Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah Geografi siswa Khoirunnisa Hindiyati; Yuswanti Ariani Wirahayu; I Komang Astina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning Geography is contextual and focuses on problems related to the life of the environment around students. So, we need a learning model that can integrate student knowledge with problems that exist in the surrounding environment. The PBL learning model has the advantage of encouraging students to develop their knowledge in solving a problem individually. In addition, applying the model requires media to make learning more meaningful and effective. The purpose of this study was to determine the effect of PBL learning model assisted by animation media on the problem solving ability of geography students at SMA Negeri 8 Malang. The subjects of this study were students of class X. Class X IPS 2 was chosen as the experimental class while class X IPS 1 was the control class. The results showed that there was an effect of PBL model assisted by animation media on students' problem solving ability. The calculation of the t-test of 0.001 which is less than 0.05 and the average experimental class has a value of 84 while the control class with an average value of 77. So it can be said that the treatment of the PBL model assisted by animation media affects the problem solving ability of class X students. Social Studies at SMA Negeri 8 Malang. Pembelajaran Geografi bersifat kontekstual serta berorientasi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan lingkungan sekitar siswa. Maka, diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pengetahuan siswa dengan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Model pembelajaran PBL memiliki keunggulan yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan suatu masalah secara individu Selain itu, dalam menerapkan model tersebut diperlukan media agar pembelajaran lebih bermakna dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa di SMA Negeri 8 Malang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Kelas X IPS 2 dipilih sebagai kelas ekeprimen sedangkan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil mengenai penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa. Perhitungan dari uji-t memiliki nilai 0,001 yaitu kurang dari 0,05 serta rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai 84 sedangkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan perlakuan model PBL berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa.
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia Fatiya Rosyida; Alfi Sahrina; Yuswanti Ariani Wirahayu; Akbar Wiguna; Galih Fajar Sukoco; Muhamad Fuad Chabib; Mohammad Ainul Labib
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10020

Abstract

Gua Coban Perawan berada pada Kawasan bentangalam karst di Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. Tujuan penelitian adalah 1). menganalisis sebaran kenampakan karst di sekitar Gua Coban Perawan; 2). menganalisis karakteristik gua-gua di sekitar Gua Coban Perawan; 3) melakukan pemetaan Gua Coban Perawan dan sekitarnya; dan 4) menganalisis aspek edukasi wisata Gua Coban Perawan dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan, yaitu pengambilan kenampakan fitur karst dan survei bawah permukaan. Hasil survei lapangan digunakan untuk membuat peta gua dan analisis morfometri pada segmen lorong gua digunakan untuk melihat bentuk segmen lorong. Penggunaan software survex untuk membuat centerline gua dan penggunaan ArcGIS untuk membuat peta gua. Hasil inventarisasi gua memperlihatkan terdapat 15 gua yang berada di sekitar Gua Coban Perawan. Gua-gua tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Gua Coban Perawan merupakan gua yang berada pada kawasan karst dengan bentukan yang unik. Gua Coban memiliki lorong horizontal, dan terdapat lorong vertical pada pintu masuk yang lain. Aliran masuk dan keluar menjadi penciri dari gua ini. Kondisi lorong gua yang di dominasi antara aliran air bawahtanah dan bongkahan batuan. Ornament gua berkembang pada gua ini. Selain Gua Coban Perawan, terdapat pula Gua Jenggot. Gua ini memiliki kemelimpahan ornament gua. Gua ini merupakan lorong kering dengan kondisi gua horizontal. Kedua Dengan adanya kenampakan yang ada di Gua Coban Perawan, dapat dijadikan sebagai wisata minat khusus berupa petualang dan edukasi. Edukasi wisata gua terkait keanekaragaman ornament gua, sungai bawahtanah, batuan penyusun berupa batugamping, biota gua, karakteristik lorong gua. Disamping itu, Gua Coban Perawan dan Gua jenggot dapat dijadikan sebagi blok wisata dengan memberikan beberapa wahana bermain bagi wisatawan.
Spatial Intelligence and Geographic Skills: REACT Model on Regional Development and Growth Materials Risky Andias Oktavian; Dwiyono Hari Utomo; Alfyananda Kurnia Putra; Yuswanti Ariani Wirahayu; Syah Rizal
Abjadia Vol 8, No 1 (2023): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v8i1.18383

Abstract

The REACT model is constructive contextual learning that emphasizes the meaning of learning and the knowledge built in students' minds. This study aims to determine the effect of the REACT model on students' Spatial Intelligence and Geographic Skills. This research uses Quasy Experimental with Posttest Only Control Group Design. The subjects used in the study were students of class XII Social Sciences 2 as an experimental class and XII Social Sciences 3 as a control class at Senior High School 10 Malang in the academic year 2022/2023. Determination of the sample using purposive sampling technique with the consideration of having a middle school final exam score that is almost the same. The research instrument uses an essay test referring to geographic skills and spatial intelligence indicators. Data analysis used the Independent-Sample T Test and the Mann-Whitney U Test with a significance level of 0.05. The significance value of the Independent-Sample T-Test for spatial intelligence shows an effect of the REACT learning model on students' spatial intelligence with a value of 0.004 0.05, with the spatial concept indicator having the highest influence. In contrast, the reasoning process indicator has the most effect low. The significance value of the Mann-Whitney U test geographical skill test shows an impact of the REACT learning model on students' spatial intelligence with a value of 0.004 0.05, with the indicator answering geographical questions having the highest impact, while the indicator asking geographic questions has the highest influence the lowest.
Potensi Gua Coban Perawan Dan Sekitarnya Untuk Menunjang Wisata Minat Khusus Di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang-Indonesia Fatiya Rosyida; Alfi Sahrina; Yuswanti Ariani Wirahayu; Akbar Wiguna; Galih Fajar Sukoco; Muhamad Fuad Chabib; Mohammad Ainul Labib
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v7i1.10020

Abstract

Gua Coban Perawan berada pada Kawasan bentangalam karst di Desa Sidodadi Kecamatan Gedangan. Tujuan penelitian adalah 1). menganalisis sebaran kenampakan karst di sekitar Gua Coban Perawan; 2). menganalisis karakteristik gua-gua di sekitar Gua Coban Perawan; 3) melakukan pemetaan Gua Coban Perawan dan sekitarnya; dan 4) menganalisis aspek edukasi wisata Gua Coban Perawan dan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei lapangan, yaitu pengambilan kenampakan fitur karst dan survei bawah permukaan. Hasil survei lapangan digunakan untuk membuat peta gua dan analisis morfometri pada segmen lorong gua digunakan untuk melihat bentuk segmen lorong. Penggunaan software survex untuk membuat centerline gua dan penggunaan ArcGIS untuk membuat peta gua. Hasil inventarisasi gua memperlihatkan terdapat 15 gua yang berada di sekitar Gua Coban Perawan. Gua-gua tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Gua Coban Perawan merupakan gua yang berada pada kawasan karst dengan bentukan yang unik. Gua Coban memiliki lorong horizontal, dan terdapat lorong vertical pada pintu masuk yang lain. Aliran masuk dan keluar menjadi penciri dari gua ini. Kondisi lorong gua yang di dominasi antara aliran air bawahtanah dan bongkahan batuan. Ornament gua berkembang pada gua ini. Selain Gua Coban Perawan, terdapat pula Gua Jenggot. Gua ini memiliki kemelimpahan ornament gua. Gua ini merupakan lorong kering dengan kondisi gua horizontal. Kedua Dengan adanya kenampakan yang ada di Gua Coban Perawan, dapat dijadikan sebagai wisata minat khusus berupa petualang dan edukasi. Edukasi wisata gua terkait keanekaragaman ornament gua, sungai bawahtanah, batuan penyusun berupa batugamping, biota gua, karakteristik lorong gua. Disamping itu, Gua Coban Perawan dan Gua jenggot dapat dijadikan sebagi blok wisata dengan memberikan beberapa wahana bermain bagi wisatawan.
Spatial Intelligence and Geographic Skills: REACT Model on Regional Development and Growth Materials Risky Andias Oktavian; Dwiyono Hari Utomo; Alfyananda Kurnia Putra; Yuswanti Ariani Wirahayu; Syah Rizal
Abjadia : International Journal of Education Vol 8, No 1 (2023): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v8i1.18383

Abstract

The REACT model is constructive contextual learning that emphasizes the meaning of learning and the knowledge built in students' minds. This study aims to determine the effect of the REACT model on students' Spatial Intelligence and Geographic Skills. This research uses Quasy Experimental with Posttest Only Control Group Design. The subjects used in the study were students of class XII Social Sciences 2 as an experimental class and XII Social Sciences 3 as a control class at Senior High School 10 Malang in the academic year 2022/2023. Determination of the sample using purposive sampling technique with the consideration of having a middle school final exam score that is almost the same. The research instrument uses an essay test referring to geographic skills and spatial intelligence indicators. Data analysis used the Independent-Sample T Test and the Mann-Whitney U Test with a significance level of 0.05. The significance value of the Independent-Sample T-Test for spatial intelligence shows an effect of the REACT learning model on students' spatial intelligence with a value of 0.004 0.05, with the spatial concept indicator having the highest influence. In contrast, the reasoning process indicator has the most effect low. The significance value of the Mann-Whitney U test geographical skill test shows an impact of the REACT learning model on students' spatial intelligence with a value of 0.004 0.05, with the indicator answering geographical questions having the highest impact, while the indicator asking geographic questions has the highest influence the lowest.
Komparasi model guided discovery dan model guided inquiry: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Anggun Faradila Sandi; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri; Yuswanti Ariani Wirahayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p871-879

Abstract

One of the Importance of analytical thinking skills is needed on 21st-century learning and is a higher order thinking ability required in the 20133 curriculum. So this ability is needed in geography learning to prepare students to face everyday life's challenges. Efforts to influence it can be done through guided discovery learning and guided inquiry learning. The two models require students to actively participate in learning activities in order to acquire analytical thinking skills. This research aims to compare which of the two models is superior for developing analytical thinking skills. Researchers use quasy experiments with design post-test only control group. The research subjects are 11 IPS 1 as experimental class 1 and 11 IPS 2 as experimental class 2. The research sites in SMAN 8 Malang. The students’ analytical thinking skills were measured using 11 essay questions that were valid and reliable. The data analysis using independent sample t-test. The t-test result shows significance 0,034 less than equal to 0,05 so that H0 was rejected, H1 was received. That matter concluded that there is a difference in analytical thinking skills of experimental student one and experimental student two. The result also shows the guided inquiry model is superior to the guided discovery model. The reason is that there is a syntax to formulate a hypothesis on the guided inquiry model so that affects students’ analytical thinking skills. Pentingnya kemampuan berpikir analitis salah satunya dibutuhkan pada pembelajaran abad 21 dan merupakan kemampuan tingkat tinggi yang diperlukan pada kurikulum geografi 2013. Sehingga kemampuan ini dibutuhkan dalam pembelajaran geografi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Upaya dalam mempengaruhinya dapat dilakukan melalui model guided discovery dan model guided inquiry. Kedua model tersebut menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran guna memperoleh kemampuan berpikir analitis. Tujuan studi ini adalah mengkomparasikan kedua model tersebut mana yang lebih unggul untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Peneliti menggunakan Quasy Experiment dengan Design Posttest Only Control Group. Subjek penelitian adalah siswa kelas 11 IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 11 IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2, adapun lokasi penelitian di SMAN 8 Malang. Kemampuan berpikir analitis siswa diukur dengan 11 soal esai yang telah valid serta reliabel. Analisis Data menggunakan uji independent sample t-test. hasil uji t-test menujukkan signifikansi 0,034 kurang dari sama dengan 0,05 sehingga H0 ditolak, H1 diterima. Hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa eksperimen 1 dan siswa Eksperimen 2. Hasil juga menjukkan model guided inquiry lebih unggul dibandingkan model guided discovery. Penyebabnya adalah terdapat sintak merumuskan hipotesis pada model guided inquiry sehingga lebih mempengaruhi kemampuan berpikir analitis siswa.
Pengembangan Buku Suplemen Digital Geografi bermuatan ayat-ayat Al-Qur’an pada materi tata surya untuk MA Fika Damayanti; Yuswanti Ariani Wirahayu; Djoko Soelistijo; Budi Handoyo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The demands of teaching materials today lead to digital forms. One of the things that can be pursued is through the development of a digital supplement book. This study aims to produce a digital Geography supplement book that is correlated with the Qur'an on solar system material that is practical and easy for Madrasah Aliyah students. This research method is the development of the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Using quantitative and qualitative data types. Quantitative data acquisition through a questionnaire with a Likert scale. While qualitative data obtained through criticism and suggestions from material experts, media, Al-Qur'an and research subjects. This digital supplement book was tested on 25 students covering grades X, XI, and XII IPS 1 MA Plus Al Amin Abung Surakarta, North Lampung. The results of the development of digital geography supplement books from material experts got a percentage of 88 percent, media experts 98 percent, and Al-Qur'an experts 92 percent. While the teacher's response got a percentage score of 92 percent and students with a score of 91 percent. These results show that the development of a digital geography supplement book containing verses of the Qur'an on solar system material is very feasible so that it can be used in Geography learning. Tuntutan bahan ajar saat ini mengarah pada bentuk digital. Salah satu yang bisa diupayakan yakni melalui pengembangan buku suplemen digital. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku suplemen Geografi digital yang dikorelasikan dengan Al-Qur’an pada materi tata surya yang praktis serta mudah untuk siswa Madrasah Aliyah. Metode penelitian ini adalah pengembangan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Perolehan data kuantitatif melalui angket dengan skala likert. Sementara prolehen data kualitatif didapat melalui kritik dan saran dari ahli materi, media, Al-Qur’an dan subjek peneliti. Buku suplemen digital ini diujicobakan pada 25 siswa yang mencakup kelas X, XI, serta XII IPS 1 MA Plus Al Amin Abung Surakarta Lampung Utara. Hasil pengembangan buku suplemen Geografi digital dari ahli materi mendapat persentase sebesar 88 persen, ahli media 98 persen, serta ahli Al-Qur’an 92 persen. Hasil tersebut memperlihatkan bahwasannya pengembangan buku suplemen digital geografi bermuatan ayat-ayat Al-Qur’an pada materi tata surya sangat layak sehingga dapat dipergunakan dalam pembelajaran Geografi.
Pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) pada mata pelajaran geografi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Singosari Lia Yulistiana; Yuswanti Ariani Wirahayu; Didik Taryana
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability to solve problems is the availability of a person in the process of thinking and solving a problem, the ability to solve problems needs to be possessed by students, especially high school students. This study aims to determine the effect of the group investigation on the subject of Geography on the problem-solving ability of students in SMA Negeri 1 Singosari, Malang Regency, class XI Social Sciences. The research subjects were XI IPS A as the experimental class and XI IPS B as the control class. The instrument in this study used descriptive questions to measure students' ability to solve learning problems. Data analysis used independent sample t-test using SPSS 2.0 for Windows. The ability to solve learning problems in experimental class students with an average gainscore (18,48) is significantly different from the control class (16,6). This shows that the difference in problem solving abilities of the experimental class students is higher than the control class because the experimental class is given special treatment by using the group investigation learning model. Based on this, it can be concluded that there is an effect of using the group investigation in the Geography learning process on the problem solving ability of students in SMA Negeri 1 Singosari, Malang Regency, class XI Social Sciences. Kemampuan memecahkan masalah adalah ketersediaan seseorang dalam proses pemikiran dan penyelesaian dari suatu masalah, kemampuan memecahkan masalah perlu dimiliki oleh siswa terutama siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation pada mata pelajaran Geografi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang kelas XI IPS. Subjek penelitian XI IPS A sebagai kelas eksperimen dan XI IPS B kelas kontrol. Instrumen penelitian adalah soal uraian sebagai alat ukur kemampuan siswa memecahkan masalah Geografi. Analisis data dilaksanakan dengan uji independent sample t-test dengan menggunakan SPSS 2.0 for Windows. Kemampuan memecahkan masalah Geografi di kelas eksperimen dengan hasil rata- rata gainscore (18,48) hal tersebut berbeda signifikan dengan kelas kontrol (16,6). Hal ini menunjukan bahwa perbedaan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dikarenakan kelas eksperimen diberikan perlakuan khusus dengan penggunaan model pembelajaran group investigation. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran group investigation pada proses pembelajaran Geografi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa SMA Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang kelas XI IPS.
Pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi Ines Anugrah Bathari; Yuswanti Ariani Wirahayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning geography in the 21st century requires students to have critical thinking skills and can be trained through the Treffinger learning model. The Treffinger model invites students to think critically and creatively in every syntax. This study aims to determine the effect of the Treffinger learning model on students' critical thinking skills in geography subjects. This quasi-experimental study used the Post-test Only Control Group Design with the research subjects being students of class XI IPS 2 and XI IPS 3 of SMAN 1 Garum, Blitar Regency. The research instrument used was an essay test. Data analysis using the Independent Samples-Test obtained p-level data 0.03 less than 0.05 with a mean post-test score of the experimental class was 77, while the control class was 70. It was concluded that there was a significant influence of the Treffinger learning model on students' critical thinking skills in geography subjects. Pembelajaran geografi pada abad 21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan dapat dilatih melalui model pembelajaran Treffinger. Model Treffinger mengajak siswa berpikir kritis dan kreatif pada setiap sintaksnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan desain Post test Only Control Group Design dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 SMAN 1 Garum, Kabupaten Blitar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes essay. Analisis data menggunakan Independent Samples-Test memperoleh data p-level 0,03 kurang dari 0,05 dengan rerata nilai post-test kelas eksperimen adalah 77, sedangkan kelas kontrol adalah 70. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran geografi.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan mind map terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Firdyan, Lingga Zuama; Soekamto, Hadi; Insani, Nailul; Wirahayu, Yuswanti Ariani
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i10p1128-1138

Abstract

Studying geosphere phenomena in geography learning requires student learning activities with scientific steps. The mind map-assisted PBL model is a scientific model that is centered on students with the study of problem phenomena. The mind map on the model serves as a tool to facilitate student learning. Critical thinking skills are students' abilities in formulating problems, arguing, concluding, evaluating, and providing solutions on essay tests. This study aimed to see the effect of the mind map-assisted PBL model on students' critical thinking skills. The method used was a quasi-experimental posttest-only control group design which was carried out at SMAN 10 Malang City in the odd semester of 2022/2023. The study subjects were XI IPS 1 control class and XI IPS 2 experimental class. Research trials were conducted to see the validity and reliability of the tool. Instruments using SPSS 25 are declared valid and reliable. Data were analyzed using the normality test and homogeneity test. The second test was declared normal and homogeneous with a value of 0.077 and 0.423, respectively in the experimental class. Meanwhile, the hypothesis test has acceptable H1 results, which means that the PBL model assisted by mind maps influences students' critical thinking skills. The results of critical thinking scores in the experimental and control classes were 80.44 and 72.62 with different scores for each indicator. Another finding from this research is that gender also found differences in critical thinking skills. Kajian fenomena geosfer dalam pembelajaran geografi memerlukan aktivitas belajar siswa dengan langkah-langkah saintifik. Model PBL berbantuan mind map merupakan model saintifik yang berpusat pada siswa dengan kajian fenomena masalah. Mind map pada model berfungsi sebagai sarana dalam memudahkan siswa belajar. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan siswa dalam merumuskan masalah, berargumen, menyimpulkan, evaluasi, dan memberi solusi pada tes essay. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model PBL berbantuan mind map terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang dipergunakan yaitu eksperimen semu desain posttest-only control group yang dilaksanakan di SMAN 10 Kota Malang semester ganjil 2022/2023. Subjek dari penelitian yaitu XI IPS 1 kelas kontrol dan XI IPS 2 kelas eksperimen. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Kedua pengujian dinyatakan normal dan homogen dengan masing-masing nilai sebesar 0,077 dan 0,423 pada kelas eksperimen. Sedangkan uji hipotesis memiliki hasil H1 dapat diterima yang berarti model PBL berbantuan mind map memberikan pengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil nilai berpikir kritis pada kelas eksperimen dan kontrol sebesar 80,44 dan 72,62 dengan skor tiap indikator yang berbeda-beda. Temuan lain dari penelitian ini yakni gender juga mencari perbedaan terhadap kemampuan berpikir kritis.
Co-Authors Adi Widya Krisnawati Adji, Bayu Krisna Ahmad, Nabil Alvein Akbar Wiguna Alfyananda Kurnia Putra Amalia Rachmawati Sukamto Ananda, Muhammad Bimasena Anggun Faradila Sandi Anggun Tri Novita Sari Anita Nur Aini Ardiyanto, Rajendra Dana Dika Atmaja, Martha Abymanyu Ragil Baslum, Muhammad Bilal Binti Omar, Shida Irwana Budi Handoyo Budijanto Cahyani, Dian Tri Dian Adhetya Arif Didik Taryana Dwi Raharjo DWI RAHARJO Dwiyono Hari Utomo Edisty Anindira Patranita Fatiya Rosyida Fatiya Rosyida, Fatiya Fernanda Dimas Bachtiar Fika Damayanti Firdyan, Lingga Zuama Firmansyah, Ryan Haikal Firnanda, Benediktus Janis Fitri Nur Indra Swari Galih Fajar Sukoco Habibi, Mochamad Wildan Hadi Soekamto Hendri Purwito Hety Dwi Lestari I Komang Astina Ibrahim Ibrahim Ifan Deffinika Ines Anugrah Bathari Irmansyah, Kevin Ian Islamy, Munandar Ismawan, Khabib Juarti Juarti Khoirunnisa Hindiyati Kusuma, Ari Pradipta Lia Yulistiana Masruroh, Heni Maulidya Nur Aini Maulidya Nur Aini Melati Julia Rahma Mohammad Ainul Labib Muhamad Fuad Chabib Nailul Insani Ngoc, Ho Nhu Nisa’, Hamidatun Novika Adi Wibowo Novita Selviana Nurhijjah, Suci Palupi, Egidhea Disnaya Palupi, Maria Cicilia Tri Pasa, Baby Kharisma Merwanda Primadianty, Mareta Syifa Purnamasari, Wulan Safriani Putri Mahanani, Putri Risa Amalia Kurniawati Risa Septyana Risky Andias Oktavian Riswanda, Irene Rony, Zahara Tussoleha Sabilau, Oldheva Genisa Sahrina, Alfi Salsabila Firdausi Nuzula Shida, Shida Singgih Susilo Soelistijo, Djoko Sugeng Utaya Sumarmi Syah Rizal Syamsul Bachri Syamsul Bachri Tahirah, Inas Tuti Mutia Waode Yunia Silviariza Wardani, Andita Rista Amelia Wildan Satya Anendra Yusuf Suharto Zakariyah, Mahmud