Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung masdiana, masdiana; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.16956

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru (extra paru). Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar ambon kota bandar lampung, populasinya yaitu suspect tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan hasil dari  rumus lameshow dan perhitungan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh peneliti yaitu sejumlah 114 responden. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan luas ventilasi hasil p- value = 0,459. Ada hubungan kelembaban hasil p – value = 0,012. Ada hubungan suhu hasil p – value = 0,004. Tidak ada hubungan hasil p – value = 1.000. Disarankan petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kondisi fisik rumah khususnya kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan penyakit tuberkulosis paru.
Analisis Persepsi dan Kapasitas Adaptif Petani Sawah terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Maros Alimato, Alimato; Masdiana, Masdiana; Unton, Ali Rahmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan kapasitas adaptif petani sawah dalam menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Maros. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim. Rata-rata skor persepsi mencapai 48,080 mengindikasikan bahwa petani secara umum menyadari dampak perubahan iklim. Petani sawah di Kabupaten Maros juga memiliki tingkat kapasitas adaptif yang baik dalam menghadapi perubahan iklim. Rata-rata skor kapasitas adaptif adalah 46,353 menunjukkan bahwa petani secara umum mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa petani sawah di Kabupaten Maros memiliki persepsi yang baik tentang perubahan iklim, tingkat kapasitas adaptif yang memadai dan mayoritas mengadopsi strategi adaptasi yang sesuai dengan kondisi lokal. Faktor-faktor seperti pendidikan, akses terhadap informasi, pengalaman, dan sumber daya finansial berperan dalam mempengaruhi persepsi dan kapasitas adaptif petani sawah di Kabupaten Maros.
A Posyandu Management in an Effort to Optimize Monitoring of Child Growth and Development in Curug Village, Depok City Afriyanti, Desi; Febrianti, Tressia; Masdiana, Masdiana; Sartika, Nanda
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.597

Abstract

Manajemen Posyandu 5 Meja merupakan salah satu pendekatan dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak. Pendekatan ini melibatkan 5 meja pelayanan yang masing-masing memiliki fungsi khusus, seperti meja pendaftaran, meja pengukuran (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala), meja pemeriksaan kesehatan, meja imunisasi, dan meja penyuluhan atau konseling. Pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) ini bertujuan untuk menguatkanmanajemen Posyandu sebagai sarana untuk memantau tumbuh kembang anak di kelurahan Curug. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang terbagi 2 Pos dengan media powerpoint, leaflet, dan flyer. Sasaran peserta di Pos Pertama adalah kader Posyandu, sementara di Pos Kedua adalah ibu dan anak balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan Posyandu berjalan dengan baik, Sebagian besar kader Posyandu di Kelurahan Curug sudah cukup familiar dengan prosedur 5 meja, meskipun di meja ke 4 kader diharapkan memiliki pengetahuan lebih mendalam mengenai isu-isu kesehatan terbaru, seperti teknik stimulasi perkembangan anak dan vaksinasi terbaru. Evaluasi juga menunjukkan 98% anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya, sementara 81% ibu memahami cara memberikan stimulasi yang tepat bagi anak mereka. Pengelolaan Posyandu melalui manajemen 5 meja yang melibatkan kader sangat penting dalam meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak. Disarankan untuk melakukan pelatihan lanjutan kepada kader Posyandu mengenai teknik edukasi yang lebih efektif, serta pemberian informasi yang lebih mendalam tentang pentingnya stimulasi perkembangan anak. Keberlanjutan kegiatan ini perlu dipertahankan untuk memastikan anak-anak di Kelurahan Curug dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Mitos sebagai Narasi dalam Iklan Rokok Gudang Garam: Analisis Semiotika Roland Barthes Taqdir, Taqdir; Masdiana, Masdiana; Nursakinah, Nursakinah; Muhammad, Hasyim
HUMANIKA Vol 32, No 1 (2025): June
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v32i1.69311

Abstract

This article examines how Gudang Garam Filter International advertisements construct myths of masculinity, power, and success using visual and narrative elements. Using Roland Barthes’s semiotic approach, which conceptualizes myth not as falsehood but as a culturally constructed narrative that gives ideological meaning to signs, this study analyzes symbols such as dark colors, luxury cars, formal clothing, and dominant activities that create the image of a strong and sophisticated man. The analysis shows that these elements build a narrative of a successful man who dominates his social environment despite contradicting government health warnings. Ethical implications are also discussed considering how such advertisements may create cognitive dissonance among consumers. Furthermore, although consumers are generally aware of the dangers of smoking, factors such as addiction, identity seeking among teenagers, and the tobacco industry's contribution to the national economy highlight the complexity of the issue. This study emphasizes the need for critical awareness in interpreting advertising narratives in broader social and public health realities.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Geografi di MAN 1 Buton Marsel, Marsel; Muliana, Waode Helni; Rianti, Nurul Safia; Masdiana, Masdiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30784

Abstract

Siswa di sekolah MAN 1 Buton masih mengalami kesulitan dalam memperoleh hasil belajar yang baik di mata pelajaran Geografi. Cara mengajar yang digunakan guru masih monoton, sehingga pembelajaran geografi menjadi kurang menarik bagi siswa. Hal ini menyulitkan siswa dalam berpikir dan belajar lebih baik. Penelitian ini mempelajari bagaimana model pembelajaran Treffinger dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Buton. Peneliti menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, dan memilih kelas XA sebagai sampel melalui Teknik purpossive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk mengetahui efektivitas model tersebut, peneliti menggunakan uji t. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-Tailed) adalah 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, dan nilai t-hitung 11,023 lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Hal ini berarti hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Jadi, model pembelajaran Treffinger secara nyata membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Model ini merupakan strategi yang baik dalam meningkatkan belajar di berbagai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Edukasi Konsumsi Sayur dan Buah dan Dampaknya Terhadap Pengetahuan Siswa di Sekolah Dasar Negeri 3 Macorawalie Umar, Fitriani; Salsabila, Salsabila; Masdiana, Masdiana; Gaffar, Amelia; Hidayat, Ahmad Zaky; Sutrisno, Ina; Wahyuni JS, Nur Tri; Rustan, Ririn Widyan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.279

Abstract

Jumlah masyarakat yang mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari di kelurahan Kadidi masih sangat rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi konsumsi sayur dan buah kepada siswa di SD Negeri 3 Macorawalie. Peserta kegiatan adalah siswa kelas IV dan V sebanyak 36 orang. Edukasi diberikan meliputi sosialisasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi dilakukan dengan menggunakan media flipchart yang berisi materi tentang manfaat konsumsi sayur buah, dampak jika konsumsi kurang serta cara meningkatkan kebiasan konsumsi sayur dan buah pada anak. Pengetahuan siswa diukur sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah pemberian edukasi, dimana sebelum edukasi sebanyak 52% siswa yang memiliki pengetahuan cukup baik dan setelah edukasi meningkat sebanyak 80%. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi konsumsi sayur dan buah pada siswa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah sejak dini.
Transformasi Gula Aren menjadi Produk Cair Kemasan untuk Pemberdayaan UMKM Desa Malimpung Sahabuddin, Ilham; Wahyuddin, Wahyuddin; Hasman, Hasman; Taqwa, Andrialdy; Nurhumaerah, Anisa; Nabila, Nabila; Abang, Tenri; Riskiawang, Riskiawang; Faturrahman, Muhammad; Nurfadillah, Nurfadillah; Masdiana, Masdiana; Maulida, Dini; Miftah Sahran, Andi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.928

Abstract

Desa Malimpung, secara geografis berlokasi di Kabupaten Pinrang, memiliki potensi besar dalam produksi gula aren, namun masih menghadapi tantangan dalam pengolahan, pemasaran, dan inovasi produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan peningkatan keterampilan terhadap masyarakat dalam mengolah gula aren menjadi produk cair kemasan yang bernilai jual tinggi, serta mengembangkan model pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan mencakup pelatihan pengolahan gula aren, pengemasan produk sesuai standar pasar, dan pemasaran digital. Pelatihan ini telah menghasilkan dan menunjukkan peningkatan secara signifikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dengan penerapan teknik pengolahan dan pengemasan yang sesuai standar pasar. Selain itu, terjadi peningkatan daya saing UMKM di Desa Malimpung dengan volume penjualan yang meningkat pesat dan jangkauan pasar yang lebih luas. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah transformasi gula aren menjadi produk cair kemasan dapat meningkatkan daya saing UMKM, namun perlu dilanjutkan dengan pengembangan pemasaran digital yang lebih intensif. 
Peningkatan Pemahaman Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran dengan Menggunakan Video Bagi Siswa SD Negeri Tomba Unton, Ali Rahmat; Waly, Silvia Agnesi; Susanto, Aris; Masdiana, Masdiana; Sudiah, Lismawati; Karim, Karim; Rizal, Rizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern saat ini pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan pola pikir dan kebutuhan yang serba cepat, praktis, dan tepat. Kehadiran teknologi informasi mampu melayani kebutuhan tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi berperan sebagai alat bantu pembelajaran melalui berbagai sarana komunikasi modern. Misalnya komputer, ponsel, surat elektronik (email), software belajar online, dan lain sebagainya. Proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bisa dibangun dengan menghadirkan media pembelajaran dalam bentuk video (audio visual). Belajar melalui video akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, juga memudahkan peserta didik memahami konteks mata pelajaran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri Tomba merupakan kegiatan kerjasama antara Guru SD Negeri Tomba bersama Dosen STKIP Pelita Nusantara Buton dalam rangka pengembangan profesionalisme guru di sekolah serta meningkatkan mutu sumber daya manusia di dunia pendidikan. Adapun metode penyampaian pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu sosialisasi dalam rangka meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap profesionalitas guru pada peningkatan pemahaman teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dengan menggunakan video. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu, 1) guru SD Negeri Tomba dapat memahami peningkatan kapasitas profesi pendidik yang berkualitas dan berkompeten dengan menggunakan adaptasi teknologi informasi dan komunikasi khususnya pemanfaatan video sebagai media pembelajaran. 2) guru mendapatkan pemahaman terkait pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. 3) Siswa SD Negeri Tomba mendapatkan materi pembelajaran melalui video sehingga memperoleh visualisasi yang jelas dan nyata tentang konsep-konsep teknologi.
Pola Perilaku Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Desa Sampuabalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton Sudiah, Lismawati; Unton, Ali Rahmat; Masdiana, Masdiana; Setiayawan, Wa Ode Nining; Hanisu, Hanisu; Rizal, Rizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan diketahui sebagai suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencarian utama memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di dalam laut baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang, terumbu karang dan hasil kekayaan lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pola Perilaku Perkembangan Ekonomi Masyarakat Di Desa Sampuabalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton”. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu menggunakan data yang berdasarkan pada argumen, peneliti dapat mengumpulkan hasil wawancara, analisis dokumen, diskusi hingga transkip observasi. Subjek penelitian ini 90 orang responden yang bermata pencarian sebagai nelayan. Adapun metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa Pola Perilaku Perkembangan Ekonomi Masyarakat Di Desa Sampuabalo Kecamatan Siontapina Kabupaten Buton dapat dilihat dari jenis kapal/perahu yang digunakan saat melaut yaitu bodi viber sebanyak 68 orang dengan prensentase 75,56%, kapal/perahu motor yang diguakan adalah milik pribadi sebanyak 90 orang dengan presentase 100%. Dijelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar untuk kapal/perahu motor selama sebulan Rp. 1.500.000 sebanyak 79 orang dengan presentase 87, 77%. Biaya yang dikeluarkan sehari untuk melaut dengan kategori Rp. 90.000 sebanyak 78 orang/ 86,66%. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli peralatan pancing dengan kategori Rp. 75.000 sebanyak 52 orang/57%. Jenis ikan yang menjadi hasil tangkapan yaitu 90 orang/100% dengan hasil tangkapan seperti ikan tuna, baby tuna, dan ikan cakalang. 90 orang/100% bahwa ikan yang diperoleh dijual dan sebanyak 66 orang/73, 33% ikan yang dipeloh di jual dalam Kg. Penghasilan nelayan yang diperoleh perhari saat melaut tidaklah menentuh dengan rata-rata Rp. 1.500.000 66 orang/73.33% berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penghasilan nelayan dikategorikan sangat baik karena dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa sampuabalo dengan mayoritas pekerjaanya adalah berprofesi sebagai nelayan. Hasil dari penghasilan penangkapan ikan banyak yang sudah mendapatkan pemasukan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan demikian pemerintah kabupaten buton diharapkan untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat nelayan di desa sampuabalo dalam upaya peningkatan hasil tangkapan agar dapat meningkatkan ekonomi keluarganya.
Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Pengolahan Sampah untuk Kebersihan Lingkungan di Desa Taduasa Kecamatan Batuatas Kabupaten Buton Selatan Sudiah, Lismawati; Unton, Ali Rahmat; Masdiana, Masdiana; Setiayawan, Wa Ode Nining; Hanisu, Hanisu; Rizal, Rizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tingkat Kesadaran Masyarakat Dalam Pengolahan Sampah Untuk Kebersihan Lingkungan di Desa Taduasa Kecamatan Batu Atas Kabupaten Buton Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. Metode pada dasarnya memandu cara seseorang meneliti, menganalisis, dan memecahkan masalah tertentu untuk menemukan jawaban yang tepat. Dalam penelitian diperlukan suatu metode agar tujuan yang diharapkan dapat berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepedulian masyarakat terhadap pembuangan sampah di Desa Taduasa Kecamatan Batuatas Kabupaten Buton Selatan terhitung tinggi dengan menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Ketika ditanya lebih spesifik bagaimana mereka menjaga lingkungan, rata-rata tidak kurang dari 19 persen menjawab bahwa mereka hanya membersihkan kebun sendiri. Mereka masih terlalu sedikit menyadari pentingnya perlindungan lingkungan secara menyeluruh, tidak hanya di sekitar rumah. Masyarakat cenderung kurang peduli terhadap lingkungan. Dan 8 persen orang cenderung mengabaikannya dan mengatakan mereka tidak melakukan apa-apa dengan program pembersihan lingkungan dari sampah karena pemerintah kota tidak menyediakan tempat sampah. 2) Kegiatan terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat sekitar adalah gotong royong membersihkan got, ladang dan jalan. Ini seharusnya menjadi rutinitas seminggu sekali, tetapi tidak dilakukan dengan benar. 3) Rutin, karena program yang dirancang oleh kepala desa belum dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat, karena kegiatan ini terkadang hanya dilakukan setiap dua bulan sekali. Masih banyak rumput liar yang tumbuh di jalan dan juga sampah yang berserakan di jalan dan dibiarkan begitu saja oleh warga sekitar. Masyarakat juga mengaku baru melakukan pembersihan ini saat ada kegiatan kerja bakti masyarakat. 4) Masyarakat Desa Taduasa sebagian besar menerapkan pengolahan sampah organik dikarenakan masyarakat tidak memahami dan mempunyai tong komposter sebagai penampungan sampah organik dan sebagian besar masyarakat masih ada pemikiran untuk membakar sampah, terutama sampah dedaunan. Sedangkan penanganan sampah anoraganik dapat dimanfaatkan ulang maupun di daur ulang oleh masyarakat Desa Taduasa seperti gelas aqua dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kerjaninan tangan seperti : keranjang dan hiasan bunga.
Co-Authors Abang, Tenri Abdul Kadir Abdul Rahman Afriyanti, Desi Ahmad, Siti Nurjanah Alfiana Alfiana Alimato, Alimato Amrah Amrah, Amrah Andi Faisal, Andi Andi Muhammad Akhmar, Andi Muhammad Andi Warisno Aris Susanto Armin, Mardi Adi Arsyad, LM Nurrahmad Asedki, Muhammad Andika Aditya Aswad, Nini Hasriyani Atmojo, Guntur Tri Baso Mursidi, Baso Burhanuddin, Muh Syarif dedi irawan Desiono, Maula Diana, Risma Dina Dwi Nuryani Edward Ngii Erlina Y Kongkoli Faturrahman, Muhammad Febrianti, Tressia G.J, Fierenziana Gaffar, Amelia Gian Hawara Hamzah, A. Hadian Pratama Hanafi Ashad Hanisu, Hanisu Hantik, Zulvyati Hasbullah Hasbullah Hasman, Hasman Hasyim Muhammad Hendrik Arung Lamba Hidayat, Ahmad Zaky Hidayat, Rizki I Wayan Mustika Ismail, Muh Shadikin Juanita, Diza K, Prasuri. Karim Karim, Karim Khoidar Amirus Kuswarini, Prasuri Laili Komariyah, Laili Laksono Trisnantoro Latjuba, Ade Yolanda LISTIANA SRI MULATSIH Lolita Sary M.Rizal, M.Rizal Machmud, Sultan Marsel, Marsel Maulida, Dini Miftah Sahran, Andi Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Nur Muliana, Waode Helni Murtafiah, Nurul Hidayati Nabila, Nabila Naziyah, Naziyah Nini Hasriyani Aswad Nurdin, Sri Asnita Nurfadillah Nurfadillah Nurhasanah Nurhasanah Nurhumaerah, Anisa Nursakinah, Nursakinah Padalla, Dewi Anggreini Pratiwi, Shinta Ayu Puspitasari, Tuti Rahmasari, Nursyahbani Laily Rianti, Nurul Safia Riskiawang, Riskiawang Rizal Rizal Romadon, Fiqri Ardiansyah rubino, rubino Rustan, Ririn Widyan Sahabuddin, Ilham Salsabila, Salsabila Sarro, Sitti Fhatimah Sartika, Nanda Setiayawan, Wa Ode Nining Simatupang, Minson Sudiah, Lismawati Sulasmi Sulasmi Sulha Sulha Supratman Supratman, Supratman Sutrisno, Ina Syarif, Kurnia Rahma Taqdir Taqdir Taqwa, Andrialdy Unton, Ali Rahmat Utina, Toni Wahyuddin Wahyuddin Wahyuni JS, Nur Tri Waly, Silvia Agnesi Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Lintang Tri Yolanda, Ade Zainal Zainal Zuhroh, Siti