Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa SMA Negeri 1 Lalolae Melin Melin; Sitti Nur Wahida; Natasha Rahmadani; Dede Sopiandy; Jasrudin Jasrudin; Zulfikar Putra
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33682

Abstract

Students' understanding of Pancasila values ​​remains a persistent challenge in Indonesian education. In learning practices, Pancasila values ​​are often delivered textually and memorization-oriented, preventing students from fully internalizing their meaning and implementing them in their daily lives. This situation demands learning innovations that not only emphasize cognitive aspects but also engage students in an effective, contextual, and meaningful way. This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PiBL) model combined with comics in improving high school students' understanding of Pancasila values. This study used a weak experimental method with a One Group Pre-test and Post-test design. The subjects were 25 10th-grade students of SMA Negeri 1 Lalolac. Data were collected through essay tests administered before and after the treatment. Data were analyzed using descriptive statistics and N-gain calculations to determine the level of improvement in students' understanding. The results of the study showed an increase in students' average scores from 77.20 in the pre-test to 89.00 in the post-test. The distribution of score categories shifted significantly from a predominance of low and medium scores to a predominance of high scores. The N gain value of 0.56 indicates that the implementation of project-based learning with comics was effective in the medium category. These findings indicate that integrating the PIBL model with comics significantly improved students' understanding of Pancasila values. Therefore, project-based learning with comics can be used as an alternative, innovative learning strategy in Pancasila and Citizenship Education. This model not only improves students' conceptual understanding but also encourages active involvement, creativity, and critical thinking skills in internalizing Pancasila values.
PENERAPAN NILAI PANCASILA DALAM PUTUSAN HUKUM: PERSPEKTIF NORMATIF, ETIKA DAN MORAL Zulfikar Putra; Eko Bambang Murdiansyah; Muh. Arifin
Jurnal Hukum Unsulbar Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hukum Unsulbar
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-law.v9i2.6339

Abstract

Norma hukum dikonsepsikan sebagai suatu kesatuan di antara komponen-komponen, baik komponen substansi, komponen struktur/lembaga maupun komponen budaya yang berlaku dan mengikat serta diakui dan dipatuhi oleh sekelompok masyarakat. Dalam pengambilan keputusan hukum, maka tidak hanya difokuskan pada muatan nilai hukumnya saja. Namun juga terdapat nilai etika dan moral yang menjadi dasar pertimbangan dalam setiap pengambilan sebuah keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerangka normatif yang menjadi landasan formal bagi pengambilan keputusan hukum, untuk mengetahui peran etika dan moral dalam mempengaruhi pertimbangan dan penentuan keputusan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang dan konseptual dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Kedua bahan hukum tersebut diinventarisasi untuk memperoleh analisis hukum yang bersifat perspektif serta memberikan studi konseptual holistik tentang masalah hukum yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap keputusan tidak hanya mendasarkan pada aturan normatif saja, melainkan aspek etika dan moral menjadi suatu hal yang mendasar dalam putusan hukum yang diambil. Karena peran etika sebagai falsafah moral dan pedoman cara hidup yang benar berdasarkan sudut pandang budaya, susila dan agama dimana hukum berdiri di atasnya. Kesimpulan bahwa putusan hukum yang adil dan berintegritas tinggi merupakan cerminan dari titik temu yang terintegrasi ketiga dimensi yaitu normatif, etika dan moral.
Manajemen Pendidikan Berbasis Data: Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Efektivitas Sekolah dan Pengambilan Keputusan Farid Wajdi; Muh. Nurtanzis Sutoyo; Zulfikar Putra; Dian Permana; Ernawati Ernawati
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 6 (2026): JPTI - Juni 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1883

Abstract

Akselerasi digital di sektor pendidikan menuntut transformasi manajemen yang lebih presisi dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam meningkatkan efektivitas operasional sekolah dan kualitas pengambilan keputusan manajerial. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap data kinerja sekolah sebelum dan sesudah implementasi sistem berbasis AI selama periode enam bulan yang dilakukan di sekolah SMP Negeri 3 Kolaka sebanyak 150 orang siswa dengan menggunakan jenis platform AI di antaranya: classter/ fedena AI; powerschool performance matters; Microsoft 365 copilot for education; google looker studio+gemini; dan kira talent/admithub AI. Hasil analisis deskriptif komparatif menunjukkan adanya peningkatan kinerja pada lima indikator utama setelah implementasi sistem berbasis AI. Pertama, pada aspek bimbingan konseling, waktu respons terhadap siswa berisiko terpangkas sebanyak 17 hari yang berimplikasi pada penurunan angka remedial sebesar 18%. Kedua, pada aspek pedagogis, AI meningkatkan rerata skor numerasi sebesar 11,4 poin melalui personalisasi pembelajaran serta mereduksi waktu persiapan materi guru hingga 3,5 jam per minggu. Ketiga, efisiensi administrasi meningkat melalui otomatisasi tugas rutin dan layanan PPDB. Keempat, pada level manajerial, AI mampu mempercepat waktu olah data dashboard dari 2,5 hari menjadi 30 menit dengan tingkat ketepatan program mencapai 95%. Kelima, penggunaan AI berhasil menekan deviasi realisasi dana BOS hingga 4% dan meminimalisir bentrok jadwal guru secara drastis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian AI dalam manajemen pendidikan berbasis data secara nyata mampu mengoptimalisasi sumber daya dan menciptakan ekosistem sekolah yang lebih efektif dan akuntabel.