritas mengadopsi strategi adaptasi yang sesuai dengan kondisi lokal. Faktor-faktor seperti pendidikan, akses terhadap informasi, pengalaman, dan sumber daya finansial berperan dalam mempengaruhi persepsi dan kapasitas adaptif petani sawah di Kabupaten Maros.
A Posyandu Management in an Effort to Optimize Monitoring of Child Growth and Development in Curug Village, Depok City Afriyanti, Desi; Febrianti, Tressia; Masdiana, Masdiana; Sartika, Nanda
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.597

Abstract

Manajemen Posyandu 5 Meja merupakan salah satu pendekatan dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini melibatkan 5 meja pelayanan yang masing-masing memiliki fungsi khusus, seperti meja pendaftaran, meja pengukuran (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala), meja pemeriksaan kesehatan, meja imunisasi, dan meja penyuluhan atau konseling. Pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) ini bertujuan untuk menguatkanmanajemen Posyandu sebagai sarana untuk memantau tumbuh kembang anak di kelurahan Curug. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang terbagi 2 Pos dengan media powerpoint, leaflet, dan flyer. Sasaran peserta di Pos Pertama adalah kader Posyandu, sementara di Pos Kedua adalah ibu dan anak balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan Posyandu berjalan dengan baik, Sebagian besar kader Posyandu di Kelurahan Curug sudah cukup familiar dengan prosedur 5 meja, meskipun di meja ke 4 kader diharapkan memiliki pengetahuan lebih mendalam mengenai isu-isu kesehatan terbaru, seperti teknik stimulasi perkembangan anak dan vaksinasi terbaru. Evaluasi juga menunjukkan 98% anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya, sementara 81% ibu memahami cara memberikan stimulasi yang tepat bagi anak mereka. Pengelolaan Posyandu melalui manajemen 5 meja yang melibatkan kader sangat penting dalam meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak. Disarankan untuk melakukan pelatihan lanjutan kepada kader Posyandu mengenai teknik edukasi yang lebih efektif, serta pemberian informasi yang lebih mendalam tentang pentingnya stimulasi perkembangan anak. Keberlanjutan kegiatan ini perlu dipertahankan untuk memastikan anak-anak di Kelurahan Curug dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Mitos sebagai Narasi dalam Iklan Rokok Gudang Garam: Analisis Semiotika Roland Barthes Taqdir, Taqdir; Masdiana, Masdiana; Nursakinah, Nursakinah; Muhammad, Hasyim
HUMANIKA Vol 32, No 1 (2025): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v32i1.69311

Abstract

This article examines how Gudang Garam Filter International advertisements construct myths of masculinity, power, and success using visual and narrative elements. Using Roland Barthes’s semiotic approach, which conceptualizes myth not as falsehood but as a culturally constructed narrative that gives ideological meaning to signs, this study analyzes symbols such as dark colors, luxury cars, formal clothing, and dominant activities that create the image of a strong and sophisticated man. The analysis shows that these elements build a narrative of a successful man who dominates his social environment despite contradicting government health warnings. Ethical implications are also discussed considering how such advertisements may create cognitive dissonance among consumers. Furthermore, although consumers are generally aware of the dangers of smoking, factors such as addiction, identity seeking among teenagers, and the tobacco industry's contribution to the national economy highlight the complexity of the issue. This study emphasizes the need for critical awareness in interpreting advertising narratives in broader social and public health realities.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Geografi di MAN 1 Buton Marsel, Marsel; Muliana, Waode Helni; Rianti, Nurul Safia; Masdiana, Masdiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30784

Abstract

Siswa di sekolah MAN 1 Buton masih mengalami kesulitan dalam memperoleh hasil belajar yang baik di mata pelajaran Geografi. Cara mengajar yang digunakan guru masih monoton, sehingga pembelajaran geografi menjadi kurang menarik bagi siswa. Hal ini menyulitkan siswa dalam berpikir dan belajar lebih baik. Penelitian ini mempelajari bagaimana model pembelajaran Treffinger dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Buton. Peneliti menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, dan memilih kelas XA sebagai sampel melalui Teknik purpossive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengetahui efektivitas model tersebut, peneliti menggunakan uji t. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-Tailed) adalah 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, dan nilai t-hitung 11,023 lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Hal ini berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Jadi, model pembelajaran Treffinger secara nyata membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Model ini merupakan strategi yang baik dalam meningkatkan belajar di berbagai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Edukasi Konsumsi Sayur dan Buah dan Dampaknya Terhadap Pengetahuan Siswa di Sekolah Dasar Negeri 3 Macorawalie Umar, Fitriani; Salsabila, Salsabila; Masdiana, Masdiana; Gaffar, Amelia; Hidayat, Ahmad Zaky; Sutrisno, Ina; Wahyuni JS, Nur Tri; Rustan, Ririn Widyan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.279

Abstract

Jumlah masyarakat yang mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari di kelurahan Kadidi masih sangat rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi konsumsi sayur dan buah kepada siswa di SD Negeri 3 Macorawalie. Peserta kegiatan adalah siswa kelas IV dan V sebanyak 36 orang. Edukasi diberikan meliputi sosialisasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi dilakukan dengan menggunakan media flipchart yang berisi materi tentang manfaat konsumsi sayur buah, dampak jika konsumsi kurang serta cara meningkatkan kebiasan konsumsi sayur dan buah pada anak. Pengetahuan siswa diukur sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah pemberian edukasi, dimana sebelum edukasi sebanyak 52% siswa yang memiliki pengetahuan cukup baik dan setelah edukasi meningkat sebanyak 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi konsumsi sayur dan buah pada siswa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah sejak dini.
Transformasi Gula Aren menjadi Produk Cair Kemasan untuk Pemberdayaan UMKM Desa Malimpung Sahabuddin, Ilham; Wahyuddin, Wahyuddin; Hasman, Hasman; Taqwa, Andrialdy; Nurhumaerah, Anisa; Nabila, Nabila; Abang, Tenri; Riskiawang, Riskiawang; Faturrahman, Muhammad; Nurfadillah, Nurfadillah; Masdiana, Masdiana; Maulida, Dini; Miftah Sahran, Andi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.928

Abstract

Desa Malimpung, secara geografis berlokasi di Kabupaten Pinrang, memiliki potensi besar dalam produksi gula aren, namun masih menghadapi tantangan dalam pengolahan, pemasaran, dan inovasi produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan peningkatan keterampilan terhadap masyarakat dalam mengolah gula aren menjadi produk cair kemasan yang bernilai jual tinggi, serta mengembangkan model pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan mencakup pelatihan pengolahan gula aren, pengemasan produk sesuai standar pasar, dan pemasaran digital. Pelatihan ini telah menghasilkan dan menunjukkan peningkatan secara signifikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dengan penerapan teknik pengolahan dan pengemasan yang sesuai standar pasar. Selain itu, terjadi peningkatan daya saing UMKM di Desa Malimpung dengan volume penjualan yang meningkat pesat dan jangkauan pasar yang lebih luas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah transformasi gula aren menjadi produk cair kemasan dapat meningkatkan daya saing UMKM, namun perlu dilanjutkan dengan pengembangan pemasaran digital yang lebih intensif. 
Peningkatan Pemahaman Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran dengan Menggunakan Video Bagi Siswa SD Negeri Tomba Unton, Ali Rahmat; Waly, Silvia Agnesi; Susanto, Aris; Masdiana, Masdiana; Sudiah, Lismawati; Karim, Karim; Rizal, Rizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern saat ini pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan pola pikir dan kebutuhan yang serba cepat, praktis, dan tepat. Kehadiran teknologi informasi mampu melayani kebutuhan tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi berperan sebagai alat bantu pembelajaran melalui berbagai sarana komunikasi modern. Misalnya komputer, ponsel, surat elektronik (email), software belajar online, dan lain sebagainya. Proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bisa dibangun dengan menghadirkan media pembelajaran dalam bentuk video (audio visual). Belajar melalui video akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, juga memudahkan peserta didik memahami konteks mata pelajaran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri Tomba merupakan kegiatan kerjasama antara Guru SD Negeri Tomba bersama Dosen STKIP Pelita Nusantara Buton dalam rangka pengembangan profesionalisme guru di sekolah serta meningkatkan mutu sumber daya manusia di dunia pendidikan. Adapun metode penyampaian pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu sosialisasi dalam rangka meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap profesionalitas guru pada peningkatan pemahaman teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dengan menggunakan video. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu, 1) guru SD Negeri Tomba dapat memahami peningkatan kapasitas profesi pendidik yang berkualitas dan berkompeten dengan menggunakan adaptasi teknologi informasi dan komunikasi khususnya pemanfaatan video sebagai media pembelajaran. 2) guru mendapatkan pemahaman terkait pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. 3) Siswa SD Negeri Tomba mendapatkan materi pembelajaran melalui video sehingga memperoleh visualisasi yang jelas dan nyata tentang konsep-konsep teknologi.
Manajemen Luka kaki diabetik dengan Conservative Sharp Wound Debridement (CSWD) Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14402

Abstract

ABSTRAK Prevalensi terjadinya luka pada kaki diabetik menjadi perhatian, terutama jika permasalahan tersebut tidak segera diketahui atau jika luka tidak dirawat sesuai dengan prinsip kelembaban. Dalam sepuluh tahun, sepertiga dari 500 juta penderita diabetes di seluruh dunia diperkirakan berisiko mengalami luka kaki diabetik. Penyebab utama kesakitan dan kematian pada penderita diabetes adalah kaki diabetik dan amputasi, yang merupakan akibat umum dari neuropati diabetik dan penyakit arteri perifer. Teknik perawatan luka merupakan salah satu upaya yang dilakukan terhadap pasien diabetes yang mengalami luka pada kaki. Tugas sehari-hari perawat di bangsal, khususnya di bidang perawatan medis-bedah, melibatkan perawatan luka. Merupakan tugas perawat untuk membimbing pasien menuju kesehatan yang optimal dan kemandirian selama proses pemulihan mereka dengan menggunakan uang, waktu, dan tenaga sesedikit mungkin. Oleh karena itu, perawat dalam situasi ini harus memberikan perawatan luka yang memadai sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Metode Penelitian Case Study.  Dengan melakukan CSWD memaksimalkan eliminasi jaringan nekrotik pada luka, sehingga hal ini dapat membantu untuk mempercepat proses penyembuhan luka kaki diabetik. Kata kunci: Luka kaki diabetik, CSWD  ABSTRACT The frequency of diabetic foot ulcer is a concern, particularly if the issue is not recognized right away or if the wounds are not being treated according to the principles of moisture. Within ten years, one-third of the 500 million people with diabetes globally are predicted to be at risk of having diabetic foot sores. Major causes of morbidity and death in individuals with diabetes are diabetic foot and amputation, which are common outcomes of diabetic neuropathy and peripheral artery disease. Wound care techniques are one of the efforts undertaken for diabetic patients who have foot wounds. Nurses' everyday tasks on the ward, particularly in the medical-surgical treatment area, involve wound care. It is the duty of nurses to guide patients towards optimal health and self-sufficiency during their recovery process while using the least amount of money, time, and effort. Because of this, nurses in this situation must provide adequate wound care in line with scientific and technological advances. The goal is to accelerate the healing of wounds. Case study methodology is used in research. Conclusion, CSWD can have the healing of diabetic foot wounds by optimizing the removal of necrotic tissue from wounds. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, CSWD
Manajemen Luka Epibole Pada Pasien dengan Komplikasi Luka Kaki Diabetik Hidayat, Rizki; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14399

Abstract

ABSTRACT The prevalence of treating chronic wounds with epibole is problematic, especially when the problem is not promptly identified or the patient is intolerant of modern dressing treatments, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of an aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. For a lifetime, almost 10% of the population will experience chronic wounds, with a wound-related death rate of 2.5%. In chronic wounds, problems with the epithelial edge healing process are disturbed so that the wound healing process takes longer, this is caused by a known clinical condition as epibole. Epiboles tend to be more different in color than the surrounding tissue, have an enlarged, rounded appearance, may feel hard, and are stiff. Goal to prevent and treat epibole injuries. Research Method Case Study. The prevalence of treating chronic wounds with epibole is a problem if the problem is not identified promptly or does not provide appropriate wound care, it is thought that the incidence of ulceration is increasing as a result of the aging population and increasing risk factors for atherosclerosis such as smoking, obesity, and diabetes. In dealing with epibole, several precautions and treatments can be carried out, including treating wounds with dressings and appropriate measures. Keywords: Epibole Wounds, Wound Care  ABSTRAK Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah, terutama bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau pasien tidak toleran terhadap perawatan modern dressing, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam perjalanan seumur hidup, hampir 10% populasi akan mengalami luka kronis, dengan tingkat kematian terkait luka sebesar 2,5% Pada luka kronis, masalah dengan proses penyembuhan tepi epitel  terganggu sehingga proses peyembuhan luka semakin lama, hal ini disebabkan oleh kondisi klinis yang dikenal sebagai epibole. Epibole cenderung warnanya lebih berbeda dari pada jaringan di sekitarnya, memiliki penampilan yang membesar, membulat, mungkin terasa keras, dan kaku.  Tujuan untuk mencegah dan menangani kejadian luka epibole. Metode Penelitian Case Study.  Kesimpulan Prevalensi perawatan luka kronis dengan epibole menjadi  masalah bila masalahnya tidak segera diidentifikasi atau tidak memberikan perawatan luka yang tepat, diperkirakan bahwa kejadian ulserasi meningkat sebagai akibat dari populasi yang menua dan faktor risiko yang meningkat untuk aterosklerotik seperti merokok, obesitas, dan diabetes. Dalam mengatasi epibole maka dapat dilakukan  beberapa pencegahan beserta penanganan, diantara nya dalam melakukan perawatan luka dengan dressing dan tindakan yang tepat. Kata Kunci: Luka Epibole, Wound Care
Community Assistance in Managing Kitchen Waste to Become Organic Fertilizer Hamzah, A. Hadian Pratama; Mulatsih, Listiana Sri; Zuhroh, Siti; Alfiana, Alfiana; Masdiana, Masdiana; Nurhasanah, Nurhasanah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i2.2798

Abstract

Researchers, together with the manager of the Asri Garbage Bank, formed a collaboration to socialize the habit of selecting waste. This kitchen waste will be made into compost and sold to the surrounding community. This activity aims to familiarize the people in Green Petunia Housing with managing waste to reduce the amount of garbage. The method used in this service is the PAR (Participatory Action Research) method, with stages through training, account creation practices, and mentoring. The training is carried out in three phases: preparation, implementation, and evaluation. The results obtained from this activity are that people are increasingly aware of the importance of selecting waste and getting used to processing waste to reduce the amount of plastic waste around them.
Co-Authors Abang, Tenri Abdul Kadir Abdul Rahman Afriyanti, Desi Ahmad, Siti Nurjanah Alfiana Alfiana Ali Rahmat Unton Alimato, Alimato Amrah Amrah, Amrah Andi Faisal, Andi Andi Muhammad Akhmar, Andi Muhammad Andi Warisno Aris Susanto Armin, Mardi Adi Arsyad, LM Nurrahmad Asedki, Muhammad Andika Aditya Aswad, Nini Hasriyani Atmojo, Guntur Tri Baehaqi Baso Mursidi, Baso Burhanuddin, Muh Syarif dedi irawan Desiono, Maula Diana, Risma Dina Dwi Nuryani Edward Ngii Erlina Y Kongkoli Faturrahman, Muhammad Febrianti, Tressia G.J, Fierenziana Gaffar, Amelia Gian Hawara Hamzah, A. Hadian Pratama Hanafi Ashad Hantik, Zulvyati Hasbullah Hasbullah Hasman, Hasman Hendrik Arung Lamba Hidayat, Ahmad Zaky Hidayat, Rizki I Wayan Mustika Ismail, Muh Shadikin Juanita, Diza K, Prasuri. Karim Karim, Karim Khoidar Amirus Kuswarini, Prasuri Laili Komariyah, Laili Laksono Trisnantoro Latjuba, Ade Yolanda LISTIANA SRI MULATSIH Lolita Sary M.Rizal, M.Rizal Machmud, Sultan Marsel, Marsel Maulida, Dini Miftah Sahran, Andi Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Nur Muliana, Waode Helni Murtafiah, Nurul Hidayati Nabila, Nabila Naziyah, Naziyah Nini Hasriyani Aswad Nurdin, Sri Asnita Nurfadillah Nurfadillah Nurhasanah Nurhasanah Nurhumaerah, Anisa Nursakinah, Nursakinah Padalla, Dewi Anggreini Pratiwi, Shinta Ayu Puspitasari, Tuti Rahmasari, Nursyahbani Laily Rianti, Nurul Safia Riskiawang, Riskiawang Rizal Rizal Romadon, Fiqri Ardiansyah rubino, rubino Rustan, Ririn Widyan Sahabuddin, Ilham Salsabila, Salsabila Sarro, Sitti Fhatimah Sartika, Nanda Simatupang, Minson Sudiah, Lismawati Sulasmi Sulasmi Sulha Sulha Supratman Supratman, Supratman Sutrisno, Ina Syarif, Kurnia Rahma Taqdir Taqdir Taqwa, Andrialdy Utina, Toni Wahyuni JS, Nur Tri Waly, Silvia Agnesi Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Lintang Tri Yolanda, Ade Zainal Zainal Zuhroh, Siti