Claim Missing Document
Check
Articles

Landasan Moralitas dalam Menutup Aurat pada Mahasiswi Hasna Nur Azizah; Asep Dudi Suhardini; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13803

Abstract

Abstract. This research was conducted to obtain data on the moral foundations of modesty in clothing among female students at an Islamic higher education institution in Bandung. The study aims to assess moral knowledge, moral feelings, moral behavior, and educational analysis regarding morality as a basis for wearing Islamic attire among female students. The approach used is a quantitative method with survey techniques. The research population consists of female students from the 2020-2023 cohort, with a sample size of 100 individuals. The data analysis technique used is descriptive analysis, which includes calculating average values, finding standard deviations, determining variable classification tables, and drawing conclusions by collecting data through questionnaires, documentation, observations, and interviews. The results indicate that moral knowledge about modesty in clothing falls into the adequate category, with an average score of 51, within the 49-51 interval. Moral feelings about modesty in clothing also fall into the adequate category, with an average score of 47, within the 44-48 interval. Moral behavior in terms of modesty in clothing is categorized as adequate, with an average score of 38, within the 36-38 interval. Therefore, based on knowledge, feelings, and moral behavior as three components indicating good character in the formation of morality among female students related to Islamic attire, it is considered to be in the adequate category. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai dasar moral dalam menutup aurat di kalangan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Islam di Bandung. Studi ini bertujuan untuk menilai pengetahuan moral, perasaan moral, perilaku moral, dan analisis pendidikan mengenai moralitas sebagai dasar untuk menutup aurat atau berpakaian Islami di kalangan mahasiswi. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian ini terdiri dari mahasiswi angkatan 2020-2023, dan sampelnya terdiri dari 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang mencakup perhitungan nilai rata-rata, menemukan deviasi standar, menentukan tabel klasifikasi variabel, dan menarik kesimpulan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan moral mengenai menutup aurat berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 51, yang berada dalam interval 49-51. Perasaan moral tentang menutup aurat juga berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 47, dalam interval 44-48. Perilaku moral dalam menutup aurat dikategorikan sebagai cukup, dengan nilai rata-rata 38, dalam interval 36-38. Oleh karena itu, berdasarkan pengetahuan, perasaan, dan perilaku moral sebagai tiga komponen yang menunjukkan karakter yang baik dalam pembentukan moralitas di kalangan mahasiswi terkait dengan pakaian Islami dianggap berada dalam kategori cukup.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Smart Box Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 194 Sukajadi Kota Bandung Siti Rahmawati; Saepudin, Aep; Muhammad, Giantomi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15506

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar siswa di SDN 194 Sukajadi Kota Bandung karena pembelajaran masih bersifat monoton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menerapkan media smart box danpembelajaran konvensional, serta mengetahui perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa setelah diterapkanya media smart box dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design. Jenis pengambilan sampel menggunakan Non-probability Sampling atau pemilihan nonrandom yang melibatkan kelas eksperimen IV-A dan kelas kontrol IV-B. Hasil penelitian menunjukkan (1) Motivasi belajar siswa di kelas kontrol mengalami penurunan setelah diberikan perlakuan, dapat dilihat dari skor rata-rata pre-test sebesar 78,61 dan post-test sebesar 74,35. (2) Motivasi belajar siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan media smart box, dapat dilihat dari skor rata-rata pre-test sebesar 78,57 dan post-test sebesar 84,29. (3) Efektivitas hasil motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dibuktikan dengan analisis uj t (hipotesis), diperoleh nilai t hitung > t tabel (9,278 > 2,002), maka dapat disimpulkan ditolak dan diterima berarti terdapat efektivitas yang signifikan motivasi belajar siswa dalam penggunaan media pembelajaran smart box pada kelas eksperimen terhadap kelas kontrol.
Islamic Education As An Effort To Strengthen Morals In The Era Of Globalization Muhammad, Giantomi; Surana, Dedih; Sanusi, Iwan; Suhartini, Andewi
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 9 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/alwijdn.v9i1.3602

Abstract

Islamic education at this time is very much needed to develop knowledge based on faith and piety. This results in a pattern of physical and spiritual behavior that produces a form of self-concept, namely, being a person with character. The weakening of moral attitudes in the personality of a Muslim is not a small problem and needs to be taken seriously. Islamic education has an impact on increasing faith and piety to form a person who has character, especially with the increase in the current era of globalization, which changes all aspects of life, including mindset. The purpose of this study is to find out the process of Islamic education as the actualization of Islamic teachings so that it can be an effort to strengthen the morals that occur in this era of globalization in the personality of Muslims. This research is qualitative research with the type of library research (Library Research). The results of this study show that the strengthening of morals by Islamic education in the current era of globalization in addressing present moral and ethical deviations includes the need for revitalization as moral strengthening that needs to be carried out by Muslims today in facing the era of globalization, including 1) applying a holistic learning model and based on morality, 2) revitalizing moral education, 3) revitalizing social education, and 4) revitalizing the role of technology.   Keywords: Islamic Education, Morals, Globalization Era, Morals, Ethics.
Peningkatan Literasi Digital dan Keuangan Siswa SMP Negeri 01 Tanjungsiang Menuju Generasi Melek Teknologi dan Finansial Giantomi Muhammad; Ayi Sobarna; Safitri A, Nabila; Faujiah, Chicha Siti; Putri, Rachma Vidia
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i3.207

Abstract

At SMP Negeri 1 Tanjungsiang, a digital and financial literacy program has been created to prepare students to face these challenges by understanding the use of technology and managing personal finances. This is because digital and financial literacy are important skills for students in the modern era which is characterized by rapid technological developments and global economic complexity. The goal of the program is to teach students how to properly use digital tools, know about cybersecurity, and properly control personal finances. Preliminary results show that students understand both areas better. However, limited technological infrastructure, differences in students' and teachers' prior knowledge, and lack of community support are some of the problems that hinder these programs. The success of this program and its long-term impact on preparing students for the digital era and future economy is critical.
The Values of Inclusiveness, Competence, and Tolerance in the Exegesis of Surah Al-Hujurat Verse 13 Nadri, Nadri Taja; Giantomi Muhammad; Ramdan Fawzi; Labib Elmuna
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 24 No. 01 (2024): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53828/alburhan.v24i01.1809

Abstract

This research examines religion and humanity from the perspective of the value of diversity referring to Surah al-Hujurat verse 13. A multicultural Indonesian society consisting of ethnic, cultural and religious aspects will have logical consequences for an attitude of understanding and respecting differences. So that diversity is seen as a necessity in all aspects of life without having to cause conflict. In the Qur'an, especially in Surah al-Hujurat verse 13, we find a portrait of a multicultural society as the embodiment of the symbol of Bhinneka Tunggal Ika. In this research, the method used is a literature study with technical data analysis in the form of analytical descriptive. The findings of this research are values reflected in the opinions of the mufassir, namely the value of syumuliyyah, the value of kafa'ah and the value of tasamuh. These three values should be internalized and implemented in realizing the spirit of religion in the context of national and state life.
Analisis Hubungan Antara Pengetahuan Akhlak Terhadap Sesama dan Sikap Siswa Terhadap Bullying Pada Siswa Usia 13-15 Tahun Zahra Putri Rozali; Erhamwilda; Giantomi Muhammad
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v4i2.5341

Abstract

Abstract. The aim of this research is to examine the relationship between students' views on bullying at one of the school in Lembang and their understanding of morals towards others. The background of this research is the problem of bullying in schools, especially verbal bullying. Students' sense of superiority was found to be the main source of bullying behavior. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Fifty students at one of the school in Lembang filled out the questionnaire used to collect data. The findings of this research show the influence of moral knowledge on students' perceptions of bullying. With a standard deviation of 2.804, the mean (average) of students' moral knowledge is 38.66. The following categories make up the moral knowledge category: very good (43 and above), good (40–42), quite good (37–39), poor (34–36), and very poor (33 and below). Only 7% of students really understand morals; 10% are good; 17% are excellent; 16% are less; and 0% are very less. Meanwhile, students' attitudes towards bullying have an average score of 42.76, which is in the quite good category. This research found that students with higher moral knowledge tend to have more positive attitudes towards bullying and engage in bullying less often. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara pandangan siswa terhadap bullying di salah satu sekolah di Lembang dengan pemahaman akhlak terhadap sesama. Latar belakang penelitian ini adalah permasalahan bullying di sekolah, khususnya bullying verbal. Rasa superioritas siswa ditemukan menjadi sumber utama perilaku bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lima puluh siswa di salah satu sekolah di Lembang mengisi kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan pengaruh pengetahuan akhlak terhadap persepsi siswa terhadap bullying. Dengan standar deviasi sebesar 2,804 maka mean (rata-rata) pengetahuan moral siswa sebesar 38,66. Kategori-kategori berikut ini membentuk kategori pengetahuan akhlak: sangat baik (43 ke atas), baik (40–42), cukup baik (37–39), kurang (34–36), dan sangat kurang (33 ke bawah). Hanya 7% siswa yang sangat paham moral; 10% bagus; 17% sangat baik; 16% adalah kurang; dan 0% sangat kurang. Sedangkan, sikap siswa terhadap bullying memiliki nilai rata-rata 42,76 yang berada dalam kategori cukup baik. Penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan pengetahuan akhlak yang lebih tinggi cenderung memiliki sikap yang lebih positif terhadap bullying dan lebih jarang melakukan tindakan bullying.
Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Kegiatan Remaja Masjid Sekolah Muhammad, Giantomi; Rosenda, Diden; Asikin, Ikin; Nur'aeni, Ulvah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v14i2.21242

Abstract

Pentingnya memiliki jiwa nasionalisme diperlukan untuk menguatkan kepribadian yang cinta tanah air. Pribadi yang nasionalis akan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan dan selalu berbuat baik kepada sesama bangsanya. Hal itulah yang diharapkan sebagai bagian menguatkan nilai-nilai kebangsaan. Maka dari itu nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini pada bangku sekolah. Adalah kegiatan remaja masjid sekolah sebagai upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan. Di dalamnya memuat unsur spiritual dilandasi komitmen mencintai tanah air untuk mempererat jiwa nasionalisme. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan remaja masjid sekolah. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Sumber data diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan kepada guru PAI dan peserta kegiatan remaja masjid sekolah. Analisis data dilakukan reduksi data, tafsiran data, pelengkapan dan penyimpulan data. Lokasi penelitian dilakukan di SMP Negeri 43 Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan pola internalisasi yang dilakukan dalam bentuk kognitif, keterampilan, afektif dan pengalaman. Sedangkan nilai-nilai Kebangsaan adalah: 1) Ketuhanan; 2) Kemanusiaan; 3) Persatuan; 4) Demokrasi; 5) Keadilan; 6) Plural dan Multikultural; dan 7) Patriotisme.
Pendekatan Aplikasi Hadits Soft: Efektivitas Pembelajaran Hadits Berbasis Digital di Pondok Pesantren Al Basyariyah, Bandung Nur'aeni, Ulvah; Taja, Nadri; Muhammad, Giantomi; Sanusi, Iwan
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 13, No 2 (2024): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v13i2.13900

Abstract

Integrasi teknologi digital di pesantren telah banyak diteliti, dengan fokus pada manfaatnya dalam pembelajaran, manajemen, dan branding. Namun, beberapa pesantren tetap berhati-hati dengan perubahan ini. Penelitian ini menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi Hadits Soft dalam pengajaran Hadits di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen tipe single subject design untuk menguji peningkatan hasil pembelajaran Hadits dengan menggunakan aplikasi Hadits Soft. Sampel terdiri dari 54 siswa laki-laki dan perempuan dari kelas 5 TMI (setara dengan kelas 2 SMA) yang mencapai nilai pre-test tertinggi. Para santri dibagi menjadi 15 kelompok dan diberikan laptop yang telah terinstal aplikasi Hadits Soft. Mereka diajarkan tentang kitab-kitab rujukan utama (kutub as-Sittah, As-Sab'ah, at-Tis'ah), cara mencari Hadits, menentukan kualitas Hadits, mengidentifikasi rantai perawi (sanad), menilai kualitas perawi, menentukan kuantitas Hadits, dan melakukan munasabah Hadits untuk memahami istilah-istilah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Untuk mengentahui peningkatan pengetahuan ilmu Hadits dilakukan uji n-gain dan menunjukkan skor akhir 0,77 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Hadits dengan menggunakan aplikasi Hadits Soft di pesantren secara signifikan berkontribusi pada pengetahuan santri di Pondok Pesantren Al-Basyariyah.
The Transformation of Qur'an Literacy Through the Tahfidz Method: An Experimental Study on Elementary School Students Yugo, Tri; Surana, Dedih; Muhammad, Giantomi; Pamungkas, Muhamad Imam
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 1 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i1.15682

Abstract

The Tahfidz method strategically improves students' Qur'an literacy, especially in tajwid, fluency, and memorization. This study aims to evaluate the effectiveness of the Tahfidz method in increasing the memorization capacity of the Qur'an of grade 6 students of SDN Jatimekar through a pseudo-experimental approach with a Nonequivalent Control Group Design. 72 students were divided into an experimental group (Tahfidz method, n=36) and a control group (conventional method, n=36). The results of the t-test showed a significant difference between the average final test score of the experimental group (82) and the control group (78), with t(70) = 4.094, p < 0.05. The Tahfidz method has been proven to significantly increase the memorization capacity of the Qur'an, especially in the application of Tajwid and fluency in reading. The study offered novelty through the correlation of the intensity of the Tahfidz method with the improvement of students' abilities, showing a significant positive relationship (r = 0.917, p < 0.05). The implications of this research include integrating the Tahfidz method in the curriculum, teacher training for the effective application of methods, and using technology such as gamification to overcome time constraints and student motivation. This research makes an important contribution to the development of national Qur'an literacy and becomes a practical reference for educators and policymakers to improve the quality of Islamic religious education.
Pendidikan Multikultural Pada Budaya Pesantren Modern Muhammad, Giantomi; Suhartini, Andewi; Ahmad, Nurwadjah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v19i2.2560

Abstract

Budaya pesantren salah satu karakteristik dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di pesantren. Nuansa yang kental akan kerukunan dan keharmonisan antara sesama santri dan juga santri kepada kiayi merupakan sirkulasi yang penuh dengan tata krama, sopan santun, nilai-nilai spritual dan lingkungan moral yang mendukung terbentuknya karakter. Selain sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren bersumbangsih besar terhadap perkembangan peradaban di Indonesia serta menjaga Kebhinekaan yang menjadi semboyan kuat bangsa ini. Salah satunya adalah pesantren modern yang merupakan salah satu pesantren yang menggunakan sistem modern dalam pendidikannya telah berpengaruh besar dalam menanamkan nilai-nilai kerukunan dan keharmonisan. Para santri pada Pesantren Modern umumnya datang dari berbagai daerah dan dari bergai macam suku, sehingga menimbulkan sifat multikultural di dalamnya. Maka oleh karena itu penelitian ini akan membahas pendidikan multikultural yang terjadi pada budaya pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka (library research) lalu dilakukan analisis dari berbagai macam sumber dari buku, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pendidikan multikultural pada budaya pesantren modern yang ditelaah dari sumber referensi pustaka.Â