Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan: Stop Pernikahan Usia Dini sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting di Desa Pangadegan Kabupaten Sumedang Jawa Barat Hasna, Azwaj Nailla; Azzahra, Dinda Nazwa; Sabila, Ismi; Aisah, Nur; Rosadi, Nurrita Catharina; Sukaesih, Nunung Siti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JAMSI - Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1747

Abstract

Tingginya angka pernikahan usia dini di Desa Pangadegan menjadi permasalahan yang berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak remaja, mengenai dampak pernikahan dini terhadap stunting. Metode yang digunakan adalah asuhan keperawatan yang meliputi lima tahap: identifikasi masalah melalui survei awal dengan 265 responden, penetapan masalah, perencanaan materi berupa media visual dan kuesioner, implementasi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, pemutaran video layanan masyarakat, serta evaluasi melalui Pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan. Evaluasi lanjutan dilakukan satu bulan setelah kegiatan untuk memantau perubahan di masyarakat. Dampak yang diterima masyarakat adalah meningkatnya kesadaran tentang bahaya pernikahan dini serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui edukasi keluarga.
REVOLUSI KESEHATAN DIGITAL MELALUI TEKNOLOGI BIG DATA DALAM APLIKASI MOBILE JKN: RAPID REVIEW Siallagan, Amelia Dameyanti; Diana, Haninan Salma; Fitriya, Neng Inggri; Nurhuda, Puspa Madya; Oktaviany, Veny; Luginasari, Yulia; Sukaesih, Nunung Siti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.768

Abstract

Pendahuluan : Aplikasi Mobile JKN, yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan, adalah salah satu implementasi teknologi big data dalam sektor kesehatan, yang meningkatkan kualitas, efisiensi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengelolaan data melalui dalam Aplikasi Mobile JKN sebagai implementasi teknologi big data. Metode : Desain studi dalam penelitian ini adalah rapid review dengan kriteria inklusi artikel yang diteliti dipublikasikan dari tahun 2021 hingga 2025, berbahasa Indonesia atau Inggris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui database Google Scholar. Hasil akhir seleksi terdapat 7 artikel yang akan ditinjau. Hasil : Pemanfaatan teknologi big data melalui aplikasi Mobile JKN dapat meningkatkan efektivitas layanan kesehatan dengan mempercepat administrasi, memfasilitasi konsultasi jarak jauh, dan mengurangi antrean di fasilitas kesehatan. Meskipun memiliki fitur keamanan, kebocoran data dalam perlindungan data pribadi peserta, yang perlu diperbaiki dengan penerapan regulasi yang lebih tegas dan penguatan sistem keamanan. Simpulan : Berdasarkan tinjauan literatur yang telah dilakukan, pengelolaan data pada Aplikasi Mobile JKN sudah memenuhi karakteristik utama big data. Akan tetapi, masih terdapat permasalahan yang muncul terkait dengan keamanan data dan downtime system.
Penyuluhan Kesehatan dengan Permainan Escape Room melalui Platform Genial.ly dalam Meningkatkan Literasi Gizi Seimbang Anak Sekolah Dasar Damayanti, Dita Putri; Sukaesih, Nunung Siti; Inriyana, Ria
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15133

Abstract

The use of media is one of the keys to successful education about nutrition. One of the educational media for children is games, one of which can be an Escape Room via the Genial.ly platform. The aim of this research was to assess the effectiveness of counseling using the Escape Room game media via the Genial.ly platform in increasing balanced nutrition literacy in elementary school children. The design of this research was one group pre test and post test. The research sample was 100 elementary school students. Literacy levels in the pre- and post-intervention phases were measured through filling out questionnaires. Next, a comparative analysis of literacy levels was carried out between the two phases using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that there was a difference in the average level of literacy or knowledge of balanced nutrition with a value of p = 0.001, which has increased significantly from 5.67 to 10.82. Meanwhile, the nutritional functional literacy score increased from 2.63 to 4.33. Furthermore, it was concluded that counseling using the Escape Room game via the Genial.ly platform was effective in increasing elementary school students' nutritional literacy.Keywords: extension; nutritional literacy; child; game; escape room ABSTRAK Penggunaan media menjadi salah satu kunci keberhasilan penyuluhan tentang gizi. Salah satu media penyuluhan pada anak-anak yaitu permainan, yang salah satunya bisa berupa Escape Room  melalui platform Genial.ly. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas penyuluhan dengan media permainan Escape Room melalui platform Genial.ly dalam meningkatkan literasi gizi seimbang pada anak sekolah dasar. Rancangan penelitian ini adalah one group pre test and post test. Sampel penelitian adalah 100 siswa sekolah dasar. Tingkatan literasi pada fase sebelum dan sesudah dilakukan intervensi diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan tingkatan literasi antara kedua fase tersebut menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata tingkatan literasi atau pengetahuan gizi seimbang dengan nilai p = 0,001, yaitu meningkat secara signifikan dari 5,67 menjadi 10,82. Sementara itu, nilai literasi fungsional gizi meningkatkan dari 2,63 menjadi 4,33. Selanjutnya disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan permainan Escape Room melalui platform Genial.ly efektif dalam meningkatkan literasi gizi siswa sekolah dasar.Kata kunci: penyuluhan; literasi gizi; anak; permainan; escape room
Pendekatan Efektif melalui Permainan Edukatif Montessori dalam Mencegah Dampak Screen Time pada Anak Usia Pra Sekolah Lindayani, Emi; Sukaesih, Nunung Siti; Setiadi, Diding Kelana; Rahmat, Delli Yuliana; Sutresna, Iyos; Pramajati, Hikmat
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1486

Abstract

Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan kritis, seperti pembentukan identitas dan membangun sosial. Anak berada dalam periode dimana sebagian besar dari aktivitas melibatkan unsur permainan. Penggunaan gadget atau gawai yang dikenal dengan istilah screen time yang berlebihan pada usia yang terlalu dini berdampak tidak baik dan bahkan dapat memunculkan pengaruh buruk bagi anak-anak. Perlu adanya tindakan agar orang tua mengetahui pedoman dalam memberikan screen time bagi anak-anak mereka dengan permainan yang mendidik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua agar anak dapat terhindar dari dampak screen time dengan permainan edukatif montessori. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari lima langkah yaitu identifikasi masalah, menetapkan masalah kesehataan yang ada, perencanaan,implementasi dan evaluasi. Hasil monitoring dan evaluasi dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dengan dilakukan post-test mengenai persepsi orang tua terhadap permainan edukatif Montessori. Permainan edukatif Montessori memberikan dampak terhadap persepsi orang tua menjadi lebih lebih baik terutama mengenai keterlibatan orang tua dalam melatih kemampuan motorik dan sensorik anak, sebagai langkah tepat untuk mengurangi dampak screen time yang terlalu lama pada anak. Preschool children are at a critical stage of development, such as identity formation and social development. Children are in a period where most of their activities involve play elements. Excessive use of gadgets or devices, known as screen time at an early age, has a negative impact and can even negatively influence children. Action is needed so that parents know the guidelines for providing screen time for their children with educational games. This Community Service aims to increase parental knowledge so children can avoid screen time's impact with Montessori educational games. The Community Service method that will be carried out uses the nursing care theory, which consists of five steps: identifying problems, determining existing health problems, planning, implementation, and evaluation. This community service program's monitoring and evaluation results were good, as they were conducted by conducting a post-test on parents' perceptions of Montessori educational games. Education for parents about the importance of stimulating children with Montessori educational games has an impact on better parental perceptions of the importance of Montessori games that involve children's motor and sensory abilities as the right step to reduce the impact of too much screen time on children.
Durasi Screen Time dengan Gangguan Tidur Remaja Syilvani, Syilvani; Sukaesih, Nunung Siti; Ningrum, Dedah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i1.941

Abstract

Screen time adalah waktu yang digunakan dengan perangkat elektronik yang memiliki layar seperti smartphone, televisi, laptop, tablet, dan media digital lainnya. Salah satu dampak dari penggunaan gadget adalah remaja sering menggunakan media sosial pada gadget mereka, yang menyebabkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu bermain gadget akibatya remaja memerlukan waktu tidur lebih lama dari pada biasanya. Desain penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara durasi screen time dengan gangguan tidur pada remaja dengan total sampling sebanyak 183 siswa. Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukan adanya hubungan yang signifikan terkait durasi screen time dengan kejadian gangguan tidur insomnia di SMK Informatika Sumedang dengan nilai (p=0,036). Diperoleh kesimpulan ada korelasi terkait durasi screen time dengan salah satu jenis gangguan tidur yaitu insomnia. Diharapkan remaja lebih bijak dalam menggunakan waktu penggunaan layar dan menemukan hobi atau beraktivitas di luar ruangan seperti olahraga, seni atau kegiatan sosial. Selain itu diharapkan kepada orangtua untuk memberikan bimbingan dan memantau penggunaan layar remaja secara teratur.
Spiritualitas dan Kesehatan Mental pada Penyintas COVID-19 Lindasari, Sri Wulan; Nuryani, Reni; Lindayani, Emi; Sukaesih, Nunung Siti; Sopiah, Popi
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.559

Abstract

The COVID-19 pandemic can affect not only the physical but also mental health of the survivors. Particularly, mental health problems may influence their emotional, cognitive, physical, and social aspects. Meanwhile, one of the factors that closely relate to the problems is spirituality. This study aimed to determine the relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. The type of the research was descriptive correlation. The research respondents totaled 100 COVID-19 survivors. The sampling technique used simple random sampling. To collect the data, The Daily Spiritual Experience Scale (DSES) was utilized to measure spirituality and The Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) to measure mental health. The results showed that the majority of respondents had a high level of spirituality (52%) and a good mental health (64%). The chi-square test results obtained a P value of 0.003, which means there was a significant relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. This research showed that the higher the spirituality, the better the mental health of COVID-19 survivors.
Studi Korelasi Pengetahuan dan Sikap Perawat mengenai Pemanfaatan Nyamuk Wolbachia sebagai Upaya Pencegahan DBD di Kabupaten Sumedang Karmilah, Karmilah; Sukaesih, Nunung Siti; Hudaya, Ahmad Purnama
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1674

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik dengan angka kematian tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumedang. Teknologi Wolbachia, yang terbukti efektif menekan penularan virus dengue, diperkenalkan sebagai inovasi pengendalian DBD. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang berperan penting dalam edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terkait pemanfaatan nyamuk Wolbachia dalam pencegahan DBD di Kabupaten Sumedang. Metode: Desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasional digunakan dengan 297 perawat yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (74%) dan sikap negatif (61%). Analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,303; r = 0,060). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap pemanfaatan nyamuk Wolbachia. Untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan perawat, diperlukan edukasi berbasis bukti, pelatihan teknis, dan kampanye yang terstruktur. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan program sosialisasi untuk mendukung implementasi teknologi Wolbachia sebagai upaya pencegahan DBD.
The Dhikir and Prayer Therapy on Reducing Blood Pressure in Hypertension Patients: Systematic Literature Review Sopiah, Popi; Nuryani, Reni; Sukaesih, Nunung Siti; Lindasari, Sri Wulan; Assyfa, Nurul
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2024): EDITION JULY 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i2.5234

Abstract

Hypertension can lead to a variety of consequences, including death. Alternative therapies, such as Dhikr and prayer therapy, have emerged as a response to the negative effects of medications used to treat hypertension. The therapy of Dhikr and prayer worked by inhibiting sympathetic nerve dominance and activating parasympathetic nerves, resulting in a soothing effect. The goal of this paper was to conduct a literature search to determine the effectiveness of Dhikr therapy and prayer in lowering blood pressure in hypertension patients. The method involved investigating evidence published in electronic data from Google Scholar and Semantic Scholar. Using Publish or Perish, we searched for data from 2018 to 2023 using the terms "Dhikr therapy," "prayer therapy," and "hypertension." Using the Prisma Strategy flow chart, 11 relevant journals were eligible out of 352. The results showed that when a person recites Dhikr by focusing on words or sentences of prayer that are repeated with a regular rhythm, accompanied by an attitude of surrender to God, the individual will experience relaxation. This relaxed state could control the nervous system, which is responsible for regulating blood pressure in hypertensive patients leading to a decrease in blood pressure. Dhikr and prayer therapy are effective in reducing blood pressure in hypertensive patients. Recommendations suggest that Dhikr and prayer therapy can be applied as an alternative treatment for hypertension.
Karakteristik Perawat Sebagai Pendidik Klinik Keperawatan (Clinical Instructor) dalam Proses Pembelajaran Klinik Sukaesih, Nunung Siti; Pramajati, Hikmat; Sopiah, Popi; Setiadi, Diding Kelana; Rahman, Aam Ali; Danismaya, Irawan; Safariyah, Erna; Tsurayya, Shafa Aghniya
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v6i1.1812

Abstract

ABSTRAK Latar belakang. Pembelajaran klinik atau lapangan adalah kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan di lingkungan klinik termasuk di dalamnya adalah rumah sakit, klinik, rumah bersalin, puskesmas dan masyarakat. Pendidikan keperawatan sangat berkaitan erat antara pembelajaran di kelas dan pembelajaran di klinik, karena pembelajaran di klinik merupakan elemen yang sangat penting dalam pendidikan keperawatan. Pembelajaran klinik memfasilitasi peserta didik agar terpapar oleh berbagai macam aspek social, kultural, biologis, psikologis dan mental dalam merawat pasien. Pendidik klinik mempunyai tanggung jawab penting dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan percaya diri mahasiswa. Tujuan. Memperoleh gambaran demografi pendidik klinik keperawatan dan memperoleh gambaran kepuasan pendidik klinik sebagai pendidik klinik keperawatan secara secara subjektif. Metodologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang akan memberikan gambaran secara akurat mengenai karakteristik demografi pendidik klinik keperawatan dan tingkat kepuasannya sebagai pendidik klinik keperawatan. Subjek penelitian adalah pendidik klinik atau dalam keperawatan lebih dikenal dengan clinical instructor (CI) yang pernah atau sedang melaksanakan proses bimbingan klinik baik di rumah sakit ataupun di puskesmas dengan teknik total sampling yaitu sebanyak 60 responden. Hasil penelitian. Terdapat karakteristik clinical instructor yang bervariasi jumlah terbanyak adalah perempuan pada rentang usia >40- 50 tahun, mempunyai latar belakang pendidikan rata-rata S1 Keperawatan+Ners dengan pengalaman kerja pada rentang >5-10 tahun. Skala kepuasan pada rentang tinggi sehingga dapat disimpulkan mempunyai kepuasan yang tinggi pula. Kesimpulan. Mengingat pentingnya peran Clinical Instructor maka sangat perlu untuk diperhatikan kualifikasi clinical instructor yang terstandar. Dalam hal ini perlu di buat standar misalnya mengacu pada pendidikan di luar negeri bahwa clinical instructor harus ditentukan kualifikasi pendidikan, kemudian pengalaman bekerja sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, dan mempunyai kemampuan untuk mengajar Kata kunci: Pendidik klinik; Clinical instructor; pembelajaran klinik ABSTRACT Background. Clinical or field learning is a learning activity that is held in the clinic environment including hospitals, clinics, maternity homes, health centres and community. Nursing education is closely linked to classroom learning and clinical learning, as clinical learning is a very important element of nursing education. Clinical learning facilitates learners to be exposed to a wide range of social, cultural, biological, psychological and mental aspects of caring for patients. Clinic educators play an important role in motivating students to increase their confidence. Purpose. Obtain a demographic picture of a nursing clinic educator and gain a subjective view of the clinical educator as a nursing clinic educator. Methodology. This study uses a descriptive research method that will provide an accurate picture of the demographic characteristics of a nursing clinic educator and its level of satisfaction as a nursing clinic educator. The research subjects were clinical educators or in nursing better known to clinical instructors (CI) who have been or are currently conducting clinical guidance in the hospital or the health centres with a total sampling technique of 60 respondents. The results of the research. There are clinical characteristics of the most varied instructors are women in the age range> 40-50, with a mean educational background of Bachelor of Nursing with work experience in the range> 5-10 years. Satisfaction scales at high ranges can be concluded to have high satisfaction. Conclusion. Given the importance of the Clinical Instructor's role then it is important to note that the clinical instructor's qualifications are up to date. In this case, it is necessary to set standards such as referring to overseas education that the clinical instructor should be determined by educational qualification, then experience working b his / her expertise, and ability to teach Keywords: Clinical educator; Clinical instructor; Clinical learning
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Perempuan Melalui Program Pendampingan Teman Sebaya di Wilayah Kerja Puskesmas Cimalaka Sukaesih, Nunung Siti; Pramajati, Hikmat; Sopiah, Popi; Lindayani, Emi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.3477

Abstract

Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan fisik maupun psikologis yang terjadi akan menimbulkan berbagai perilaku yang berisiko seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan aborsi. Hal tersebut terutama dikarenakan pada masa remaja terjadi perubahan baik biologis maupun psikologis pada sistem reproduksinya. Informasi yang cukup dan terarah akan menghindari adanya kesalahan persepsi terhadap perubahan yang terjadi pada diri remaja tersebut. Metode pendidikan kesehatan dari teman sebaya dianggap lebih efektif dibandingkan dengan sumber informasi lainnya dan juga sebaya mempunyai peran yang cukup strategis dalam tahapan perkembangan psikososial remaja. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut maka sebagai tahap awal agar program ini berjalan lancar maka di dilaksanakan pelatihan pendidik sebaya dengan fokus utama adalah pada kesehatan reproduksi remaja untuk seluruh SMP dan SMA. Secara umum tahapan pendidikan sebaya meliputi introduction, investigation, interpretation, intervention, dan evaluation. Teknik pendidikan sebaya yang dilatihkan pada siswa adalah keterampilan attending, empathy, asking, genuine, confrontating, summarizing, dan problem solving. Indikator keberhasilan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat salah satunya adalah antusiasme dari seluruh sekolah yang menjadi khalayak sasaran dapat mengikutsertakan 6 orang siswanya untuk mengikuti kegiatan pelatihan pendidik sebaya selama 3 hari berturut-turut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dengan 100% kehadiran.
Co-Authors Achmad, Maulana Afifah Nurliana Rahmawati Ahmad Purnama Ahmad Purnama Akhmad Faozi Allif, Nisa Yoelia Nur Amalia Rahma Amanda Puspanditaning Amanda Puspanditaning Sejati Assyfa, Nurul Azzahra, Dinda Nazwa Burdahyat, Burdahyat Damayanti, Dita Putri Delli Yuliana Rahmat Delli Yuliana Rahmat Dewi, Bunga Nur Indah Diana Kulsum Diana, Haninan Salma Dianah, Haninan Salma Diding Kelana Setiadi Dimas Yusuf Irawan Dolifah, Dewi Drama, Banita Ihfatun Erna Safariyah Fabialismaya, Deayu Dwi Kania Farhan, Satria Rifqi Fitriya, Neng Inggri Ghina Fadhilah Septiani Halimatusyadiah Halimatusyadiah Haninan Salma Dianah Haryeti, Popon Hasna, Azwaj Nailla Hikmat Pramajati Hodijah, Alyah Hudaya, Ahmad Purnama Indraguna, Khansa Cantika Inriyana, Ria Inriyana, Ria Irawan Danismaya Isneniah, Dwi Iyos Sutresna Julliyana, Ressa Karmilah, Karmilah Kelia Rani Dewi Lindayani, Emi Lindayanti, Emi Lu'lu' Washilatul Ulfah Luginasari, Yulia Mazaya, Betsy Elisse Mega Lestari Meilany Nurqisthi Mulyani, Ledistia ningrum, dedah - Nur Aisah Nurhuda, Puspa Madya Nursadiyah, Siti Nuryani, Reni Oktaviany, Veny Penni Febriani Permatasari, Rinda Lailia Phalosa , Adelia Gian Pramesti, Nova Dwi Putri, Anggi Egliana Rafika Rosyda Rahmat, Delli Yuliana Regina Nur Fadzrin Ria Inriyana Ridwan, Heri Rissa Amalia Rochmah, Febby Anggraeni Rofifah, Khairunnisa Nabilatun Rosadi, Nurrita Catharina Sabila, Ismi Salsabila, Rizka Sanggara, Renalda Dhava Sejati, Amanda Puspanditaning Setiadi, Diding Kelana Shafa Aghniya Tsurayya Shalimar , Jesika Siallagan, Amelia Dameyanti Simanungkalit, Elhana Theodora Sinta Nurmala Soemantri, Hasbiya Ririe Solehah , Indah Lutfiah Nur Sopiah, Popi Sri Wulan Linda Sari Sri Wulandhari Syilvani, Syilvani Taofik, Rehieta Alifia Thaofik Fauzi Nugraha Titin Sutini Topik, Muhamad Agung Abdul Triana, Ayu Andini Tsurayya, Shafa Aghniya Ulfah, Lu'lu' Washilatul Vetra Islamia Dermawan Wulan Lindasari, Sri Yulia Wulandari, Yulia Zakaria , Ilyas