Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION PADA PESERTA DIDIK KELAS VIIIB TAHUN 2018/2019 Muawanah, Siti
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 5 No. 02 (2021): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelompok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu siklus I (64,00%), siklus II (79,00%). Kata Kunci : pembelajaran Bahasa Inggris, kooperatif model Group Investigation (GI).
Kejawen Spiritualism: The Actualization of Moral Values at Paguyuban Suci Hati Kasampurnan in Cilacap Mustolehudin, Mustolehudin; Muawanah, Siti
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 2 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v19i2.4029

Abstract

In Java, the existence of penghayat—believing in the One Almighty God—has grown significantly during the early reign of President Joko Widodo. This is supported by the Regulation of Ministry of Education and Culture Number 27 in 2016 about education services related to the belief in the One Almighty God at schools. Paguyupan Hati Suci Kasampurnan is one of penghayat groups in Cilacap which implements the teaching of budi pekerti (good behaviors) towards its adherents. This is a qualitative research examining the hidden meaning contained in the guidance book of Paguyupan Hati Suci Kasampurnan through semiotic analysis. This study results in two findings. First, the main source used at this paguyuban is Kitab Adam Makna. Second, the main teaching of this paguyuban is the teaching of good behaviors towards the adherents in order to reach the level of perfect life which is known as manunggaling kawula gusti. Di Jawa, keberadaan penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini dikuatkan dengan terbitnya regulasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan. Paguyuban Suci Hati Kasampurnan merupakan salah satu kelompok penghayat di Cilacap yang ikut berperan aktif dalam mengimplementasikan ajaran budi pekerti kepada pemeluknya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berupaya mengkaji makna yang tersirat dalam kitab ajaran Paguyupan Hati Suci Kasampurnan melalui analisis semiotika. Hasil penelitian berupa dua temuan. Pertama, sumber ajaran Paguyuban SHK adalah Kitab Adam Makna (berupa simbol-simbol yang terdapat di jagat raya). Kedua, bahwa intisari dari ajaran paguyuban ini adalah mengajarkan budi pekerti luhur sebagai dasar untuk memperoleh kesempurnaan dengan Tuhan (manunggaling kawula gusti).
Harmony in Diversity in Border Areas: Dayak Iban Tribe and Migrants in Badau Segara, I Nyoman Yoga; Kustini, Kustini; Mustolehudin, Mustolehudin; Muawanah, Siti; Nofandi, R. Adang
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 26, No 2 (2024): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v26i2.27109

Abstract

This study aimed to highlight the harmonious coexistence among different ethnic and religious groups. The study was conducted in Badau, a sub-district in West Kalimantan, inhabited by the indigenous Dayak Iban ethnic group and migrants from various ethnic and religious backgrounds. The primary motivation for examining the socio-cultural and religious life in Badau stems from the region's challenges, including limited religious guidance and services, the establishment of places of worship, the roles of traditional and religious leaders, and interfaith relationships. Using a qualitative approach with observation, interviews, and document analysis, the research revealed several key findings. Firstly, customary rules play a significant role in the lives of the Dayak Iban, serving as a guiding principle. They adhere to these rules strictly but with flexibility. Secondly, community leaders and social institutions are instrumental in resolving social issues. The rumah panjang and balai adat are two key mechanisms for conflict resolution. The study recommends conducting anthropological and historical research to trace the origins of the Dayak Iban tribe and explore religious encounters in the region. It also suggests that local governments in border areas emulate Badau’s community resilience, where the Cross-Border Post (PLBN) serves as a living symbol of unity, promoting nationalism and harmony among diverse ethnic, cultural, and religious groups. Studi ini bertujuan untuk menyoroti kehidupan harmonis di antara kelompok etnis dan agama yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Badau, sebuah kecamatan di Kalimantan Barat, yang dihuni oleh suku Dayak Iban sebagai kelompok etnis asli dan para migran dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Motivasi utama untuk meneliti kehidupan sosial budaya dan agama di Badau berasal dari tantangan yang dihadapi wilayah ini, seperti keterbatasan bimbingan dan layanan keagamaan, pendirian tempat ibadah, peran pemimpin adat dan agama, serta hubungan antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan penting. Pertama, aturan adat memainkan peran penting dalam kehidupan suku Dayak Iban, menjadi pedoman utama mereka. Mereka mematuhi aturan tersebut dengan tegas namun fleksibel. Kedua, para pemimpin komunitas dan lembaga sosial berperan penting dalam menyelesaikan masalah sosial. Rumah panjang dan balai adat merupakan dua mekanisme penyelesaian konflik di antara masyarakat. Studi ini merekomendasikan dilakukannya penelitian antropologi dan sejarah untuk menelusuri asal-usul suku Dayak Iban serta mengeksplorasi pertemuan agama di wilayah tersebut. Studi ini juga menyarankan agar pemerintah daerah di wilayah perbatasan meniru ketahanan komunitas di Badau, di mana Pos Lintas Batas Negara (PLBN) berfungsi sebagai simbol hidup persatuan, mempromosikan nasionalisme dan kerukunan di antara kelompok etnis, budaya, dan agama yang beragam.
EFEKTIVITAS METODE SQUARE STEPPING EXERCISE DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN KONDISI DEMENSIA: CASE STUDY Sari Triyulianti; Muawanah, Siti; Relida Samosir, Nova; Haikal Akbar, Muhammad
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v5i1.11053

Abstract

Introduction: The aging process in older adults leads to various physiological changes, including a decline in nervous system function that may increase the risk of developing dementia. Dementia is a neurodegenerative syndrome characterized by decreased cognitive functions such as memory, orientation, attention, and thinking ability, which negatively affect independence and quality of life in older adults. This condition also increases the risk of mobility impairment and dependency in daily activities. Therefore, effective non-pharmacological interventions are needed to maintain and improve cognitive function. One such method is Square Stepping Exercise, a structured stepping-pattern-based physical exercise initially developed to improve balance in older adults, which has also been shown to stimulate cognitive function through enhanced concentration, memory, and motor coordination. This study aimed to determine the effectiveness of Square Stepping Exercise in improving cognitive function in older adults with dementia. Methods: This study employed a case study design involving one older adult with dementia and moderate cognitive impairment. The Square Stepping Exercise intervention was administered in 12 therapy sessions with a frequency of three times per week. Cognitive function was measured using the Mini Mental State Examination (MMSE) before and after the intervention. Results: After 12 sessions of Square Stepping Exercise intervention, an improvement in cognitive function was observed as measured by the Mini Mental State Examination (MMSE). The MMSE score increased from 13 (moderate cognitive impairment) before the intervention to 23 (mild cognitive impairment) after the intervention. Conclusion: Based on the results of this study, the implementation of Square Stepping Exercise for 12 therapy sessions demonstrated an improvement in cognitive function in older adults with dementia, as indicated by an increase in MMSE scores from the moderate cognitive impairment category to the mild cognitive impairment category. These findings suggest that Square Stepping Exercise has the potential to be used as a non-pharmacological intervention to improve cognitive function in older adults with dementia
EFEKTIVITAS NEURODYNAMIC EXERCISE DAN NEUROMUSCULER TAPING TERHADAP FUNGSI TANGAN PADA IBU HAMIL DENGAN CARPAL TUNNEL SYNDROME: STUDI KASUS Ayu Permata; Muawanah, Siti; Rizal, Yose; Taqwin Alhabsyi, Ahsana
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v5i1.11055

Abstract

Introduction: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a neuromusculoskeletal condition commonly experienced by pregnant women in the third trimester. This condition is caused by fluid retention, which causes swelling and compression of the nerve within the carpal tunnel. Hormonal fluctuations such as progesterone, estrogen, renin, and angiotensin during pregnancy contribute to swelling and compression of the median nerve. Symptoms resulting from median nerve compression include pain, numbness, and tingling sensations in the hand. These symptoms can reduce hand functional ability, interfere with daily activities, and decrease the quality of life of pregnant women. The management of CTS in pregnancy is limited in the use of innovative, safe, and effective non-pharmacological, physiotherapy-based interventions to address movement and hand function disorders. Neurodynamic exercise is a median nerve mobilization technique that alters nerve length in relation to surrounding structures and improves intraneural blood flow. This technique focuses on stretching methods that reduce neural tension and help restore nerve function. Neuromuscular taping (NMT) helps reduce fluid congestion, improve blood and lymphatic circulation, decrease excess heat, restore tissue homeostasis, and reduce inflammation and pain receptor hypersensitivity. Objective: To determine the effectiveness of neurodynamic exercise and neuromuscular taping as physiotherapy interventions on hand function in pregnant women with carpal tunnel syndrome. Methods: This study was a case study using a single-subject research design conducted on a third-trimester pregnant woman with CTS. The physiotherapy program was delivered six times over three weeks, from April 13 to April 29, 2025. Hand functional ability was evaluated using the Wrist–Hand Disability Index (WHDI). Results:After the physiotherapy intervention, the WHDI score decreased from 40% (moderate disability) before intervention to 18% (minimal disability) after intervention. Conclusion: Neurodynamic exercise combined with neuromuscular taping had a positive effect on hand functional ability in a pregnant woman with carpal tunnel syndrome.
Penatalaksanaan Aerobic Exercise dalam Meningkatkan Endurance pada Lansia dengan Physical Frailty dengan Knee Osteoarthritis: Studi Kasus Muawanah, Siti; Aurellia , Annisa; Rizal , Yose; Ismaningsih
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7785

Abstract

Physical frailty adalah kondisi yang ditandai dengan menurunnya cadangan fisiologis tubuh, termasuk kelemahan otot, penurunan endurance, lambatnya kecepatan berjalan,penurunan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Knee Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang paling umum terjadi pada lansia, Keterbatasan Gerak sendi, nyeri kronis, dan penurunan kekuatan otot akibat knee osteoarhtritis menyebabkan lansia mengurangi aktivitas fisik, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan endurance kardiovaskular dan respirasi. Penurunan endurance tersebut ditandai dengan merasa cepat lelah saat melakukan aktivitas, dari kondisi ini membuat lansia semakin rentan terhadap gangguan fungsional dan penurunan kualitas hidup. Salah satu upaya untuk meningkatkan endurance dengan pemberian intervensi aerobic exercise. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan endurance setelah diberikan intervensi aerobic exercise selama 2 kali seminggu dalam 6 minggu. Metode yang digunakan peneliti adalah studi kasus. Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari satu sample. Penelitian ini dilakukan di Klinik fisioterapi frailty, pada bulan April-Mei tahun 2025. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 Minute Step Test (2MST) dengan hasil E1=57, E2=62, E3=68. Hasil akhir pengukuran endurance di dapatkan hasil score 68. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aerobic exercise efektif untuk meningkat endurance pada Physical Frailty akibat Knee Osteoarthritis.   Kata kunci: Physical frailty, Endurance, Lansia, 2 Minute Step Test, Knee Osteoarthritis