Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Faktor Rendahnya Cakupan Standar Pelayanan Minimal Pada Pelayanan Hipertensi Jayandra, Jayandra; Mitra, Mitra; Rusdy, Dessy
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i2.1751

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang menjadi perhatian pemerintah, sehingga pengendaliannya diintegrasikan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai PMK Nomor 4 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya capaian SPM pada pelayanan kesehatan penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP) dengan metode penelitian cepat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi penting dalam waktu singkat, biasanya di komunitas tertentu atau dalam situasi tertentu. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kegiatan posbindu PTM dan di validasi dengan triangulasi sumber informasi dari informan, dan metode. Analisis data menggunakan teknik problem solving cycle, fish bone analysis dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya capaian SPM disebabkan oleh faktor ketidakpatuhan pasien hipertensi untuk memeriksakan diri ke Posbindu dan Puskesmas, lokasi Posbindu yang terpusat di satu tempat, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, dan minimnya dukungan keluarga. Rekomendasi intervensi meliputi kolaborasi lintas program untuk inovasi pelayanan, pelaksanaan Posbindu keliling, edukasi rutin di setiap desa, serta penambahan media promosi kesehatan seperti poster, buku, dan leaflet.
Evaluasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue di UPT Puskesmas Sungai Pakning Tahun 2024 Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6596

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menyebabkan dampak serius, mulai dari penurunan kualitas hidup hingga kematian, terutama pada anak-anak. Kasus DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning mengalami peningkatan DBD mulai Juni 1 kasus, Juli 4 kasus dan Agustus 5 kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi program pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Metode penelitian adalah kualitatif menggunakan metode Rapid Assessment Procedure (RAP), dengan melakukan observasi, wawancara langsung dan penelusuran dokumen. Informan penelitian terdiri dari  informan kunci (Koordinator P2P) dan 2 orang informan utama (Petugas sanitasi). Penelitian di laksanakan dari tanggal 11-28 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian DBD belum optimal dan belum dilakukan evaluasi pengendalian program DBD. Di UPT Puskesmas Sungai Pakning masih mengalami kendala antara lain kurangnya kesadaran Masyarakat tentang 3M Plus, Kurangnya tenaga Kesehatan khusus pengendalian vektor, rendahnya peran aktif kader Jumantik, monitoring jentik tidak rutin, tidak tersedia buku panduan atau poster edukasi di tempat umum, dana belum optimal, keterbatasan alat fogging dan larvasida, dan masih ditemukan jentik nyamuk di lingkungan rumah. Disarankan kepada UPT Puskesmas Sungai Pakning untuk melakukan penyuluhan 3M Plus, melibatkan kader dan tokoh masyarakat untuk menjadi agen perubahan disetiap wilayah, dan memastikan setiap rumah memiliki anggota yang mampu memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin.Kata Kunci: Demam Berdarah, Evaluasi Program, Pengendalian DBD
Implementasi Surveilans Program TB Paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024 Rahmi, Wahyu; Mitra, Mitra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6727

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kasus TB di UPT Puskesmas Sungai Pakning mengalami peningkatan sebesar 30% dari tahun 2022 hingga 2023. Namun, pelaksanaan surveilans TB paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning belum optimal, sebagaimana terlihat dari pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) TB yang hanya mencapai 53,7% per November 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi surveilans program TB Paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP) melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri dari informan kunci (Kepala Puskesmas), informan utama (Pemegang program TB) dan informan pendukung (dokter, perawat, serta analis laboratorium). Penelitian di laksanakan dari tanggal 11-28 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilens TB paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning masih mengalami kendala antara lain keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran pelaksanaan surveilans TB, ketiadaan SOP khusus surveilans TB, kurangnya kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian TB, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan serta terbatasnya diseminasi informasi. Disisi lain, sarana dan alat kesehatan untuk mendukung program surveilens TB telah tersedia secara memadai. Disarankan kepada UPT Puskesmas Sungai Pakning untuk segera mengajukan pelatihan surveilans TB, menyusun  Rencana Usulan Kegiatan (RUK) khusus untuk surveilans TB serta meningkatkan diseminasi informasi tentang TB yang relevan dan efektif kepada masyarakat.Kata Kunci: Implementasi, Program TB, Surveilens TB, Tuberkulosis Paru, Kendala Surveilens TB
PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL (SEM) TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI UPT PUSKESMAS SUNGAI PAKNING Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Abidin, Zainal; Ismainar, Hetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45755

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus meningkat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Pakning. Social Ecological Model (SEM) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan pada berbagai tingkatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis upaya pencegahan DBD di Puskesmas Sungai Pakning berdasarkan kerangka SEM. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan pada Maret 2025 melalui wawancara mendalam dan observasi dengan jumlah informan sebanyak 14 informan, meliputi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Hasil ditemukan bahwa pengendalian DBD di Puskesmas Sungai Pakning dipengaruhi oleh berbagai faktor pada setiap level Social Ecological Model (SEM), yaitu individu, interpersonal, organisasi, komunitas, dan kebijakan. Individu hanya peduli dengan kebersihan di dalam rumah namun kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan luar rumah. Secara interpersonal keluarga merupakan support system penting begitu pula dengan Puskesmas dan Kader Kesehatan. Inovasi Organisasi (Puskesmas) dengan Sismantik di Sekolah berjalan baik namun edukasi DBD belum rutin dan merata. Fenomena kebiasaan di level komunitas menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari di dalam drum atau tempayan tidak tertutup berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Keterbatasan sumber daya menyulitkan untuk menjalankan Kebijakan Pemerintah dengan optimal. Pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning terkendala rendahnya kepedulian dan partisipasi masyarakat, minimnya peran organisasi, serta keterbatasan sumber daya. Keberhasilan program memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan lintas sektor, dan kebijakan yang kuat.
Efforts To Increase The Coverage Of The Pregnant Women's Health Program (ANC) During The COVID-19 Pandemic At The Health Office Of The Kampar Regency meldy, meldy; Mitra, Mitra; Afridayanti, Afridayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v10i2.3276

Abstract

Background: According to the 2020 Yankes Guidelines, MCH services are still carried out with due observance of health protocols. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are indicators of Maternal and Child Health (KIA) status that can describe the quality and accessibility of health care facilities. Based on a preliminary survey that the author has conducted through document searches on November 22, 2021 from the Maternal Mortality Rate Program section at the Kampar District Health Office, it is known that in 2020 the achievement of the MCH program has not yet reached the target of the Ministry of Health. Objectives: Identify problems, prioritize problems, determine alternative solutions to problems, and make an Intervention Plan (Plan of Action) in accordance with alternative solutions to problems related to the MCH Program during the Covid-19 Pandemic Period at the Kampar District Health Office. Methods: Qualitative method, using document tracing data sources, direct observations and field observations in the Maternal Mortality Rate program. The informants are the Head of the Kampar District Health Office, the Head of the Public Health Division, and the holder of the Maternal Mortality Rate Program. Results: The achievement of the Maternal Mortality Rate program is still low because during the COVID-19 pandemic, so that the implementation of the MCH program is not yet optimal. Solving the problem of the low achievement of the Maternal Mortality Rate program at the Kampar District Health Office by making a Proposed Work Plan (RUK) or designing a Plan Of Action (POA).Conclusion : The low achievement of the MCH program is due to the non-optimal implementation of the Antenatal care (ANC) program, the non-optimal implementation of the obstetric complications program and the non-optimal implementation of the Neonatal Complications program. The recommendation is that it is hoped that the Head of the Kampar District Health Office will increase the number of officers for and analyze the needs of health workers
Pengetahuan dan Ekspresi Emosi Keluarga serta Frekuensi Kekambuhan Penderita Skizofrenia Fadli, Surya Mulya; Mitra, Mitra
Kesmas Vol. 7, No. 10
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang bersifat kronis dan selalu mengalami kekambuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kekambuhan penderita skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2012. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan ukuran sampel adalah 50 responden dari keluarga penderita skizofrenia yang berkunjung di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Tampan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan korelasi, regresi linier sederhana, dan uji t independen, multivariat dengan uji regresi linier ganda. Variabel yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan penderita skizofrenia adalah pengetahuan keluarga dan ekspresi emosi keluarga. Pengetahuan keluarga berpengaruh paling besar dengan koefisien beta sebesar -0,461. Variabel confounding adalah sikap keluarga, dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat. Nilai R2 diketahui sekitar 68,7%. Keluarga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti penyuluhan dan mengikuti proses keperawatan ketika penderita di rumah sakit jiwa sehingga keluarga memperoleh informasi dalam menangani pasien skizofrenia. Dengan menjaga ekspresi emosi keluarga yang tidak berlebihan, frekuensi kekambuhan pada penderita skizofrenia berkurang. Schizophrenia is a psychotic disorder that is chronic and always had a relapse. This study aims to determine the factors associated with the frequency of relapse in patients with schizophrenia in Mental Hospital Tampan, Riau Province 2012. The research design was cross sectional study, with 50 samples of Schizophrenia patient’s family who visited in Polyclinic of Mental Hospital Tampan. Data analysis was performed by univariate, bivariate with correlation, simple linear regression, and t-test, multivariate by multiple linear regression tests. The results obtained that the variables associated to the frequency of relapse in patients with schizophrenia are family’s knowledge, family’s emotional expression. Family’s knowledge has the biggest effect with beta coefficient is -0.461. Confounding variable are family’s attitude, family’s support, and the obedience of taking medicine. R2 score is 68.7%. The family was suggested to increase the knowledge by following the counseling and follow the caring process while the patient in mental hospital, so that families get information in dealing skizophrenia patient. Family emotional expression that is not excessive, so the frequency of relapse in patients with schizophrenia was decreased.
PENENTUAN PRIORITAS MASALAH DAN PERUMUSAN STRATEGI DALAM UPAYA PENINGKATAN PROGRAM OPEN DEFECATION FREE Johan, Dwiyumelia; Mitra, Mitra; Sandra, Sandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26860

Abstract

Pelaksanaan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) merupakan program priotitas Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan pioritas masalah serta merumuskan strategi peningkatan program ODF  di Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2023. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan Phenomenology. Informan berjumlah tujuh orang yaitu Pengelola Sarana Prasarana Lingkungan, Ketua Tim Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Jasmani dan Olahraga, Staf Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Jasmani dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Petugas Sanitarian dan Promosi Kesehatan Puskesmas Kampung Besar Kota, serta dua orang masyarakat. Pemilihan Informan secara purposive sampling. Pengumpulan data  melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan metode problem solving cycle, yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, dan penentuan alternatif solusi dengan menggunakan Fishbone analysis dan analisis SWOT. Identifikasi masalah ditemukan kebiasaan Mandi Cuci Kakus (MCK) ke sungai yang turun-temurun, kurangnya koordinasi dan keterlibatan tokoh masyarakat, resistensi masyarakat terhadap perubahan, sulit  pemantauan dan evaluasi dampak langsung. Prioritas masalah pada penelitian ini yaitu kebiasaan MCK ke sungai yang turun-temurun yang disebabkan oleh budaya masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sanitasi, rumah warga yg berdekatan dengan sungai, keterbatasan sarana dan prasarana promosi kesehatan serta kurangnya dukungan tokoh masyakat terhadap ODF. Rekomendasi mencakup perubahan budaya masyarakat, peningkatan kesadaran masyarakat, inovasi metode penyuluhan, kompetisi seni mural untuk sanitasi, deklarasi desa sanitasi, advokasi untuk dukungan tokoh masyarakat.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja Putri, Dian Purnama; Trihartiningsih, Evie; Hartati, Dia; Mitra, Mitra; Santi, Santi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v1i3.150

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi banyak perubahan baik perubahan fisik maupun perubahan kejiwaan. Perubahan fisik pada remaja ditandai dengan tanda seks primer dan tanda seks sekunder dan perubahan kejiwaan ditandai dengan perubahan emosi dan perubahan intelegensia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap perilaku seksual pada remaja di MAN Kota Palangka Raya. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di MAN Kota Palangka Raya dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa-siswi setelah dilakukan penyuluhan menunjukkan ada peningkatan jika dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya dengan hasil pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden sebagian besar pada kategori baik yaitu 2 responden (10%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden sebagian besar pada kategori baik yaitu 29 responden (85%).
Analysis of Commercial Enteral Formula (CEF) and Hospital Enteral Formula (HEF) usage on cost budget and patient food acceptance Putri, Tri Putri; Mitra, Mitra; Devi, Liza Srikusuma
Majalah Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1: 2025
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/makein.2025221

Abstract

The high cost of commercial enteral formulas (CEF) and the need for hospital budget efficiency, especially for patients funded by BPJS, are major concerns in nutritional services. Additionally, patient acceptance of enteral formulas is an important indicator of the success of hospital nutrition services. Therefore, hospital enteral formulas (HEF) are designed to meet patients' nutritional needs at a more affordable cost without compromising quality. The aim of this study is to analyze cost efficiency and patient acceptance of food intake when using CEF compared to HEF, as well as to develop recommendations for a more effective and efficient enteral food procurement strategy at RSUD Muhammad Sani Karimun. This study employs a qualitative approach with a case study design. The study informants include key informants, namely six patients on an enteral formula diet and nutrition kitchen staff (Pranata Jamuan), as well as supporting informants, namely the Head of Non-Medical Support Services at RSUD Muhammad Sani. Informants were selected using purposive sampling. Primary data were obtained through observations and interviews, while secondary data were collected through document analysis. The problem identification process used the fishbone method. The study results indicate that HEF is 51.64% - 52.64% more cost-efficient than CEF. Patient acceptance of HEF is relatively high, particularly in terms of taste and texture, while factors such as hygiene and lower costs are the main advantages of HEF. HEF is a more efficient alternative that still meets patients' nutritional needs. The use of HEF is recommended to optimize hospital budgets without compromising the quality of patients’ nutritional intake.
MODEL STRUKTURAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN FRAMEWORK HOT-FIT MODEL Sinaga, Rotua Novita; Mitra, Mitra; Yunita, Jasrida; Renaldi, Reno; Efendi, Ahmad Satria
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.2537

Abstract

Hospital Management Information Sistem (HMIS) aims to enhance operational efficiency and healthcare service quality through the integration of patient data, electronic medical records, and resource management. However, its implementation in many hospitals is still hindered by infrastructure limitations, human resource readiness, and sistem interoperability, preventing optimal functionality. Strengthening policies, enhancing human resource capacity, and technological support are essential for effective HMIS implementation. This study aims to develop a structural model of HMIS based on the HOT-fit framework. A quantitative research approach with a cross-sectional design was employed. The study population comprised professionals (doctors, nurses, administrative staff) whose involvement with HMIS met the inclusion criteria, totaling 56 participants. The questionnaire used was validated for reliability and validity. Data were analyzed using SEM-PLS4 for students. The results indicate that service and technology quality significantly impact HMIS effectiveness, providing a basis for hospital management to improve human resource training and technological investment. The HOT-fit framework integrates Human, Organization, and Technology elements to assess the alignment of information sistems with organizational needs. Indirect effects were found, showing that the relationship between human and organizational factors on benefits is mediated by technology. The structural model of HMIS, based on the HOT-fit framework, achieved an SRMR value of 0.073 (<0.08), indicating a good model fit. The study concludes that the structural model of HMIS based on the HOT-fit framework provides a validated approach to improving sistem implementation in hospitals. Future research could focus on evaluating this model across various hospital settings to ensure broader applicability