Claim Missing Document
Check
Articles

Populasi Plutella xylostella Linn. pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) Di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Jefri Ando Sembiring; Johanna Mendes
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121376292023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati populasi dan intensitas serangan  P. xylostella pada tanaman kubis di Distrik Tanah Miring. Penelitian dilaksanakan di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Propinsi Papua pada bulan September-Desember  2020. Pengamatan dilakukan pada lahan 1/2 ha, kemudian ditentukan 10  plot dan masing masing-masing plot terdapat 12 tanaman.  Pengambilan data dilakukan pagi dengan cara mengamati secara langsung setiap tanaman pada lokasi yang sudah ditentukan. Pengambilan data dilakukan pada tanaman yang berumur dua minggu setelah dipindah tanam dari persemaian, kemudian dilakukan sebanyak enam  kali dengan interval waktu satu minggu. Rata-rata populasi tertinggi sebesar 1.11 individu terdapat pada 6 MST dan populasi terendah pada 1 MST sebesar 0.11 individu. Rata-rata kerusakan tertinggi terdapat pada waktu pengamatan 6 MST sebesar   59.17 % , sedangkan kerusakan rendah terdapat pada 1 MST sebesar 8.33%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan jumlah populasi P. xylostella yang masih rendah mampu menyebabkan kerusakan hingga 8.33% tanaman kubis.Kata kunci: Kubis, Merauke, Papua, P. xylostella, 
Populasi Plutella xylostella Linn. pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.) Di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Jefri Ando Sembiring; Johanna Mendes
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat121376292023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati populasi dan intensitas serangan  P. xylostella pada tanaman kubis di Distrik Tanah Miring. Penelitian dilaksanakan di Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Propinsi Papua pada bulan September-Desember  2020. Pengamatan dilakukan pada lahan 1/2 ha, kemudian ditentukan 10  plot dan masing masing-masing plot terdapat 12 tanaman.  Pengambilan data dilakukan pagi dengan cara mengamati secara langsung setiap tanaman pada lokasi yang sudah ditentukan. Pengambilan data dilakukan pada tanaman yang berumur dua minggu setelah dipindah tanam dari persemaian, kemudian dilakukan sebanyak enam  kali dengan interval waktu satu minggu. Rata-rata populasi tertinggi sebesar 1.11 individu terdapat pada 6 MST dan populasi terendah pada 1 MST sebesar 0.11 individu. Rata-rata kerusakan tertinggi terdapat pada waktu pengamatan 6 MST sebesar   59.17 % , sedangkan kerusakan rendah terdapat pada 1 MST sebesar 8.33%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan jumlah populasi P. xylostella yang masih rendah mampu menyebabkan kerusakan hingga 8.33% tanaman kubis.Kata kunci: Kubis, Merauke, Papua, P. xylostella, 
PENINGKATAN PRODUK PERTANIAN KAMPUNG BOKEM MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PERTANIAN ORGANIK Andri Prasetia; Jefri Sembiring; Rangga Kusumah; Dandi Saleky
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.22714

Abstract

Perkembangan dan penerapan pendekatan pertanian organik terus meningkat seiring dengan semakin jelasnya dampak negatif dan bertambahnya kesadaran penduduk tentang bahaya penggunaan bahan-bahan kimia. Sistem pertanian organik yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan  dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani. Secara umum para petani kampung Bokem belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bercocok tanam organik. Untuk itu sangat perlu dilakukan pelatihan keterampilan bercocok tanam organik sehingga dari awal konsep ini sudah diterapkan oleh masyarakat Bokem. Hal ini diharapkan kedepan bahwa petani Kampung Bokem dapat menghasilkan produk sayuran yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Selain itu dengan adanya pelatihan bercocok tanam sayur-sayuran secara organik akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat masyarakat mengkonsumsi sayuran sehat. Jenis luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah petani kampung Bokem dapat membuat Pupuk Organik Cair sehingga tidak bergantung pada pupuk kimia atau bahkan bebas pupuk kimia. Selain itu penggunaan bahan alam disekitar kampung dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Lebih lanjut hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah agar petani kampung Bokem menghasilkan sayuran organik dan kedepannya menjadi sentra produksi pertanian organik. Kata kunci: Usaha tani, Organik, Kampung Bokem. ABSTRACT The development and application of organic farming approaches continue to increase along with the clearer negative impact and increasing awareness of the population about the dangers of using chemicals. An organic farming system that aims to maintain harmony with natural systems, by utilizing and developing as many as possible natural processes in farming management. In general, Bokem village farmers do not have the knowledge and skills to grow organic crops. For this reason, it is very necessary to conduct training in organic farming skills so that from the beginning this concept has been applied by the Bokem community. It is hoped that in the future the farmers of Kampung Bokem can produce vegetable products that are free of pesticides and chemical fertilizers. In addition, training in organically grown vegetables, will improve the community's economy and make people consume healthy vegetables. The type of output that will be produced from this activity is that Bokem village farmers can make liquid organic fertilizer so they don't depend on chemical fertilizers or are even free of chemical fertilizers. In addition, the use of natural materials around the village can be used as vegetable pesticides. Furthermore, the expected result of this service is that Bokem village farmers produce organic vegetables and in the future become centers of organic agricultural production. Keywords: Farming, Organic, Bokem Village.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP APLIKASI KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KOMPOS oktovina gebze; Diana S Susanti; Jefri Sembiring; Johana Mendes; Anwar Anwar
Musamus Journal of Agrotechnology Research Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal Of Agrotechnology research
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjar.v5i2.5358

Abstract

The purpose of this study was to analyze the growth of celery (Apium graveolens L.) in the application of a combination dose of liquid organic fertilizer and compost. This research was conducted at the Screen House Laboratory of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Musamus University, Merauke in June-September 2018. This study used a factorial randomized block design (RAKF). The first factor is compost and the second factor consists of liquid organic fertilizer. The two factors after being combined obtained 16 treatments which were repeated 3 times to obtain 48 treatment units. Based on the results of the study, it was concluded that the analysis of the growth variance of celery on the application of a combination dose of liquid organic fertilizer and compost showed no significant effect. On the variable plant height, the combination treatment of A3N3 (compost 60 g/plant and POC 4 ml/liter) gave the highest plant height of 26.00 cm, the variable number of leaf stalks in the A3N0 treatment (compost 60 g/plant and POC 0 ml/liter) gave The result of the number of petioles was 14.33 strands, and the variable number of tillers of A3N0 treatment plants (60 g compost/plant and 4 ml POC/liter) gave 2.67 tillers. Key words : Apium graveolens L, POC, Compost
PERBANDINGAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss) DAN DAUN MINDI (Melia azedarach) ASAL MERAUKE TERHADAP LARVA Plutella xylostella Prisca Rosumbre; Johana Mendes; Jefri Sembiring; R Kusumah; N Y Ekowati; Mani Yusuf
Musamus Journal of Agrotechnology Research Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal Of Agrotechnology research
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjar.v5i2.5360

Abstract

Plutella xylostella is a major pest on cabbage plants. At times of hight population numbers, the larvae will eat all the leaves and leave only the bones of the leaves, this will cause severe damage, thereby reducing production yields. The result are quickly seen despite the negative impact, as a result the crops that should be of hight quality and nutrition become contaminated with chemical pesticide residues and are dangerous if consumed. The results showed that the highest mortality was in the single test of neem leaf extract, which was 57% and the highest mortality was in the mindi leaf extract which was 33%. Keywords: Mortality, Plutella xylostella, Leaves of Neem, Leaves of Mindi
Uji Adaptasi 3 Galur Padi (Oryza Sativa L.) Dengan Menggunakan Dua Varietas Pembanding Inpari 35 dan Mekongga Di Lahan Salin Kampung Bokem Distrik merauke Frans Hengki; Jefri Sembiring; Andri Prasetia; Mariana L Resubun; Maya S Rupang; Adrianus Adrianus
Musamus Journal of Agrotechnology Research Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal Of Agrotechnology research
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjar.v5i2.5378

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adaptasi atau penyesuaian 3 (tiga) galur padi yang diuji dengan 2 (dua) varietas pembanding pada lahan salin di Kampung Bokem. Penggunaan varietas toleran merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memanfaatkan potensi lahan salin dalam upaya meningkatkan produksi padi nasional. Luas lahan salin diAsia sekitar 21,5 juta ha, 12 juta ha diantaranya bersifat salin dan 9,5 juta ha bersifat alkaline. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), mengunakan 5 (lima) perlakuan dan di ulang sebanyak 4 kali sehingga di peroleh 20 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian tidak ada Galur yang mati akibat cekaman salinitas, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh Galur yang diikutkan dalam percobaan ini dianggap cukup toleran terhadap salinitas. Pertubuhan galur terbaik adalah galur 10 dengan jumlah anakan produktif 20,03 batang serta produksi terbaik adalah galur 5 dengan produksinya 4,75 ton/ha Kata Kunci: Merauke, Salinitas, Varietas.
Respon Pertumbuhan dan Tingkat Serangan Hama Pengerek Batang pada Berbagai Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L ) yang Ditanam di Lahan Bukaan Baru Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Sembiring, Jefri; Ofre, Oktovianus; Mendes, Johana; Rante, Novianti
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.41614

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan enam varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap serangan pengerek batang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan bukaan baru Kampung Bokem, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua Selatan pada bulan Maret Sampai Juni 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 6 varietas dengan 3 ulangan. Varietas yang digunakan, yaitu varietas Nutrizinc, Mamberamo, Inpari 42, Inpara 2, Inpari 32 dan Inpari Sidenuk.  Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga akan diperoleh 18 plot percobaan. Luas plot pengamatan 3 x 3 m2 dengan jarak tanam 20 x 20 cm sehingga dalam plot terdiri dari 50 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tinggi pada masing-masing varietas sebagai berikut: varietas Chidanu (78,4 cm), varietas padi Inpara (74,2 cm), varietas Nutrizinc (70,7 cm), varietas Mambramo (66,3 cm), varietas Inpari 42 (65,1 cm) dan varietas Inpari 32 (59,0 cm). Demikian pula dengan jumlah anakan yaitu varietas Inpara 2 (12 anakan), varietas Inpari Chidanu (11 anakan), varietas Inpari 32 (10 anakan), varietas Mambramo (10 anakan), dan varietas Inpari 42 (9,0 anakan).  Jumlah anakan terserang serangga pengerek batang berturut-turut adalah varietas Inpara 2 (9 anakan), varietas Inpari 42 (7,0 anakan), varietas Inpari Chidanu (5,6 anakan), varietas Inpari 32 (5,5 anakan), varietas Nutrizinc (4,4 anakan) dan varietas Mambramo (4,3 anakan). Gabah paling paling banyak terdapat pada varietas Inpara 2 (186,2 gabah) sedangkan terendah pada varietas Nitrizinc (119,4 gabah). Respons enam varietas padi yang diteliti memiliki tingkat kerentanan yang berbeda-beda terhadap serangan penggerek batang (Scirpophaga sp). Varietas Nutrizinc dan Mambramo menunjukkan rata-rata tingkat serangan terendah terhadap serangan hama pengerek batang pada lahan bukaan baru (4,3 anakan). Jenis varietas pada lahan bukaan baru menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi berbeda. Produksi tertinggi adalah varietas Nutrizinc (6,67 ton/ha).
Pengaruh Pupuk Organik Plus terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat di Kabupaten Merauke Nurhening Yuni Ekowati; Rosmala Widijastuti; Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Mariana Lusia Resubun; Jefri Sembiring; Johana Anike Mendes; Abdul Rizal
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i1.662

Abstract

Tomatoes are a horticultural commodity that is widely consumed by the public, so they need to be increased using organic fertilizer plus Trichoderma. This research aims to determine the effect of organic fertilizer plus on increasing the growth and production of tomato plants. This study used a randomized block design with treatments namely no organic fertilizer plus (A0), organic fertilizer plus 3 t.ha-1 (A1), 6 t.ha-1 (A2), 9 t.ha-1 (A3), 12 t.ha-1 (A4), and 15 t.ha-1 (A5). The variables observed were plant height, number of leaves, number of branches, number of flowers forming fruit, number of flowers, number of fruit, fruit weight, fruit diameter and productivity. The observational data is analyzed for variance and data that shows a real effect will be further tested using Duncan's Multiple Range Test. The results of the study showed that organic fertilizer plus treatment had an effect on the growth of tomato plants. The highest variables of plant height, number of leaves, stem diameter and number of branches were obtained in the organic fertilizer plus 15 t.ha-1 (P5) treatment which was not significantly different from the 12 t.ha-1 (P4), 9 t.ha-1 (P3), 6 t.ha-1 (P2), 3 t.ha-1 (P1), but significantly different from the treatment without organic fertilizer plus (P0).
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) terhadap Pemberian Pupuk Kandang Sapi Di Kabupaten Merauke Lulu Febriani Bapaimu; Irba Djaja; Jefri Sembiring
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v3i3.3415

Abstract

This research aims to analyze the response of cow manure to the growth and production of sweet corn plants. This research was conducted in May-July 2023 in Marga Mulya Village, Semangga District, Merauke Regency. This research used a randomized block design (RAK) consisting of treatments P0 (without fertilizer), P1 (fertilizer dose 20 tons/ha), P2 (fertilizer dose 25 tons/ha), P3 (fertilizer dose 30 tons/ha), and five repetitions to obtain 20 experimental units. The research results for the growth component treatment showed that plant height gave the highest results in treatment P3 (138 cm), leaf length in treatment P0 (121 cm), and leaf width in treatment P2 (8.14 cm). Meanwhile, the highest number of leaves was in the P2 treatment with (8.56 pieces), the longest cob length in the P2 treatment (19.56 cm), the highest number of rows/cobs in the P1 treatment (15.86 rows), the cob/sample weight in the P2 treatment with (204.04 g), the highest total weight/plot was in treatment P2 (1.48 kg). Providing cow manure has little effect on the growth and production of sweet corn plants in Merauke Regency.
Test of the effectiveness of beluntas leaf extract (Pluchea indica L.) against the mortality of Spodoptera litura Homo, Benediktus; Mendes, Johana Anike; Sembiring, Jefri
AGRICOLA Vol 14 No 1 (2024): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v14i1.5649

Abstract

Beluntas adalah salah satu tumbuhan yang berpotensi dikembangkan menjadi pestisida nabati, karena mengandung asam fenolik, flavonoid, alkanoid, saponin, tanin dan terpenoid. Senyawa metabolit sekunder tersebut dapat memberikan efek mortalitas terhadap hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun beluntas terhadap mortalitas S. litura. Metode uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode celup daun terdiri dari enam perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati adalah mortalitas S. litura pada fase larva, pupa, dan imago. Hasil Pengamatan menunjukkan mortalitas tertinggi terdapat pada dosis 90 gram basah/500 ml air sebesar 25 individu. Pengamatan dilanjutkan untuk larva yang masih hidup yaitu mortalitas larva prapupa tertinggi sebesar 19 individu pada dosis 45 gram basah/500 ml air, mortalitas pupa sebanyak 15 individu pada perlakuan kontrol, dan sisa pupa yang menghasilkan imago pada perlakuan kontrol sebanyak 2 ekor.
Co-Authors A Prasetia Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Amad Arifin Amelia A Limbongan Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Andre Prasetya Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Andri Prasetia Anwar Anwar Anwar Anwar Barus, Rizki Alkhairi Beatus Tambaip Bodem, Martha Estofia Caecilia Henny Setya Wati Dandi Saleky Dantje Tarore Diana S Susanti Diana Sri Susanti Djaja, Ling Irba Doga, Ikius Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fachrizal, Rizal Facrizal, Riza Febri Nur Pramudya, Febri Nur Frans Hengki Fredy Fredy Ginting, Nina Maksimiliana Hariani Fitrianti Heru Nugroho Homo, Benediktus Imam Suntoro Irba Djaja Irba Djaja, Irba Iriana, Putri joana mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Jusuf Manueke Katmok, Bonefasius Khairi Barus, Rizki Al Korey, Yuliana Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Ling Irba Djaja Lulu Febriani Bapaimu Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Maria Rizki Rismayanti Maria Tenlima Mariana L Resubun Mariana Lusia Mariana Lusia Resubun Maya S Rupang Maya Sari Rupang Mendes, Joanna Anike Mendes, Johana Mendes, Johana A Mendes, Johanna Merly, Sendy Lely Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Nina Maksimiliana Ginting Nina Maksimiliana Ginting Nongtit, Nikodemus Nurhaya J Panga Nurhaya J Panga Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati NY Ekowati Ofre, Oktovianus oktovina gebze oktovina gebze Otovina Gebze Pangaribuan, Rosa Delima Paskalis ighom Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prasetia, Andri Prisca Rosumbre Prisca Rosumbre Pulung Riyanto Purwanto, Aldi Putri Iriana R Kusumah R Kusumah Rachmawati Hasid Rangga Kusuma Rangga Kusumah Rangga Kusumah Rante, Novianti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rismayanti, Maria Rizki Riza Facrizal Roni Wandikbo rosa delima pangaribuan Rosa Pangaribuan Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Saleky, Dandi Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Suriani, Wa Ode Susanti, Diana S. Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Wandikbo, Roni Yopi Tamelan