Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

MANAJEMEN PROGRAM PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TANDUN II KECAMATAN TANDUN KABUPATEN ROKAN HULU yeni, gusnita; Lapau, Buchari; Mitra, Mitra; Abidin, Aldiga Rienarti; Zubaidah, Siti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34966

Abstract

Hanya 26,33% penderita hipertensi di Puskesmas Tandun II yang berobat secara teratur pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui permasalahan manajemen program pengendalian dan pencegahan hipertensi di Puskesmas Tandun II tahun 2021-2023. Penelitian menggunakan mix method dengan convergent design, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengendalian hipertensi diteliti melalui 1) penelitian kualitatif non-standar; 2) time series analysis untuk mengetahui hubungan antara keteraturan berobat dengan hipertensi terkontrol; 3) descriptive cross sectional study untuk mengetahui angka prevalensi hipertensi terkontrol pada tahun 2024. Pencegahan hipertensi diteliti dengan 4) time series analysis untuk megetahui hubungan antara beberapa faktor dengan kejadian hipertensi di puskesmas; 5) descriptive cross sectional study untuk mengetahui angka prevalensi hipertensi tahun 2024. 1) Promosi kesehatan, peningkatan gizi, deteksi dini, dan keteraturan berobat belum optimal dilaksanakan di Puskesmas Tandun II; 2) Kecenderungan ketidakteraturan berobat berhubungan dengan peningkatan hipertensi tidak terkontrol; 3) Prevalensi hipertensi terkontrol yaitu 15,1%-25,9% di Wilayah Kerja Puskesmas Tandun II; 4) Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan pendidikan meningkatkan risiko hipertensi; 5) Prevalensi hipertensi berkisar antara 45,3%-58,7%. Dirumuskan rencana jangka menengah 5 tahun untuk meningkatkan prevalensi hipertensi terkontrol dan menurunkan prevalensi hipertensi, kemudian dilakukan pemantauan tahunan dan evaluasi menjelang akhir periode.
Faktor risiko yang berhubungan dengan komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 Erdaliza, Erdaliza; Mitra, Mitra; Rany, Novita; Harnani, Yessi; Rienarti Abidin, Aldiga
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.2039

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease with an increasing prevalence in Indonesia and globally. Complications from T2DM have serious impacts on the quality of life for patients. The increase in the number of complications in T2DM patients at Selasih Regional Hospital, Pelalawan Regency, is the main issue in this research. The study aims to identify risk factors associated with complications in T2DM patients at Selasih Regional Hospital, Pelalawan Regency. The research design used is a case-control study with a sample of 400 patients (200 cases and 200 controls). Cases are T2DM patients with complications, while controls are T2DM patients without complications. Case and control samples were taken using a systematic random sampling method. Data were collected from the medical records of Selasih Regional Hospital in 2023. Data analysis was conducted using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that high cholesterol (OR=206.46), duration of DM (OR=79.62), high blood pressure (OR=22.54), and irregular check-ups (OR=4.43) were significantly associated with T2DM complications. Interventions to control cholesterol and blood pressure and to increase routine check-ups can reduce the risk of T2DM complications. Therefore, there is a need for increased education and health promotion programs from the hospital regarding diabetes management to prevent the occurrence of T2DM complications.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skizofrenia pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2022 Lestari, Winda Ayu; Mitra, Mitra; Nurlisis, Nurlisis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.6 No.2 (2024) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v6i2.15305

Abstract

Orang dengan skizofrenia dalam masyarakat dianggap berbahaya, bahkan penderita skizofrenia dikucilkan dan disembunyikan, serta tidak dibawa berobat ke dokter karena keluarga merasa malu. Pada Tahun 2017 WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa 50 juta jiwa didunia menderita skizofrenia, dan di Asia Tenggara mencapai 6,5 juta jiwa. Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia diperkirakan 2 juta jiwa (1%) dari penduduk yang menderita skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keadian skizofrenia. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi pasien dengan gangguan kejiwaan di poli rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Tampan pada Tahun 2021 berjumlah 10.780 dengan sampel 193 orang. Teknik pengambilan sampel Concecutive Sampling. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau sebesar 75,6%. variabel yang berhubungan adalah Stres (POR 9,073), Usia (POR 8,146), Pola Asuh Keluarga (POR 7,086), dan Riwayat Keluarga (POR 3,723). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian Skizofrenia adalah variabel stres. Diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang mengelola stres, dan juga mengajak pasien untuk melakukan terapi kognitif untuk mengurangi frekuensi stres.
PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT INFEKSI DAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA UNTUK MENGATASI STUNTING DI TEMPAT PENITIPAN ANAK Mitra, Mitra; Rany, Novita; Herniwanti, Herniwanti; Syifa, Ervira Dwiaprini As
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4988

Abstract

Daycare centres (TPA) play an essential role in supporting mothers in caring for their children, especially for working mothers. Daycare centres are one of the alternatives for mothers to replace their role in caring for their children while they are at work. However, TPA is often a place where the transmission of infectious diseases such as diarrhoea, respiratory infections, and other diseases occurs quickly due to close interaction between children. Therefore, preventing the transmission of infectious diseases in TPA is an important step to prevent stunting. In addition, monitoring of children's growth has yet to be done routinely in the TPA. The purpose of this community service is to increase knowledge for mothers and landfill managers in preventing transmission of infectious diseases and monitoring the growth of toddlers, as well as practical steps in maintaining the personal hygiene of children and the environment and the availability of educational media in the form of posters, leaflets and videos. The targets of the service are mothers of toddlers and landfill managers. The service method provides education, distributes hygiene tools, and provides educational media, namely posters, leaflets, and videos. The evaluation was carried out by distributing questionnaires before and after counselling. The service results showed increased knowledge of mothers of toddlers and landfill managers. The results of growth monitoring show that participating toddlers have good nutritional status and can practice hand washing properly. Although there are obstacles, such as the limited number of participants, this activity positively impacts increasing awareness about stunting prevention. The subsequent development is to expand the reach of education by involving more TPAs and introducing digital monitoring methods through applications to monitor children's growth. Support from relevant agencies is needed to ensure the sustainability of the programme.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KONVERGENSI STUNTING DI KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2021 Rosalia; Priwahyuni, Yuyun; Mitra, Mitra
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss1.1348

Abstract

Convergence is an approach to delivering interventions that are coordinated, integrated, and jointly delivered to prevent stunting for priority targets. The implementation of stunting convergence in Rokan Hulu Regency began in 2018. This study aims to analyze the implementation of the stunting convergence program in Rokan Hulu Regency in 2021. This is a qualitative study with a rapid assessment procedure research design.The research informants consisted of the main informants, namely from Bappeda, the Health Office, the Head of the Stunting Locus Health Center, and the Stunting Locus Village Head. Supporting informants are DP3AKB, Department of Public Works, Department of Education, Department of Food Security, and Department of Fisheries and Marine Affairs. Data analysis was carried out by transcribing, analyzing, and forming a matrix of research results, then triangulating the data. The results showed that the human resources in charge of monitoring nutrition at the Stunting Locus Health Center were not all trained. The budget for stunting convergence was from the APBD and the APBN and was considered to have been right on target and in accordance with the budgeting needs given. Facilities and infrastructure tend to be inadequate to implement the stunting convergence program. In the implementation of 8 stunting convergence actions, it was found that every action had been carried out, even though there were constraints in human resources, internet network availability, data availability, and suitability. It was recommended to the Rokan Hulu Government to increase the capacity of human resource managers, complete facilities and infrastructure, and improve coordination between managers of the stunting convergence program.
URGENSI PERCEPATAN PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI MELALUI AKREDITASI PERGURUAN TINGGI Mitra, Mitra
Promis Vol 4 No 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v4i2.732

Abstract

Daya saing merupakan salah satu barometer yang digunakan untuk mengetahui kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh suatu perguruan tinggi. Evaluasi Mutu perguruan tinggi dilakukan melalui penerapan siklus PPEPP dibawah lembaga penjaminan mutu perguruan tinggi. Penekanan utama percepatan penjaminan mutu adalah upaya perbaikan mutu yang berkelanjutan sehingga tercipta budaya mutu menuju perguruan tinggi yang unggul dan dapat bersaing dalam skala nasional, regional dan internasional. Penelitian menggunakan studi kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data-data dari berbagai literatur yang sesuai dengan pembahasan pada penelitian. Sedangkan pendekatan yang digunakan kualitatif dengan mendeskripsikan dari hasil analisis yang telah dilakukan. Akreditasi merupakan salah satu bentuk evaluasi dari sistem penjaminan mutu eksternal yang bertujuan untuk menilai bahwa perguruan tinggi telah memenuhi kriteria mutu, mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Tembilahan Kota Yulistia, Yulistia; Mitra, Mitra; Muryanto, Irwan
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1437

Abstract

Efforts to prevent dengue fever (DBD) are essential for breaking the transmission chain of the disease. According to the WHO, there are approximately 100-400 million cases of dengue infection worldwide each year. In Indonesia, the cumulative case fatality rate (CFR) from January to December 2022 was 0.90%. In Riau, the CFR increased to 0.8%, representing a 128% rise compared to the previous year. In Indragiri Hilir, there were 157 cases and four fatalities due to DBD throughout 2023, with the highest incidence occurring in Puskesmas Tembilahan Kota, which reported a CFR of 6%. This study was to identify factors associated with DBD prevention efforts. A quantitative analytical observational study with a cross-sectional design was conducted. The population consisted of 11,130 households in the working area of Puskesmas Tembilahan Kota, with a sample of 172 respondents from the Tembilahan Kota and Pekan Arba sub-districts. Sampling was performed using proportional and simple random sampling techniques. Data analysis included univariate analysis to assess data proportions, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis through multiple logistic regression. The results revealed that 55.8% of respondents did not engage in DBD prevention efforts. Significant associated variables included knowledge (POR 4.259), attitudes (POR 4.377), and the role of health workers (POR 11.290), with the dominant variable being the role of health workers.
Analisis Faktor Rendahnya Cakupan Standar Pelayanan Minimal Pada Pelayanan Hipertensi Jayandra, Jayandra; Mitra, Mitra; Rusdy, Dessy
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i2.1751

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang menjadi perhatian pemerintah, sehingga pengendaliannya diintegrasikan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai PMK Nomor 4 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya capaian SPM pada pelayanan kesehatan penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP) dengan metode penelitian cepat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi penting dalam waktu singkat, biasanya di komunitas tertentu atau dalam situasi tertentu. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi kegiatan posbindu PTM dan di validasi dengan triangulasi sumber informasi dari informan, dan metode. Analisis data menggunakan teknik problem solving cycle, fish bone analysis dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya capaian SPM disebabkan oleh faktor ketidakpatuhan pasien hipertensi untuk memeriksakan diri ke Posbindu dan Puskesmas, lokasi Posbindu yang terpusat di satu tempat, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, dan minimnya dukungan keluarga. Rekomendasi intervensi meliputi kolaborasi lintas program untuk inovasi pelayanan, pelaksanaan Posbindu keliling, edukasi rutin di setiap desa, serta penambahan media promosi kesehatan seperti poster, buku, dan leaflet.
Evaluasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue di UPT Puskesmas Sungai Pakning Tahun 2024 Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6596

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini dapat menyebabkan dampak serius, mulai dari penurunan kualitas hidup hingga kematian, terutama pada anak-anak. Kasus DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning mengalami peningkatan DBD mulai Juni 1 kasus, Juli 4 kasus dan Agustus 5 kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi program pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Metode penelitian adalah kualitatif menggunakan metode Rapid Assessment Procedure (RAP), dengan melakukan observasi, wawancara langsung dan penelusuran dokumen. Informan penelitian terdiri dari  informan kunci (Koordinator P2P) dan 2 orang informan utama (Petugas sanitasi). Penelitian di laksanakan dari tanggal 11-28 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian DBD belum optimal dan belum dilakukan evaluasi pengendalian program DBD. Di UPT Puskesmas Sungai Pakning masih mengalami kendala antara lain kurangnya kesadaran Masyarakat tentang 3M Plus, Kurangnya tenaga Kesehatan khusus pengendalian vektor, rendahnya peran aktif kader Jumantik, monitoring jentik tidak rutin, tidak tersedia buku panduan atau poster edukasi di tempat umum, dana belum optimal, keterbatasan alat fogging dan larvasida, dan masih ditemukan jentik nyamuk di lingkungan rumah. Disarankan kepada UPT Puskesmas Sungai Pakning untuk melakukan penyuluhan 3M Plus, melibatkan kader dan tokoh masyarakat untuk menjadi agen perubahan disetiap wilayah, dan memastikan setiap rumah memiliki anggota yang mampu memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin.Kata Kunci: Demam Berdarah, Evaluasi Program, Pengendalian DBD
Implementasi Surveilans Program TB Paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024 Rahmi, Wahyu; Mitra, Mitra
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6727

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan infeksi paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kasus TB di UPT Puskesmas Sungai Pakning mengalami peningkatan sebesar 30% dari tahun 2022 hingga 2023. Namun, pelaksanaan surveilans TB paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning belum optimal, sebagaimana terlihat dari pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) TB yang hanya mencapai 53,7% per November 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi surveilans program TB Paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP) melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri dari informan kunci (Kepala Puskesmas), informan utama (Pemegang program TB) dan informan pendukung (dokter, perawat, serta analis laboratorium). Penelitian di laksanakan dari tanggal 11-28 November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilens TB paru di UPT Puskesmas Sungai Pakning masih mengalami kendala antara lain keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran pelaksanaan surveilans TB, ketiadaan SOP khusus surveilans TB, kurangnya kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam pengendalian TB, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan serta terbatasnya diseminasi informasi. Disisi lain, sarana dan alat kesehatan untuk mendukung program surveilens TB telah tersedia secara memadai. Disarankan kepada UPT Puskesmas Sungai Pakning untuk segera mengajukan pelatihan surveilans TB, menyusun  Rencana Usulan Kegiatan (RUK) khusus untuk surveilans TB serta meningkatkan diseminasi informasi tentang TB yang relevan dan efektif kepada masyarakat.Kata Kunci: Implementasi, Program TB, Surveilens TB, Tuberkulosis Paru, Kendala Surveilens TB