Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

How Family Assistance Teams Support Maternal-Child Nutrition Behavior Change for Stunting Prevention: A Qualitative Comparative Case Study in Kampar Regency, Indonesia Mitra, Mitra; Rany, Novita; As Syifa, Ervira Dwiaprini; Dewi, Oktavia
Journal of Current Health Sciences Vol. 6 No. 2: 2026
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2026139

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on child development and future productivity. The Family Assistance Team (FAT) plays a crucial role in community-based interventions by providing education and mentoring to at-risk families. This study aims to explore the role of FAT in supporting behavioral changes to prevent stunting in maternal and child nutrition. A qualitative case study approach was used. The primary informants, including FAT members and supporting informants, were the Head of the Community Health Center, nutritionists, the Head of Population Control, field coordinators for the Family Planning Program, and mothers of children under five years old. Purposive sampling was employed to select informants. Data were gathered through in-depth interviews, Focus Group discussions, and document review. Data validity was ensured through source and method triangulation. Thematic analysis was used to identify key findings. Five major themes emerged: (1) FAT’s role in health education and growth monitoring; (2) collaboration across programs; (3) risk factors for stunting; (4) challenges in mentoring; and (5) behavioral changes in mothers and children. FAT reported changes in mothers' behavior, particularly in toddler feeding patterns, which were supported through regular monitoring using WhatsApp messaging. However, program implementation still faces various obstacles, requiring capacity building for cadres, policy support, and cross-sector collaboration to ensure the sustainability of the stunting reduction program. Abstrak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak dan produktivitas di masa depan. Tim Pendampingan Keluarga (TPK) memainkan peran penting dalam intervensi berbasis masyarakat melalui pendidikan dan pendampingan keluarga berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TPK dalam mendukung perubahan perilaku terkait gizi ibu dan anak untuk mencegah stunting. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informan utama yaitu TPK dan informan pendukung terdiri dari Kepala Puskesmas, ahli gizi, Kepala Pengendalian Penduduk, koordinator lapangan Program Keluarga Berencana, dan ibu balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Fokus Grup Diskusi, dan tinjauan dokumen. Validitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi temuan kunci. Lima tema utama yaitu: (1) peran TPK dalam pendidikan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan; (2) kolaborasi lintas program; (3) faktor risiko stunting; (4) tantangan dalam pendampingan; dan (5) perubahan perilaku ibu dan anak.   TPK melaporkan adanya perubahan perilaku ibu, khususnya dalam pola makan balita, yang didukung melalui pemantauan rutin menggunakan media perpesanan WhatsApp. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan, sehingga diperlukan penguatan kapasitas kader, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor guna menjamin keberlanjutan program penurunan stunting.
Analysis Of The Implementation Of Supplementary Feeding (PMPK) For Stunted Children In Kampar Regency, 2025 Isnaini, Mas’udatul; Mitra, Mitra; Elfian, Elfian
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2pp7q858

Abstract

Stunting is a chronic nutrition problem that affects human resource quality and remains a national priority. One specific nutrition intervention implemented is the provision of Supplementary Feeding using Foods for Special Medical Purposes (PMPK). The success of this program depends on proper planning, implementation, and monitoring–evaluation systems. To analyze the implementation of PMPK activities for stunted children in the working area of the Kampar District Health Office in 2025. This residency used a qualitative descriptive design with a field study approach. Informants included nutrition program managers, health workers, and related stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. Thematic analysis was applied through data reduction, data display, and conclusion drawing. PMPK implementation in Kampar District generally follows national guidelines, covering planning, organizing, implementation, and monitoring–evaluation stages. However, several obstacles were identified, including limited human resources, varied understanding of PMPK among staff, and suboptimal recording and reporting systems. Fishbone analysis indicated that major problems originated from human, method, and system factors. PMPK implementation for stunted children in Kampar District has been conducted, but strengthening staff capacity, standardizing procedures, and improving monitoring and evaluation systems are necessary to enhance program effectiveness in reducing stunting
Coverage and Adherence to Iron Supplement Tablet Consumption Among Female Adolescents in Pekanbaru City, 2023–2025 Khan, Hafidh Triandha; Mitra, Mitra; Susanti, Melly
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8rag9x09

Abstract

Iron deficiency anemia among adolescent girls remains a significant public health problem with long-term implications for reproductive health and future productivity. One of the national strategies to prevent anemia is the provision of iron–folic acid supplementation, known as iron supplementation tablets; however, its effectiveness largely depends on program coverage and adherence among the target population. This residency study aimed to describe the coverage and adherence of iron supplementation tablet consumption among adolescent girls in Pekanbaru City and to identify factors influencing program implementation. A descriptive qualitative approach was applied through document review of the iron supplementation program reports from 2023–2024, in-depth interviews with nutrition and school health program officers, and direct observation at the Pekanbaru City Health Office. Data were analyzed using a fishbone approach to identify root causes and the Urgency, Seriousness, Growth (USG) method to determine priority problems. The findings indicate that both coverage and adherence to iron supplementation tablet consumption among adolescent girls remain suboptimal, reflected by inadequate follow-up of anemia screening results, weaknesses in recording and reporting systems, limited human resources, and the absence of specific standard operating procedures for adolescent anemia management. In conclusion, strengthening program governance through the development of clear SOPs, capacity building of health personnel, optimization of health information systems, and reinforcement of school and family involvement is essential to improve coverage and adherence to iron supplementation tablet consumption among adolescent girls in Pekanbaru City.
Optimalisasi Kepatuhan Penggunaan APD Kebisingan Melalui Program Promosi Kesehatan Kerja pada Operator Konstruksi Di Minas Lasniroha, Romauli; Santoso , Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Mitra, Mitra; Zaman, Kamali
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gxz9zn50

Abstract

Intensitas kebisingan pada operator compactor di perusahaan konstruksi di Minas berada di atas ambang batas yang dianjurkan, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Hasil survei awal menunjukkan masih banyak operator yang kurang memahami pentingnya kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri untuk kebisingan. Ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada operator, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain potong lintang dan melibatkan seluruh operator sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri, meskipun banyak di antaranya memiliki pengetahuan yang baik. Sikap responden cenderung negatif, motivasi kerja relatif rendah, serta sebagian besar memiliki masa kerja yang cukup lama. Selain itu, ketersediaan alat pelindung diri belum optimal, tingkat kenyamanan penggunaan masih rendah, pelatihan belum memadai, serta pengawasan dan kebijakan keselamatan kerja dinilai belum berjalan dengan baik. Faktor yang terbukti berhubungan dengan kepatuhan adalah motivasi sebagai faktor individu dan pengawasan keselamatan sebagai faktor organisasi, dengan motivasi menjadi faktor paling dominan. Sementara itu, pengetahuan, sikap, masa kerja, ketersediaan dan kenyamanan alat, pelatihan, serta kebijakan tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan edukasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri yang memadai dan nyaman, serta memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri terhadap kebisingan.