Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peace education as a base for introducing multicultural society to students Muhammad, Giantomi; Taja, Nadri; Rosenda, Diden; Pamungkas, Muhamad Imam
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 34, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v34i2.18596

Abstract

In the midst of an unstable world condition with many wars, this is a concern in itself. It seems that education is needed that is in line with efforts to instill the values of peace in preventing social conflict and even war which can harm living creatures. Peace education is considered very appropriate and appropriate to continue to be taught in the current situation and conditions. With that as a basis for introducing a multicultural society that must be upheld by humanity. The aim of this research is to determine the application of peace education as a basis for introducing students to a multicultural society. The research approach was carried out qualitatively accompanied by a case study method. Data collection techniques were carried out using interviews, observation and documentation. With data analysis techniques in the form of data reduction, data interpretation, data triangulation, and conclusions. The results obtained in this research are that peace education is implemented through curriculum integration, knowledge construction, prejudice reduction, equity pedagogy, and empowering school culture. Prioritize an attitude of appreciation, respect and tolerance between teachers and students.Keywords: multicultural society, peace education, war
Pendidikan Multikultural Pada Budaya Pesantren Modern Muhammad, Giantomi; Suhartini, Andewi; Ahmad, Nurwadjah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v19i2.2560

Abstract

Budaya pesantren salah satu karakteristik dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di pesantren. Nuansa yang kental akan kerukunan dan keharmonisan antara sesama santri dan juga santri kepada kiayi merupakan sirkulasi yang penuh dengan tata krama, sopan santun, nilai-nilai spritual dan lingkungan moral yang mendukung terbentuknya karakter. Selain sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren bersumbangsih besar terhadap perkembangan peradaban di Indonesia serta menjaga Kebhinekaan yang menjadi semboyan kuat bangsa ini. Salah satunya adalah pesantren modern yang merupakan salah satu pesantren yang menggunakan sistem modern dalam pendidikannya telah berpengaruh besar dalam menanamkan nilai-nilai kerukunan dan keharmonisan. Para santri pada Pesantren Modern umumnya datang dari berbagai daerah dan dari bergai macam suku, sehingga menimbulkan sifat multikultural di dalamnya. Maka oleh karena itu penelitian ini akan membahas pendidikan multikultural yang terjadi pada budaya pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka (library research) lalu dilakukan analisis dari berbagai macam sumber dari buku, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pendidikan multikultural pada budaya pesantren modern yang ditelaah dari sumber referensi pustaka. 
Konsep Uswah Hasanah dalam Pendidikan Islam Iwan Sanusi; Andewi Suhartini; Haditsa Qur'ani Nurhakim; Ulvah Nur'aeni; Giantomi Muhammad
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3523

Abstract

Di antara faktor penyebab terjadinya dekadensi moral peserta didik adalah minimnya keteladanan dari orang tua, guru, individu dan komunitas masyarakat, dan para pemimpin. Era supra informasi ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan, sebab peserta didik dihadapkan pada peniruan melalui media masa dan elektronik, dan termasuk manusia mempunyai fitrah ghazirah yang cenderung meniru orang lain. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konsep dan hakikat uswah hasanah dalam perspektif pendidikan Islam sudah menjadi suatu keniscayaan dikuasai yang kemudian diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswah hasanah (keteladanan yang baik) menjadi salah satu komponen inti dalam transformasi konten pendidikan Islam yang berlandaskan pada Q.S. Al-Ahzab: 21 dan hadis bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Alquran. Uswah hasanah dianggap sebagai metode pendidikan Islam yang paling efektif dan berpengaruh pada kebiasaan, sikap, hingga menjadi tindakan. Urgensi konsep uswah hasanah dalam kehidupan adalah sebagai bukti ketaatan pada Allah dan Rasulullah saw. Dan bangsa yang berperadaban baik dimulai dari individu yang baik. Adapun pengembangan model penanaman nilai karakter melalui peneladanan dapat dilakukan dengan keteladanan dan pembiasaan baik yang disengaja ataupun tidak. Serta, implikasi pedagogi metode uswah hasanah ini  menunjukkan bahwa pendidik adalah pewaris pada nabi, pendidikan adalah uswah hasanah, dan keteladanan itu dimulai dari diri sendiri.  
Implementasi Model Pembelajaran Design for Change untuk Meningkatkan Pemahaman Keterampilan Mengajar Santri : Penelitian di Pondok Pesantren Al Basyariyah Bandung Ulvah Nuraeni; Giantomi Muhammad; Iwan Sanusi; Nadri Taja
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 1 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i1.6163

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman santri Pondok Pesantren Al Basyariyah Bandung dalam keterampilan mengajar, namun daripada itu terdapat program masa bakti yang mengharuskan santri untuk berkiprah di masyarakat dengan mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri dalam menguasai keterampilan mengajar dengan menggunakan model pembelajaran aktif berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman santri antara sebelum dan sesudah pelatihan model pembelajaran Design for Change berbasis teknologi yang merupakan bagian dari model pembelajaran Problem Based Learning yang utama. Ditunjukkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 83,2319 dan nilai rata-rata postest sebesar 92,9658. Dikuatkan dengan uji Paired Sample Test menunjukkan nilai < 0,001 pada uji pretest dan postest yang dilakukan, sehingga jika dinyatakan Nilai Signifikan (sig) pada Based on Mean < 0,05, menandakan data tidak homogen. Terlihat bahwa terdapat perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah materi model pembelajaran disampaikan yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keterampilan mengajar.
The Effect of Dhuha Prayer Habituation on the Awareness of Performing Fard Prayers among Madrasah Ibtidaiyah Students Surana, Dedih; Muhammad, Giantomi; Sanusi, Iwan; Nurhakim, Haditsa Qur’ani; Pamungkas, Muhamad Imam
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2024): Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/mudarrisa.v16i2.2582

Abstract

This study examines the influence of Duha prayers on students' daily performance of fardhu prayers. A quantitative approach was utilized, involving surveys, questionnaires, and interviews for data collection. Descriptive statistical analysis was conducted. The research findings indicate a correlation between regular Duha prayers and students' adherence to fardhu prayers at home, with a 20.5% and 79.5% difference in performance before and after implementing the Duha prayer, respectively, which can be attributed to various factors. This percentage demonstrates the impact of the habit of Duha prayers on students' consciousness in fulfilling fardhu prayers, with the main contributing factor being the students' awareness developed through consistent practice at school. The consistent practice of habits can significantly influence a person's personality. Similarly, incorporating the habit of performing the Duha prayer is essential in shaping students' personalities. The implementation of fardhu prayers at home has a noticeable impact on students. Since fardhu prayers are obligatory for Muslims, it is essential to have a supportive process to ensure their fulfillment.
Pengetahuan Akhlak Sosial Sebagai Upaya Mencegah Tindakan Perundungan di Sekolah Muhammad, Giantomi; Rozali, Zahra Putri; Erhamwilda, Erhamwilda
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 1 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i1.3490

Abstract

The current rampant bullying is accompanied by physical violence, not just verbal. Those who are weak are oppressed by a group of people who feel powerful and have power. There is news circulating on television and social media regarding bullying that leads to death every year. This is a very sad phenomenon amidst Indonesia's hopes of gold in 2045. Therefore, massive efforts are needed to tackle bullying, especially in schools. The aim of this research is to describe knowledge of social morals as an effort to prevent bullying. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data sources for students and teachers through interviews, documentation and observation processes. Data analysis techniques through data reduction, data interpretation, data triangulation and data conclusions. The results of the research reveal that the implementation of knowledge of social morals is supported by cognitive, affective and psychomotor understanding in students not to bully, thus assessing it as a form of detrimental negative action. Students take better care of themselves and increase their knowledge of social morals that bind Islamic values ​​in forming an Islamic brotherhood
Implementation of Moral Values ​​Underlying Awareness of Covering the Private Parts of Hijab-wearing Female Students at Universitas Islam Bandung Muhammad, Giantomi; Azizah, Hasna Nur; Suhardini, Asep Dudi
Journal of Educational Social Studies Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v14i1.16380

Abstract

Abstract ____________________________________________________________ The importance of covering the intimate parts is mandatory for a Muslim woman. Adequate knowledge is required to implement the requirement to cover the private parts properly. Knowledge regarding aspects of morality is an integral part for a Muslim woman so that it is embedded in the personality. Bandung Islamic University students are required to cover their intimate parts while on campus. These rules have been stipulated by the Chancellor's binding regulations. There is a need to strengthen the underlying aspects of morality so that female students remain consistent in covering their intimate parts. The aim of this research is to determine the aspects of morality that underlie the awareness of covering the intimate parts of female students who wear the hijab at Bandung Islamic University. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods. Data collection techniques using documentation, interviews and observation. Data analysis techniques are carried out through data reduction, data interpretation, data verification and conclusions. The results of the research reveal the underlying aspects of morality in terms of moral knowledge, moral feelings and moral actions of female hijab-wearing students at Bandung Islamic University. These aspects are strengthened by the regulations implemented so that they can be implemented consistently.    
Pola Pembiasaan Berbasis Kasih Sayang untuk Meningkatkan Semangat Ibadah Peserta Didik Sekolah Dasar Muhammad, Giantomi; Surana, Dedih
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).228-241

Abstract

Visi Indonesia Emas 2045 diproyeksikan menjadikan bangsa Indonesia unggul dalam  berbagaiaspek termasuk peningkatan kualitas dan kompetensi manusia. Perlu diingat, bahwa hal tersebut memerlukan optimisme dan usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Pembiasaan baik yang dilakukan di sekolah dan lingkungan sekitar salah satu bagian mewujudkan Indonesia Emas 2024. Perlu dilakukannya pembiasaan baik sedari kecil atau dasar sebagai masa penting dalam pembentukan karakter. Jenjang sekolah dasar merupakan bagian dari komponen dasar kiranya efektif melakukan pembiasaan kebaikan yang dilakukan oleh sekolah. Sekolah layaknya memberikan pola pembiasaan yang baik dengan kasih sayang utamanya dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola pembiasaan berbasis kasih sayang dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data dari direktur sekolah, kepala sekolah, dua orang guru kelas, dan empat orang tua peserta didik. Dilakukan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan mereduksi data, tafsiran data, triangulasi data dan penyimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pola pembiasaan kasih sayang yang diterapkan di SDIT Zakia memiliki tujuan dalam meningkatkan semangat ibadah peserta didik. Ada enam pola pembiasaan yang diterapkan yaitu interaksi tatap muka, sentuhan kasih sayang, kalimat penyemangat, perilaku teladan, perhargaan dan hukuman, serta komunikasi bersama orang tua. Pola tersebut rutin diterapkan guru kepada peserta didik. Terdapat juga faktor pendukungnya yakni komitmen pengajaran guru dan peran orang tua yang berkolaborasi satu sama lain. Juga faktor yang menghambatnya di antaranya minat dan potensi peserta didik dalam konsisten beribadah dan lingkungan yang berpengaruh.
PAI (Islamic Religious Education) Teacher in Facing The Millenial Era Challenges Amaly, Abdul Mun'im; Ruswandi, Uus; Muhammad, Giantomi; Erihadiana, Muhammad
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2022): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v13i1.9438

Abstract

The 21st century, known as the millennial era, cannot be separated from technological advances and other advances that cannot be denied. However, many PAI (Islamic Religious Education) teachers are less capable and less ready to face students in this millennial era. Therefore, the researchers examined PAI teachers' readiness to meet the millennial era's challenges using the library research method taken from various indexed scientific journals. Then, the researchers analyzed the data using the content analysis method. Research result showed that the challenges of Islamic religious education teachers in the millennial era are related to technology and the process of education that cannot be separated from character education that upholds the values of Islamic teachings by applying technology-based learning. Teachers as role models of a religious character and have an optimistic attitude in developing personality according to Islamic principles. So it can be concluded the Islamic religious education teachers are dynamic and open in absorbing various technologies and information that will support their competence. With teachers' adaptive competence, students in this millennium era are expected to master multiple skills and have clean hearts, minds, and noble characters.
Pengaruh Media Pembelajaran Digital Untuk Meningkatkan Sikap Spiritual dan Sosial Siswa Kelas V SD Mathlaul Khoeriyah Bandung Basmah Junnatussadiah; Giantomi Muhammad
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i1.6657

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of digital learning media on improving the spiritual and social attitudes of grade V students at SD Mathlaul Khoeriyah Bandung. This study used a quasi-experimental method with a population of 60 students. Data were obtained through observation, interviews, and questionnaires, then analyzed using statistical tests. The results of the study showed that digital learning media, such as learning videos, interactive quiz applications, and other platforms, were able to improve students' understanding of Islamic religious material and encourage the application of spiritual values, such as the habit of praying and memorizing the Qur'an, as well as social values, such as cooperation and the application of 5S (Smile, Greeting, Greeting, Polite, Courteous). Digital media also makes the learning process more interesting and interactive. In conclusion, digital learning media has a positive influence on the formation of students' spiritual and social attitudes. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran digital terhadap peningkatan sikap spiritual dan sosial siswa kelas V di SD Mathlaul Khoeriyah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan populasi sebanyak 60 siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital, seperti video pembelajaran, aplikasi kuis interaktif, dan platform lainnya, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi agama Islam serta mendorong penerapan nilai spiritual, seperti kebiasaan berdoa dan menghafal Al-Qur'an, serta nilai sosial, seperti kerja sama dan penerapan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Media digital juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Kesimpulannya, media pembelajaran digital memiliki pengaruh positif terhadap pembentukan sikap spiritual dan sosial siswa.