Claim Missing Document
Check
Articles

Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Batang Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi pH Nurhidayah N; Masriany M; Mashuri Masri
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v1i2.457

Abstract

This research aims to determine the highest protein content and the optimum activity of the enzyme bromelain extracted from pineapple stem. This research was conducted at the Laboratory of Microbiology Makassar Alauddin State Islamic University in May 2013. Variable in this study was the isolation and measurement of bromelain enzyme activity as the independent variable while the crude extract of pineapple stem by variations in pH as the dependent variable. The type of this research was experiments with bradford method for determination of protein content enzyme bromelain, with ammonium sulfate concentration variation for precipitation was 10-60%, as well asthe determination of the enzyme bromelain activity at variation pH was 4.0; 5.0, 6.0; 7.0 and 8.0, at 650C temperature with incubation time was 10 minutes. Each stage has done three times in repetition and analyzed spectrometry. The results showed the highest levels of protein precipitation with ammonium sulfate at 60% was 37,785 mg/ml. While the optimum pH of the enzyme bromelain activity at pH 6.0 was 1.021 activity units /gram.Keywords: bromelain enzyme, Pineapple stem (Ananas comosus), precipitation with ammonium sulfate, protein contents, pH
Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Bonggol Nanas (Ananas comosus) pada Variasi Suhu dan pH Mashuri Masri
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v2i2.478

Abstract

This study was conducted to isolate the bromelain enzyme from pineapple weevil (Ananas comosus) and measure the protein and enzyme activity of bromelain with gelatin substrate. Research stage involves determining the protein content of the bromelain enzyme in the treatment of ammonium sulfate precipitation by 10-60% concentration and determination of bromelain enzyme activity at various pH 4.0; 5.0; 6.0; 7.0 and 8.0, with the incubation time of 10 minutes at a temperature of 650 C. Each stage performed three repetitions and analyzed using spectrometry. The results obtained showed the highest protein content in precipitation with ammonium sulfate 60% in the amount of 37.214 mg / ml and the optimum pH of bromelain enzyme activity at pH 7.0 with the value of the activity of 1,081 units / gram.Keywords: ammonium sulfate precipitation, bromelain enzyme, pineapple weevil (Ananas comosus),pH
DETEKSI KOI HARPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE APLIKASI Polymerase Chain Reaction(PCR) Mashuri Masri; Arfan Arifuddin
Teknosains Vol 7 No 2 (2013): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v7i2.85

Abstract

This thesis discusses the detection of koi harpes virus (KHV) in koi carp (Cyprinus carpio L) Application Method Using the Polymerase Chain Reaction (PCR). The purpose of this study is to determine the level of virus attacks causing harpesviridae group KHV Koi carp (Cyprinus carpio L.) using PCR applications in the Central Fish Karantian Hasanuddin Makassar. The research method used is descriptive with pictures PCR of Polaroid photographs. The results obtained with the results of attacks lightly infected 290 bp, the attack was infected with the results of 290 bp and 440 bp, with the result of severeinfection attack 290 bp 440 bp and 630 bp.
IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI PENGHASIL ENZIM L-ASPARAGINASE DARI ALGA COKLAT SARGASSUM sp Mashuri Masri
Teknosains Vol 8 No 2 (2014): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v8i2.1913

Abstract

Molecular Identification of bacterial L-asparaginase activity from Sargassum sp were isolated from Barrang Lompo Island South Sulawesi in 2013. Among them three bacterial strains exhibiting glutaminase free L-asparaginase activity were identified as Pseudomonas putida, Enterobacter asburine dan Marinobacter arcticus on the basis of 16S rRNA gene sequencing. The Highest Max Score 1358 and Query Cover 98 % were Pseudomonas putida furthermore identified as bacterial L-asparaginase activity from Sargassum sp. Pseudomonas putida has Identities 756/765 (99%) with 778 bp Query length, Query cover 98% and Gaps 5/765 (0%).
POTENSI BAKTERI KITINOLITIK Lysinobacillus fusiformis SEBAGAI BIOKONTROL TERHADAP CENDAWAN PATOGEN TANAMAN JAGUNG (Zea Mays) Eka Sukmawaty; Mashuri Masri; Siti Patima
Teknosains Vol 12 No 2 (2018): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v12i2.7596

Abstract

Bakteri kitinolitik merupakan bakteri yang mebghasilkan kitinase yang berpotensi digunakan sebagai agen biokintrol pada cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan bakteri Lysnibacillus fusiformis dalam menghambat pertumbuhan cendawan patogen dari tanaman jagung (Zea mays). Cendawan patogen diisolasi dari tanaman jagung yang menunjukkan gejala infeksi cendawan dan diidentifiaksi sampai tingkat genus dengan buku manual identifikasi cendawan. Kemampuan penghamabatan bakteri L. fusiformis dijuji dengan metode dual culture. Hasil penelitain menunjukkan terdapat dua genus cendawan patogen yang diperoleh yaitu Rhizopus dan Fusarium. Bakteri L. fusiformis mampu menghambat pertumbuhann kedua cendaan dengan persen aktivitas masing 100% dan 90,9%.
Pengaruh Pemberian Bubuk Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Outbreading Hartati Hartati; Mashuri Masri
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2128

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang umum digunakan oleh masyarakat. Kunyit berfungsi menurunkan kadar kolesterol serta berperan sebagai zat antioksidan dan antitoksin sehingga  diharapkan  dapat  mencegah  kerusakan  kandungan  nutrisi  pakan  dari  pertumbuhan  dan aktivitas  mikroba.  Kunyit  mengandung  minyak  atsiri,  kurkuminoid,  protein,  fospor,  kalsium,  dan vitamin  C.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  pemberian  kunyit  dalam  pakan terhadap  pertumbuhan  Mencit  putih  (Mus  musculus L.)  hasil  perkawinan  Outbreading.  Penelitian dilakukan  di  Laboratorium  Genetika  Fakultas  Sains  dan  Teknologi,  Universitas  Islam  Negeri Alauddin  Makassar.  Peubah  yang  diamati  adalah litter  size,  Pertambahan  bobot  badan,  Bobot pra sapih,  bobot  sapih  dan  konsumsi  pakan.  Penelitian  bersifat  eksperimental  dengan  empat  taraf perlakuan yaitu perlakuan P1 (pakan 100% + 6 g kunyit), P2 (pakan 100% + 9 g kunyit), P3 (pakan 100% + 12 g kunyit) dan P0 atau kontrol (pakan 100% tanpa penggunaan kunyit). Data dianalisis dengan sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA), jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap peubah  yang  diamati  maka  dilanjutkan  dengan  uji  Duncan.  Hasil  mencit  menyatakan  bahwa penggunaan  pemberian  kunyit  pada  pakan  tidak berpengaruh  nyata  terhadap litter  size lahir, pertambahan bobot badan, bobot pra sapih, bobot sapih dan konsumsi pakan.
Analisis Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Inbreeding Dengan Pemberian Pakan AD1 dan AD2 Uswatul Hasanah; Mashuri Masri
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2130

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengukur  pertumbuhan  berat  badan  mencit (Mus  musculus L.)dari perkawinan Inbreeding dengan pemberian pakan AD1 dan AD2. Jenis penelitian tersebut yaitu penelitian  eksperimental  yang  menguji  pertumbuhan Litter  size, bobot  prasapih,  bobot  sapih, pertambahan bobot badan, dan konsumsi pakan sebagai variabel terikat dan perkawinan inbreeding sebagai variabel bebas. Tahap penelitian yaitu penggunaan mencit (Mus musculus L.) 6 ekor jantan dan 6 ekor betina dewasa. Mencit betina berumur 56 hari dengan rataan bobot 24,00 g/ekor dan mencit jantan berumur 56 hari yang digunakan untuk mengawini betina dengan rataan bobot 26,00 g/ekor. Masing-masing  3  pasang  untuk  perlakuan  AD1  dan  3  pasang  untuk  perlakuan  AD2.    Pakan  yang digunakan  pada  penelitian  ini  yaitu  pakan  AD1  yang  mengandung  air  13,5%,  protein  kasar  min 20,5%, lemak kasar min 7%, serat kasar max 5%, abu max 7%, calcium 0,9 dan 1,2%, phosphor 0,7 dan  0,9%,  mengandung  antibiotika  dan  Coccidiostat.  Sedangkan  AD2  mengandung  air  13,5%, protein kasar min 17%, lemak kasar min 7%, serat kasar max 6%, abu max 7%, kalsium 0,9 dan 1,2%, fosfor 0,7 0,9% dan mengandung antibiotika. Hasil  yang  diperoleh  menunjukkan  bahwa Liter  size, bobot  sapih,  bobot  badan  dan  konversi pakan tidak ada kecenderungan terhadap pertumbuhan bobot badan mencit (Mus musculus L.) dengan pemberian  pakan  AD1  dan  AD2.  Sedangkan  bobot  prasapih  memberikan  adanya  kecenderungan terhadap pertumbuhan bobot badan mencit dengan pemberian pakan AD1 dan AD2.
Tingkat Adopsi Inovasi Biosecurity Ayam Ras Petelur Di Kabupaten Sidrap dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Rusny Rusny; Mashuri Masri; Syahdar Baba
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2132

Abstract

Dalam  rangka  mendorong  adopsi inovasi biosekuriti  oleh  peternak  ayam  ras  petelur,  maka diperlukan pemahaman tentang adopsi inovasi biosecurity ayam ras petelur dan faktor-faktor  yang mempengaruhinya. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  adopsi  inovasi biosecurity ayam  ras  petelur  serta  faktor-faktor  yang  mempengaruhinya.    Metode  penelitian  ini  adalah pembobotan biosecurity yang terdiri dari biosecurity sumber ayam, biosecurity hewan pengganggu, biosecurity tamu  dan  pekerja, biosecurity hewan  sakit, biosecurity pakan, biosecurity limbah  dan biosecurity rak telur, sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi biosecurity menggunakan statistika infrensial dengan uji F dan uji t.  Hasil penelitian diketahui tingkat adopsi inovasi biosecurity ayam  ras  petelur  di  kabupaten  Sidrap  rendah  pada biosecurity terhadap  ternak pengganggu sebanyak 59 orang atau 67,82% dan biosecurity tamu dan pekerja sebanyak 59 orang atau 67,82% sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi adalah skala usaha dan kontrol perilaku.   Kesimpulan dari hasil penelitian adalah  ada dua faktor  yang mempengaruhi tingkat  adopsi  inovasi  ayam  ras  petelur  di kabupaten  Sidrap  adalah  untuk  meningkatkan  adopsi inovasi biosecurity dapat dimulai pada skala usaha yang lebih besar dan kemampuan peternak untuk mengkontrol perilakunya.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Bakteri Endofit Makro Alga Caulerpa racemosa L. Asal Perairan Puntondo Terhadap Staphylococcus areus dan Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) EKA SUKMAWATY; MASHURI MASRI; SRI UTAMI PUTRI; NURZAKIYAH NURZAKIYAH
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3335

Abstract

Pemanfaatan sumber daya laut untuk eksplorasi senyawa bioaktif memiliki potensi besar, salah satunya yaitu makro alga Caulerpa racemosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Caulerpa racemosa yang diambil dari perairan Puntondo Kabupaten Takalar dan mencari bakteri endofit yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan MRSA. Digunakan etanol dan metanol untuk melarutkan ekstrak Caulerpa racemosa dilakukan dengan metode disc diffusion sedangkan identifikasi bakteri endofit dengan gen 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol Caulerpa racemosa mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan MRSA. Bakteri endofit hanya mampu menghambat Staphylococcus aureus. Identifikasi molekuler terhadap tiga isolate yang memiliki penghambatan tertinggi yaitu Bacillus kochi, Bacillus endophyticus dan Staphylococcus saprophyticus. Kata kunci: Staphylococcus aureus, MRSA, bakteri endofit, antibakteri
Sumber Daya Alternatif Antimikroba Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Sebagai Dental Caries (Sebuah Review) Nurul Afriani Arif; Eka Sukmawaty; Mashuri Masri
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4803

Abstract

Sumber daya alam membuktikan bahwa banyaknya yang dapat menjadi sumber daya alternatif yang dapat dijadikan anti mikroba terlebih terhadap Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan dental caries. Jatropa curcas memiliki zona daya hambat jika dibandingkan dengan erytromysine. Achatinal fulica memiliki glycoprotein yang dapat menjadi penghambat pertumbuhan pada bakteri S.mutans. Morinda citrifolia dengan zona daya hambat 13,71. Apium graveolens dan Hippobroma langifora memiliki zona daya hambat terhadap bakteri S. mutans
Co-Authors A, Suci Ananda A. Mustika Abidin Abdul Chadjib Halik Ahmad Ali Ahyar Ahmad Altriana Eka Putri Andiani Andiani Andiani Arfan Arifuddin Arifuddin Arifuddin As Awalia Amir Asbar Hamzah Asep Supriadin, Asep Asfiana Asfiana Asmuddin Natsir Asnilawati Asnilawati Astati Ateng Supriyatna AYU LESTARI Basir Paly Cecep Hidayat Cut Muthiadin Delima Engga Maretha Delima Engga Maretha Dirhamzah, Dirhamzah Donny Suherman Dwi Fitri Yani Ekafadly Jusuf Elmika Nesti Fatmawati Nur Fifi Dismayanti Indriani Nainu Hafsah Hafsah Hafsan Hajrah Hajrah Handayani Handayani Hardiyanti Hamrullah Hartati H, Hartati Hartati Hartati Heriadi Heriadi Ibrahim Ibrahim Ilham, Alya Salsabila Indah Islamiah Inna Shintia Irhamniah Irhamniah Irwan Irwan Isna Rasdianah Aziz Joko Widodo Khaerul Anwar Kurahman, Opik Taupik Laily Agustina, Laily Latif, Ulfa Triyani A. Lianah Lianah, Lianah Lili Silvana Lusi Haerunnisa Maghfirah M Marcia Bunga Pabendon Maretha, Delima Engga Masita Masita Maslan, Muhammad Masriany, Masriany Muhammad Arsan Jamili Muhammad Basri Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Nur Hidayat Muhammad, Rusny Murtiadi Awaluddin Nur Haedar Nurhidayah N NURHIDAYAH NURHIDAYAH Nurhidayani Nurhidayani Nurlailah Mappanganro Nurul Afriani Arif NURZAKIYAH NURZAKIYAH Ramlah Ramlah Ramlah Rodiyati Azrianingsih Rosmah, Rosmah Rukmana, Rusmadi Rusny Rusny Rusny Rusny Sappewali Sappewali Sarah Shakina Silvana, Lili Sinar Wahyuni Siska Tri Desianti Siska Tridesianti Siti Patima Sitti Rahmah Sari Sjamsiah, Sjamsiah SRI UTAMI PUTRI Sukmawaty, Eka Suriani Suriani Suriani Suriani Susanti, Handayani Indah Syafaat, M. Aidin Syafrina sari Lubis Syahdar Baba Syahriani Syahriani, Syahriani Tang Silmy Zahrah Tri Cahyanto Tridesianti, Siska Ulfa Nur Alfriani Amir Ulfa Triyani A Latif Uswatul Hasanah Uswatul Hasanah, Uswatul Wahyuni Wahyuni Warobi Warobi Yani Suryani Yani, Dwi Fitri Yuliawati, Astri Yusminah Hala Zasarwati Dwyana