Claim Missing Document
Check
Articles

Conditioning of Temperature and Soil Moisture in Chrysanthemum Cut Flowers Greenhouse Prototype based on Internet of Things (IoT) Fauziyah, Mila; Safitri, Hari Kurnia; Dewatama, Denda; Aulianta, Erdin
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol. 13 No. 1 April 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/elkha.v13i1.43078

Abstract

Currently, cut chrysanthemum cultivation in a greenhouse is still using a conventional system. Temperature and soil moisture are the most important factors in the growth process. If the temperature and humidity of the soil are not conditioned, the roots will quickly rot and slow the growth process of chrysanthemums. Internet of Things is an integrated system with a data-based server that stores data in the cloud from sensors so that the system can be monitored remotely in real-time. Based on this, an integrated system was designed to make it easier for farmers to condition the temperature and humidity of the chrysanthemum flower soil. In temperature conditioning, if the temperature of cut chrysanthemum is detected 24 ℃ then the heater will be "on" by adjusting the fan rotation and vice versa. Meanwhile, soil moisture conditioning is carried out by distributing water if the detected soil moisture is 50%, then the water pump is in the "on" state. The data on the degree of temperature and the percent of soil moisture will be recorded into the cloud which will then be displayed in the form of graphs and history data on the webserver and Android. By using this system, it is found that the growth process of cut chrysanthemums can grow 7 days faster than the standard harvest time of 30 days.
Sistem Komposter Rumah Tangga Berbasis Arduino dengan Monitoring Real-Time Parameter Pengomposan Fauziyah, Mila; Putri, Ratna Ika; Adhisuwignjo, Supriatna
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Elkolind Vol 12 No 3 (September 2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v12i3.9150

Abstract

Peningkatan timbulan sampah organik rumah tangga menuntut metode pengolahan yang lebih terukur, efisien, dan dapat dikendalikan. Proses pengomposan konvensional kerap gagal karena parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan pH tidak berada pada rentang optimal. Penelitian ini merancang komposter otomatis berbasis Arduino Uno yang dilengkapi sensor HC-SR04, DS18B20, soil moisture, dan sensor pH untuk melakukan pemantauan real-time dan pengendalian aktuator secara otomatis. Sistem mengaktifkan motor pencacah selama 3 menit, pompa cairan tetes tebu selama 50 detik, serta pompa EM4 selama 2 detik, sebelum memasuki fase pengomposan. Sensor kelembapan mengendalikan pompa air ketika nilai di bawah 40%, dan mengaktifkan motor pengaduk saat kelembapan melebihi 60%, menjaga kondisi aerobik tetap stabil. Pengujian dilakukan pada kapasitas bahan 5 kg, dengan rentang suhu pengomposan tercatat pada 32–45°C dan pH akhir berada pada kisaran 6,5–7,2, yang sesuai untuk kompos matang. Sistem mampu mempertahankan kelembapan pada rentang ideal 40–60% serta menghasilkan kompos dalam waktu lebih cepat dibanding metode manual. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi sensor dan aktuator berbasis mikrokontroler mampu meningkatkan kestabilan proses pengomposan dan mengurangi kebutuhan intervensi operator
Pelatihan Pembuatan Literasi Digital Visual Sebagai Bahan Ajar Tematik Di TK Noor Fadjar Malang Anindya Dwi Risdhayanti; Mila Fauziyah; Odhitya Desta Triswidrananta; Adi Candra Kusuma; Totok Winarno; Herwandi
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i110
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi teknologi dalam pendidikan anak usia dini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa menghadapi perkembangan era digital. Namun, di TK Noor Fadjar Malang pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif belum diterapkan karena keterbatasan pemahaman dan keterampilan guru dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AR melalui kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh dosen dan mahasiswa Teknik Elektronika. Metode yang digunakan berupa pelatihan terstruktur yang meliputi pengenalan konsep AR, pendampingan pembuatan modul, dan praktik penerapan dalam pembelajaran, dengan data dikumpulkan melalui observasi, evaluasi praktik, dan umpan balik peserta lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam mengoperasikan serta mengembangkan modul AR, yang berdampak pada meningkatnya interaktivitas, motivasi, dan keterlibatan belajar anak didik di kelas. Dengan demikian, pelatihan ini dapat disimpulkan berhasil dalam membekali guru dengan kemampuan memanfaatkan AR sebagai media edukasi yang inovatif dan efektif untuk mendukung optimalisasi proses pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini.
PELATIHAN PEMILAHAN SAMPAH UNTUK DUSUN SUMBERINGIN DESA WRINGINSONGO KABUPATEN MALANG Beauty Anggraheny Ikawanty; Mila Fauziyah; Mohammad Luqman; Muhammad Khairuddin; Ari Murtono
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v11i2.4594

Abstract

Sumberingin Hamlet is one of two hamlets located in Wringinsongo village, Tumpang sub-district, Malang Regency. The people work in the agricultural, livestock and industrial sectors. So with thousands of people in one village and the majority of livelihoods in the village itself, the amount of rubbish thrown away every day is increasing. Household waste produced by each family is cleaned/picked up by officers per RT and sent to the final disposal site (TPA) available in the village. Every day, if the average weight of waste produced by each family is 5 kg, then every day the village will produce around 4500 kg of waste. The landfill in Sumberingin hamlet is located very far away and means of transportation to the landfill are very limited. So that rubbish piles up in landfills and is not managed, causing odors and pollution to the surrounding environment. Waste disposal in Sumberingin hamlet is still divided between organic and inorganic waste. This can be seen from the fact that there is only one trash bin in each household. Therefore, this community service focuses on partner groups of Sumberingin hamlet women for waste sorting training. Waste sorting is the activity of grouping and separating waste according to the type, quantity and/or nature of the waste. Waste sorting at home can be grouped into 3, namely organic waste, inorganic waste and residual waste.
Implementasi PID pada Proses Perebusan Jamu Kunyit Asam Mila Fauziyah; Anindya Dwi Risdhayanti; Supriatna Adhisuwignjo; Ratna Ika Putri; Wirawan
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Elkolind Vol 12 No 3 (September 2025)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v12i3.8974

Abstract

Jamu kunyit asam merupakan minuman herbal tradisional yang kualitasnya dipengaruhi oleh ketepatan takaran kunyit dan kestabilan suhu perebusan. Pada produksi manual, variasi jenis kunyit dan suhu yang tidak terkontrol menyebabkan warna serta rasa jamu kurang konsisten. Penelitian ini mengembangkan sistem otomasi terintegrasi yang mencakup penakaran kunyit berbasis koreksi warna hasil rebusan dan kontrol suhu perebusan menggunakan metode PID. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat kunyit, sedangkan kamera Pixy2 mendeteksi warna berdasarkan nilai RGB. Hasil pengujian koreksi warna kuning muda dengan target 200 g menunjukkan berat terbaca 198,8–202,1 g dengan eror 0,6–1,05%, sedangkan koreksi warna kuning dengan target 100 g menghasilkan berat terbaca 99,9–103,3 g dengan eror 0,1–3,3%. Aktivasi LED pada Pixy2 terbukti meningkatkan akurasi klasifikasi warna dengan mengurangi variasi RGB yang tidak terstandarisasi. Pada proses perebusan, sensor DS18B20 digunakan sebagai input kontrol PID untuk mengatur valve gas melalui motor servo sehingga suhu stabil pada 85–90°C. Hasil tuning PID dengan parameter Kp = 33.28, Ki = 0.27, dan Kd = 10 memberikan overshoot 0,44%, rise time 39 menit, dan eror steady-state 0.06%.
Co-Authors Abrihan Bachtiar Samudra Adhisuwignjo, Supriatna Adhisuwignjo, Supriatna Adi Candra Kusuma Adi Candra Kusuma, Adi Candra Adimi, Akbar Roisul Adly Mardika Agus Idris, Mochammad Agus Setiawan Agus Triwahyudin Al Azhar, Gillang Alif, Alif_Komaruddin Aliftinan, Dafi'ah Andriani Parastiwi Anggita, Eriska Anindya Dwi Risdhayanti Anindya Dwi Risdhayanti Anindya Dwi Risdhayanti6 Ari Murtono Astadewi, Avrilla Iona Aulianta, Erdin Bagus Fajar Afandi Afandi Bagus Rachmanto Bambang Irawan /E21207042 Bambang Priyadi Beauty Anggraheny Ikawanty Beauty Anggraheny Ikawanty Brahma Ratih Rahayu Fakhrunnia Budiharto, Bintang Maha Dewa Hidayah Delila Cahya Devira Anggi Maharani Dewatama, Denda Dian Ayu Widianti Dimas Kukuh Prasetyo Doddy Maulana Donny Radianto Dwi Puspitasari Dyah Intan Sari Eka Mandayatma Ekasari, Silvia Rahmi Erdin Aulianta Febrin Ferdina Putri Febriyana, Anita Dwi Gillang Al Azhar Gita Kartika Rizqofani Hadi Susanto Hairus, Hairus Hari Kurnia Safitri Herman Hariyadi Herwandi Herwandi Hijriah, Ayu Ikawanty, Beauty Anggraheny Indradewa, Rhian Indrawan Nugrahanto, Indrawan Indrazno Siradjuddin Jannah, Nur Kholifatu Jenar Rurintasari Jules Dwi Y A Komarudin Achmad Lathifatun Nazhiroh Marsa Atisobhita Mirza Sakina Lukitasari Mohammad Luqman Mohammad Randy Setiawan Muhamad Rifa'i Muhammad Khairuddin Muhammad Rifai Muhammad Rifa’i Mukhammad Bayu Riswan Maulana Ningrum, Mery Octavia Odhitya Desta Triswidrananta Oktriza Melfazen Paramitha, Tannia Patma, Tundung Subali PERMATASARI, DINDA AYU Prabasworo, Amtha Setio Putra, Dimas Rossiawan Hendra Putu Eragrostis Brizantha Radianto, Donny Rahman KN, Aditya Ramadhan Kurniawan Ratna Ika Putri Rida Oktorida Khastini rifa'i, Muhammad Rifqi, Aisyah Rino Wahyu Pradana Risdhayanti, Anindya Dwi Rizky Abdul Rakhman Sidik Nurcahyo Siroju Insan Siti Nur Alima Subiyantoro Subiyantoro Sudha Paramartha, Dhiksa Sungkono Sungkono Tarmukan Tarmukan Taufik Taufik Wahyu Tri Wahono Winarno, Totok Wirawan Wirawan Yudiana, Teddy Trisnanda Yudiana Yulianto Yulianto